0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Etnomatematika: Rumah Adat Baileo

Diunggah oleh

selnaoihu5
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Etnomatematika: Rumah Adat Baileo

Diunggah oleh

selnaoihu5
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ETNOMATIKA

BANGUN DATAR DALAM KEARIFAN LOKAL


RUMAH ADAT BAILEO
SEJARAH ETNOMATIKA
Istilah etnomatematika pertama kali diperkenalkan oleh Ubiratan D’Ambrosio
(ahli matematika asal Brasil) pada tahun 1977 dalam pertemuan internasional
Mathematical Association of America (MAA). Ia kemudian mempopulerkan
istilah ini pada tahun 1985 melalui tulisannya di International Congress on
Mathematical Education (ICME).
Secara etimologi, kata etnomatematika berasal dari:
“Ethno” → kelompok budaya (tradisi,bahasa, simbol, kepercayaan).
“Mathema” → aktivitas belajar, menjelaskan, mengukur, menghitung,
Ubiratan d’ambrosio
mengklasifikasikan.“Tics” → cara, teknik, atau metode.
Perkembangan Sejarahnya:
1. Pra-modern → sebelum dikenal istilah matematika formal, masyarakat tradisional sudah
menggunakan konsep-konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari (misalnya pola batik,
anyaman, rumah adat dan perdagangan).
2. 1970-an → D’Ambrosio mulai mengkaji bagaimana budaya memengaruhi cara orang
memahami dan menggunakan
matematika.
3. 1980-an → lahir bidang ethnomathematics sebagai cabang kajian pendidikan matematika,
menekankan bahwa
matematika bukan hanya milik Barat, tetapi juga terdapat dalam budaya lokal.
4. 1990-an hingga kini → berkembang pesat di dunia pendidikan, termasuk di Indonesia, yang
IMPLEMENTASI 1. Rumah adat baileo
ETNOMATIKA
1. Rumah Adat dan Arsitektur Lokal
- Rumah adat seram bagian barat, yaitu Baileo, memiliki
bentuk-bentuk bangun datar:
- Persegi panjang pada dinding dan lantai.
- Segitiga pada struktur atap.
- Trapesium pada jendela atau ornamen.
- Aktivitas: siswa menggambar rumah adat dan
mengidentifikasi bentuk bangun datar yang terlihat, lalu
menghitung luas atau kelilingnya.
2. Kain tenun
kakehang
2. Motif Tenun dan Kain Tradisional
- Tenun khas seram bagian barat menampilkan pola
geometris seperti:
- Belah ketupat, segitiga, lingkaran, dan persegi.
- Aktivitas: siswa membuat pola tenun sederhana di
atas kertas kotak, lalu menghitung jumlah bentuk,
simetri, atau luas pola.
MANFAAT ETNOMATIKA DALAM
MATEMATIKA

1. Meningkatkan pemahaman konsep matematikaDengan mengaitkan konsep


matematika dengan konteks budaya dan kehidupan sehari-hari siswa, materi yang
abstrak menjadi lebih konkret dan bermakna. Misalnya, pola seni tradisional atau
motif ukiran dapat digunakan untuk mengajarkan simetri, geometri, atau
transformasi.

2. Meningkatkan motivasi dan minat belajar siswaKetika siswa melihat bahwa


matematika bersinggungan dengan budaya mereka sendiri, mereka sering merasa
lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar. Etnomatematika memberi “keterkaitan”
antara matematika dan dunia siswa.

3. Menghubungkan matematika dengan kehidupan nyata / sosial-


budayaEtnomatematika membantu siswa melihat bahwa matematika bukan hanya
rumus di buku, tetapi juga “ada” dalam aktivitas budaya masyarakat (misalnya
anyaman, arsitektur tradisional, permainan rakyat) Hal ini membuat matematika
lebih relevan dan bermakna.
EKSPLORASI ETNOMATIKA
Segitiga Pada bagian atap rumah adat terlihat bentuk segitiga
sama [Link] matematis:Dua sisi sama [Link] sumbu
simetri [Link] dapat dihitung dengan rumus .

