0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan42 halaman

Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Berkualitas

Dokumen ini membahas pentingnya pembelajaran mendalam dalam pendidikan untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan. Pembelajaran ini menekankan pada keterlibatan, kesadaran, dan penghargaan terhadap potensi individu, serta penerapan teknologi dan pendekatan interdisiplin. Selain itu, dokumen ini juga menguraikan delapan dimensi profil lulusan yang diharapkan dapat dicapai melalui pendekatan ini.

Diunggah oleh

chikaoktavianty20
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan42 halaman

Pembelajaran Mendalam untuk Pendidikan Berkualitas

Dokumen ini membahas pentingnya pembelajaran mendalam dalam pendidikan untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan. Pembelajaran ini menekankan pada keterlibatan, kesadaran, dan penghargaan terhadap potensi individu, serta penerapan teknologi dan pendekatan interdisiplin. Selain itu, dokumen ini juga menguraikan delapan dimensi profil lulusan yang diharapkan dapat dicapai melalui pendekatan ini.

Diunggah oleh

chikaoktavianty20
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Latar

Belakang
Perubahan masa depan sulit
diprediksi

Permasalahan mutu pendidikan:


literasi, numerasi, keterampilan
berpikir tingkat tinggi, dan
ketimpangan pendidikan

Bonus Demografi 2035 dan


Visi Indonesia 2045

Kompetensi masa depan


Mengapa Perlu Pembelajaran
Mendalam?
Melengkapi pendekatan pembelajaran dengan menambah karakteristik
praktik pedagogi

Keterlibatan Berkesadaran Memuliakan


Guru membangun keterlibatan peserta Guru lebih dapat membangun kesadaran Guru dan peserta didik lebih saling
didik sebagai subjek belajar untuk peserta didik untuk menjadi pembelajar menghargai dan menghormati potensi,
memperoleh pengalaman belajar yang yang aktif termotivasi secara intrinsik martabat, dan nilai-nilai kemanusiaan
bermakna untuk belajar, serta aktif mengembangkan
strategi belajar untuk mencapai tujuan.

Pengembang Budaya Belajar Pemanfaatan Teknologi Digital Multi/Interdisiplin Ilmu


Guru lebih dapat mengembangkan Guru dan peserta didik lebih dapat Pengetahuan
kreativitas dan berinovasi, dan melibatkan memanfaatkan teknologi digital untuk Guru dan peserta didik lebih dapat
peserta didik dalam mengembangkan memberikan efisiensi dan efektivitas pada menerapkan multi/interdisiplin ilmu
pengalaman belajar perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pengetahuan dalam proses pembelajaran
pembelajaran
Pembelajaran Mendalam 1/4

Definisi
Pembelajaran Mendalam merupakan
pendekatan yang memuliakan dengan
menekankan pada penciptaan suasana
belajar dan proses pembelajaran
berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan melalui olah pikir, olah
hati, olah rasa, dan olah raga secara
holistik dan terpadu.
Pembelajaran Mendalam 2/4

Memuliakan
Dalam penerapan P M semua pihak yang terlibat saling menghargai dan
menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai
kemanusiaan

Olah
Berkesadaran Pikir
Olah
Pembelajar Profil
Bermakna Hati Mewujudka
an Lulusan (8
n
Mendalam Menggembirak Olah Dimensi)

an Rasa

Olah

Raga
Pembelajaran Mendalam 3/4

Berkesadaran Bermakna Menggembirakan


Pengalaman belajar peserta didik yang Peserta didik dapat merasakan Pembelajaran yang menggembirakan
diperoleh ketika mereka memiliki manfaat dan relevansi dari hal-hal merupakan suasana belajar yang
kesadaran untuk menjadi pembelajar yang dipelajari untuk kehidupan. positif, menyenangkan, menantang,
yang aktif dan mampu meregulasi Peserta didik mampu mengkonstruksi dan memotivasi. Peserta didik merasa
diri. Peserta didik memahami tujuan pengetahuan baru berdasarkan dihargai atas keterlibatan dan
pembelajaran, termotivasi secara pengetahuan lama dan menerapkan kontribusinya pada proses
intrinsik untuk belajar, serta aktif pengetahuannya dalam kehidupan pembelajaran. Peserta didik terhubung
mengembangkan strategi belajar untuk nyata. secara emosional, sehingga lebih
mencapai tujuan. mudah memahami, mengingat, dan
menerapkan pengetahuan.
Pembelajaran Mendalam 4/4

