What is silage
the product formed when grass or other material
SILASE
sufficiently high moisture content liable
to spoilage by aerobic microorganisms is stored
anaerobically by process to as ensilage
in a vessel/ structure a silo
DM 20-40%
Silase CP 14-16%
hasil pengawetan tanaman
(biasanya hijauan) melalui
Silase fermentasi (pengasaman)
dalam kondisi an-aerob (tanpa
O2) pada suatu tempat yang
disebut Silo.
Alat atau tempat yang
digunakan untuk
Silo
menyimpan silase.
Tujuan Pembuatan Silase
Pengawetan pakan/hijauan over produksi/melimpah
Mempertahankan/menjaga nilai nutrisi optimum
Pergeseran pakan dari the present future
Perpindahan pakan dari satu lokasi ke lokasi lain
Membantu management pasture
Silase melibatkan natural fermentation asam laktat
dan asam lain 'pickle' (p. asaman)/or pengawetan forage
Keuntungan Pembuatan Silase
Bila cuaca tidak memungkinkan utk haymaking silase
Silase dibuat dari batang tanaman sangat tidak cocok
utk haymaking gandum dan jagung
Tanaman liar digunakan bersama dg hijauan utama silase
Silase making memusnahkan biji tanaman liar
asam-asam organik yg dihasilkan silase sama asam2
yg dihasilkan pada saluran pencernaan ruminansia
digunakan dengan cara yang sama
Seleksi Hijauan untuk silage making
Untuk memudahkan silase forage have:
* High level of fermentable sugar
* Low level protein
* Low buffering capacity
* 35% DM at the time of ensiing
* Pasture grass rmpt gajah, setaria, sudan grass
* Pasture legum Stylo
* Fodder tree Leucaena dll
* Straw/jerami Rice straw, wheat straw dll
* corn, sorghum
* By-product pertanian
Prinsip utama pembuatan Silase
menghentikan respirasi dan evaporasi/penguapan
sel2 tanaman scr cepat
mengubah KH menjadi asam laktat via fermentasi
anaerob
mencegah aktivitas enzim dan bakteri pembusuk
Silage additives
Silase additives harus:
Meningkatkan recovery bahan kering
memperbaiki performance ternak
menurunkaan panas dan jamur selama
penyimpanan dan pembukaan silo (feed out)
Direct acidifiers:
inorganic/organic acids menurunkan pH
sulphuric and formic acids
Tipe Fermentasi pada pembentukan Silase
Fermentasi homolaktat
sangat diinginkan grass tunggi gula /WSC
gula difermentasi asam laktat pH
dan kehilangan nutrient rendah
dimediasi Lactobacillus platarum, L. acidilacti dll
Heterolaktat fermentasi
• Kurang diinginkan tjd bila ketersediaan gula terbatas
• dimediasi L. brevis, L. buchneri
• gula as. asetat dan alkohol
• kurang efisien dibanding homolaktat fermentsi
Secondary fermentation
• sangat tidak diinginkan
• degradasi asam laktat oleh bakteri clostridia asam
acetat dan butyrat
• ditingkatkan dengan KA dan pH tinggi
Clostridia
asam laktat asetat dan butyrat
Proses Fermentasi silase
Phase 1 (respirasi)
raw material masih respirasi setelah chopping dan
consumes O2 CO2 + H2O + panas
temperatur meningkat 32oC 4 hari setelah packing
Phase 2 (early fermentation)
prod. asam asetat, format dan as. organik lain dihsl
bakteri aerobic fakultatif Enterobacteria
pH silase pelan2 berubah dari 6.0 4.0
Phase 3 (fermentasi asam laktat)
dimulai oleh bakteri as. laktat strictly anaerobic
3 hari stelah material yg di chopping di packing dan
prod. as. asetat menurun
Phase 4
prod. as. laktat terus berlanjut sp 2 minggu
temperatur turun perlahan temp. atm normal
pH dipelihara pH 4.0
Phase 5 (phase stabil)
krn adanya as. laktat degradasi lebih lanjut
terhambat sbgm pertumb. bakteri dan fungal
terhambat
fermentasi as. laktat completes 20 hari
product silase finish
jika produksi [Link] tidak cukup dimulai
fermentasi as. butyrat kualitas silase jelek
Faktor-faktor yg mempengaruhi fermentasi silase
a. komposisi kimia raw material wsc
b. kadar air dan pelayuan
c. perlkuan mekanik chopping, lacerating, brushing or
comminution
d. rate of acidification
e. air/ udara
f. temperatur
g. preservatives
Jenis-jenis silo
1) Stack silo (tumpukan) silo paling sederhana
2) Bunker silo dalam tanah slope 3-5%
3) Pit/Trench silo huruf V dalam tanah
4) Plastic bag silo spt pagar
5) Fench silo (framed silo)
6) Tower silo
7) Tugas cari kelebihan dan kelemahan
masing-masing silo ?
Penilaian kualitas silase
• color
kualitas silase • smell
• taste
• touch
color pale yellow (kuning muda) kualitas baik
dark brown to dark green kualitas jelek (bad
quality)
smell acidic or sweet-sour pleasent good quality
manure or putrid smell → cannot put the silage
near
one's nose quality is poor
Taste if the silage tastes sour (asam) and no problem in
putting it in one's mouth quaity is good
if the silage tastes bitter (pahit) → cannot put it
in one's mouth quality is poor
Touch jika silase dikepal dg tangan tangan dibuka jika
pecah perlahan menjadi 2 quality is good
jika silase pecah potongan yg kecil silase
defisien kadar air. Jika air menetes kadar air
silase tinggi
Feeding of silage
2-3 years old cattle 11-13 kg
3 - 8 years old cattle 13 - 22 kg
sheep 1 - 1.5 kg per 45 kg live weight
goats 1 - 1.5 kg per 45 kg live weight
Perobahan kimia selama fermentasi
gula difermentasi VFA (asam laktat, asetat, propionat
dan butyrat) oleh mo anaerob
pembentukan asam-asam menurunkan pH (target = 4)
protein didegradasi ammonia dan NPN (target = < 100 g
ammonia /kg total nitrogen)
Peningkatan kand. nutrient silase
utk meningkatkan nilai gizi silase, di (+) cereal grains,
molasses, dry forage, limestone, urea, anhydrous ammonia
tersedia produk komersil mengdg 1 atau lebih materi diatas
limestone ( CaCO3) kdg2 di + pada silase jagung me
kand. Ca dan proses fermentasi 10-20 pound/ton silase
jagung
utk meningkatkan kand. protein silase di + urea dan
ammonia dan sumber NPN me protein 4% (dry matter
basis)
Faktor-faktor untuk meningkatkan kualitas
silase
1) pe (+)an BK me (-)i KA
2) pe (+)an air me KA
3) pe (+)an molases
4) laju, jumlah dan jenis produksi asam
5) asidifikasi silase
6) inhibisi pertumbuhan bakteri dan jamur (mold)
Bunker silo being filled and compacted
Squat concrete silo, 10 bins; each 10,000 tones