0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan34 halaman

Sensor Biomedik: Load Cell dan Fluida

Sensor electromedic 2

Diunggah oleh

fahrey117
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan34 halaman

Sensor Biomedik: Load Cell dan Fluida

Sensor electromedic 2

Diunggah oleh

fahrey117
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SENSOR – SENSOR DALAM

BIOMEDIK

By : JUFRIZEL, MT 1
© Digital Integrated Circuits 2nd Introduction
LOAD CELL

Untuk realisasi sensor


banyak menggunakan
Load Cell karena
sensor ini memang
dirancang khusus untuk
mengukur besarnya
gaya. Load Cell
dirancang dengan
menggunakan Strain
Gage (biasanya
dengan empat Strain
Gage). Contoh Load
Cell
2
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
CONTOH APLIKASI

3
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
CONTOH
Strain Gage mempunyai
panjang 10 cm dan luas
penampangnya 4cm2.
Modulus elastisitasnya
20,7x1010 N/m2. Strain gage
mempunyai tahanan nominal
240 dan Gage Faktornya
2,2. Jika diberikan beban
maka akan terjadi perubahan
tahanan 0,013. Hitung
besarnya perubahan panjang
dan besarnya gaya yang
diberikan.

4
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor Fluida

Sensor fluida dibagi dalam Sensor Tekanan


tiga kelompok yang Sensor level
sesuai dengan parameter Sensor aliran (Flow Sensor)
yang diukur, yaitu
tekanan, level, dan aliran.
Didalam manufaktur harus
dapat mengukur 1 atau
lebih parameter. Dalam
dunia industri sensor fluida
sangat banyak digunakan.

Courtesy, Intel 5
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor Tekanan
Tekanan didefinisikan sebagai gaya
persatuan luas (F/A). Tekanan yang
diukur dengan menggunakan ruang
hampa sebagai referensi, yang biasa
disebut dengan tekanan absolut.
Semua tekanan diukur dalam dua
sisi yaitu satu sisi untuk pengukuran
dan satu sisi yang lain untuk referensi.
Tekanan dibawah kolom fluida
tergantung pada ketinggian kolom dan
kerapatan fluida yaitu :

p=fgh

Dengan :
g = konstanta untuk mengubah
massa atau berat, 980,665 cm/dtk2
h = tinggi kolom
Courtesy, Intel 6
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
CONTOH

Penyelesaian :
Jika sensor tekanan mempunyai Akurasi karena kesalahan adalah : + 0,01 psi
spesifikasi berikut : Akurasi Nol adalah + 1 mV atau + 1psi.
Tekanan input : 0 – 100 psi Sensor telah dikaliberasi pada keluaran Nol
Output skala penuh : 100 mV dengan 0 psi pada 75oF. Jika digunakan pada
Akurasi Nol : + 1 mV 75oF, maka akan menyebabkan pergesaran
Akurasi : 1% FS kesetimbangan Nol dan keluaran skala penuh
Kesetimbangan Nol : 0,02% yaitu :
FS/o F (pergeseran kesetimbangan Kesalahan
75o) = +0,0002/oF x 100 psi x (95oF–75oF)
Pengaruh sensitifitas panas : 0,02% = 0,4 psi
FS/oF, Hitunglah kesalahan akurasi,
pengaruh panas dan sensitifitas Bila kita lihat secara keseluruhan secara
pengaruh pd suhu 95 oF ! bersama, maka kesalahan yang terjadi adalah
+1,4 psi atau +1,4 mV.

