0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan16 halaman

Pemrograman Linier untuk Pengambilan Keputusan

Diunggah oleh

Bonifasius MHN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan16 halaman

Pemrograman Linier untuk Pengambilan Keputusan

Diunggah oleh

Bonifasius MHN
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pemrograman Linier

BONIFASIUS MHN 1
RISET OPERASIONAL I
Definisi

Teknik matematik yang didesain


untuk membantu manajer dalam
perencanaan dan pengambilan
keputusan penggunaan sumber
daya ekonomi yang dimiliki oleh
suatu perusahaan.

BONIFASIUS MHN 2
RISET OPERASIONAL I
Aplikasinya
Bidang marketing: pemilihan media
periklanan, riset pemasaran, dan
distribusi produk
Bidang produksi/operasi: penentuan
kombinasi produk, penjadualan
proses produksi, penjadualan tugas
karyawan, dan lain-lain.
Bidang keuangan: pemilihan portfolio
investasi.
Bidang ekonomi makro: pengaruh
kebijakan pemerintah dan perubahan
pasar pada sektor ekonomi.
BONIFASIUS MHN 3
RISET OPERASIONAL I
Karakteristik Permasalahan
Programasi Linier
memiliki tujuan (objective function) untuk
memaksimumkan atau meminimumkan
sesuatu (kuanti-tas),
memiliki restriksi (konstrain) yang
membatasi tingkatan pencapaian tujuan
(objective function).
Adanya beberapa alternatif tindakan yang
bisa dipilih.
BONIFASIUS MHN 4
RISET OPERASIONAL I
Formulasi dari permasalahan
Mengidentifikasi dan menotasikan
variabel keputusan
Definisikan variabel keputusan dengan baik
Memformulasikan fungsi tujuan
Memformulasikan fungsi kendala
Memasukkan kendala nonnegativitas

BONIFASIUS MHN 5
RISET OPERASIONAL I
Contoh Kasus
(Render and Stair, 2000:306)

Perusahaan menganggarkan $8.000 per minggu


untuk periklanan pada 4 media: TV, Koran,
Radio prime time, dan Radio non prime time.
Jangkauan iklan, biaya, dan batasan maksimum
periklanan pada keempat media disajikan pada
tabel berikut.

BONIFASIUS MHN 6
RISET OPERASIONAL I
Contoh Kasus
(Render and Stair, 2000:306)

Media Daya jangkau Biaya per Iklan


(orang) iklan ($) Maksimum
per Minggu
TV (per mnt) 5.000 800 12

Koran (per 8.500 925 5


halaman)
Radio 1 (per 2.400 290 25
30 detik)
Radio 2 (per 2.800 380 20
mnt)
BONIFASIUS MHN 7
RISET OPERASIONAL I
Contoh Kasus
(Render and Stair, 2000:306)

Perusahaan menetapkan beberapa


rancangan:
Minimal ada 5 spot iklan di radio
Tidak lebih dari $1.800 dana dialokasikan pada
media radio.
Perusahaan menginginkan jangkauan
audience sebanyak-banyaknya melalui
berbagai media iklan.

BONIFASIUS MHN 8
RISET OPERASIONAL I
Formulasi dari permasalahan
Mengidentifikasi dan menotasikan
variabel keputusan
Definisikan variabel keputusan dengan baik
Memformulasikan fungsi tujuan
Memformulasikan fungsi kendala
Memasukkan kendala nonnegativitas

BONIFASIUS MHN 9
RISET OPERASIONAL I
Identifikasi dan Notasi Variabel
Keputusan
ada empat variabel keputusan yang
merepresentasikan jumlah iklan pada
berbagai media:
X1 = jmlh iklan pada TV per minggu
X2 = jmlh iklan pada Koran per minggu
X3 = jmlh iklan pada Radio 1 per minggu
X4 = jmlh iklan pada Radio 2 per minggu
BONIFASIUS MHN 10
RISET OPERASIONAL I
Formulasi Fungsi Tujuan
Tujuan: maksimumkan jangkauan
audience

Maks: Zj = 5.000 X1 + 8.500 X2 +


2.400 X3 + 2.800 X4

BONIFASIUS MHN 11
RISET OPERASIONAL I
Formulasi Fungsi Kendala
 Ada 7 fungsi kendala (apa saja ?)

X1 ≤ 12
X2 ≤ 5
X3 ≤ 25
X4 ≤ 20
800 X1 + 925 X2 + 290 X3 + 380 X4 ≤ 8.000
X3 + X4 ≥ 5
290 X3 + 380 X4 ≤ 1.800
X1, X2, X3, X4 ≥ 0
BONIFASIUS MHN 12
RISET OPERASIONAL I
Asumsi Dasar PL
Kepastian (certainty)
Proporsionalitas (proportionality)
Additivitas (additivity)
Divisibilitas (divisibility)
Nonnegatif (nonnegativity)

BONIFASIUS MHN 13
RISET OPERASIONAL I
Maks: Zj = 5.000 X1 + 8.500 X2

X1 ≤ 25
X2 ≤ 20
800 X1 + 925 X2 ≤ 8.000
X1 + X2 ≥ 5
800 X1 + 925 X2 ≤ 1.800
X1, X2 ≥ 0
BONIFASIUS MHN 14
RISET OPERASIONAL I
Latihan
1. Seorang pembuat paku membuat jenis paku dari bahan yang tersedia yaitu 5,5 kg
A dan 2 kg bahan B. Paku jenis I tiap buah memerlukan 200 gram bahan A dan
75 gram bahan B sedangkan paku jenis II tiap buah memerlukan 150 gram bahan
jenis A dan 50 gram bahan jenis B. Jika pengusaha menjual paku I dengan harga
Rp 500,00 dan paku II dengan harga Rp 350,00 maka hitunglah berapa buah
paku I dan paku II yang harus dibuat agar penghasilan pengusaha maksimum?

2. Suatu pabrik perakitan radio menghasilkan dua tipe radio, yaitu HiFi-1 dan HiFi-2
pada fasilitas perakitan yang sama. Lini perakitan terdiri dari 3 stasiun kerja.
Waktu perakitan masing-masing tipe pada masing-masing stasiun kerja adalah
sebagai berikut :


BONIFASIUS MHN 15
RISET OPERASIONAL I
Latihan
Stasiun kerja Waktu perakitan per unit (menit)
HiFi-1 HiFi-2
1 6 4
2 5 5
3 4 6

Waktu kerja masing-masing stasiun kerja adalah 8 jam per hari.


Masing-masing stasiun kerja membutuhkan perawatan harian selama
10%, 14% dan 12% dari total waktu kerja (8 jam) secara berturut-turut
untuk stasiun kerja 1,2 dan 3.
Formulasikan permasalahan ini kedalam model matematiknya !

BONIFASIUS MHN 16
RISET OPERASIONAL I

Anda mungkin juga menyukai