Olah pikir Olah hati


Merupakan proses pendidikan yang berfokus pada Adalah proses pendidikan untuk mengasah kepekaan
pengasahan akal budi dan kemampuan kognitif, seperti batin, membentuk budi pekerti, serta menanamkan nilai-
kemampuan untuk memahami, menganalisa, dan nilai moral dan spiritual
memecahkan masalah

Pembelajaran Mendalam
Menuju Pendidikan Bermutu
untuk Semua • Hal. 9

Olah rasa Olah raga


Sebagai proses pendidikan yang bertujuan untuk Merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan untuk
mengembangkan kepekaan estetika, empati, dan menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik, kekuatan tubuh,
kemampuan menghargai keindahan serta hubungan serta membentuk karakter melalui kegiatan jasmani
antarmanusia
Pembelajaran Mendalam
Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil
Dimensi lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan dan
Profil ketakwaan kepada YME, kewargaan, kreativitas,
Lulusan penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian,
kesehatan dan komunikasi

Prinsip Prinsip Pembelajaran merupakan dasar


Pembelajara karakteristik pembelajaran mendalam yaitu
n berkesadaran, bermakna, menggembirakan

Pengalama Pengalaman belajar sebagai proses yang


n Belajar dialami peserta didik dalam pembelajaran
yaitu memahami, mengaplikasi, merefleksi

Kerangka pembelajaran sebagai panduan


Kerangka sistematis dalam menyusun desain
Pembelajara pembelajaran, yaitu praktik pedagogis,
n kemitraan pembelajaran, lingkungan
pembelajaran, dan pemanfaatan digital

Empat Kerangka Pembelajaran diadaptasi dari Four Elements of Learning Design


© copyright 2018 Education in Motion (New Pedagogies for Deep Learning) [Link]
[Link]
Delapan Dimensi Profil
Lulusan 1/2

1 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME


Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan
YME dan menghayati serta mengamalkan nilai-nilai spiritual
dalam kehidupan sehari-hari.

2 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air serta menghargai
keberagaman budaya, mentaati aturan dan norma sosial dalam
kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian dan tanggung
jawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah
nyata yang berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan, lingkungan,
dan harmoni antarbangsa dalam konteks kebhinekaan global.

3 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan
reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses
informasi untuk menyelesaikan masalah.

4 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan
orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan
solusi yang unik dan bermanfaat.
Delapan Dimensi Profil
Lulusan 2/2

5 Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang
lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui
pembagian peran dan tanggung jawab.

6 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan
hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk
mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan
tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain.

7 Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu
menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk
mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being).

8 Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi
untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan
ide, gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta
berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.
Penerapan Prinsip
Pembelajaran Mendalam
Berkesadar • Kenyamanan peserta didik dalam
belajar
an • Fokus, konsentrasi, dan perhatian
• Kesadaran terhadap proses berpikir
• Keterbukaan terhadap perspektif
baru
• Keingintahuan terhadap

Bermakn • pengetahuan dan pengalaman


Kontekstual dan/atau baru
relevan dengan
a kehidupan nyata
• Keterkaitan dengan pengalaman
sebelumnya
• Kebermanfaatan pengalaman belajar
untuk diterapkan dalam konteks baru
• Keterkaitan dengan bidang ilmu lain
• Pembelajar sepanjang hayat
Menggembirak • Lingkungan pembelajaran yang interaktif
• Aktivitas pembelajaran yang menarik
an
• Menginspirasi
• Tantangan yang memotivasi
• Tercapainya keberhasilan belajar (AHA
moment)
Pcncrapan prinsip pcmbclajaran mcndalam dapaЧ Чcrjadi scсara
Чcrpisah aЧaupun simulЧan dan Чidak harus bcruruЧan
Pengalaman Belajar 1/2

Pengalaman belajar dilakukan


secara bertahap untuk
mencapai level PM
• Pengetahuan Esensial
• Pengetahuan Aplikatif
• Pengetahuan Nilai dan
Karakter

Pendalaman

Pengetahuan Regulasi

Diri
Pengalaman Belajar 2/2

Memahami
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi
pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep
atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan
pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan
aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.

