0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan52 halaman

Pakan Ruminansia: Nutrisi dan Manajemen

Peternakan ransum rumin

Diunggah oleh

rikihaerudin66
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan52 halaman

Pakan Ruminansia: Nutrisi dan Manajemen

Peternakan ransum rumin

Diunggah oleh

rikihaerudin66
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PAKAN RUMINANSIA

(HIJAUAN MAKANAN TERNAK DAN


KONSENTRAT)

Mansyur, [Link]., [Link]


Lab Tanaman Makanan Ternak
Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran
082122530150
Mansyur@[Link]
GOOD FEED MORE
PROFIT
TUJUAN USAHA ADALAH
MENCARI
KEUNTUNGAN

 SYARAT : NIAT, ILMU DAN


SABAR

 TERNAK : PABRIK BIOLOGIS


PALING SEMPURNA, JUJUR
DAN MAU BERKORBAN

 JANGAN SALAHKAN TERNAK


BILA PRODUKSI RENDAH
Keberhasilan usaha
peternakan
 60-70% biaya produksi adalah ransum
 Jumlah pemberian ransum, sesuai
kapasitas alat pencernaan
 Kualitas
ransum, kandungan gizi sesuai
kebutuhan
 Manajemen pemberian ransum,
frekuensi pemberian
Pengetahuan dasar

Proses pencernaan pakan


Kebutuhan zat gizi
Pakan dan Ransum
Formulasi ransum
Manajemen pemberian ransum
PROSES PENCERNAAN
PADA SAPI
PROSES PENCERNAAN

Tiga Proses Pencernaan :


 Mekanik di mulut (gigi, lidah)
 Fermentatif di rumen
(mikroba)
 Hidrolitik di abomasum
(enzim)
SALURAN PENCERNAAN
PENCERNAAN
Rumen  “DAPUR
PABRIK”
Ruang
fermentasi
terbesar di
dunia
◦ Dihuni 1010 to
1012 cells/mL
mikroba
◦ Volume 200 liter
dalam satu ekor
sapi
Produktivitas ternak
maksimum jika kondisi rumen
normal
Keasaman isi rumen (pH6,5-
7,0)
Kondisi rumen anaerob
Suhu rumen 38-390C
Kontraksi rumen konstan
Setiap saat selalu ada isinya
Pengaturan keasaman
Rumen
Salivasi HARUS berjalan normal
Pemberian ransum HARUS
kontinyu dan tidak berubah-
rubah
Pemberian pakan hijauan HARUS
diawalkan
Ukuran partikel pakan hijauan
ideal 2-5 cm
Ukuran partikel konsentrat kasar
Upaya mempercepat Fungsi
rumen mencapai sempurna

memberimakanan yang telah


dimamah hewan dewasa
Kontakdengan hewan dewasa,
memberi makanan bekas dimakan
hewan dewasa
Mempercepat pemberian rumput
pada anak sapi
KEBUTUHAN ZAT GIZI
PADA SAPI PERAH
Zat Gizi Utama dalam
Ransum
Protein : Zat pembangun dan
pemelihara sel tubuh
Karbohidrat : Zat penyedia ENERGI
untuk produksi, kerja atau deposisi
lemak;
Vitamin dan mineral : Zat pengatur
proses dalam tubuh atau pengatur
pembentuk tubuh
KEBUTUHAN GIZI PADA SAPI
PERAH
 Periode Pedet
 Periode Dara
 Kering Kandang (bunting)
 Produksi

 Jantan
a. Kebutuhan Bahan Kering pada
Sapi Laktasi (%)

= 6 + 1% BB + 20% x Prod. Susu 4% FCM

Standar produksi susu 4% FCM dihitung dengan rumus :


4% FCM = {0,4 (produksi susu) + 15 x produksi lemak}
= [ 0,4 x (BJ x prod susu,liter)] + 15 x [kadar lemak x ( BJ x prod
susu,liter)]
b. Kebutuhan Zat Gizi untuk Pedet
dan Dara

