Materi QAM
(Quadrature Amplitudo
Modulation)
Muhammad Rizky Abadi (11 - 1D
JTD)
Pengertian QAM
Quadrature Amplitudo Modulation atau QAM adalah suatu cara
pentransmisian pada laju bit-bit yang lebih tinggi pada saluran/kanal dengan
lebar pita yang terbatas. Sebagai contoh penggunaan kumpulan sinyal QAM
16 titik memungkinkan 9600 bit/detik ditransmisikan pada saluran telepon
dengan lebar pita 2700 Hz. Dalam kasus tersebut empat digit biner yang
berurutan harus disimpan dan dikodekan kembali sebagai salah satu dari 16
bentuk sinyal yang ditransmisikan. Sinyal-sinyal yang dihasilkan dinamakan
sinyal modulasi amplitudo kuadratur (QAM). Sinyal ini dapat ditafsirkan
sebagai modulasi amplitudo multitingkat yang diterapkan secara bebas pada
setiap dua pembawa kuadratur.
Pentrasmisian QAM
Sinyal Quadratur Amplitudo (QAM) mempergunakan dua pembawa
kuadratur cos 2pfct dan sin 2pfct, masing- masing dimodulasikan oleh
bit informasi. Metode dari transmisi sinyal memakai Quadrature Carrier
Multiplexing
Sinyal ditransmisikan pada frekuensi carrier yang sama dengan
memakai dua pembawa kuadratur Ac cos 2pfct dan Ac sin 2pfct. Untuk
mengerjakannya, diandaikan m1(t) dan m2(t) adalah dua sinyal
informasi terpisah yang ditransmisikan melalui kanal.
Amplitudo sinyal m1(t) memodulasi pembawa Ac cos 2pfct dan
amplitudo sinyal m2(t) memodulasi pembawa kuadratur Ac sin 2pfct.
Dua sinyal dijumlahkan dan ditransmisikan melalui kanal. Sehingga
sinyal yang ditransmisikan adalah
u(t) = Ac m1(t) cos 2pfct + Ac m2(t) sin 2pfct
atau
um (t) = Amc gT(t) cos 2pfct + Ams gT(t) sin 2pfct
m = 1,2, ……., M
Dimana Amc dan Ams adalah posisi dari level amplitudo yang diperoleh
dari penempatan k-bit sequence ke dalam amplitudo sinyal. Umumnya,
QAM dapat di lihat sebagai bentuk gabungan dari modulasi amplitudo
digital dan modulasi fasa digital. Jadi bentuk gelombang sinyal QAM
yang ditransmisikan dapat dinyatakan
umn (t) = Am gT(t) cos (2pfct + qn)
m = 1,2,3…….., M1
n = 1,2,3,…….., M2
Gambar Metode Transmisi Diagram Blok Fungsional
QAM QAM
Laju Pengiriman Sinyal
Untuk suatu bentuk gelombang biner, laju bit adalah sama dengan laju
pengiriman sinyal dan dinyatakan dalam bit/detik. Misalkan G adalah
waktu yang diperlukan untuk memancarkan 1 bit, maka laju pengiriman
sinyal adalah :
r=1/G
Bila sinyal dipancarkan melalui sebuah saluran jalur dasar (baseband
channel), lebar jalur saluran menentukan batas atau limit dari laju
pengiriman sinyal. Limit ini tercapai untuk sinyal dengan jumlah
perubahan per detik yang terbesar, yakni suatu gelombang persegi
yang mempresentasikan suatu sinyal digital. Periode gelombang persegi
ini adalah 2G dengan komponen frekuensi dasar adalah
f0 = 1/2G = r/2.
Saluran baseband berperilaku sebagai sebuah filter low pass yang
melewatkan semua frekuensi dari 0 sampai suatu nilai cut off. Dengan
memisalkan bahwa respon frekuensi adalah nol diatas suatu limit
frekuensi B, maka agar komponen dasar dari gelombang persegi dapat
dipancarkan, f0 tidak boleh lebih besar dari B, jadi :
B ³ f0 atau B ³ r/2
Persamaan (2.6) di atas disebut Kriteria Nyquist yang menyatakan bahwa
untuk suatu laju pengiriman sinyal r, lebar jalur tersempit yang dapat
digunakan adalah :
B = r/2
Berdasarkan rumusan di atas dapat diketahui bahwa laju pengiriman
sinyal (r) pada saluran telepon dengan bandwidth 300-3400 Hz adalah £
6200 bit/detik. Sehingga untuk meningkatkan laju pengiriman sinyal
menjadi 9600 bit/detik dibutuhkan bandwidth ³ 4800 Hz. Hal ini dapat
dipenuhi dengan bantuan 16 QAM.