Courtesy, Intel 7
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor Level
Ada beberapa metode dalam pengukuran
level cairan ini, baik itu yang dilakukan
Jadi semakin tinggi level cairan
semakin berat pula tekanan
secara kontinu maupun yang diskontinu. dalam tangki dan tekanan inilah
Kontinu artinya bahwa pengukur dan yang diukur yang
sensor bekerja secara terus menerus, disesuaikan/dikalibrasi dengan
sedangkan diskontinu sensor akan bekerja level ketinggian cairan dalam
hanya bila diperlukan saja. Pengukuran tangki.
level yang paling sederhana dan umum .
dilkukan dengan menggunakan float atau Potensiometer

pengapung yang akan bergerak naik turun


sesuai dengan level dari cairan yang
P
diukur. Selain itu, pengapung ini
dihubungkan langsung ke tranduser yang
perubahan secara proporsional terhadap
level. Metode lain untuk pengukuran level
ini ialah dengan menggunakan sensor
tekanan yaitu memanfaatkan hubungan
langsung antara level atau volume cairan
dengan tekanan pada dasar tangki.

Courtesy, Intel 8
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor Level

Courtesy, Intel 9
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor Level

Masih banyak metode-metode yang lain diantaranya yaitu menggunakan konduktivitas


(conductivity) dan kapasitas, cahaya (light), dan gelombang suara (sonic) seperti pada
gambar 3.20.
Keuntungan sistem pengapung dan potensiometer mempunyai beberapa keuntungan
yang lebih baik daripada sensor level yang lain. Pertama, sinyal keluaran mempunyai
sinyal level tinggi (high level) tegangan DC. Oleh karena itu, tidak perlu pengkondisian
sinyal dan mudah diinstalasi dengan pengendali untuk digunakan. Kedua, sistemnya
adalah sederhana, harganya relatif murah dan mudah direalisasikan.
Disamping itu ada kerugiannya dari sistem pengapung dan potensiometer, yaitu
mempunyai keterbatasan gerakan, sistem mekaniknya harus diinstalsi didalam tangki
yang hal umumnya tidak mudah dilakukan.
Jika menggunakan sensor level kapasitif (lihat gambar 3.20), maka kapasitas suatu
kapasitor plat sejajar dapat dihitung melalui :

C = kapasitas
A. A = luas penampang plat
C = ----------  = konstanta dielektrik
d d = jarak antara 2 plat

Courtesy, Intel 10
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor Ultrasonic

Jika kita menggunakan sensor


ultrasonik, sinyal yang dipindahkan
berdasarkan kecepatan suara,
waktu pengiriman dan penerimaan
diukur dari jarak jangkauan
kepermukaan yang dituju. Jarak
yang diukur berkisar antara 0,5 m –
10 m, dan pengukurannya
mengikuti perumusan berikut :

d = 0,5 v.t

d = jarak kepermukaan obyek


v = kecepatan suara (331,5
m/detik)
t = Total waktu (berangkat dan
kembali)

Courtesy, Intel 11
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Contoh
Buatlah blok diagram untuk menggunakan sensor ultrasonik dengan
jangkauan detektor pada tangki ditentukan dengan kedalaman 5 m. Keluaran
harus 0 saat tangki kosong dan 1000 pada saat tangki penuh.

12
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Penyelesaian :
Detektor ultrasonik ditempatkan pada jarak 0,5 diatas permukaan apabila
tangki penuh, bila tangki kosong, maka jaraknya menjadi 5,5 maksimum
5,5m
t kosong = ------------------------- = 33,183 mdetik
(0,5) (331,5 m/dtk)
Bila tangki penuh, gelombang yang dipancarkan sejauh 0,5 m dan kembali,
maka :
0,5m
t penuh = ------------------------- = 3,017 mdetik
(0,5) (331,5 m/dtk)
Perbedaan waktu antara kosong dan penuh adalah :
t = (33,183 – 3,017)mdetik
= 30,166 mdetik.
Jika perbedaan waktu yang dihitung dengan perbedaan counter 1000,
maka waktu tiap counter adalah :
t = (percounter) = 30,166 mdetik
= 30,166 /1000 mdetik = 30,166 dtk.
Maka frekuensi counter adalah :
f = 1/ 30,166 dtk
= 33,15 KHz

Courtesy, ITRS Roadmap 13


Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor aliran (Flow Sensor)

