Nur Rahmat Wibowo
Diberikan dalam rangka
Kegiatan Latihan
Gabungan
KSR PMI Se-Kota Ptk
Ahad, 22 Sept’10
PENDAHULUAN
2 SISTEM (KOMPONEN) UTAMA DLM
TUBUH MANUSIA :
SISTEM PERNAFASAN
SISTEM PEREDARAN DARAH
TUBUH MANUSIA
1. Menyimpan Makanan Dalam beberapa
Minggu.
2. Menyimpan Air Dalam beberapa Hari.
3. Menyimpan Oksigen Dalam beberapa menit
saja.
4 Rantai Penyelamatan
Highlights of 2010 AHA Guidelines for CPR & ECC
Tindakan pertolongan medis sederhana yg dilakukan
pada korban yg mengalami henti jantung sebelum
diberikan tindakan pertolongan medis lanjutan.
(BCLS Ed 2011)
Tujuan: Memberikan bantuan dan pernapasan yang
Adekuat Sampai keadaan henti jantung teratasi
atau sampai Pasien dinyatakan meninggal
(BCLS Ed 2011)
4 Steps of The BLS
Survey:
1. Check Responsiveness
2. Activate The
Emergency
3. Circulation: check for
carotid pulse
[Link]
C - CIRCULATION
Tujuan:
memeriksa nadi (peredaran darah) dan
memberikan tekanan dada (kompresi luar)
Tehnik memeriksa nadi:
Periksa nadi leher (karotis) dengan kedua jari
telunjuk dan tengah di sebelah jakun leher
(Maksimal 10 detik)
C -- CIRCULATION
CIRCULATION
CIRCULATION - periksa nadi
( Pijatan Jantung Luar )
• Tindakan paling penting pada bantuan
sirkulasi adalah Pijat Jantung Luar.
Sebelum melakukan RJP, penolong harus:
• Memastikan tidak ada respon
• Memastikan tidak ada pernapasan
• Memastikan tidak adanya denyut nadi
Untuk dewasa Dikenal rasio :
1 atau 2 Orang Penolong ( 30 : 2 )
Pada anak dan bayi rasio :
1 Orang Penolong ( 30 : 2 )
2 Orang Penolong ( 15 : 2 )
C -CIRCULATION-KEDALAMAN
PENEKANAN
Dewasa Anak-anak Bayi
(>8 thn) (1- 8 thn) (< 1 thn)
Kedalaman tekanan :
Dewasa : 2 inchi (5 Cm)
Anak : 2 inchi (5 Cm)
Bayi : 1,5 inchi (4 Cm)
C -CIRCULATION-LOKASI
PENEKANAN
½ bawah tulang ½ bawah 1 jari di
dada (sternum) tulang dada bawah
(sternum) garis
imajiner
kedua
puting
susu
C -CIRCULATION-KOMPRESI LUAR
Posisi tangan yang benar KOMPRESI- Penekanan
Dada
01/11/06
AIRWAY
( Penguasaan Jalan
nafas )
AIRWAY - Bebaskan jalan nafas (head tilt chin lift)
A - AIRWAY
AIRWAY - bebaskan nafas untuk korban patah tulang leher
(tehnik jaw thrust)
Membersihkan Jalan Napas
SUMBATAN JALAN NAPAS
• Total Sulit
bernapas
Memegangi leher.
(Tindakan
Heimlich Maneuver
).
• Parsial spt
ngorok, mengi,
kumur.
Choking Infant
Choking Child
B
Tujuannya:
memeriksa nafas dan memberikan nafas buatan
Tehnik memeriksa nafas:
• Look : Lihat pergerakan dada dan perut
• Listen : Dengarkan suara nafas
• Feel : Rasakan hembusan nafas
Lakukan selama 5 - 10 detik untuk memastikan
korban bernafas atau tidak
( Bantuan
Pernafasan )
BREATHING - periksa pernafasan
B -- BREATHING
BREATHING
Bantuan Pernafasan Bantuan Pernafasan dengan
melaluimulut masker
Breathing Support
• Teknik Mulut • Teknik Alat Bantu
Mulut ke Masker Kantung Masker
RJP Berkatup (Bag Valve
• Mulut ke APD Mask)
• Mulut ke
Mulut/Hidung
Beberapa Tanda Pernapasan
Adekuat: Kurang adekuat:
• Dada dan perut bergerak • Gerakan dada kurang baik
naik dan turun seirama • Ada suara napas tambahan
dengan pernapasan. • Gerakan bantu napas
• Udara terdengar dan • Sianosis (kebiruan)
terasa saat keluar dari • Frekuensi kurang atau
mulut. berlebihan
• Penderita tampak nyaman. • Perubahan status mental
• Frekuensinya cukup 12
– 20 x/menit.
ALAT BANTU PERNAPASAN
(Recovery Position)
Tujuan
• Membebaskan jalan nafas korban
yang tidak sadar
• Melindungi jalan nafas dari benda
asing seperti muntahan pada
korban tidak sadar.
POSISI PEMULIHAN
RECOVERY POSITION
• Tindakan RJP dihentikan
- Penderita pulih kembali
- Penolong kelelahan
- Diambil alih oleh tenaga yang sama atau
terlatih
- Jika ada tanda pasti mati
CIRI-CIRI MATI KLINIS
& BIOLOGI
Ciri-ciri Mati Klinis: Ciri-ciri Mati Biologis:
• Pada korban tidak • Terjadi kematian Sel
ditemukan adanya terutama sel otak dan
pernafasan dan denyut bersifat irreversibel
nadi. (permanen).
TANDA-TANDA MATI
Lebam Mayat
Kaku Mayat
Pembusukan
Cedera mematikan
Kesalahan dalam RJP
Kesalahan Akibat
Penderita tidak berbaring pada bidang PJL kurang efektif
keras
Penderita tidak horizontal Bila kepala lebih tinggi maka jumlah
darah yg ke otak berkurang
ADTD kurang baik Jalan napas terganggu
Kebocoran saat melakukan napas Pernapasan buatan tidak efektif
buatan
Lubang hidung kurang tertutup rapat Pernapasan buatan tidak efektif
dan mulit kurang terbuka
Tekanan terlalu dalam atau terlalu cepat Patah tulang, luka dalam paru-paru
Rasio PJL dan pernapasan buatan tidak Oksigenasi darah kurang
baik
Let’s Watch The Video
1. CPR 1
2. CPR 2
3. CPR 3
4. CPR 4
5. CPR 5
Are you ready to practice it...???
Ketika kau telah menetapkan target yang hendak kau capai, lakukankah,
selangkah demi selangkah hingga engkau raih tujuanmu dan Lakukanlah
dengan konsisten.
Awalnya memang sulit, namun betapa bahagianya dirimu ketika kau
mampu meraihnya.
( Secret_R4hm@t )
SELALU SEMANGAT & OPTIMIS
DISERTAI ACTION AND CONSISTENT.
YESTERDAY WE LEARN
TODAY WE PRACTICE
AND
TOMORROW WE ACHIEVE
Frekuensi Pemberian Napas Buatan :
• Dewasa
8 – 10 x pernapasan/menit masing- masing 1
detik
• Anak
20 x pernapasan/menit masing-masing 1 – 1,5
detik.
• Bayi
40 x pernapasan/menit masing-masing 1 – 1,5
detik.