SENI RUPA
Seni Rupa
Mengapresiasi karya seni rupa
Membandingkan seni rupa tradisional dengan
seni rupa modern/kontemporer
Seni Rupa
Tradisional
unsur kesenian yang
menjadi bagian hidup
masyarakat dalam suatu
kaum/puak/suku/bangsa
tertentu.
Ciri-ciri :
* Penciptaannya selalu berdasarkan pada filosofi sebuah
aktivitas dalam suatu budaya, bisa berupa aktivitas
religius maupun seremonial/istanasentris.
* Terikat dengan pakem-pakem tertentu.
Contoh:
Wayang kulit, wayang golek, wayang beber,
ornamen pada rumah-rumah tradisional di tiap
daerah, batik, songket, dan lain-lain.
SENI RUPA MODERN
seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan suatu adat atau daerah,
namun tetap berdasarkan sebuah filosofi dan aliran-aliran seni rupa.
Ciri-ciri
*Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi ,
tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas.
*Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu.
Contoh :
Lukisan –lukisan Raden Saleh Syarif
Bustaman, Abdulah Sr, Pirngadi, Basuki
Abdullah, Wakidi, Wahid Somantri, Agus
Jaya Suminta, S. Soedjojono, Ramli, Abdul
Salam, Otto Jaya S, Tutur, dan Emira
Sunarsa.
SENI RUPA KONTEMPORER
• satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi.
Pen • kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama
gerti
an dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini.
• seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan
zaman dulu dan berkembang sesuai zaman sekarang
• Lukisan kontemporer adalah karya yang secara tematik
merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui.
• Tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang
sesuai zaman.
• Tidak adanya sekat antara berbagai disiplin seni, alias meleburnya
Ciri-
ciri: batas-batas antara seni lukis, patung, grafis, kriya, teater, tari,
musik, hingga aksi politik.
• Karya-karya
happening art,
karya-karya Christo
dan berbagai karya
enviromental art.
Contoh Seniman
Gregorius Sidharta,
Christo, dan
Saptoadi Nugroho
Perjalanan Seni Rupa Modern
Seni rupa sudah ada sejak zaman Pra-sejarah adalah
banyaknya peninggalan-peninggalan purbakala yang
memiliki nilai estetika seperti kapak dari batu
(peninggalan zaman Neolitikum/batu muda), Menhir dan
lain-lain. Karya seni rupa zaman pra-sejarah, cenderung
bersifat magis dan religius seperti salah satu peninggalan
karya seni rupanya yaitu menhir yang berupa sebuah
patung dari batu. Patung ini berfungsi sebagai tanda
peringatan peristiwa pemujaan terhadap roh nenek
moyang dan terkadang dianggap sebagai tempat
bersemayamnya roh nenek moyang mereka.
Abad ke-15 dimana masa raenessance berkembang,
merupakan awal mulainya seni modern. Rene Descartes
(1556-1650), Cugito Ergosum (1646-1716), Thomas
Hobbes (1588-1679) dan John Lockee (1632-1704),
mereka adalah para filsuf peletak dasar modernisme
dalam dunia seni.
Pecahnya revolusi Perancis 1789, merupakan salah satu
tanda kebangkitan seni rupa modern, yang kemudian
diikuti dengan munculnya pelukis dari Perancis yang
bernama J.L. David. Tidak hanya J.L. David, tetapi pelukis
seperti Vincent Van Gogh dan Leonardo Da Vinci juga
seniman yang menjadi tanda kebangkitan era seni rupa
modern
Apresiasi karya seni rupa modern/kontemporer Indonesia
Apresiasi adalah
penghargaan atau
penilaian.
• Apresiasi seni rupa adalah
kegiatan dalam menilai atau
memberi penghargaan terhadap
karya-karya seni rupa.
Kegiatan apresiasi dapat
digolongkan menjadi tiga
tingkatan, yaitu:
Apresiasi kritis : apresiasi
Apresiasi empatik/estetik : yang disertai analisis
Apresiasi simpatik:
merasakan secara terhadap suatu karya
merasakan tingkat
mendalam nilai estetik dengan
keindahan suatu karya
yang tersirat dalam suatu mempertimbangkan
berdasarkan pengamatan
karya, seperti ada gagasan, teknik, unsur-
(kasat mata), seperti suka
perasaan kagum atau unsur rupa, dan kaidah-
atau tidak suka.
terharu. kaidah komposisi seni
rupa.
