0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan34 halaman

Sistem Rangka dan Penanganan Cedera

Diunggah oleh

roif ulmunif
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan34 halaman

Sistem Rangka dan Penanganan Cedera

Diunggah oleh

roif ulmunif
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CEDE

RA
SISTE
M
Oirta
M TOT krisna
RANG
SISTEM RANGKA
Bentuk Tulang :
1. Tulang Panjang/Pipa
2. Tulang Pendek
3. Tulang Pipih
4. Tulang tak beraturan
5. Tulang sesamoid

Pembagian sistem rangka :


1. Tulang kepala
2. Tulang dada
3. Tulang belakang & panggul
4. Tulang anggota gerak atas
5. Tulang anggota gerak bawah
Fungsi Kerangka
1. Menopang tubuh

2. Melindungi Organ tubuh yang

lunak/penting

3. Tempat melekatnya otot

4. Untuk pergerakan

5. Membentuk bangunan tubuh

6. Tempat pembuatan sel darah merah


PATAH TULANG
Terputusnya jaringan tulang baik
seluruhnya atau hanya sebagian.

PENYEBAB :
1. Gaya langsung
2. Gaya tidak langsung
3. Gaya Puntir
Macam Cedera :
1. Patah Tulang
2. Dislokasi (Cerai/urai sendi)
3. Strain (Terkilir Otot)
4. Sprain (Terkilir Sendi)
JENIS PATAH TULANG
• Patah tulang tertutup.
Ujung tulang yang patah
tidak berhubungan
dengan udara luar.

• Patah tulang terbuka


Ujung tulang yang
patah berhubungan
dengan udara luar.
Tanda & Gejala :
1. Perubahan bentuk pada anggota yang patah.
2. Nyeri & kaku saat ditekan atau digerakkan.
3. Krepitasi tulang (terdengar suara berderak).
4. Pembengkakan disekitar tulang yang patah.
5. Memar / perubahan warna.
6. Bagian yang patah mengalami gangguan fungsi gerak
/ sukar digerakkan.
7. Pada patah tulang terbuka, terkadang ujung tulang
terlihat
8. Sendi terkunci
9. Gangguan peredaran darah & persyarafan
10. Lakukan GSS sebelum & sesudah pembidaian.
PENATALAKSANAAN
• Lakukan penilaian dini
– Kenali keadaan yg mengancam jiwa
– Jangan terpancing oleh cidera yg terlihat berat
– Pasang bidai leher dan beri oksigen
• Lakukan pemeriksaan fisik dan GSS sebelum &sesudah
• Kendalikan perdarahan (open fraktur)
• Fiksasi dan immobilisasi
• Cegah infeksi
• Lakukan pembidaian
• Kurangi rasa sakit
• Posisikan nyaman / elevasi
URAI/CERAI SENDI (DISLOKASI)
PENGERTIAN :
Keluarnya kepala sendi dari mangkok sendi

PENYEBABNYA ADALAH :
Karena sendi teregang melebihi
batas normal

GEJALA DAN TANDA :


Secara umum berupa gejala dan tanda
patah tulang yang terbatas pada daerah sendi
TERKILIR / KESELEO
A. TERKILIR SENDI (SPRAIN)
Robeknya/putusnya jaringan ikat sekitar sendi
karena sendi teregang melebihi batas normal

PENYEBAB :
Terpeleset,gerakan yang salah,shg
menyebabkan sendi teregang melampaui
gerakan normal.
GEJALA DAN TANDA
 Nyeri
 Bengkak
 Nyeri tekan
 Warna kulit merah kebiruan
B. TERKILIR OTOT (STRAIN)
Robeknya jaringan otot pada bagian tendon (ekor otot),
karena teregang melebihi batas normal.

PENYEBAB :
o Latihan peregangan tak cukup
o Latihan peregangan tidak benar
o Teregang melampaui kemampuan
o Gerakan yang tidak benar
GEJALA DAN TANDA :

o Nyeri yang tajam dan mendadak pada


daerah otot tertentu
o Nyeri menyebar keluar disertai kejang
dan kaku atau kaku otot
o Bengkak pada daerah cedera
PENANGANAN
1. Posisikan korban dengan nyaman
2. Tinggikan daerah yang cedera
3. Kompres dingin selama 30 menit, ulangi setiap
jam bila perlu
4. Balut tekan dan tetap tinggikan
5. Bila ragu tolong seperti patah tulang
6. Rujuk ke fasilitas kesehatan
Penatalaksanaan :
Dislokasi sendi bahu
TUJUAN PEMBIDAIAN :
1. Mencegah pergerakan/pergeseran dari ujung
tulang yang patah
2. Mengurangi terjadinya cedera baru disekitar
bagian tulang yang patah
3. Memberi istirahat pada anggota badan yang
patah
4. Mengurangi rasa nyeri
5. Mempercepat proses penyembuhan
6. Mengurangi perdarahan
PEDOMAN UMUM PEMBIDAIAN :
1. Informasikan apa yang akan kita lakukan
2. Buka perhiasan atau pakaian yang
mengganggu
3. Nilai Gerakan Sensasi Sirkulasi (GSS)
4. Siapkan alat
5. Jangan reposisi
6. Pembidaian harus melewati dua sendi
7. Ikatan tidak boleh terlalu keras dan tidak
boleh terlalu kendor

Penanganan cedera alat gerak


dengan Imobilisasi dan Fiksasi
MACAM – MACAM BIDAI :
1. Bidai keras
2. Bidai yang dapat dibentuk
3. Bidai traksi
4. Gendongan / belat dan bebat
5. Bidai improvisasi
Contoh Macam-macam Bidai :
Bidai kayu Bidai vacum

Bidai tiup
Bidai kawat Bidai karton

Bidai SAM
Fraktur Lengan Atas Fraktur Lengan Bawah

Fraktur Jari Tangan Cedera Bahu


Dislokasi/Fraktur Siku
Penatalaksanaan :
Patah tulang paha
Penatalaksanaan :
Patah tulang sendi
kaki
Penatalaksanaan :
Patah tulang sendi
kaki
Penatalaksanaa
n:
Patah tulang
sendi kaki
Penatalaksanaan :
Patah tulang kering/tungkai
bawah
Penatalaksanaan :
Patah tulang hasta / pengumpil
Penatalaksanaan
Patah tulang lengan atas
Penatalaksanaan :
Patah tulang dekat siku
Penatalaksanaan :
Patah tulang selangka
PEMBIDAIAN PADA PATAH TULANG BETIS

Anda mungkin juga menyukai