Umur Kebutuhan, kg
No (bulan) BK Protein [Link]
BB, kg N
1 0 –3 30 –57 0,5–1,4 0,120 – 0,194 0,76 –
1,24
2 3-6 57 – 83 1,4–2,3 0,194 –0,313 1,24 –
1,64
3 6–8 83 – 110 2,3–3,1 0,313 – 0,387 1,64 –
2,03
4 8 – 10 110 – 3,1–3,7 0,387 – 0,453 2,03 –
136 2,38
5 10 - 12 136 – 3,7–4,9 0,453 – 0,559 2,38 –
180 2,94
6 12 – 18 180 – 4,9–7,2 0,559 – 0,699 2,94 –
275 3,98
7 18 – 24 275 – 7,2–8,3 0,699 – 0,859 3,98 –
362 4,89
8 24 – 30 362 – 8,3–8,6 0,859 – 0,946 4,89 –
412 5,39
c. Kebutuhan Kalsium dan Phosphor
untuk Pertumbuhan Sapi
No Umur Bobot hidup Kebutuhan mineral (g)
(bulan) (kg) Kalsium Phosphor
(Ca) (P)
A. Periode menyusui
1 0 –1 30 –40 6,14 – 7,61 4,09 – 5,08
2 1-2 40 – 50 7,61 – 9,00 5,08 – 6,00
3 2-3 50 – 57 9,00 – 9,93 6,00 –6,62
4 3-4 57 – 64 9,93 –10,8 6,62 –7,22
B. Disapih – 1 tahun
5 4–6 64 – 83 10,8 – 13,9 7,22 – 7,87
6 6–8 83 – 110 13,9 – 17,2 7,87 – 8,59
7 8 – 10 110 – 136 17,2 – 20,1 8,59 – 10,1
8 10 - 12 136 – 180 20,1 – 24,9 10,1 – 12,4
C. 1 – 3 tahun
9 12 – 18 180 – 275 24,9 – 27,8 12,4 – 15,9
10 18 – 24 275 – 362 27,8 – 34,2 15,9 – 19,6
11 24 – 30 362 – 412 34,2 – 37,7 19,6 – 21,6
12 30 – 36 412 - 435 37,7 – 39,3 21,6 – 22,5
d. Kebutuhan Protein Kasar, TDN,
Ca dan P untuk Sapi Betina Dewasa
1. Kebutuhan Hidup Pokok
Bobot Badan (kg) 300 350 400 450 500
Kebut. Protein (kg) 0,294 0,330 0,365 0,399 0,432
Kebut. TDN (kg) 2,54 2,85 3,15 3,44 3,72
Kebut. Ca (g) 12,3 13,8 15,2 16,6 18,0
Kebut. P (g) 10,2 11,5 12,7 13,8 15,0
2. Kebutuhan Produksi
Produksi (kg 4% 5 10 15 20 25
FCM)*)
[Link] (kg) 0,455 0,870 1,300 1,740 2,180
Kebut. TDN (kg) 1,63 3,26 4,89 6,52 8,15
Kebut. Ca (g) 13,5 27,0 40,5 54,0 67,5
Kebut. P (g) 9,0 18,0 27,0 36,0 45,0
3. Kebutuhan Sapi Bunting dua bulan menjelang melahirkan
Bobot Hidup (kg) 300 350 400 450 500
Kebut. Protein (kg) 0,559 0,627 0,694 0,758 0,821
Kebut. TDN (kg) 3,30 3,70 4,10 4,47 4,84
Kebut. Ca (g) 21,2 23,8 26,2 28,6 31,0
Kebut. P (g) 15,0 16,9 18,6 20,2 22,0
PAKAN DAN
RANSUM
RUMINANSIA
RANSUM SAPI
1. Pakan Hijauan :50-70%
1. Rumput-rumputan
2. Kacang-kacangan
3. Limbah Pertanian

