0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan17 halaman

Tahapan dan Konsep Problem Solving

problem solving

Diunggah oleh

anandro anan05
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan17 halaman

Tahapan dan Konsep Problem Solving

problem solving

Diunggah oleh

anandro anan05
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

problem

solving
tOPIKPEMBAHA
SANN
[Link] & Pengertian Problem
Solving
[Link]/Siklus Problem
Solving
3. Tipe Masalah & Tipe Heuristik
[Link] dalam Problem
Solving
Konsep & Pengertian
Problem Solving
Apa itu
Masalah?
• Masalah muncul ketika terdapat hambatan antara
situasi/kondisisaat ini dengan goals (situasi yang diinginkan)
dan belum jelas bagaimana untuk mengatasi kendala tersebut.

• (Goldstein, 2011) •

• Masalah menurut Lovett (2002), memiliki 3 komponen: 1


1. Kondisi awal : kondisi kita saat ini 2. Kondisi tujuan/akhir :
[Link] yang ingin kita capai/kehedaki.
[Link]: apa pun yang mengahalangi antara kondisi awal dan
kondisi tujuan •

• Masalah -> Kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang


sekarang.
• Problem solving sebuah upaya untuk mengatasi
hambatan yang menghalangi jalan menuju solusi.

• (Reed, 2000)

• Problem solving adalah proses kognitif-behavioral yang


dilakukan individu untuk mengidentifikasi dan
menemukan solusi yang efektif atas masalah yang
dihadapinya. Proses kognitif-behavioral yang dilakukan
meliputi:
• a) mengidentifikasi berbagai macam solusi efektif,
• b) meningkatkan kemungkinan untuk memilih satu solusi
yang paling efektif di antara berbagai solusi yang ada.

• (D’Zurilla, Nezu, Maydeu-Olivares, 2004)


TAHAPAN PROBLEM
S0LVING
1. Problem Identifi cation Menilai dan mengidentifi kasi
situasi atau kondisi masalah. Menetapkan keberadaan
suatu masalah yang dialami.

2. Defi nition of Problem Setelah menilai ada masalah,


tahap berikutnya yaitu mendefi nisikan masalah dan
menentukan apakah masalah dapat dipahami untuk
bisa diselesaikan.

3. Constructing Strategy Menentukan strategi-strategi


yang dianggap tepat untuk menyelesaikan masalah
dengan cara menganalisis dan mensinstesiskan
strategi tersebut.
4. Organizing Information about Problem
Mengumpulkan, menyusun dan mengintegrasikan
informasi-informasi yang sekiranya efektif membantu
penyelesaian masalah.

5. Allocation of Resources Menentukan dan


memperhitungkan berbagai bentuk sumber daya yang
dapat digunakan untuk membantu penyelesaian
masalah. Contoh sumber daya antara lain: waktu,
tenaga, energi, biaya, peralatan, dsb.
6. Monitoring Problem Solving Memantau
penyelesaian masalah adalah tahapan yang penting
dilakukan. Hal ini diperlukan untuk menilai apakah
strategi yang telah kita tempuh semakin dekat
menuju penyelesaian masalah atau tidak. Bila
ternyata strategi belum tepat/efektif, kita bisa
kembali ke tahapan problem solving yang lebih awal.

7. Evaluating Problem Solving Tahap terakhir dari


siklus problem solving adalah menilai dan
mengevaluasi hasil dari penyelesaian masalah yang
telah kita lakukan. Apakah sudah efektif, apakah
sudah menyelesaikan masalah, apa ada potensi
masalah bar atau tidak.
TIPE MASALAH
Secara garis besar, terdapat 2 macam tipe masalah (problem):

1. Well-Structured Problems
Adalah masalah yang memiliki jalur (path) penyelesain masalah
yang jelas, terstruktur (meski bisa jadi masalah tsb adalah
masalah yang sulit) yang membawa ke penyelesaian masalah.

2. Ill-Structured Problems
Merupakan masalah yang mempunyai jalur (path) yang kurang
jelas yang menyulitkan seseorang untuk melakukan problem
solving.

(Sternberg, 2009)
Tipe heuristik dalam problem solving
Faktor-Faktor Penghambat
Problem Solving
• Mental Set Kerangka berpikir yang melibatkan model
penyelesaian masalah yang sudah ada yang
merepresentasikan masalah, konteks atau prosedur
untuk problem solving.

• Entrenchment Terpaku pada strategi yang biasanya


berhasil dengan baik dalam pemecahan banyak
masalah, tetapi belum tentu berhasil dalam
memecahkan masalahmasalah tertentu. •

• Functional Fixedness Ketidakmampuan individu untuk


melihat sesuatu yang diketahui memiliki kegunaan
tertentu dalam usaha problem solving, juga dapat
digunakan untuk mengatasi masalah atau mencapai
• Negative dan Positive Transfer
Transfer adalah membawa pengetahuan atau
keterampilan yang telah kita miliki dari satu situasi
masalah ke situasi yang lain.

• Negative Transfer  terjadi ketika solusi masalah


yang sebelumnya menimbulkan masalah lain yang
lebih berat.
• Positive Transfer  terjadi ketika solusi masalah
yang sebelumnya memudahkan penyelesaian
masalah yang baru.

• Incubation
Mengesampingkan masalah untuk sementara waktu
dan kemudian tidak memikirkan lagi masalah
Terima
Kasih

Anda mungkin juga menyukai