Mengaplikasi
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik
mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara
kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik
melalui pendalaman pengetahuan.

Merefleksi
Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai
proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah
mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri
sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses
belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan,
pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.
Kerangka Pembelajaran 1/5

1 Praktik Pedagogis 3 Lingkungan Pembelajaran


Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi
tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar
lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang
mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat
peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan
nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi
tinggi dan kolaborasi. berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal.

2 Kemitraan Pembelajaran 4 Pemanfaatan Digital


Pembelajaran Mendalam
Menuju Pendidikan Bermutu
Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang untuk SemuaPemanfaatan
• Hal. 16teknologi digital juga memegang peran
dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, penting sebagai katalisator untuk menciptakan
komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan
memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar
menjadi kolaborasi bersama. menjadi peluang menciptakan pengetahuan
bermakna pada peserta didik.
Kerangka Pembelajaran Praktik 2/5
Pedagogis
Pembelajaran Mendalam dapat Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Pembelajaran
Berbasis Proyek, Pembelajaran Berbasis
dilaksanakan menggunakan berbagai
Masalah, Pembelajaran Kolaboratif,
praktik pedagogis dengan Pembelajaran STEM (Science, Technology,
menerapkan tiga prinsip yaitu Engineering, Mathematic), Pembelajaran
berkesadaran, bermakna, Berdiferensiasi, dan sebagainya.

menggembirakan, contohnya:
Diskusi, peta konsep, advance organiser,
kerja kelompok, dan sebagainya
Pembelajaran Mendalam
Menuju Pendidikan Bermutu
untuk Semua • Hal. 17
Kerangka Pembelajaran Kemitraan Pembelajaran 3/5

Kemitraan Contoh Kemitraan:


pembelajaran Lingkungan Sekolah: Kepala sekolah, pengawas sekolah,
membentuk hubungan guru, dan peserta didik, dan lainnya
yang kolaboratif untuk Lingkungan Luar Sekolah: MGMP, Mitra Profesional, Dunia
memberikan Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja, Institusi/ lembaga
pengalaman belajar, Pendidikan, Media, dan lainnya
kebaruan informasi/
Masyarakat: Orang tua, Komunitas, Tokoh Masyarakat,
serta umpan balik Organisasi Keagamaan dan/atau Budaya, dan lainnya
kepada peserta didik
melalui pengetahuan
yang kontekstual dan
nyata.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua


• Hal. 31
Kerangka Pembelajaran Lingkungan Pembelajaran 4/5

1 2 Lingkungan pembelajaran yang mendukung

Lingkungan budaya belajar yang dikembangkan agar tercipta iklim


belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan untuk
pembelajaran
pembelajaran yang kondusif, interaktif, dan memotivasi
menekankan
peserta didik bereksplorasi, berekspresi, dan kolaborasi.
integrasi antara
optimalisasi ruang fisik sebagai proses interaksi langsung
budaya belajar, ruang
dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif,
fisik, dan ruang meningkatkan kenyamanan, serta mendukung P M seperti
virtual untuk ruang kelas, laboratorium, ruang konseling, lingkungan
mendukung PM sekolah, perpustakaan, lingkungan/alam sekitar, ruang
seni, ruang praktik keterampilan, ruang ibadah,
aula/auditorium, museum, dan lainnya

pemanfaatan ruang virtual untuk interaksi, transfer ilmu,


penilaian pembelajaran tanpa keterbatasan ruang fisik,
seperti desain pembelajaran daring, platform
pembelajaran daring/hybrid, dan penilaian daring, dan
lainnya.
Kerangka Pembelajaran Pemanfaatan 5/5