2. Pakan Konsentrat : 30-50 %


Campuran beberapa bahan pakan,
Vitamin, Mineral, additive
Pertimbangan pada
pembuatan Ransum sapi
1. Nilai gizi bahan pakan
2. Ketersediaan dan kontinyuitas pakan
3. Harga per-kg protein dan energi
4. Kemungkinan terjadinya gangguan
metabolisme akibat pemberian pakan
(anti-nutrien; dan racun)
5. Kecernaan pakan (kualitas pakan)
Contoh Perhitungan menentukan harga pakan :

 Dedak padi A Rp 1500,-/kg (Protein kasar 11,0% dan TDN 58%)


 Dedak padi B Rp 1700,-/kg (Protein kasar 13,0% dan TDN 68%)
 Dedak padi C Rp 1200,-/kg (Protein kasar 8,0% dan TDN 48%)

 Harga Protein dedak padi A = 1500/11,0 = Rp. 136,36/gram


 Harga Protein dedak padi B = 1700/13,0 = Rp. 130,76/gram
 Harga Protein dedak padi C = 1200/8,0 = Rp. 150,00/gram

 Harga TDN dedak padi A = 1500/58 = 25,86/gram


 Harga TDN dedak padi B = 1700/68 = 25,00/gram
 Harga TDN dedak padi C = 1200/48 = 25,00/gram

 Berdasarkan hal tersebut maka kita harus memilih dedak


padi B, walaupun dilihat dari harga umum paling tinggi yaitu
Rp.1700,-kg
PAKAN HIJAUAN
Fungsi Pakan Hijauan bagi Ternak Ruminansia

 Faktor
penggertak rumen (perut) berfungsi
normal. Jika hijauan kurang asidosis
(pH rumen rendah)

 Sumber serat bagi ternak. Pada sapi


laktasi, hijauan yang diberikan minimal 50%
dari total bahan kering ransum atau sekitar
1,5% dari bobot hidup ternak.

 Hijauan segar sumber vitamin A, D, dan


E.
Faktor yang Mempengaruhi
Kualitas Pakan Hijauan

 Umur Panen. Semakin tua tanaman akan


semakin rendah kualitas nutriennya
 Imbangan daun/batang, pada umumnya
bagian daun memiliki kualitas nutrisi yang
lebih baik daripada komponen
batang/ranting tanaman
 Keadaan Batang, batang kaku dan tidak
lentur, menunjukkan tanaman sudah tua,
lignin tinggi dan kecernaan rendah
 Keberadaan Tanaman Legum
 Kesuburan Tanah
Zat Gizi Rumput Potong
Jenis Pro Lema Sera BET TD
Rumput BK Abu t k t N N Ca P
--------------------------------% ---------------------------------
23, 52, 0,4 0,3
R. Gajah 2 12,0 8,7 2,7 32,3 43,7 4 8 5
24, 53, 0,3 0,3
R. Raja 6 8,6 9,0 2,5 35,2 44,7 1 7 8
23, 10, 53, 0,6 0,2
R. Benggala 6 12,5 9 2,4 32,9 41,3 6 2 7
15, 10, 52, 0,3 0,1
R. Setaria 9 12,0 3 2,9 33,7 41,1 0 7 9
27, 61, 0,2 0,1
R. Bede 5 7,1 9,8 2,4 28,9 51,8 7 4 8
Zat Gizi Rumput Lapangan
N Lema Sera
o Rumput BK Abu Prot k t BETN TDN Ca P
------------------------------------% ---------------------------------------
1 R Alam daratan 24,4 14,5 8,2 1,4 31,7 44,2 56,2 0,37 0,23
2 R Alam perairan 19,7 12,5 10,2 2,8 35,4 39,1 51,1 0,22 0,13
3 Rumput Karpet 26,3 10,6 8,1 1,8 29,3 50,1 57,4 0,34 0,13
4 R Kakawatan 30,6 10,9 10,2 2,8 29,7 46,9 57,4 0,42 0,25
5 Alang-lalang 31,0 6,6 5,2 2,2 40,4 40,9 44,4 0,40 0,26
6 Rumput Haseum 25,0 9,2 7,5 2,5 33,5 47,3 53,3 0,46 0,32
7 Paparean 19,5 17,2 16,6 1,9 37,0 27,2 74,2 0,22 0,15
Zat Gizi Daun Legum Pohon
Daun BET
Legum BK Abu Protein Lemak Serat N TDN Ca P
---------------------------------% ------------------------------------
0,1
Gamal 25,0 6,3 18,8 3,7 15,5 53,7 64,7 0,66 1
0,2
Lamtoro 24,8 7,5 24,2 3,72 21,5 43,1 69,0 1,68 1
0,3
Kaliandra 25,0 5,0 24,0 3,0 27,0 41,0 75,0 0,54 4
0,4
Turi 18,3 10,2 29,2 3,4 17,1 40,1 67,2 0,99 7
Zat Gizi Limbah Pertanian
Ser BET
Pakan asal limbah BK Abu Prot Lmk at N TDN Ca P
----------------------------------------% ---------------------------------
1 Daun Jagung+batang 21,0 10,2 9,9 1,8 27,4 50,7 60,0 1,24 0,23
2 Daun kacang Kedele 22,6 10,1 16,7 3,7 27,7 41,8 63,2 1,42 0,42
3 Daun kacang panjang 15,0 12,0 16,6 4,5 26,4 40,5 60,6 1,23 0,26
4 Daun kacang tanah 22,8 9,2 13,8 4,9 25,2 46,9 78,3 1,68 0,27
5 Pucuk Tebu 25,5 8,2 5,2 2,0 34,4 50,2 51,4 0,47 0,34
6 Daun Singkong 21,6 12,1 24,1 4,7 22,1 37,0 61,8 1,54 0,46
7 Daun Ubi Jalar 16,3 16,1 19,2 2,6 16,2 45,9 61,9 1,37 0,46
8 Batang Pisang 7,5 18,3 5,9 2,2 26,8 46,9 53,4 1,06 0,12
9 Jerami padi 87,5 16,9 4,1 1,5 32,5 45,0 43,2 0,41 0,29
1
0 Kulit Singkong 30,6 3,9 6,6 1,3 6,4 81,8 73,1 0,33 0,21
1
1 Daun Sawit 88,0 20,9 10,9 3,37 24,0 40,8 61,0 0,78 0,07
1
2 Ampas pati aren 60,0 2,6 4,48 3,2 36,8 59,5 59,2 0,61 8,37
KONSENTRAT
Persyaratan Teknis Kandungan Nutrien dalam Konsentrat
Sapi Perah (SNI 3148.1:2009)

No Nutrien Konsentrat
Pemula.1 Pemula.2 Laktasi
Kering
<3 < 6 bulan Dara Laktasi >15 kg
bunting
minggu
…………………………………….. % ……………………………
1. Kadar Air, maks 14 14 14 14 14 14
2. Kadar Abu, maks 8 10 10 10 10 10
3. Protein Kasar, min 21 16 15 16 18 14
4. UDP, min 8,0 6,4 5,6 6,4 7,2 5,6
5. NDF, maks 0 10 30 35 35 30
6. Lemak Kasar, maks 12 7 7 7 7 7
7. TDN, min 94 78 75 70 75 65
8. Kalsium 0,7-0,9 0,4-0,6 0,6-0,8 0,8-1,0 1,0-1,2 0,6-0,8
9. Phosphor 0,4-0,6 0,6-0,8 0,5-0,7 0,6-0,8 0,6-0,8 0,6-0,8
10 Aflatoksin, maks, ppb 100 100 200 200 200 200

