Retail Design
and
Layout
Pendahuluan
• Pengecer menggunakan tata letak untuk
mempengaruhi perilaku pelanggan dengan
merancang aliran toko, penempatan barang
dagangan, dan suasana.
• Tata letak juga membantu pengecer memahami
berapa banyak pendapatan per kaki persegi yang
mereka hasilkan; dengan menggunakan informasi
ini, mereka dapat menilai dengan tepat kekuatan
dan kelemahan dalam campuran merchandising
mereka.
• Jika rangkaian produk dan outlet bekerja
secara harmonis, maka posisi pengecer
strategi diperkuat, tetapi jika mereka bekerja
dalam konflik, pemosisiannya akan menjadi
tidak jelas kepada pelanggan, yang akan
menjadi bingung dan kecewa.
Store layout
(Salomon, 2011) adalah tata letak produk, kasir
dan arus lalu lalang konsumen dalam
Café.Pengelola Café harus mempunyai rencana
dalam penetuan lokasi dan fasilitas Café serta
memanfaatkan ruangan Café dengan serta
memanfaatkan ruangan Café dengan seefektif
mungkin.
Exterior store
design
Retail store design
Types of Store Layout
• Free Flow/ Boutique Layout.
• Grid Layout.
• Loop Layout.
• Spine Layout.
Free Flow/ Boutique Layout
Tata Letak Bebas (Freeform Layout)
Kelebihan: Fleksibel dan kreatif: Memungkinkan desain yang
lebih menarik dan unik.
• Menarik perhatian pelanggan: Tata letak yang tidak
konvensional dapat membuat pelanggan penasaran.
• Cocok untuk toko dengan produk yang ingin ditonjolkan
secara individual.
Kekurangan:
• Sulit dinavigasi: Pelanggan mungkin merasa bingung
mencari produk.
• Membutuhkan lebih banyak ruang: Tidak efisien dalam
penggunaan ruang.
Tata Letak Kisi-Kisi (Grid Layout)
• Kelebihan:
– Mudah dinavigasi: Pelanggan dengan mudah menemukan
produk yang mereka cari karena tata letaknya yang
teratur.
– Efisien dalam penggunaan ruang: Rak-rak yang disusun
secara beraturan memaksimalkan penggunaan ruang.
– Cocok untuk berbagai jenis produk: Fleksibel untuk
menampilkan berbagai macam produk.
• Kekurangan:
– Kurang menarik secara visual: Terlalu kaku dan monoton.
– Sulit menciptakan suasana belanja yang unik.
Loop Layout
Tata Letak Loop (Loop Layout)
Kelebihan:
• Memaksimalkan tampilan produk: Pelanggan akan
melihat semua produk yang ditawarkan.
• Mudah mengarahkan pelanggan: Desain loop
mendorong pelanggan untuk menjelajahi seluruh
toko.
Kekurangan:
• Dapat menyebabkan pelanggan merasa kewalahan:
Terlalu banyak produk yang ditampilkan sekaligus.
• Membutuhkan ruang yang luas.
Tata Letak Arena (Racetrack Layout)
• Kelebihan:
– Mudah diingat: Desainnya yang sederhana
memudahkan pelanggan mengingat tata letak toko.
– Memudahkan pelanggan menemukan produk
populer: Produk-produk unggulan biasanya
ditempatkan di bagian tengah atau ujung jalur.
• Kekurangan:
– Kurang fleksibel: Sulit untuk mengubah tata letak
setelah toko dibuka.
– Dapat membuat pelanggan merasa terburu-buru.
Mixed Layout
Tata Letak Kombinasi
• Kelebihan:
• Menggabungkan kelebihan dari berbagai jenis tata
letak.
• Fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan
toko.
• Kekurangan:
• Membutuhkan perencanaan yang matang:
Kombinasi yang tidak tepat dapat membuat toko
terlihat kacau.
Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Tata
Letak Toko
• Jenis produk: Produk yang besar dan berat
membutuhkan lebih banyak ruang.
