0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan75 halaman

Panduan Desain Display Efektif

Diunggah oleh

TS Arch Record
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan75 halaman

Panduan Desain Display Efektif

Diunggah oleh

TS Arch Record
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DISPLAY

BS
Kata Mutiara
 Ketika Dipuji Jangan Terbang
 Ketika Dihina Jangan Tumbang
 Display dapat menyajikan informasi-informasi yang
diperlukan manusia dalam melaksanakan
pekerjaannya maka display harus dirancang dengan
baik.
 Perancangan display yang baik adalah
bila display tersebut dapat menyampaikan informasi
selengkap mungkin tanpa menimbulkan banyak
kesalahan dari manusia yang menerimanya.
 Sedangkan menurut Sutalaksana
(1979), display yang baik harus dapat menyampaikan
pesan tertentu sesuai dengan tulisan atau gambar
yang dimaksud dalam display atau sejenis poster.
Ciri-ciri display dan poster yang baik adalah:

 1. Dapat menyampaikan pesan.

 2. Bentuk atau gambar menarik dan menggambarkan kejadian.

 3. Menggunakan warna-warna mencolok dan menarik perhatian.

 4. Proporsi gambar dan hururuf memungkinkan untuk dapat dilihat/dibaca.

 5. Menggunakan kalimat-kalimat pendek, lugas, dan jelas.

 6. Menggunakan huruf yang baik sehingga mudah dibaca.

 7. Realistis sesuai dengan permasalahan.

 8. Tidak membosankan.
 Peran ergonomi sangat penting dalam
membuat rancangan display dan poster yang
memiliki daya sambung yang tinggi dengan
pembaca.
 Display dan poster harus mampu
memberikan informasi yang jelas.
 Konsep ”Human Centered Design” sangat
kuat dalam pembuatan display dan poster
karena terkait dengan sifat-sifat manusia
sebagai “penglihat dan pemaham isyarat”
(Sutalaksana, 1979).
 Berdasarkan tujuannya, secara garis besar poster terdiri atas dua
bagian,yaitu poster untuk tujuan umum dan poster untuk tujuan
khusus.

 Poster umum, diantaranya mengenai aturan keselamatan kerja


umum, poster tentang kebersihan dan kesehatan lingkungan,
poster mengenai kesalahan-kesalahan manusia dalam bekerja.

 Sedangkan poster untuk tujuan khusus diantaranya, poster-poster


dalam industri, pekerjaan konstruksi. Dengan demikian pesan-
pesan yang dikandung bersifat spesifik untuk lingkungan yang
bersangkutran.

 Misalnya poster untuk bahaya penggunaan lift, tangga,


penyimpanan benda-benda mudah terbakar atau mudah meledak
(Sutalaksana, 1979).
 Sehubungan dengan
lingkungan, display terbagi dalam dua
macam yaitu: display statis
dan display dinamis.
 Display dinamis adalah display yang
menggambarkan perubahan menurut waktu,
contohnya mikroskop dan speedometer.
 Display statis memberikan informasi yang
tidak tergantung terhadap waktu, misalnya
informasi yang menggambarkan suatu kota
(Sutalaksana, 1979).
 Prinsip PROXIMITY, jarak terhadap
susunan display yang disusun secara
bersama-sama dan saling memiliki dapat
membuat suatu perkiraan atau pernyataan.
 Artinya display yang dibuat dapat

dimengerti tanpa harus melihat dengan


jelas, namun dapat mengerti apa yang
dimaksud, misalnya bunyi sirine ambulance,
perlintasan kereta api, dan lain-lain.

 Prinsip SIMILARITY, menyatakan bahwa
item-item yang sama akan dikelompokkan
bersama-sama (dalam konsep warna,
bentuk dan ukuran) bahwa pada
sebuah display tidak boleh menggunakan
lebih dari 3 warna.
 Prinsip SYMMETRY, menjelaskan
perancangan untuk
memaksimalkan display, artinya elemen-
elemen dalam perancangan display akan
lebih baik dalam bentuk simetrikal, yaitu
antara tulisan dan gambar harus seimbang.
 . Prinsip CONTINUITY, menjelaskan
sistem perseptual mengekstrakan informasi
kualitatif menjadi satu kesatuan yang utuh.
Hubungan satu display dengan yang lain
saling berkelanjutan membentuk satu
kesatuan. Selain itu
prinsip continuity (kesinambungan pola)
juga mengekstrakan informasi yang bersifat
kualitatif sehingga menjadi suatu kesatuan
yang utuh

Anda mungkin juga menyukai