0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan17 halaman

Metode RULA untuk Penilaian Postur Kerja

Rapid Upper Limb Assessment (RULA) adalah metode untuk menilai gangguan muskuloskeletal pada anggota badan bagian atas, yang bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan memberikan penilaian ergonomis. Metode ini tidak memerlukan peralatan khusus dan dapat diterapkan pada berbagai posisi kerja, terutama di industri manufaktur dan ritel. Hasil penilaian dikategorikan ke dalam level risiko untuk menentukan tindakan yang diperlukan.

Diunggah oleh

Farizal Sanko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan17 halaman

Metode RULA untuk Penilaian Postur Kerja

Rapid Upper Limb Assessment (RULA) adalah metode untuk menilai gangguan muskuloskeletal pada anggota badan bagian atas, yang bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan memberikan penilaian ergonomis. Metode ini tidak memerlukan peralatan khusus dan dapat diterapkan pada berbagai posisi kerja, terutama di industri manufaktur dan ritel. Hasil penilaian dikategorikan ke dalam level risiko untuk menentukan tindakan yang diperlukan.

Diunggah oleh

Farizal Sanko
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA)

PERTEMUAN KE -7

PRODI TEKNIK INDUSTRI


UNIVERSITAS PAMULANG
LATAR BELAKANG

 Rapid Upper Limb Assessment (RULA) Merupakan suatu metode penelitian untuk
menginvestigasikan gangguan pada anggota badan bagian atas. agar mudah
mengklasifikasikan beban muskuloskeletal dalam tugas-tugas di mana pekerja berisiko
membebani leher dan tungkai atas (McAtamney dan Corlett, 1993)
 Metode cepat penialain postur tubuh bagian atas group A (Lengan atas dan bawah, dan
pergelangan tangan) group B (Leher, tulang belakang, dan kaki)
 Metode ini tidak membutuhkan peralatan speasialis
 Anggota badan yang dinilai antara lain:
 Leher
 Punggung
 Lengan atas
TUJUAN METODE RULA

 Menyatakan perlindungan yang cepat dalam pekerjaan


 Identifikasi usaha yang dibutuhkan alat yang berhubungan
dengan postur tubuh sesuai kerja
 Memberikan hasil untuk penialaian ergonomic
 Dokuemntasi postur tubuh saat kerja
PENERAPAN RULA

 RULA digunakan untuk menilai postur, kekuatan dan gerakan yang terkait dengan tugas-
tugas menetap, Tugas pekerja pada industri manufaktur atau ritel di mana pekerja itu
duduk atau berdiri tanpa bergerak
 Empat aplikasi utama RULA adalah:
 Mengukur risiko muskuloskeletal, biasanya sebagai bagian dari penyelidikan ergonomis yang lebih
luas
 Membandingkan beban muskuloskeletal dari desain workstation saat ini dan yang dimodifikasi
 Evaluasi hasil seperti produktivitas atau kesesuaian peralatan
 Mendidik pekerja tentang risiko muskuloskeletal yang ditimbulkan oleh postur kerja yang berbeda
PENGEMBANGAN RULA TERDIRI ATAS 3 TAHAPAN YAITU

 Mengidentifikasi postur kerja.


 Sistem pemberian skor
O Skala level tindakan yang menyediakan sebuah
pedoman pada tingkat resiko yang ada dan dibutuhkan
untuk mendorong penilaian yang lebih detail berkaitan
dengan analisis yang didapat.
METODE RULA

 Pada mempermudah penialain pada metode RULA maka tubuh dibagi


atas 2 segmen yaitu:
1. Grup A yang terdiri atas Lengan bawah (lower arm), Lengan atas (upper arm),
Pergelangan tangan (wrist)
2. Grup B terdiri atas Leher (neck), Punggung (trunk), Kaki (legs)

 Setelah setiap skor tubuh dihitung selanjutnya ditambahkan skor


aktivitas dan beban
GROUP A : 1. LENGAN BAWAH

Pergerakan Skor Perubahan skor


60-100◦ 1 +1 jika pergelangan
tangan menjauhi sisi
Tengah
<600 atau 100◦ 2

Gambar Range
Pergerakan Lengan
Bawah
GROUP A : 2. LENGAN ATAS

Pergerakan Skor Perubahan Skor

0° extenion to 1 +1 jika bahu naik


20° flexion +1 jika lengan
berputar/bengkok

>200 ke belakang 2 -1 jika miring,


atau 20-450 menyangga berat
dari lengan
Gambar Range
Pergerakan Lengan
Atas
GROUP A : 3. PERGELANGAN TANGAN (TWIST)

Pergerakan Skor Perubahan Skor

0-15◦ (ke atas 1 +1 jika pergelangan


maupun tangan putaran
ke bawah) menjauhi sisi tengah

>15◦ (ke atas 2


maupun
ke bawah)

Gambar Range
pergerakan pergelangan
tangan
GROUP B : 1. LEHER

Pergerakan Skor Perubahan Skor

0°-20°° Flexon 1 Ubah skor : +1 jika


memutar atau sisi
>20° Flexion atau 2 tertekuk
ekktension

Gambar Range Leher


GROUP B : 2. PUNGGUNG

Pergerakan Skor Perubahan Skor

Tegak/ Lurus 1 Ubah skor: +1 jika


memutar atau miring
0°-20°flexion 2 kesamping
> 0°-20° ekstension

°-20 – 60 ° Flexion 3
> 20° ekstenxion

> 60° Flexion 4


Gambar Range
Pergerakan Punggung
GROUP B : 2. KAKI

Pergerakan Skor Perubahan Skor

Posisi 1 1 +1 jika lutut


normal/seimbang antar 30-600

berjalan/duduk 2 +2 jika lutut >600


Tidak seimbang

Gambar Range Kaki


TAHAPAN RULA

Kelompokan ke
Hitung score action level
berdasarkan metode RULA
Tentukan nilai tabel RULA
otot, kekuatan,
beban
Penilaian
postur
dengan RULA
Rekam scoring Sheet
postur
Lembar Penilaian Kerja RULA
SKOR DARI HASIL KOMBINASI POSTUR KERJA TERSEBUT
DIKLASIFIKASIKAN KE DALAM BEBERAPA KATEGORI LEVEL RESIKO YAITU:

Kategori Tindakan Level Resiko Tindakan

1-2 Minimum Aman

Diperlukan beberapa
3-4 Kecil
waktu kedepan

Tindakan dalam waktu


5-6 Sedang
dekat
7 Tinggi Tindakan sekarang juga
PERSIAPAN PENGUKURAN RULA

 Penilaian melakukan interview pada pekerja yang akan dievaluasi untuk memahami jebis pekerjaan
dan beba, dan mengamati pergerakan dan postur pekerja selama beberapa siklus kerja
 Pemilihan postur yang akan dievaluasi berdasarkan :
1. Postur dan jenis pekerjaan yang paling sukar (berdasarkan hasil interview dengan pekerja dan nilai
observasi)
2. Postur yang berlangsung paling lama, atau
3. Postur Dimana beban terbesar terjadi
 Berbagai posisi dan pekerjaan dalam satu siklus kerja dapat dievaluasi dengan cepat dan mudah
 Saat menggunakan RULA, pilih satu bagian yang di evaluasi dalam satu waktu
 Setelah interview dan pengamatan awal, penilai dapat menentukan jika cukup satu lengan
(misalnya) atau kedua lengan perlu di evaluasi
 THANKS

Anda mungkin juga menyukai