0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan20 halaman

Pemahaman Sewa Guna Usaha (Leasing)

Sewa Guna Usaha (Leasing) adalah metode pembiayaan untuk memperoleh barang modal melalui kontrak antara lessor dan lessee, yang dapat berupa operating lease atau finance lease. Proses leasing melibatkan beberapa pihak, termasuk lessor, lessee, supplier, dan bank, serta memiliki mekanisme transaksi yang meliputi pemilihan barang, negosiasi, dan pembayaran sewa. Leasing menawarkan manfaat seperti diversifikasi sumber pembiayaan, penghematan modal, dan fleksibilitas dalam persyaratan.

Diunggah oleh

apkaada
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan20 halaman

Pemahaman Sewa Guna Usaha (Leasing)

Sewa Guna Usaha (Leasing) adalah metode pembiayaan untuk memperoleh barang modal melalui kontrak antara lessor dan lessee, yang dapat berupa operating lease atau finance lease. Proses leasing melibatkan beberapa pihak, termasuk lessor, lessee, supplier, dan bank, serta memiliki mekanisme transaksi yang meliputi pemilihan barang, negosiasi, dan pembayaran sewa. Leasing menawarkan manfaat seperti diversifikasi sumber pembiayaan, penghematan modal, dan fleksibilitas dalam persyaratan.

Diunggah oleh

apkaada
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SEWA GUNA USAHA

(LEASING)

Salsabila Fakhrul Q. [Link]


Gambaran Sewa Guna Usaha
(Leasing)
Leasing digunakan perusahaan untuk
membiayai perolehan aktiva modal
(barang modal) yang telah dimiliki atau
yang akan dimilikinya melalui proses
leasing, dimana perusahaan
memperoleh sumber pembiayaan dari
pihak lain melalui suatu kontrak dengan
perusahaan leasing (leasing company).
PENGERTIAN SEWA GUNA USAHA

 Perpres No. 9 Tahun 2009 tentang


Lembaga Pembiayaan
Sewa guna usaha (leasing) adalah kegiatan
pembiayaan dalam bentuk penyediaan
barang modal baik secara sewa guna
usaha tanpa hak opsi (operating lease)
maupun dengan hak opsi (finance lease)
untuk digunakan oleh penyewa guna usaha
(lessee) selama jangka waktu tertentu
berdasarkan pembayaran secara angsuran.
PENGERTIAN SEWA GUNA
USAHA
 FASB No. 13 (Financial Accounting Standard
Board)
Sewa guna usaha adalah suatu perjanjian
penyediaan barang-barang modal yang digunakan
untuk suatu jangka waktu tertentu.
 IAS No. 17 (International Accounting Standard)
Sewa guna usaha adalah suatu perjanjian dimana
lessor menyediakan barang (asset) dengan hak
penggunaan oleh lessee dengan imbalan
pembayaran sewa untuk suatu jangka waktu
tertentu.
Ciri-ciri Sewa Guna Usaha
1. Perjanjian antara Lessor dengan Lessee.
2. Berdasarkan perjanjian sewa guna usaha, lessor
mengalihkan hak penggunaan barang kepada
pihak lessee.
3. Lessee membayar kepada lessor uang sewa atas
penggunaan barang (asset).
4. Lessee mengembalikan barang tersebut kepada
lessor pada akhir periode yang ditetapkan lebih
dahulu dan jangka waktunya kurang dari umur
ekonomis barang tersebut.
Unsur-Unsur Sewa Guna
Usaha
Unsur-unsur SGU

Lessor Badan

Lessee Badan/Individu

Barang Modal Aset tetap Berwujud

Perjanjian SGU Dgn syarat tertentu


Perjanjian Sewa Guna
Usaha
Minimal
harus
memuat

[Link] transaksi SGU;


[Link] masing-masing pihak;
[Link], jenis, tipe dan lokasi penggunaan barang;
[Link] perolehan, nilai pembayaran, pembayaran SGU,
angsuran pokok, imbalan jasa, nilai sisa,
simpanan jaminan, dan ketentuan asuransi atas brg modal;
[Link] SGU;
[Link] masa SGU yg dipercepat dan kerugian yg harus
ditanggung Lessee atas risiko brg modal;
[Link] bagi Lessee (utk finance lease);
[Link] atas brg modal.
PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM
SEWA GUNA USAHA
 LESSOR  SUPPLIER
Perusahaan leasing Perusahaan atau pihak yang
atau pihak yang mengadakan atau
memberikan jasa menyediakan barang
untuk disewakan kepada
pembiayaan kepada lessee dengan
pihak lessee dalam pembiayaan tunai dari
bentuk barang lessor.
modal.
 BANK
 LESSEE Pihak yang tidak terlibat
Perusahaan atau pihak secara langsung dalam
yang memperoleh leasing, tetapi
pembiayaan dalam menyediakan dana bagi
lessor atau supplier.
bentuk barang modal
dari lessor.
MEKANISME TRANSAKSI

