switchgear
Overview
Sistem kelistrikan di pembangkit
diklasifikasikan menjadi 3 bagian besar, yaitu:
Sistem listrik tegangan tinggi (High Voltage)
Sistem listrik tegangan menengah (Medium
Voltage)
Sistem listrik tegangan rendah (Low Voltage).
Tegangan sama
Tegangan tinggi dengan tegangan
keluaran generator
Tegangan menengah Tegangan dibawah
keluaran generator
Tegangan rendah Tegangan dibawah 400
V
Switchgear
Swithgear adalah peralatan yang berfungsi
untuk memutuskan atau menghubungkan
rangkaian listrik pada sistem tegangan
menengah / tinggi.
Switchgear terdiri dari 2 peralatan hubung :
Pemutus Tenaga / Circuit Breaker
Pemisah / Disconnecting Switch
PMT atau Circuit Breaker (CB), adalah
peralatan hubung yang berfungsi untuk
memutuskan atau menghubungkan rangkaian
listrik dalam keadaan berbeban normal atau
gangguan.
PMT dilengkapi dengan pemadam busur api.
Jenis PMT adalah :
PMT minyak (Oil Circuit Breaker / OCB)
Minyak banyak (Full Oil / Bulk Oil)
Minyak sedikit (Small Oil)
PMT Gas SF 6 (Gas Circuit Breaker / GCB)
PMT Udara (Air Circuit Breaker / ACB)
PMT Vakum (Vaccum Circuit Breaker / VCB)
PMT Magnit (Magnit Circuit Breaker (MCB)
PMS atau Disconnecting Switch (DS), adalah
peralatan hubung yang berfungsi untuk
memisahkan rangkaian satu dengan
rangkaian yang lain pada kondisi tidak
berbeban.
PMS tidak dilengkapi dengan peredaman
busur api sehingga harus dioperasikan dalam
keadaan tidak bertegangan.
PENGELUARAN SWITCHGEAR
Sebelum mengeluarkan breaker dari cubicle, maka
harus diperhatikan posisi switch sesuai dengan
kedudukan breaker didalam cubicle.
Posisi tersebut adalah
Connected yaitu Primary junction terhubung, secondary
junction terhubung.
TEST yaitu Primary junction tidak terhubung, Secondary
junction terhubung.
Disconnected yaitu Primary junction tidak terhubung,
secundery junction tidak terhubung.
Draw Out yaitu Sama dengan posisi disconnected akan
tetapi breaker berada di luar cubicle.
PENGETESAN OPERASI SWITCHGEAR
Pengetesan secara manual diantaranya :
Posisi Rack out dilakukan diluar cubicle
Posisi Disconect dilakukan didalam cubicle.
Posisi test dengan menggunakan fasilitas elektrikal,
dimana pada posisi tersebut secondary Junction
terhubung dan Primary Junction tidak terhubung.
Posisi Connect atau Test operasion normal, dimana
secondary junction terhubung dan primary junction
terhubung.
TEST OPEN-CLOSE TIME PADA BREAKER
untuk mengetahui berapa kecepatan respon
dari breaker tersebut.
Perlu dilakukan karena erat kaitannya
dengan koordinasi setting proteksi yang ada
dalam sistem tersebut.
Selain itu juga dilakukan tes keserempakan
karena hal tersebut berpengaruh pada
keseimbangan tegangan yang sapai ke beban
nantinya.
TEST OPEN-CLOSE TIME PADA BREAKER
SISTEM INTERLOCK SWITCHGEAR
dipakai sebagai sarana pengaman dalam
operasi breaker
tujuannya untuk mencegah kerusakan
isolator dari tekanan listrik saat pemutusan
arus yang tinggi akibat kesalahan operasi.
Serta menghindarkan kerusakan peralatan
dan bahaya kecelakaan yang diakibatkan
kesalahan dalam pengoperasian.
Tujuan interlock switchgear adalah :
Mencegah masuknya breaker pada saat posisi
disconnect.
Mencegah masuknya breaker diantara 2 (dua) posisi
disconected dan TEST atau antara posisi TEST dan
connected .
Mengunci breaker agar tidak dapat dimasukkan,
tetapi dapat dikeluarkan.
Mencegah breaker dikeluarkan dari biliknya (cubicle)
dalam kondisi kontak breaker masuk.
Sistem interlock terdiri dari :
Sistem interlock mekanis
Sistem interlock electrical
PERTANYAAN
1
8
???????
TERIMA KASIH