Keterangan : UDP (undegraded Dietary Protein), yaitu protein tak tercerna dalam pakan), NDF (Neutral Detergent Fiber), yaitu bagian serat dari tanaman yang
terdiri atas selulosa, hemiselulosa, dan lignin. TDN (Total Digestible Nutrient) yaitu total nutrien yang dapat dicerna, nilai ini mencerminkan energi yang terkandung
Pakan sumber Energi
No Pakan Kelebihan Kekurangan
1 Jagung kuning - Energi tinggi (TDN 80,8%) -Metionin, Lisin dan
- Provitamin A tinggi Triptopan, Ca dan P rendah
- Asam lemak Linoleat - rentan tumbuh jamur
tinggi
2 Dedak Padi - Protein lebih tinggi dari -Kualitas bervariasi
Jagung -Mudah tengik
- Thiamin dan Niasin, Asam -Asam amino Isoleusin dan
lemak dan Phospor tinggi treonin rendah
3 Polar - Protein > protein dedak - Riboflavin rendah
padi - Vitamin A dan D tdk ada
- Thiamin dan niasin
4 Sorghum -Nutrien hampir sama - Mengandung Tannin 0,2-2
dengan Jagung %, menurunkan kecernaan
ransum
5 Onggok Energi siap pakai tinggi - Basah, amba
- Mudah berjamur
6 Gaplek Energi siap pakai tinggi - Mengandung HCN, jumlah
banyak keracunan
7 Tetes Energi siap pakai tinggi - Kadar K tinggi, jumlah
banyak menyebabkan
mencret
Nutrien Pakan Sumber Energi

No Bahan Pakan BK Abu PK LK SK BeT TDN Ca P


N
-------------------------------- persen --------------------------------
1 Jagung kuning 86,8 2,15 10,8 4,28 2,53 80,2 80,8 0,02 0,4
2 Bekatul 88,0 9,98 12,8 8,10 7,13 62,0 69,9 0,08 1,23
3 Dedak padi 87,7 13,6 13,0 8,64 13,9 50,9 67,9 0,09 1,39
halus
4 Dedak padi 89,2 16,9 8,36 3,97 28,9 41,9 50,0 0,14 0,80
kasar
5 Pollar 88,5 5,93 18,5 3,86 9,78 61,9 69,2 0,23 1,10
6 Sorghum 88,0 2,40 11,0 3,40 2,08 81,1 80 0,03 0,35
7 Ubi singkong 32,3 3,3 3,3 1,51 4,15 87,7 81,8 0,26 0,16
8 Gaplek 79,5 4,69 2,60 0,7 5,67 86,3 78,5 0,17 0,09
9 Onggok 79,8 2,40 1,87 0,32 8,90 86,5 78,3 0,43 0,09
10 Tetes 82,4 11,0 3,94 0,30 0,40 84,4 70,7 0,88 0,14
Pakan sumber Protein
N Pakan Kelebihan Kekurangan
o
1 Bungkil - Sumber protein nabati - Antitripsin
kedele terbaik - kacang mentah
- protein 45% mengandung
- Kandungan Ca dan P haemaglutinin
tinggi
2 Bungkil K. - Kualitas protein baik - Tumbuh jamur Aflatoksin
Tanah - Lisin rendah
3 Bungkil Kelapa - Kualitas protein baik - Mudah tengik
- kandungan minyak 2,5- - Serat kasar 12%
6,5% - Lisin dan histidin rendah
4 Bungkil Sawit - kualitas protein sedang - Serat kasar tinggi
5 - kualitas protein sedang - Bentuk basah, mudah
Ampas bir busuk
6 Ampas kecap - kualitas protein sedang - Bentuk basah, NaCl tinggi
7 - kualitas protein sedang - basah mudah busuk,
Ampas tahu perdagingan pucat
8 Bungkil Biji - kualitas protein sedang - Asam siklopropenoid,
Kapuk menurunkan fertilitas
Nutrien Pakan sumber Protein