BANK

LESSOR

9 4 3 5 7 8
2

6
LESSEE SUPPLIER
1
MEKANISME TRANSAKSI
1. Lessee memilih barang
2. Negosiasi pembiayaan
3. Comitment letter
4. Penandatanganan kontrak
[Link] menghubungi supplier bahwa telah terjadi
kesepakatan dgn lessee
6. Pengiriman barang dari supplier ke lessee
7. Penyerahan dokumen/faktur
8. Pembayaran lessor ke suplier
9. Pembayaran sewa (lease payment)
PENGGOLONGAN
PERUSAHAAN LEASING
INDEPENDENT LEASING COMPANY
Perusahaan leasing yang berdiri sendiri atau independent dari supplier/
produsen. Perusahaan dapat memperoleh barang dari berbagai
supplier/produsen.
Contoh : Adira, WOM, SOF (Summit Oto Finance)

CAPTIVE LESSOR
Perusahaan leasing yang didirikan sendiri oleh produsen untuk membiayai
penjualan produk-produknya.
Contoh : ACC (Astra Credit Company) – Astra ; BAF (Busan Auto Finance) –
Yamaha ; Indomobil Finance – Suzuki

LEASE BROKER/ PACKAGER


Perusahaan leasing yang mempertemukan calon lessee yang membutuhkan
barang dengan cara leasing dengan pihak lessor.
Contoh : Ray White, Columbia, Columbus
JENIS LEASING

FINANCE OPERATING
LEASE LEASE
FINANCE LEASE
 Lessor membiayai penyediaan barang
 Lessee memilih dan memesan barang
yang diinginkan
 Lessee membayar sewa secara berkala
selama masa sewa
 Disebut juga full payout lease
BENTUK TRANSAKSI
FINANCE LEASE
 DIRECT FINANCE LEASE
Lessor membeli barang dan langsung
disewakan ke lessee
 SALE AND LEASE BACK
Lessee menjual barang modal ke lessor
kemudian dilakukan sewa guna usaha
dalam jangka tertentu
 LEVERAGED LEASE
Kreditur menyediakan pembiayaan 60-
80% ke lessor. JIka lessee kesulitan, lessor
tidak bertanggung jawab ke kreditur
BENTUK TRANSAKSI
FINANCE LEASE (lanjutan)
 SYNDICATED LEASE
Pembiayaan sewa guna usaha dilakukan
oleh beberapa lessor karena
pertimbangan risiko dan dana yang besar
 VENDOR PROGRAM
Dealer menjual kepada konsumen dengan
fasilitas leasing. Lessor akan membayar
objek leasing ke dealer/vendor, lesssee
membayar angsuran ke lessor
BENTUK TRANSAKSI
FINANCE LEASE (lanjutan)
 CROSS BORDER LEASE
Leasing yang melewati batas wilayah
suatu negara.
Contoh barang : pesawat terbang
SALE AND LEASE BACK

 Pada sale and lease back, lessee sudah


mempunyai suatu alat produksi, ingin
membeli alat produksi lain, tetapi tidak
mempunyai uang dan apabila dipaksakan
untuk membeli alat produksi baru akan
mengganggu cash flow (keadaan keuangan)
perusahaan.
 Cara penyelesaiannya adalah dengan
menjual alat produksi yang lama kepada
perusahaan leasing, hasilnya untuk
membeli alat produksi yang baru dan
menyewa kembali alat produksi lama yang
telah dijual kepada perusahaan leasing.
OPERATING LEASE
 Lessor membeli barang modal dan
menyewakannya ke lessee
 Pembayaran tidak mencakup harga barang dan
bunga
 Keuntungan diharapkan dari penjualan barang
modal dan kontrak leasing lainnya
 Lessor menanggung biaya pelaksanaan sewa
guna usaha seperti asuransi, pajak dan
pemeliharaan
 Bisa terjadi pembatalan kontrak di tengah jalan
 Disebut juga non-payout lease
Finance lease (hak opsi) Operating Lease (tanpa hak opsi)
Risiko ekonomis atas obyek Risiko ekonomis sehubungan
lease sepenuhnya ada pada pihak dengan investasi benda yang
lessee, oleh karena itu kewajiban merupakan objek lease
untuk asuransi benda ditanggung sepenuhnya ditanggung oleh
oleh lessee. lessor.
Selama jangka waktu perjanjian Kontrak operational lease dapat
leasing, kontrak tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu dan
diputuskan/dihentikan. Jika jangka waktu kontraknya
karena suatu sebab perjanjian itu biasanya lebih singkat dari pada
akan diputuskan maka lessee umur ekonomis objek lease.
harus membayar seluruh jumlah
yang masih terutang sekaligus
(seketika pada saat putusnya
perjanjian).
Lessee harus menanggung biaya Lessor sendiri yang harus
pemeliharaan benda tersebut. memelihara dan
mengasuransikan barang lease
tersebut.
MANFAAT LEASING
 Diversifikasi sumber pembiayaan
 Menghemat modal
 Persyaratan yang fleksibel
 Biaya lebih murah
 Menguntungkan arus kas
 Menghindari risiko keusangan
 Memperoleh proteksi inflasi, dll.

Anda mungkin juga menyukai