Etnomatematika: Bentuk segitiga pada atap rumah berfungsi


praktis: membuat air hujan cepat mengalir turun. Secara
budaya, atap segitiga juga melambangkan hubungan manusia
dengan Tuhan (puncak ke atas) dan dengan bumi (dasar
segitiga).

Segiempat (Belah Ketupat) Pada pagar rumah adat, terlihat


bentuk belah ketupat (jajaran genjang khusus).Unsur
matematis:Sisi-sisi sama [Link] saling tegak
[Link] lipat 2, simetri putar 2.

Etnomatematika: Bentuk belah ketupat ini tidak hanya hiasan,


tapi juga memiliki makna simbolik. Dalam budaya lokal, pola
belah ketupat biasanya melambangkan keselarasan,
keseimbangan, dan ikatan antar masyarakat. Jadi selain
estetika, pola ini adalah representasi nilai sosial.
Persegi Panjang Pada pagar panjang rumah terlihat bentuk persegi
[Link] matematis :Memiliki 2 pasang sisi sejajar dan sama
panjang. Simetri lipat 2 dan simetri putar 2.

.Etnomatematika:Persegi panjang pada pagar memudahkan


penyusunan pola berulang, melambangkan keteraturan hidup
masyarakat. Dalam arsitektur adat, bentuk memanjang rumah juga
melambangkan kebersamaan dan persatuan keluarga besar.

Persegi Pada tiang dan bagian pagar terlihat bentuk


[Link] matematis:Empat sisi sama [Link]
sudut [Link] lipat 4 dan simetri putar 4

.Etnomatematika:Persegi sering dipakai dalam struktur rumah


karena kokoh dan stabil. Secara simbolik, persegi
melambangkan keseimbangan hidup dan dasar yang kuat
dalam keluarga serta masyarakat.
CONTOH SOAL

re
et
1. Sebuah rumah adat Baileo di Seram bagian

m
Barat memiliki atap yang berbentuk persegi

8
panjang. Panjang atap tersebut adalah 15 meter

L=
5 m eter dan lebarnya adalah 8 meter. Masyarakat setempat
P =1
ingin menghitung luas dan keliling atap untuk
memperkirakan jumlah bahan yang dibutuhkan
untuk perbaikan?
Rumus yang Digunakan:
- Luas Persegi Panjang: L = p × l
- Keliling Persegi Panjang: K = 2 × (p + l)
Langkah-Langkah Pengerjaan dan
Jawaban: 3). Menghitung Keliling Atap:
1). Rumus Luas Persegi Panjang: Diketahui:
L=p×l - Panjang (p) = 15 meter
2). Menghitung Luas Atap: - Lebar (l) = 8 meter
Diketahui:
- Panjang (p) = 15 meter - Maka, keliling atap (K) adalah:
- Lebar (l) = 8 meter K = 2 × (15 m + 8 m) = 2 × 23 m = 46
- Maka, luas atap (L) adalah: m
L = 15 m × 8 m = 120 m²
Sebuah rumah Baileo memiliki 4 baris tiang, dan
tiap baris terdapat 6 tiang. Setiap tiang
membutuhkan 3 meter kayu. Berapakah total
panjang kayu yang dibutuhkan?---

Rumus:Total Panjang Kayu = Jumlah Baris × Jumlah


Tiang per Baris × Panjang Kayu per Tiang

=4×6×3

Keterangan:
4 = jumlah baris tiang
6 = jumlah tiang per baris
3 = meter kayu per tiang

Langkah-Langkah
1. Hitung jumlah tiang keseluruhan: 4
× 6 = 24 tiang
2. Hitung total panjang kayu: 24 × 3
meter = 72 meter
KESIMPULAN
Etnomatematika menghubungkan matematika
dengan budaya lokal, seperti rumah adat Baileo
di Seram Barat. Dengan memanfaatkan bentuk
geometris Baileo dalam pembelajaran,
matematika menjadi lebih kontekstual dan
menarik bagi siswa. Pendekatan ini
meningkatkan pemahaman, melestarikan
budaya, dan memperkuat identitas siswa
melalui eksplorasi budaya dan konsep
matematika sekaligus.

Anda mungkin juga menyukai