Procedure
Text
P R O C E D U R E T E X T I S A T E X T T H AT
EXPLAINS, INFORMS, OR HELPS THE READER
ON HOW TO MAKE OR USE SOMETHING.
Kinds of Procedure Text
1. Procedure text yang menjelaskan cara mengoperasikan/menggunakan
sesuatu
Contohnya seperti how to use an air fryer, how to use a dish washer, how to use a
camera.
2. Procedure text yang memberikan instruksi dalam melakukan kegiatan
tertentu
Contohnya seperti how to play the violin, how to create a website, dan how to
make rendang.
Language Features of
Procedure Text
1. SIMPLE PRESENT TENSE
2. IMPERATIVE SENTENCES (KALIMAT PERINTAH)
3. CONNECTIVES (KATA PENGHUBUNG)
4. ADVERB (KATA KETERANGAN)
1. Simple Present Tense
Procedure text harus ditulis dengan menggunakan Simple Present Tense,
ya guys! Hal ini dikarenakan dalam procedure text terdapat kalimat-kalimat
perintah mengenai cara membuat atau melakukan sesuatu.
2. Imperative Sentences (Kalimat Perintah)
Apakah yang dimaksud kalimat perintah atau imperative
sentences pada procedure text? Imperative sentence selalu diawali oleh verb 1
dari action verb atau kata kerja yang melibatkan aktivitas fisik. Jadi, kita tidak
perlu memakai subject di awal kalimatnya.
Contoh: Add 3 onions and mix it well. Kalimat ini diawali oleh verb 1, add. Tidak
ada subjek di awal kalimatnya ya.
3. Connectives (Kata Penghubung)
Kata penghubung (connectives) digunakan dalam sebuah procedure text untuk
menghubungkan langkah-langkah di dalamnya supaya daftar instruksi yang
dibuat menjadi runtut dan mudah dipahami.
Contoh: Firstly, secondly, then, after that, dan finally.
4. Adverb (Kata Keterangan)
Kata keterangan (adverb) digunakan untuk memberikan keterangan waktu.
Ada 2 jenis kata keterangan atau adverbs yang digunakan dalam procedure text,
yaitu:
Adverb of time atau kata keterangan waktu yang menandakan berapa lama kita
harus melakukan sesuatu. Contoh: in 10 minutes, for 1 hour.
Adverb of manner atau keterangan cara bagaimana melakukan sesuatu.
Contoh: slowly, well, evenly.
Example: