KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUGAN LAUT
Mitigasi Resiko untuk
menghadapi Keadaan
Darurat dan Mencegah
Terjadinya Kecelakaan Kapal
Capt. Hendri Ginting, M.M
DIREKTUR PERKAPALAN DAN KEPELAUTAN
27 Maret 2025
1
KELAIKLAUTAN KAPAL
KONDISI Indonesia
Kelaiklautan Kapal adalah keadaan kapal yang memenuhi
persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran
perairan dari kapal, pengawakan, garis muat, pemuatan,
kesejahteraan Awak Kapal dan kesehatan penumpang, status
hukum kapal, manajemen keselamatan dan pencegahan
pencemaran dari kapal, dan manajemen keamanan kapal untuk
berlayar di perairan tertentu.
Keselamatan kapal adalah keadaan kapal yang memenuhi
persyaratan materiil, konstruksi, bangunan, permesinan dan
pelistrikan, stabilitas, tata susunan, peralatan pencegahan
pencemaran kebakaran, perlengkapan keselamatan, radio dan
elektronika kapal yang dibuktikan dengan sertifikat
TENAGA TEKNIS JUMLAH keselamatan setelah dilakukan pemeriksaan dan melalui
pengujian.
MI A 471
MI B 585 Sertifikat keselamatan adalah tanda bukti tertulis sebagai
AUDITOR ISM 260 legalitas pemerintah terhadap kapal yang telah memenuhi
persyaratn keselamatan dari hasil pemeriksaan dan pengujian.
AHLI UKUR 384
PEJABAT PENDAFTAR 456 Marine inspector adalah pejabat pemeriksa kapal yang ditunjuk
oleh menteri.
2
Data kecelakaan kapal
Tahun 2022-2023
SUMBER: DIREKTORAT KESATUAN PENJAGAAN LAUT DAN PANTAI (2004)
3
Data kecelakaan kapal
KEJADIAN KECELAKAAN KAPAL TERBAKAR DI TAHUN 2024
TANGGAL DAN NAMA KAPAL, JENIS PERUSAHAAN SEBAB TERJADINYA KORBAN JIWA DAN
TEMPAT TERJADI DAN GT KAPAL KECELAKAAN MATERIAL
KECELAKAAN
11 AGUSTUS 2024 DI KIRANA 1/ KAPAL PT. DLU KEBAKARAN TIDAK ADA KORBAN
TG MAS PENUMPANG PENYEBAB BLM JIWA
DIKETAHUI
07 AGUSTUS 2024 DI ELISABET SATU / OIL PT ARTA SAMUDERA LEDAKAN DI KAMAR 5 ORANG MENINGGAL
GILI TEPEKONG TANKER / LINE MESIN DUNIA
GT 833
05 AGUSTUS 2024 DI KM NGGAPULU / KAPAL PT PELNI TERJADI KEBAKARAN SELURUH BAHAN
PERAIRAN MALUKU PENUMPANG / DI DECK 5 POKOK TERBAKAR DI
GT 14685 DECK 5
02 AGUSTUS 2024 DI KM NIKI SEJAHTERA / PT BERLIAN LAUTAN TERJADI KEBAKARAN MUATAN DI CAR DECK
MASALEMBO KAPAL PENUMPANG SEJAHTERA DI CAR DECK TERBAKAR TIDAK ADA
CAR / GT 9982 KORBAN JIWA
09 JUNI 2024 DI KM UMSINI / KAPAL PT PELNI TERJADI KEBAKARAN SATU ORANG LUKA
MAKASSAR PENUMPANG / GT DI KAMAR MESIN LUKA DAN KAMAR
14501 MESIN TERBAKAR
25 APRIL 2024 DI KM BUKIT RAYA / PT PELNI SEPEDA LISTRIK SELURUH BAGIAN
PONTIANAK PENUMPANG / GT 6022 TERBAKAR DI MESS KAPAL DI DECK
ROOM TERBAKAR
4
pendahuluan
Pengertian umum
• RISIKO : Potensi dari hasil yang tak diinginkan dari suatu peristiwa atau kejadian yang ditentukan oleh
kombinasi frekuensi dan konsekuensi yang terkait.
• KECELAKAAN : Peristiwa yang tak diinginkan atau merugikan dan melibatkan kematian atau cedera,
kerusakan kapal atau properti lainnya atau kerusakan lingkungan laut.
• MANAJEMEN RISIKO : Sebuah proses untuk mengidentifikasi, menilai dan mengurangi dan
mengendalikan risiko terhadap keselamatan dan keamanan publik, kerusakan properti serta kualitas
lingkungan.