Digital
Teknologi digital dapat
dimanfaatkan dalam
perencanaan,
pelaksanaan, dan
asesmen
pembelajaran. Peserta
didik mendapatkan
pengalaman belajar
yang lebih interaktif,
fleksibel, dan
kolaboratif.
Peran Guru dalam
Pembelajaran Mendalam

Aktivator Kolaborator Pengembang


Guru menstimulasi peserta Guru membangun Budaya Belajar
didik untuk mencapai tujuan kolaboratif inkuiri dengan
Guru memberikan
pembelajaran dan kriteria peserta didik, rekan
kepercayaan dan peluang
kesuksesan pembelajaran sejawat, keluarga,
mengambil resiko (risk-taking)
dengan berbagai strategi masyarakat, mitra profesi
kepada peserta didik untuk
serta memberikan umpan dan DUDIKA, dalam mitra
mengembangkan kreativitas
balik untuk menstimulasi lainnya dalam
dan berinovasi, dan
setiap level pencapaian mengembangkan dan
melibatkan peserta didik
yang lebih tinggi berbagi pengalaman
dalam mengembangkan
nyata dalam penerapan
pengalaman belajar, serta
PM
menciptakan lingkungan
pembelajaran yang
mendukung PM
Implementasi Pembelajaran
Mendalam
2
Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran
dengan prinsip berkesadaran,
1 bermakna, dan menggembirakan
melalui pengalaman belajar
Perencana memahami, merefleksi
an
Perencanaan P M melalui refleksi 3
guru terhadap diri sendiri,
Asesmen
karakteristik peserta didik, materi
pelajaran, sumber daya dan mitra Asesmen tidak hanya berfokus pada
pembelajaran penguasaan teori, tetapi juga pada
pemahaman konseptual yang
mendalam, keterampilan berpikir
kritis, serta penerapan dalam
kehidupan nyata
Perencanaan Pembelajaran
Mendalam
1 Identifika 2 Desain
si
a. Mengidentifikasi kesiapan peserta Pembelajaran
a. Menentukan capaian pembelajaran
didik b. Menentukan topik pembelajaran yang kontekstual dan
b. Memahami karakteristik relevan
materi pelajaran c. Mengintegrasikan lintas disiplin ilmu yang relevan dengan
c. Menentukan dimensi profil topik
Lulusan d. Menentukan tujuan pembelajaran
e. Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis,
kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran,
pemanfaatan digital)
4 Asesme 3 Pengalaman
n
a. Asesmen pada awal Belajar
a. Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran,
pembelajaran bermakna, dan menggembirakan
b. Asesmen pada proses b. Merancang tahapan pembelajaran dengan langkah-langkah
pembelajaran kegiatan awal, inti dan penutup.
c. Asesmen pada akhir c. Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami,
pembelajaran mengaplikasi, dan merefleksi
Peserta Didik: Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum belajar, seperti pengetahuan awal, minat, latar belakang, dan kebutuhan belajar,
serta aspek lainnya
Materi Pelajaran: Tuliskan analisis materi pelajaran seperti jenis pengetahuan yang akan dicapai, relevansi dengan kehidupan
nyata peserta didik, tingkat kesulitan, struktur materi, serta integrasi nilai dan karakter, dan lainnya

Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran
Identifikasi

Capaian Pembelajaran : Tuliskan capaian pembelajaran sesuai fase

Lintas Disiplin Ilmu : Tuliskan disiplin ilmu dan/atau mata pelajaran yang relevan

