BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)
Kelompok 3
Nama Kelompok :
1. Sutrisno
2. Moch. Syamsudin
3. Salpian Mbaha Yani
4. Santika Septa Dewi
5. Sellah Junitah Maulidiah
6. Tri Pemilu Wati
7. Sonny Abda’u
Bantuan Hidup Dasar (BHD) adalah pertolongan pertama yang dilakukan pada korban henti
jantung atau henti nafas
Indikasi BHD
• Henti nafas :
ditandai dengan tidak adanya gerakan dada dan aliran udara pernafasan dari
hidung pasien
• Henti jantung :
ditandai dengan tidak terabanya nadi atau adany apernafasan yang terganggu
(tersengal-sengal) merupakan tanda awal akan terjadi henti jantung
Mengapa BHD Penting?
Kerusakan otak permanen atau bahkan
kematian dapat terjadi dalam waktu 4–10 menit
setelah suplai oksigen terputus. Tindakan BHD
yang cepat
dan tepat dapat memberikan waktu tambahan
yang
krusial bagi korban untuk bertahan hidup.
Tujuan BHD :
[Link] sirkulasi darah dan suplai oksigen ke otak dan
organ vital.
2. Meningkatkan peluang kelangsungan hidup korban
3. Mengurangi risiko kerusakan permanen pada organ.
Tahapan Resusitasi jantung
paru
1. 3A (aman diri, aman lingkungan, aman
pasien )
2. Menilai kesadaran (AVPU)
3. Mengaktifkan layanan gawat darurat
4. Cek nafas dan cek nadi
5. Segera lakukan RJP jika nadi tidak
teraba dan tidak ada pernafasan
6. Jika nadi carotis teraba, nafas tidak ada
lakukan rescue breathing
LANGKAH-LANGKAH RJP
1. Dalam keadaan tangan ditumpuk jadi satu
dan tekan bagian tengah dada (mid
sternum bagian bawah) dengan kencang
dan tanpa henti
2. Letakkan tumit sebelah tangan anda ke
setengah bagian bawah dada korban
3. Posisi lutut lurus, pindahkan beban tubung
ke tangan dan tekan kuat dada korban
hingga 5 cm kedalam
4. Berikan tekanan sebanyak 30 kali tanpa
henti dengan kecepatan 100-120 x/menit
dan 2 kali nafas buatan
Kompresi Dada
Evaluasi
Recovery Position
RJP DIHENTIKAN BILA :
1. Adanya tanda kematian (lebab mayat)
2. Adanya tanda kehidupan (nadi teraba, terdapat pernafasan)
3. Petugas kelelahan
4. Bantuan medis datang
5. Setelah 30 menit dilakukan pertolongan tidak ada tanda-tanda ROSC
6. Kondisi lingkungan tidak aman
7. Adanya perjanjian DNR
Komplikasi RJP:
1. Fraktur iga dan sternum
2. Pneumothorax, regurgitasi lambung
3. Hemothorax, pendarahan intra abdomen
4. Kontusio paru
5. Laserasi hati dan limpa
6. Emboli