Jumlah Kanal Yang Tersedia
Dalam Sistem
Kapasitas kanal yang tersedia dalam sistem didapat dari lebar
bidang yang tersedia dibagi dengan spasi kanal ataau lebar bidang
tiap kanal. Jika diketahui bandwidth sistem sebesar Bt dan spasi tiap
kanal atau lebar bidang kanal adalah Bc, maaka jumlah kanal yang
tersedia dalam sistem sebesar :
N = Bt/Bc
Dengan mengetahui jumlah sel dalam kelompok sel didapat jumlah
kanal tiap sel. Misal jumlah sel dalam sekelompok sel adalah K, maka
jumlah kanal setiap sel (m) adalah : M = N/K
4 QAM (1 Amplitudo,4 Fasa)
QAM 4 keadaan merupakan teknik encoding M-
er dengan M=4, dimana ada empat keluaran
QAM yang mungkin terjadi untuk sebuah
frekuensi pembawa. Karena ada 4 keluaran
yang berbeda, maka harus ada 4 kondisi
masukan yang berbeda. Karena masukan sinyal
digital ke QAM modulator adalah sinyal biner,
maka untuk memperoleh 4 kondisi masukan
yang berbeda diperlukan lebih dari satu bit
masukan. Dengan memakai 2 bit masukan,
maka diperoleh 4 (22) kondisi yang mungkin :
00, 01, 10, 11 data masukan biner digabung
menjadi kelompok dua bit. Masing masing kode
bit menghasilkan salah satu dari 4 keluaran
Dua bit dimasukkan secara seri kemudian dikeluarkan secara paralel satu bit ke
kanal I dan bit lainnya serentak menuju ke kanal Q. Bit di kanal I dimodulasikan
dengan pembawa (sin wct) dan bit dikanal Q dimodulasikan dengan pembawa
(cos wct). Untuk logika 1 = +1 volt dan logika 0 = -1 volt, sehingga ada 2 fasa
yang mungkin pada keluaran modulator kanal I yaitu +sin wct dan -sin wct. Dan
ada 2 fasa yang mungkin pada keluaran modulator kanal Q yaitu +cos wct dan -
cos wct. Penjumlahan linier menghasilkan 4 fasa resultan yang mungkin yaitu :
+sin wct +cos wct, +sin wct -cos wct, dan -sin wct + cos wct, dan -sin wct -cos
wct. Jika masukan biner dari Q = 0 dan I = 0 maka dua masukan modulator
kanal I adalah -1 dan (sin wct).
Sedangkan dua masukan modulator kanal Q adalah -1 dan cos wct.
Sehingga, keluarannya adalah :
Modulator kanal I = (-1) ( sin wct) = -1 sin wct
Modulator kanal Q= (-1) (cos wct) = -1 cos wct
Dan keluaran dari penjumlah linier adalah
-1 sin wet -1 cos wet = √(-1)² + (-1)² cos
(wct-tg-11)
= 1,414 cos (wet-
45°)
= 1,414 sin (w) –
1997
Maka diperoleh tabel kebenaran:
Masukan Biner Keluaran 4 QAM
Q I Amplitudo Fasa
0 0 1,414 -135
0 1 1,414 -45
1 0 1,414 135
1 1 1,414 45
Diagram fasor 4 QAM
8 QAM (2 Amplitudo,4 Fasa)
QAM 8 keadaan adalah teknik
encoding M-er dengan M=8. Dengan
QAM 8 keadaan keluaran yang
mungkin untuk satu frekuensi
pembawa. Untuk memperoleh 8
kondisi masukan yang berbeda maka
data masukan biner digabung menjadi
tiga kelompok bit yang disebut TRIBIT
(2 3 = 8). Masing –masing kode tribit
menghasilkan salah satu keluaran
yang mungkin
Masukan bit serial mengalir ke pembelah bit dimana mengubah ke bit
paralel, menjadi keluaran tiga kanal (kanal I atau kanal ‘in-phase’, kanal Q
atau ‘in quadrature’, dan kanal C atau ‘kontrol’). Sehingga laju bit pada
masing –masing kanal menjadi sepertiga laju data masukan (fb /3).
Bit kanal I dan C menuju konverter kanal I dan bit di kanal Q dan C menuju
conventer kanal Q. Conventer ‘2 to 4 level’ adalah DAC (digital to analog
conventer) engan masukan paralel masukan 2 bit, ada 4 tegangan
keluaran yang mungkin. Bit kanal I atau Q menentukan dari polaritas dari
keluaran, sinyal analog PAM (logika 1 = +V dan logika 0 = –V ). Sedangkan
bit kanal C menentukan besarnya (logika 1= 1,307 V dan logika 0 = 0,541
V), karena bit kanal C sama sebagai masukan converter kanal I dan Q,
maka besar sinyal kanal I dan Q selalu sama.
Untuk masukan tribit Q = 0, I = 0, C = 0 (000), maka masukan converter
kanal I adalah 1 = 0 dan C = 0, dari tabel kebenaran di peroleh keluaran –
0,541 volt. Dan masukan converter kanal Q adalah Q = 0 dan C = 0, dari
tabel kebenaran di peroleh keluaran –0,541. Lalu dua masukan modulator
kanal I adalah –0,541 dan sin dan keluarannnya adalah :
I = – (0,541) (sin wct)
= – 0,541 sin wct
Dan dua masukan modulator kanal Q adalah –0,541 dan cos wct laju
keluarannya adalah :
Q = (– 0,541)( cos wct)
= – 0,541 cos wct
Kemudian keluaran dari modulator kanal I dan Q di jumlah pada penjumlah
linier dan keluarannya adalah :
= – 0,541 sin wct – 0,541 cos wct
= 0,765 sin wct – 135 0
Diagram pemancar 8 QAM Diagram fasor 8 QAM
DAFTAR PUSTAKA
Triatmuji, "Quadrature Amplitudo Modulation," PROTON, 18
Januari 2017.
Kusmaryanto, Sigit. TEKNIK MODULASI QAM. Universitas
Brawijaya, 2013,