Tujuan Pembelajaran : Merupakan pernyataan yang merumuskan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik setelah
menyelesaikan suatu proses pembelajaran. Tujuan ini mencakup aspek utama, yaitu subjek belajar, pengetahuan keterampilan atau sikap
yang harus dikuasai dengan kata kerja operasional yang terukur, kondisi atau konteks peserta didik mendemonstrasikan
kompetensinya, serta tingkat pencapaian yang menjadi indikator keberhasilan. Jika lebih dari satu pertemuan maka tuliskan tujuan
pembelajaran setiap pertemuannya
Topik Pembelajaran: Tuliskan topik pembelajaran yang relevan dengan capaian dan tujuan pembelajaran
Desa
in Praktik Pedagogis: Model/Strategi/Metode yang ditentukan oleh guru untuk mencapai tujuan belajar dalam
mencapai dimensi profil lulusan. Contoh: pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek,
Pembelaj pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya
aran
Kemitraan Pembelajaran: Mitra kerjasama untuk berkolaborasi dan berperan dalam pembelajaran (lingkungan sekolah, lingkungan luar
sekolah, masyarakat). Misalnya guru bidang studi lain, peserta didik lain, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia usaha dan dunia
industri kerja, institusi, atau mitra profesional
Lingkungan Pembelajaran: Lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya
belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Contoh: lingkungan sekolah, Learning Management System (LMS), dukungan
guru untuk meningkatkan keaktifan peserta didik
Pemanfaatan Digital: Pemanfaatan teknologi digital menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Contoh:
perpustakaan digital, forum diskusi daring, dan penilaian daring
Langkah-Langkah Pembelajaran

AWAL (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

Pembuka dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran. Kegiatan
dalam tahap ini meliputi orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan motivasi yang menggembirakan

INTI

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip
pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus
dilaksanakan dalam satu kali pertemuan

Memahami (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal


Pengala berkesadaran, bermakna, menggembirakan) 1.
man 2.
Bela
jar Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal
berkesadaran, bermakna, menggembirakan) 1.
2.

Merefl eksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal


berkesadaran, bermakna, menggembirakan) 1.
2.

PENUTUP (Tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)

Tahap akhir dalam proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman
belajar yang telah dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.

Asesmen pada Awal Pembelajaran: Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as
learning, assessment fior learning, dan assessment ofi learning. Tentukan metode atau
Asesm
Asesmen pada Proses Pembelajaran: cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian
en kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja,
Pembelaj Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Selfi
aran Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya
Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
1. Penyampaian materi sesuai tahapan berpikir peserta didik untuk mendukung
pencapaian kedalaman pemahaman konsep peserta didik
2. Model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat digunakan dengan prinsip
pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
3. Penerapan pembelajaran bermakna dengan pemanfaatan lingkungan sekitar, seperti
pemanfaatan lingkungan sekolah, lingkungan alam sekitar, lingkungan sosial, dan
sebagainya
4. Prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dapat berada
dalam beberapa kegiatan pembelajaran tidak harus berurutan dan/atau simultan
5. Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dilaksanakan dengan
langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan kondisi pembelajaran,
serta inovasi guru
6. Sintak/Langkah-langkah pembelajaran pada model-model atau strategi pembelajaran
yang ada dapat
diadaptasi sesuai pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi
7. Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi dilakukan dalam
beberapa langkah pembelajaran yang pelaksanaannya disesuaikan dengan konteks
Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
8. Pengalaman belajar melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga adalah
pengembangan diri yang holistik dan integratif yang mencakup aspek intelektual, sosio-
emosional, spiritual, dan fisik. Sehingga pembelajaran menghasilkan pribadi yang memiliki
kompetensi utuh dan seimbang sesuai fitrahnya
9. Topik pembelajaran dikaitkan dengan lintas ilmu (multi/inter disiplin) atau terkait dengan
bidang ilmu atau mata pelajaran yang dipelajari peserta didik
10. Penerapan pembelajaran mendalam disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata
pelajaran
11. Kemitraan yang melibatkan berbagai pihak baik lingkungan sekolah, luar sekolah, dan
masyarakat untuk mendukung pembelajaran mendalam
12. Lingkungan pembelajaran diciptakan merupakan integrasi ruang fisik, ruang virtual dan
budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam
13. Pemanfaatan teknologi digital akan menguatkan pembelajaran mendalam pada perencanaan,
pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran
14. Asesmen menggunakan asscssmcnЧ as lcarning, asscssmcnЧ fior lcarning, asscssmcnЧ ofi
lcarning. Pada P M menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam 1/2
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model
Pembelajaran Inkuiri

Memahami (Berkesadaran, Bermakna) Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