• Untuk mendeteksi adanya aliran fluida maupun mengukur kecepatan


dari fluida dapat dilakukan dengan sensor aliran. Ada beberapa jenis
dari sensor aliran baik secara mekanis maupun secara elektris. Secara
mekanis dapat dilakukan dengan sistem orifice plate yaitu mengukur
perbedaan tekanan antara aliran yang masuk pada plate dan tekanan
yang keluar dari plat, besar perbedaan inilah yang dikonversikan ke
besarnya aliran.
P1 P2

14
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor Aliran
Secara elektris ada beberapa cara yang populer yaitu dengan menggunakan
magnetik dan ultrasonik.
Transmitter (TX)

Receiver (RX)

15
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor Temperatur
• Sensor temperatur banyak digunakan untuk berbagai keperluan : di
industri, rumah tangga, kedokteran, dan lain-lain.

• Mengapa disebut sensor temperatur bukan sensor panas?


Untuk itu harus dibedakan antara panas dan temperatur. Yang
disebut temperatur ialah perubahan panas.
• Contoh : kita membayangkan suatu cairan yang ditekan
menyebabkan aliran dengan cairan yang dipanaskan menyebabkan
aliran panas yang disebut temperatur.

16
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Prinsip sensor temperatur

• Sistem pengisisan termometer (Filled System Thermometers)


• Tipe ini termasuk jenis yang paling tua, yang konstruksinya terdiri
dari satu tabung gelas yang mempunyai pipa kapiler kecil yang
berisi vacum dan cairan serta reservoir cairan dan cairan ini
biasanya berupa air raksa. Perubahan panas menyebabkan
perubahan ekspansi dari cairan atau dikenal temperature to
volumetric change kemudian volumetric change to level secara
simultan. Perubahan level ini menyatakan perubahan panas atau
temperatur. Ketelitian jenis ini tergantung dari rancangan atau
ketelitian tabung, juga penyekalanya.

17
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor temperatur dwi logam
Jenis ini menggunakan logam untuk sensornya. Logam yang digunakan adalah 2
buah yang masing-masingnya mempunyai karakteristik titik leburnya yang
berbeda.

 Bila logam dipanaskan maka logam akan memuai atau bertambah panjang.
Karea karakteristik pemuaian dari kedua jenis logam pada dwi logam berbeda,
maka ujung yang bebas dari logam akan membengkok.

Penggunaan : thermostat
electric toaster, foffe pot, dan setrika listrik. sistem pemutus rangkaian (circuit
breaker)

Logam 1
-
-
-
-
Logam -
2 =
=
=
=
18
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd =
=
Macam-macam sensor
temperatur
• Thermocouple
Thermocouple
disusun dari dua
jenis logam yang thermocoupl
+

hampir sejenis dan e -


bila dipanaskan akan Sambungan
menghasilkan pengukuran Sambungan
referensi
thermal electromotive
force ketika
sambungan bahan
mempunyai
temperatur yang
berbeda.

19
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor thermocouple

Koefisien Seebeck dan sensitifitas DVM

Thermocoupel Koefisien Sensitifitas DVM


Seebeck(uV/oC) untuk 0.10C
(uV)
E 62 6.2
J 51 5.1
K 40 4.0
R 7 0.7
S 7 0.7
T 40 4.0

20
© Digital Integrated Circuits2nd Introduction
Sensor RTD
Penemu : Seebeck yang
kemudian dikembangkan oleh Sir
William Siemens.

Prinsip kerja : sensor ini


berdasarkan perubahan tahanan
dari beberapa jenis logam apabila
mendapatkan perubahan panas.
Semua logam akan mengalami
perubahan tahanan positif apabila
terjadi perubahan temperatur
yang positif.