5
Mitigasi risiko
Faktor dan upaya
Faktor-Faktor Penyebab Kecelakaan Kapal Upaya Mitigasi Risiko
1. Kesalahan manusia (human error) 1. Peningkatan Kualitas SDM
2. Faktor teknis dan perawatan kapal 2. Penerapan Sistem Manajemen
3. Cuaca buruk Keselamatan
4. Kelebihan muatan 3. Peningkatan Aspek Teknis
5. Kelalaian dalam mematuhi prosedur 4. Mitigasi Faktor Cuaca
keselamatana 5. Pengaturan Muatan
6. dll 6. Kesiapsiagaan Menghadapi
Keadaan Darurat
7. dll
6
UPAYA PENINGKATAN
LANGKAH-LANGKAH MENCEGAH KECELAKAAN DILAUT
1. Kapal dilengkapi sertifikat dan dokumen sesuai persyaratan kelaiklautan kapal
2. Pelatihan, Familirisasi dan Penempatan Awak sesuai Kualifikasi
3. Melaksanakan Familirisasi/ safety Induction sebelum kapal berangkat
4. Pemeriksaan dan Perawatan Kapal berkala sesuai PMS pada SMK
5. Pemantauan Cuaca dan Kondisi Laut Sebelum dan Selama Pelayaran
6. Pengawasan dan Pengendalian Operasional Kapal sesuai SOP pada SMK
7. Penanganan Penumpang dan Muatan yang Baik termasuk penanganan muatan kendaraan di atas kapal
8. Simulasi dan Latihan Keadaan Darurat sesuai Sijil Keadaan Darurat pada SMK
9. Peningkatan Sistem Keamanan Kapal termasuk untuk memastikan semua perlengkapan keselamatan tersedia
pada tempatnya dan pemasangan CCTV pada semua area Kapal
10. Evaluasi dan Analisis Kecelakaan Sebelumnya
11. Melaksanakan internal audit secara berkala sesuai SMK
12. Tidak memberangkatkan kapal apabila terdapat kondisi yang menyebabkan kapal tidak bisa beroperasi normal,
kemampuan penyelamatan saat kondisi darurat berkurang dan kemampuan stabilitas kapal berkurang
13. Pengawasan dan Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal sebelum Kapal Berlayar oleh Syahbandar
7
UPAYA PENINGKATAN
PENERAPAN ATURAN TERBARU
KEPUTUSAN DIREKTUR
PERATURAN MENTERI
JENDERAL PERHUBUNGAN
PERHUBUNGAN
LAUT NOMOR KP-DJPL 468
NOMOR PM 7 TAHUN
TAHUN 2024 TENTANG
2024 TENTANG
PELAKSANAAN
HARMONISASI
KEWENANGAN DALAM
SISTEM
PENYELENGGARAAN
PEMERIKSAAN DAN
KELAIKLAUTAN KAPAL DI
SERTIFIKASI PADA
LINGKUNGAN DIREKTORAT
KAPAL BERBENDERA
JENDERAL PERHUBUNGAN
INDONESIA
LAUT
- Keseragaman jadwal pemeriksaan dan Menggantikan Perdirjen Hubla No. HK
masa berlaku sertifikat keselamatan, garis 103/2/19/16 tentang Pelaksanaan
muat, pencegahan pencemaran Penyelenggaraan Kelaiklautan kapal,
- Penerbitan sertifikat permanen oleh Pengaturan baru diantaranya
- Perubahan Nomenklatur KSU menjadi KSOP
Ditkapel, pelaksanaan pengukuhan tahunan
oleh UPT DJPL Utama
- Batasan Usia Kapal untuk UWILD 15 tahun - Penambahan kewenangan penerbitan Surat
Laut Sementara oleh KSOP Khusus Batam
- Masa Berlaku sertifikat tidak lebih dari 5 8
UPAYA PENINGKATAN
PENERAPAN ATURAN TERBARU
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN
LAUT NOMOR KP-DJPL 178 TAHUN 2024 TENTANG
PEMERIKSAAN MANDIRI (SELF INSPECTION) KAPAL
PENUMPANG DAN/ATAU RO-RO PENUMPANG
1. Menetapkan pengaturan pemeriksaan
BERBENDERA INDONESIA mandiri (self inspection) kelaiklautan kapal
penumpang dan/atau ro-ro penumpang
berbendera Indonesia
2. Nakhoda bertanggung jawab untuk mengisi
daftar pemeriksaan mandiri dan menyimpan
hasilnya di atas kapal
3. Pengawasan oleh Pemilik/Operator Kapal:
• Memastikan kapal memenuhi
persyaratan kelaiklautan sesuai aturan
nasional dan/atau internasional.
• Memastikan awak kapal memiliki
kompetensi sesuai jabatannya.
• Memastikan daftar pemeriksaan diisi
setiap bulan dan dilaporkan kepada
Syahbandar.
• Memastikan nakhoda menyimpan hasil
self inspection di atas kapal 9
Upaya peningkatan
Manajemen keselamatan kapal (ism CODE)
1.
1. UMUM
UMUM
2.
2. KEBIJAKAN
KEBIJAKAN KESELAMATAN
KESELAMATAN &
& PERLINDUNGAN
PERLINDUNGAN
LINGKUNGAN
LINGKUNGAN
3.