1 2 3 4
Orientasi Merumuskan Pengumpulan Data Pengolahan
Guru memberikan
Masalah Peserta didik
dan Analisis
stimulus untuk Peserta didik mengumpulkan informasi Data
membangkitkan rasa ingin mengidentifikasi dan dari berbagai sumber, Peserta didik
tahu peserta didik dan merumuskan pertanyaan seperti eksperimen, mengorganisasi dan
mulai mengidentifikasi yang akan dijawab dalam observasi, wawancara, menafsirkan data yang
topik yang akan proses inkuiri dan guru atau literatur dan mencari telah dikumpulkan,
dieksplorasi (kaitkan membimbing peserta pola atau hubungan antar menggunakan berbagai
dengan pengetahuan didik untuk menyusun konsep (menggunakan teknik analisis, seperti
esensial, aplikatif, nilai hipotesis atau dugaan sumber lingkungan diskusi kelompok,
dan karakter). awal. sekitar). pemetaan konsep, atau
pembuatan grafik.
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam 1/2
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model
Pembelajaran Inkuiri

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan) Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna)

5 6 7 8
Menarik Kesimpulan Komunikasi Refleksi Aplikasi dan
Peserta didik menyusun Peserta didik Melakukan refleksi
Tindak Lanjut
kesimpulan berdasarkan menyampaikan hasil terhadap proses Peserta didik menerapkan
bukti dan hasil analisis, temuannya melalui pembelajaran: apa yang hasil pembelajaran dalam
serta menjelaskan temuan presentasi, laporan telah dipelajari, kesulitan konteks nyata atau proyek
dan menghubungkannya tertulis, atau diskusi yang dihadapi, dan lanjutan dan mendorong
dengan konsep atau teori kelas. bagaimana meningkatkan eksplorasi lebih lanjut
yang relevan (pendalaman pemahaman lebih lanjut, untuk memperdalam
pengetahuan). serta guru memberikan pemahaman konsep.
umpan balik konstruktif
untuk memperkaya
pengalaman belajar
peserta didik (stimulasi
regulasi diri).
Contoh Pembelajaran 1/6
Mendalam
1 Identifikasi Peserta Didik 3 Dimensi Profil
Peserta didik memiliki pengetahuan dasar yang Lulusan
bervariasi mengenai isu-isu lingkungan, perlu memiliki DPL1 DPL2 DPL3
Keimanan dan Kewargaa Penalaran
kesadaran perannya terhadap keseimbangan ekosistem, Ketakwaan n Kritis
menunjukkan minat tinggi dalam kegiatan berbasis terhadap Tuhan
proyek. YME
DPL5 DPL6
DPL4 Kolaborasi Kemandiria
2 Identifikasi Materi Pelajaran Kreativitas
DPL8
n

Materi ekosistem dapat mencakup pengetahuan DPL7 Komunika


Kesehatan si
faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif.
Materi ini dirancang relevan dengan kehidupan nyata,
seperti memahami dampak aktivitas manusia terhadap 4 Capaian Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam
ekosistem sungai, serta aplikatif melalui kegiatan Menuju Pendidikan Bermutu
Peserta
untuk Semua • [Link]
30 menyelidiki bagaimana hubungan
seperti proyek pengelolaan sampah.
saling ketergantungan antar komponen biotik-
abiotik dapat memengaruhi kestabilan suatu
ekosistem di lingkungan sekitarnya.

5 Topik Pembelajaran
Peran Manusia dalam Menjaga
Ekosistem
Contoh Pembelajaran 2/6
Mendalam
6 Tujuan 9 Lingkungan Pembelajaran
Pembelajaran 1. Ruang Fisik: lingkungan di sekitar Sungai Ciliwung
1. Memahami
Peserta pentingnya keanekaragaman hayati
didik mampu: 2. Ruang Virtual: platform daring untuk diskusi dengan
dalam ekosistem teman
2. Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia 3. Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif,
terhadap keseimbangan ekosistem dan rasa ingin tahu
3. Melaksanakan proyek kreatif berbasis solusi
1 Pemanfaatan Digital
lingkungan untuk mencegah pencemaran pada 0 1. Perencanaan: LMS
ekosistem
2. Pelaksanaan: pertemuan daring, video, perpustakaan
7 Praktik Pedagogis daring
3. Asesmen: asesmen daring
1. Pembelajaran Berbasis Proyek
Pembelajaran Mendalam
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, Menuju Pendidikan Bermutu
untuk Semua • Hal. 31
wawancara, dan presentasi