21
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor temperatur RTD

 Bahan : untuk sensor ini antara lain platina, nikel,


paduan nikel alloy, terutama tembaga karena
mempunyai tahanan yang rendah dan perubahan
tahanan yang linier

 Nilai tahanan untuk RTD platina mempunyai jarak dari


10 sampai dengan 100 ohm untuk model bird gage.
Standar koefisien temperatur kawat platina (DIN 43760)
adalah = 0.00385. Untuk kawat 100 adalah 0.385/oC.
Nilai ini adalah rata-rata dari 0oC sampai 100oC

22
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor temperatur thermistor

VCC

Thermistor adalah juga resistor yang


sensitif terhadap perubahan temperatur.
Thermistor biasanya dibuat dari bahan
semikonduktor. Thermistor umumnya
mempunyai koefisien temperatur negatif Thermist
(NTC), artinya apabila temperatur ror
NPN
bertambah maka tahanannya akan BC10
berkurang, tetapi juga ada yang 8
mempunyai koefisien temperatur positif
(PTC).

23
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor temperatur dengan IC

Sensor dengan Integrated


Circuit (IC) tipe LM335
keluarannya 10 mV/0F dan
sensor yang lain tipe AD592
arus keluarannya 1A/oK. IC
tipe LM335 adalah sebagai
zener diode yang sensitif
terhadap temperatur.

3 tipe IC yang mempunyai


jarak dan penggunaan yang
berbeda-beda. Apabila Tipe Range(0C) Penggun
mendapat pembiasan balik aan
pada daerah breakdown,
LM135 -55  t  Militer
maka keluarannya adalah
LM235 150 Industri
Vz = 2,73V + (10mV/oC) T
LM335 -40  t  Komersia
125 l
24
© Digital Integrated Circuits2nd -40  t  Introduction
Sensor temperatur dengan IC
Untuk menentukan ukuran batasan besarnya tahanan tergantung dari
besarnya tegangan suplai pada zener diode dan tegangan pada temperatur
nominal, yaitu: VOH = f(VOL)
R(bias) = V(suplai) – V(nominal) VOL = f(VOH)
Iz VM = f(VM)
Dalam manufaktur besarnya Iz = 1mA
Bila nilainya adalah linier maka hal ini adalah penting, karena arus beban kecil
maka dibandingkan dengan arus minimum yang melalui zener yaitu :

Vmak >> V(suplai) – V mak


RL R(bias)

25
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Penyelesaian
CONTOH Pada temperatur nominal maka outputnya :
Vz = 2,73 V + (10mV/0C) (200C) = 2,93 V
Tetapi, anode pada zener diode pada –2,73 V, maka
tegangan keluarannya adalah :
Vout = Vz + V(offset) = (2,93 – 2,73) V = 200 mV
Jika rangkaian
menggunakan IC
LM335 yang R(bias) = 5V – 0,2V = 4,8 K
mempunyai jarak – 1mA
Dipilih harga R(bias) besarnya 4,7 K.
10oC sampai Untuk menentukan nilai minimum harus ditentukan R(zero)
dengan +50oC pada pada I(bias), sehingga harus dipilih harga R(zero) << R(bias)
temperatur nominal dan dipilih R(zero) = 500.
Untuk koreksi besarnya tahanan beban digunakan persamaan
20oC, menggunakan
berikut :
catu daya +5V hitung Vmak . R(bias) :
tahanan beban
RL >> Vmak – R(bias )
minimum yang
V(supply) – Vmak
diperbolehkan.
Vz = 2,73 + (10)(50) = 3,23V
Vmak = 3,23V – 2,73V = 0,5V
RL >> (0,5V)-(4,7K = 522
5V – 0.5V
26
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor proximity dan limit switch

(b)
Gambar 3.30 Limit switch dan proximity sensor

27
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor Induktive proximity

28
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor photo electric proximity

29
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor 1-Dimensi

30
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Laser line operation 2-D

31
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
32
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
Sensor 3-D

33
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd
34
Introduction
© Digital Integrated Circuits2nd

Anda mungkin juga menyukai