3. TANGGUNG
TANGGUNG JAWAB
JAWAB &
& WEWENANG
WEWENANG PERUSAHAAN
PERUSAHAAN
4.
4. DESIGNATED
DESIGNATED PERSON
PERSON ASHORE
ASHORE (DPA)
(DPA)
5.
5. TANGGUNG
TANGGUNG JAWAB
JAWAB &
& WEWENANG
WEWENANG NAHKODA
NAHKODA
6.
6. SUMBER
SUMBER DAYA
DAYA PERSONEL
PERSONEL
7.
7. RENCANA
RENCANA OPERASIONAL
OPERASIONAL KAPAL
KAPAL PART A
8.
8. KESIAPAN
KESIAPAN MENGHADAPI
MENGHADAPI SITUASI
SITUASI DARURAT
DARURAT
9.
9. LAPORAN
LAPORAN &
& ANALISA
ANALISA KECELAKAAN
KECELAKAAN
10.
10. PERAWATAN
PERAWATAN KAPAL
KAPAL &
& PERALATANNYA
PERALATANNYA
11.
11. DOKUMENTASI
DOKUMENTASI
12.
12. VERIFIKASI,
VERIFIKASI, REVIEW
REVIEW &
& EVALUASI
EVALUASI PERUSAHAAN
PERUSAHAAN
13.
13. SERTIFIKASI
SERTIFIKASI &
& VERIFIKASI
VERIFIKASI PERIODIK
PERIODIK
14.
14. SERTIFIKAT
SERTIFIKAT SEMENTARA
SEMENTARA
15.
15. PERATURAN
PERATURAN VERIFIKASI
VERIFIKASI
16.
16. FORMAT
FORMAT SERTIFIKAT
SERTIFIKAT
10
MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL (ISM
PENYUSUNAN SAFETY MANAGEMENT SYSTEM (SMS)
CODE)
Komponen Manajemen Evaluasi
Utama SMS Perubahan Berkala
Manual keselamatan, Proses untuk Audit internal dan
prosedur darurat, dan mengelola perubahan tinjauan
pelaporan insiden operasional dan manajemen.
teknis
11
MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL (ISM
Elemen 2. kebijakan keselamatan dan perlindungan lingkungan
CODE)
Pernyataan Kebijakan:
- Komitmen perusahaan terhadap keselamatan,
kesehatan, dan Perlindungan lingkungan.
Komunikasi Kebijakan:
- Penyebaran kebijakan kepada semua staf kapal
dan staf darat.
Implementasi Kebijakan:
- Tindakan nyata yang diambil untuk menerapkan
kebijakan.
12
MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL (ISM
Elemen 3. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG PERUSAHAAN
CODE)
TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN
• Menetapkan Kebijakan Keselamatan dan Perlindungan
Lingkungan
• Menetapkan dan mendokumentasikan tanggung jawab
SOP perusahaan sesuai dengan ISM
4. Menetapkan prosedur
1. Menunjuk DPA
5. Mengevaluasi
2. Sumber daya
Keefektifan SMK
personil
3. Mendefinisikan
6. Internal Audit
Tugas & Tanggung 13
MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL (ISM
Elemen 4. Designated person ashore (dpa)
CODE)
Orang di darat yang ditunjuk oleh perusahaan
sebagai penghubung kapal dengan perusahaan
yang mempunyai tanggung jawab terhadap
pengoperasian, dan keselamatan kapal TUJUAN
D PA TERCA PA I
kewenangan
Pelatihan/
sumber daya Training
sumber daya material
personel
Tugas dan
Tanggung
Jawab
14
MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL (ISM
Elemen 5. Tanggung jawab nakhoda
CODE)
TANGGUNG JAWAB NAKHODA HARUS MEMILIKI
•NAKHODA
Mengawasi (Kebijakan KUALIFIKASI
• Memenuhi Syarat untuk
Keselamatan & Perlindungan memberi perintah
Lingkungan) • Menguasai Sistem
• Memotivasi Kru Manajemen Keselamatan
• Mengeluarkan Perintah & • Diberikan Dukungan yang
Instruksi Diperlukan
• Memverifikasi Persyaratan
• Meninjau Sistem Manajemen
Keselamatan Kapal
• Melaporkan Masalah
15
MANAJEMEN KESELAMATAN KAPAL (ISM
Elemen 6. Sumber daya dan personil
CODE)
TANGGUNG JAWAB
crew
• Menunjukkan Kesadaran
• Berkualifikasi
• Bersertifikat
• Layak Secara Medis
• Menguasai Sistem Manajemen
Keselamatan Kapal
16
TERIMA
KASIH
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
D I R E K T O R AT J E N D E R A L P E R H U B U N G A N L A U T
D I R E K T O R AT P E R K A PA L A N D A N K E P E L A U TA N