N Bahan Pakan BK Abu PK LK SK BeT TDN Ca P


o N
-------------------------------- % ----------------------------------
1 Bungkil kedele 88,1 8,16 46,9 2,66 5,90 36,4 83,2 0,77 0,72
2 Bungkil K 90,2 6,33 45,1 10,7 8,95 28,9 80,9 0,.5 0,58
Tanah 2
3 Bungkil Kelapa 88,6 8,24 21,3 10,9 14,2 45,4 78,7 0,16 0,62
4 Bungkil Sawit 90,3 4,07 16,8 11,9 22,6 44,6 79,0 0,26 0,81
5 Ampas bir
Kering 94.6 4.5 32.3 10.2 17.3 35.7 75.4 0.21 0.56
6 Ampas kecap 26.6 14.2 23.5 24.2 16.0 22.1 87.2 0.88 0.14
7 Ampas tahu 14.6 5.1 30.3 9.9 22.2 32.5 77.9 td Td
8 Bungkil Bj
Kapuk 83.9 7.5 29.6 7.6 30.0 25.3 73.7 td Td
No Bahan Baku Maksimum (%) dalam
konsentrat
1 Jagung 80,0
2 Gandum 50,0
3 Polar 25,0
4 Dedak padi 30,0
5 Gaplek 30,0
6 Onggok 25,0
7 Bungkil kacang kedele 35,0
8 Bungkil kelapa 50,0
9 Bungkil sawit 30,0
10 Bungkil biji kapuk (klenteng) 20,0
11 Kulit biji coklat 10,0
12 Ampas kecap 30,0
13 Ampas Bir 20,0
14 Molases/tetes 10,0
15 Urea 1,5
16 Garam dapur 2,0
17 Garam bermineral mikro 1,0
18 Tepung tulang 2,0
19 Dicalsium phosphat 1,0
20 Kapur 1,0
FORMULASI RANSUM
Perhitungan atau Formulasi
Konsentrat
bisa dilakukan secara manual
(menggunakan kalkulator biasa)
seperti metode trial and error,
pearson square atau program
linier;
atau dengan menggunakan
program computer (feed mania,
win feed dll).
Syarat utama pada pembuatan formula
konsentrat

 Datakomposisi nutrien pakan (bahan


kering, abu, protein kasar, lemak kasar,
serat kasar, BETN, Ca, P dll).
 Batasan toleransi penggunaan pakan akibat
ada antinutrien (Antitripsin, tannin, saponin
dll) atau racun (HCN, Theobromin, aflatoxin,
dll)
 Batasan toleransi kandungan nutrien seperti
kadar air, abu, lemak kasar, dan serat kasar.
MANAJEMEN PEMBERIAN
RANSUM PADA SAPI
Pemberian Ransum Sapi
 Memenuhi Kebutuhan mikroba rumen
 Memenuhi Kebutuhan ternak

Mikroba rumen :
o Bakteri (selulolitik, proteolitik, amilolitik, lipolitik dll)
o Protozoa (amilolitik)
o Fungi (amilolitik)
Bakteri yang mati merupakan sumber protein bagi
ternak, dapat memenuhi 40-80% dari kebutuhan
protein
Faktor yang menurunkan
pertumbuhan mikroba rumen

Perubahan ransum yang cepat dan


drastis
◦ diperlukan 3-4 minggu untuk stabilitas
mikroba
Pembatasan pemberian ransum
Tingginya kadar lemak
◦ Bakteri rumen tidak dapat menggunakan
lemak untuk energy
◦ Kecernaan serat dan pertumbuhan
mikroba terhambat
Faktor yang memaksimumkan
pertumbuhan mikroba rumen

 Pemberian ransum maksimum


 Ransumseimbang energi dan protein
Pemberian secara kontinyu
 Jika
diperlukan, lakukan perubahan
ransum secara bertahap
 Ransum selalu tersedia setiap saat
Cara menyajikan pakan hijauan

 Dipotong potong (chopper) ukuran 2-5 cm untuk


mengefisiensikan penggunaan pakan serat
 Proses pelayuan untuk pakan legume
menurunkan zat antinutrisi dan atau racun
 Proses diangin-anginkan jika pakan hijauan yang
diberikan adalah silase
 Ransum sapi perah : Pakan hijauan > Pakan
konsentrat,
 Ransum sapi potong : Pakan hijauan < Pakan
konsentrat
 Pakan hijauan diberikan lebih awal dari konsentrat,
untuk mencegah terhambatnya perkembangan
bakteri selulolitik
PEMBERIAN PAKAN DAN
MINUM
Rumput/Jerami dipotong 2–5 cm,
Layukan terlebih dahulu

Konsentrat diberikan bentuk kering

Air minum selalu tersedia

Rumput diberikan lebih awal,


selanjutnya konsentrat. PAGI
SORE
Contoh menentukan angka kebutuhan gizi
pada sapi laktasi

Seekor sapi perah laktasi dengan bobot badan 400 kg


menghasilkan susu harian sebanyak 20 kg dan kadar lemaknya
3,5%. Berapa banyak pakan hijauan dan konsentrat harus
diberikan? Bagaimana kualitas konsentratnya?