• Ukuran toko: Toko yang kecil membutuhkan
tata letak yang lebih efisien.
• Target pasar: Preferensi pelanggan perlu
dipertimbangkan.
• Anggaran: Desain yang lebih kompleks
membutuhkan biaya yang lebih tinggi.
Tips Memilih Tata Letak Toko
• Tentukan tujuan: Apa yang ingin Anda capai dengan tata letak
toko?
• Analisis pelanggan: Pelajari perilaku dan preferensi pelanggan
Anda.
• Perhatikan aliran lalu lintas: Pastikan pelanggan dapat
dengan mudah bergerak di dalam toko.
• Buat visualisasi: Buat denah toko sebelum implementasi.
• Uji coba: Jangan ragu untuk melakukan perubahan jika
diperlukan.
Kesimpulan
• Pemilihan tata letak toko sangat penting untuk
keberhasilan bisnis. Dengan memilih tata letak yang
tepat, Anda dapat meningkatkan penjualan,
memberikan pengalaman belanja yang
menyenangkan, dan membedakan toko Anda dari
pesaing.
Conventional Virtual
Implikasi untuk Bisnis:
• Kombinasi keduanya: Banyak bisnis ritel saat ini
menggabungkan toko fisik dan online untuk memberikan
pengalaman belanja yang lebih lengkap.
• Pentingnya desain: Baik toko fisik maupun virtual,
desain yang menarik dan mudah dinavigasi sangat
penting.
• Fokus pada pengalaman pelanggan: Baik online
maupun offline, fokus utama adalah memberikan
pengalaman belanja yang positif.
• Teknologi: Toko virtual membutuhkan teknologi yang
andal untuk memastikan kinerja yang baik.
Store Design
[Link]
/chapter/store-design/
Retail atmosphere
Innovations in retail atmospherics
• Returns Optimization
This two-step approach to managing e-commerce
returns lets retailers to get ahead of returns in a way
that’s cost-effective and appealing to shoppers.
• Retailers as Platforms
The retailer of the future will give shoppers a
connected ecosystem that goes beyond products
into related services across your category.
• Data Monetization
Data tidak lagi hanya untuk pemasaran dan loyalitas.
Dengan strategi dan alat yang tepat, pengecer dapat
menciptakan kemitraan yang menguntungkan dengan
pemasok dan merek pelengkap lainnya.
• Store Experiences
Apa yang membedakan ritel fisik dengan e-commerce?
Bagi pembeli, ini adalah interaksi manusia—dan
keinginan akan kecepatan, kenyamanan, dan
penemuan.
The non-store retail selling environment
• Pengeceran non-toko adalah penjualan barang
dan jasa di luar batas-batas fasilitas ritel. Ini
adalah istilah umum yang menggambarkan
ritel yang terjadi di luar toko dan toko (yaitu,
di luar lokasi lokasi ritel tetap dan kios pasar).
Types of Nonstore
Retailing
A. Jawab Pertanyaan Kasus :
B. Review Journal
ANALISA PENGARUH STORE LAYOUT, MERCHANDISE ASSORTMENT
DAN PRICING TERHADAP PURCHASE INTENTION DI THE SPORT
WAREHOUSE ROYAL PLAZA SURABAYA
https://
[Link]/[Link]/manajemen-pemasaran/article/view/4487
Format Review Journal
Judul (Judul lengkap jurnal yang akan di review)
Jurnal (Nama jurnal)
Volume dan Halaman (Volume dan halaman jurnal yang di review)
Tahun (Tahun jurnal di terbitkan)
Penulis (Penulis jurnal)
Reviewer (Nama reviewer)
Tanggal (Tanggal di review)
Tujuan Penelitian (Hasil Review)
Subjek Penelitian (Hasil Review)
Metode penelitian (Hasil Review)
Hasil Penelitian (Hasil Review)
Kekuatan Penelitian (Hasil Review)
Kelemahan Penelitian (Hasil Review)
Kesimpulan (Hasil Review)