• Deskriptif (paparan secara
obyektif)
Pendekatan • Analitis (paparan berdasar
/metode kan kaidah-kaidah estetika)
dalam • Interpretatif (paparan
melakukan berdasarkan sudut pandang
pengamat)
apresiasi • Penilaian (paparan dengan
karya seni pengukuran nilai)
rupa • Interdisiplin (berbagai
disiplin keilmuan)
Mengekspresikan diri melalui karya seni
rupa
Secara garis besar, gaya karya seni rupa dapat dibedakan menjadi
tiga, yaitu : tradisional, modern, dan postmodern.
a. Tradisional
Seperti halnya karya seni rupa Nusantara, perupa seni rupa
mancanegara juga memiliki gaya tradidional. Gaya ini juga terbagi
menjadi dua, yaitu primitif dan klasik.
b. Modern
Gaya seni rupa modern adalah corak karya seni rupa yang sudah
mengalami kemajuan, perubahan, dan pembaharuan. Secara umum,
modernisasi gaya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
gaya representatif, depormatif, dan
nonrepresentatif.
1. Representatif
Kata representatif berasal dari
representasi yang mengandung
pengertian sesungguhnya, nyata, atau
sesuai dengan keadaan. Gaya seni rupa
yang tergolong representatif, antara
lain : romantis, naturalis, dan realis.
ROMANTISME
ALIRAN SENI RUPA YANG BERUSAHA
MENAMPILKAN HAL-HAL YANG FANTAS TIK, DAN
berusaha membangkitkan kenang an romantis dan
keindahan di setiap objeknya
TOKOH-TOKOH ALIRAN ROMANTISME
GIRODET, ANTOINE JEAN GROS,
THEODOREGERICAUL DAN DELACROIX.
LUKISAN ALIRAN ROMANTISME
NATURALISME
CORAK/ALIRAN DALAM SENI RUPA YANG
BERUSAHA MELUKISKAN SUATU OBYEK
SESUAI DENGAN ALAM
Perupa Nusantara yang mengambil gaya ini
antara lain Abdullah Suryosubroto, Wakidi, Mas
Pringadi, dan Basuki Abdullah.
Perupa mancanegara yang mengambil gaya ini
antara lain Rubens, Claude, Gainsborough,
Constable, dan Turner.
Realisme
CORAK SENI RUPA YANG MENGGAM BARKAN
KENYATAAN YANG BENAR-BENAR ADA, ARTINYA :
YANG DITEKANKAN BUKAN OBYEK TAPI
SUASANA DARI KENYATAAN TERSEBUT.
TOKOH : REMBRANDT, KARL BRIULLOV,Ford
Madox Brown
Jean Baptiste Siméon Chardin
LUKISAN
BERGAYA
REALISME
2. Deformatif
Istilah deformatif berasal dari deformasi
yang berarti perubahan bentuk. Bentuk
alam diubah sedemikian rupa sehingga
menghasilkan bentuk baru, namun masih
menyerupai bentuk aslinya. Gaya seni rupa
yang tergolong deformatif, antara lain :
Surrealisme, impresionisme,
ekspresionisme, dan kubisme.
SURREALISME
ALIRAN INI BERUSAHA MEMBEBASKAN DIRI DARI
KONTROL KESADARAN, Lukisan dengan aliran ini
kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering
ditemui di dalam mimpi.
Perupa mancanegara yang mempelopori
gaya ini adalah Salvador Dali.
LUKISAN
BERGAYA
SURIALISME
IMPRESSIONISME
ALIRAN INI MENGUTAMAKAN KESAN SELINTAS
DARI SUATU OBYEK YANG DILUKISKAN. KESAN
INI DIDAPAT DARI BANTUAN SINAR
MATAHARI YANG MEREFLEKSI KE MATA KITA.
TOKOH-TOKOH ALIRAN IMPRESSIONISME
CLAUDE MONET, AGUSTE RENOIR, CASMILE
PISSARO SISLEY, KUSNADI, SOLICHIN.
EKSPRESIONISME
Ekspressionisme berasal dari kata
expression yang berarti ungkapan jiwa
yang spontan dan isme yang berarti
gaya/aliran. Ekspressionisme adalah
gaya/aliran seni rupa yang
penggambarannya sesuai dengan keadaan
jiwa perupa yang spontan pada saat
melihat objek. Gaya seni rupa ini diplopori
oleh pelukis Belanda bernama Vincent van
Gogh. Perupa Nusantara yang mengambil
gaya ini adalah Affandi.
LUKISAN
BERGAYA
EKSPRESIONISME
KUBISME
Adalah aliran yang cenderung melakukan usaha
abstraksi terhadap objek ke dalam bentuk-bentuk
geometri untuk mendapatkan sensasi tertentu.
3. Nonrepresentatif
(Abstraksionalisme)
XII. 12
Kata Nonrepresentatif atau abstrak
mengandung pengertian suatu bentuk
yang sukar dikenali. Suatu gaya yang
lebih sederhana bahkan bentuknya
sama sekali meninggalkan bentuk alam.