Langkah pertama : menentukan produksi susu 4% FCM

Produksi susu 4% FCM = (0,4 x [Link]) + (15 x prod lemak)


(0,4 x 20kg + (15 x 3,5% x 20)kg = 8,0 + 10,5
= 18,5kg

Langkah kedua : menentukan kebutuhan BK ransum

Kebutuhan Bahan Kering


= 6 + (0,01 x 400kg) + 0,20 x 18,5kg = 13,7kg
Langkah ketiga : menentukan kebutuhan PK,
TDN, Ca, P

 Kebutuhan Protein
 = 0,365kg + {1,3 + (18,5-15)/(20-15) x (1,74 – 1,3)}kg
 = 0,365kg + 1,608kg = 1,973 kg  14,40%

 Kebutuhan TDN
 = 3,14kg + {4,89 + (18,5-15)/(20-15) x (6,52 – 4,89)}kg
 = 3,14kg + 6,031kg = 9,171kg  66,95%

 Kebutuhan Kalsium
 = 15,2g + {40,5 + (18,5-15)/(20-15) x (54 – 40,5)}g
 = 15,2g + 49,95g = 65,15g  0,48%

 Kebutuhan Posfor
 = 12,7g + {40,5 + (18,5-15)/(20-15) x (36 – 27)}g
 = 12,7g + 46,8g = 59,5g  0,43%
Ransum Pedet Jantan atau
Betina
Umur Pemberian Pakan
(bulan) konsentrat hijauan
(kg/hari) (kg/hari)
Jantan Betina

0-3 sedikit sedikit Sedikit


4-6 0,7 0,5 5
7-9 1,0 0,8 8
Kandungan gizi konsentrat : BK 87,7%; PK = min 18%;
TDN 10 - 12
= 75% 1,2 1,0 12
Ransum Sapi Dara
Bobot Pemberian (kg/hari)
Umur Badan Hijauan Konsentr
(bulan) (kg) at

12 - 14 215 - 26 - 30 2,3 - 2,7


240
14 - 16 241 - 30 - 34 2,7 - 3,0
266
16 - 18 267 - 34 - 36 3,0 - 3,2
288
18 - 20 289 - 36 - 40 3,2 - 3,4
310
Kandungan gizi konsentrat : BK 87,7%; PK = min 16,2%;
TDN 20 - 22
= 70,8% 311 - 40 - 44 3,4 - 3,6
335
22 - 28 336 - 44 - 48 3,6 - 3,8
Ransum Induk Laktasi Produksi susu (kg/hari),
lemak 4%
Prod. Pemberian Ransum (kg/hari) dan Bobot Badan
Susu, (kg)
kg H/K 300 350 400 450 500

H 31 33 37 40 41
8
K 6,2 6,5 6,7 7,0 7,3
H 32 34 38 41 43
10
K 6,8 7,1 7,3 7,6 7,9
H 33 35 39 42 44
12
K 7,4 7,7 7,9 8,2 8,5
H 34 36 41 42 45
14
K 8,0 8,3 8,5 8,8 9,1
H 35 37 41 43 47
16
K 8,6 9,0 9,2 9,5 9,8
H 36 39 42 45 48
18 K 9,2 9,7 9,9 10,2 10,
5
H 38 40 43 46 49
20
H= K
hijauan;( rumput + 10,
daun legume) 10,4 10,6BK 86%;
K = konsentrat 10,9 11,
PK = min 17%;
TDN 75% 0 2
TERIMAKASIH

Anda mungkin juga menyukai