Karya seni rupa abstrak berupa susunan
garis, bentuk, dan warna yang terbebas
dari bentuk alam. Gaya seni rupa yang
berbentuk abstrak ini ada yang abstrak
Gaya ini dipelopori oleh perupa
mancanegara, antara lain : Paul Klee, Piet
Mondrian, Wassily Kandinsky, dan Jackson
Pollock. Perupa Nusantara yang mengikuti
gaya ini adalah Amry Yahya, Fajar Sidik, But
Muchtar, dan Srihadi.
LUKISAN
ABSTRAK
SENI TERAPAN
hasil karya seni rupa yang
digunakan dalam kehidupan
sehari-hari dan mempunyai
fungsi atau manfaat
Fungsi karya seni rupa dapat
dibedakan menjadi
• fungsi estetis (keindahan )
• fungsi praktis (benda pakai )
• seni rupa terapan juga dibedakan menjadi 3:
• Menurut hasil karya ukiran, contoh benda-bendanya
adalah ukiran kayu dari Jepara dan ukiran kayu dari
Bali.
• Menurut hasil karya batik, contoh benda-bendanya adalah baju,
sprei, kain, gorden, dll
• Menurut hasil karya patung, contoh benda-bendanya adalah
patung kayu dari suku Asmat, patung batu Pangeran
Diponegoro, dan Patung kayu dari Bali.
Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang
digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa :
a. Titik /Bintik
b. Garis
c. Bidang
d. Bentuk
e. Warna
f. textur
Pengelompokan Hasil Karya
Karya kerajinan tangan adalah
hasil seni kriya/kerajinan karena
kreativitas tangan
Karya seni rupa adalah karya
seni yang dapat diraba, dilihat
serta mempunyai wujud
Karya seni musik
Karya seni tari.
•
d
B u
e a
r
d d
i
a
m
s e
a n
r s
k i
a• t
n i
g
Da
i d
mi
e m
n e
s n
s
i i
Kelengkapan Pameran Kerajinan Tangan dan Seni Rupa
Kelengkapannya antara lain :
1. Meja untuk menempatkan karya- karya kerajinan tangan.
2. Meja untuk menempatkan karya- karya patung.
3. Sketsel atau papan panel, untuk menempatkan karya- karya
gambar dan lukisan.
4. Meja untuk menempatkan buku tamu dan buku saran.
5. Katalog yang memuat daftar karya dan penciptaannya.
6. Tape recorder untuk memutar lagu atau musik instrumentalia.
7. Label untuk mencantumkan judul, media, penciptaan dan karya.
8. Lampu penerangan ruangan.
9. Spanduk untuk publikasi.
Pengorganisasian Pameran
Pengorganisasian merupakan proses pengelolaan serta
pengaturan, agar apa-apa yang direncanakan dapat
berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan yang
ingin dicapai.
Organisasi yang baik hendaknya memiliki persyaratan
sebagai berikut:
• AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga)
• Susunan Panitia
• Program Kerja
• Kegiatan
Pengorganisasian Pameran
• penentuan masalah tempat dan waktu seharusnya
dibicarakan bersama setelah panitia tersusun, sehingga
merupakan suatu kesepakatan yang harus dipatuhi bersama
• Setelah pembentukan panitia, maka semua anggota panitia
segera bekerja sesuai dengan tugasnya. Langkah awal
adalah mengumpulkan karya seni rupa dari semua siswa
berupa karya seni rupa, baik dua dimensi maupun tiga
dimensi. Selanjutnya, karya dibuat daftarnya sehingga
memudahkan untuk membuat katalog yang berisi nama
pembuat karya, judul karya, ukuran, teknik dan media yang
dipakai untuk membuat karya.
• menyiapkan ruang pameran
• Jalur lalu lintas dalam ruang pameran
diatur dan diusahakan satu arah dengan
membedakan pintu masuk dan pintu
keluar.
• Karya harus disusun yang menarik dan
mudah dilihat. Jadi, tugas yang akan
dibuat tidak hanya menyiapkan hasil
karya sendiri, tetapi juga menatanya
dengan artistik
• Penyelenggaraan pameran perlu dipublikasikan
lewat pengumuman yang ditempel di papan
pengumuman atau menggunakan spanduk yang
dipasang di tempat yang strategis.
• Bentuk dokumentasi dapat berupa catatan
jumlah pengunjung pameran, pesan, kesan, atau
saran pengunjung. Oleh karena itu, perlu adanya
buku tamu yang disediakan d: dekat pintu masuk
clan dijaga oleh petugas. Pesan, kesan, clan
saran pengunjung dapat ditampung pada buku
khusus yang diletakkan di atas meja dekat pintu
keluar yang juga dijaga oleh penjaga.
• Kegiatan pameran dapat ditutup dengan
diskusi dan mendatangkan para kritikus,
seniman, ataupun pengamat serta
pemerhati seni rupa. Tujuan diskusi
adalah untuk menambah wawasan akan
seni rupa.
TERIMA KASIH