8 Mitra Pembelajaran
1. Komunitas Peduli Ciliwung (KPC)
2. Pengelola Bank Sampah Sungai
Ciliwung
3. Masyarakat Sekitar Sungai Ciliwung
Contoh Pembelajaran Mendalam 3/6

1 Langkah-Langkah
1
Pembelajaran
Awal (Berkesan,
Bermakna)
1 Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan sapaan ramah untuk menciptakan
suasana positif
2 Guru menerapkan teknik permainan pemusatan
konsentrasi
3 Guru memulai dengan video singkat perbedaan kondisi sungai yang bersih
dan tercemar
4 Guru memberikan pertanyaan pemantik “Bagaimana kondisi makhluk hidup pada kedua sungai tersebut?ˮ untuk menstimulasi empati
peserta didik
5 Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan pada websites tentang Sungai Ciliwung
yang Tercemar
6 Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk menumbuhkan kesadaran pencemaran sungai akibat sampah
sehingga berdampak pada kondisi makhluk hidup di sungai

“Apa penyebab terjadinya pencemaran sungai?ˮ

“Apakah sungai yang tercemar mempengaruhi kondisi makhluk hidup di sana?ˮ

7 Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan peran
peserta didik "Apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan sungai kita?"
Contoh Pembelajaran 4/6
Mendalam
1 Langkah-Langkah
1
Pembelajaran
Inti (bermakna,
menggembirakan)
Memaha Mengaplika
mi si
1 Berdiskusi, membaca artikel, eksplorasi sumber informasi pada 1 Peserta didik melakukan kunjungan lapangan ke Sungai
buku, e-book, artikel, dan websites melalui internet tentang Ciliwung untuk mengidentifikasi masalah kelangsungan
keanekaragaman hayati dan ekosistem sungai ekosistem sungai
2
a. Apa definisi ekosistem? Peserta didik melakukan interview dengan masyarakat di
b. Apa saja macam-macam ekosistem? sekitar sungai ciliwung
c. Apa definisi keanekaragaman hayati? 3
Peserta didik menyimak penjelasan dari Komunitas Peduli
d. Mengapa keanekaragaman hayati penting bagi
Ciliwung
Pembelajaran dan Pengelola Bank Sampah
Mendalam
kelangsungan ekosistem?
4
Menuju Pendidikan Bermutu
e. Apakah aktivitas manusia mempengaruhi kelangsungan Guru• dan
untuk Semua [Link]
33 menumbuhkan kesadaran kepada
ekosistem sungai? Peserta didik tercemarnya sungai akibat sampah yang tidak
5 dikelola dengan baik
2 Membuat peta konsep tentang ekosistem, keanekaragaman
hayati, dan kelangsungan ekosistem sungai Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui zoom dan guru
6 pendamping untuk merancang proyek pengelolaan sampah

Peserta didik mengembangkan proyek pengelolaan sampah di


sekolah contohnya: membuat tempat sampah berdasarkan
jenisnya, ecobrick, 3R, bank sampah, dan sebagainya (dilakukan
diferensiasi produk/ide)
Contoh Pembelajaran 5/6
Mendalam
1 Langkah-Langkah
1
Pembelajaran
Inti (bermakna, Penutup
menggembirakan) (berkesadaran)
1 Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran

Merefleksi (berkesadaran,
Peserta didik melakukan uji coba proyek dan atau 2 Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
1
bermakna)
mempresentasikan hasil proyeknya selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan (contoh:
topik yang akan dipelajari, mitra yang akan diundang,
2 Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman, guru, dan eksperimen yang akan dilakukan, sumber/media pembelajaran
salah satu narasumber dari Komunitas Peduli Ciliwung dan yang digunakan)
Pengelola Bank Sampah 3
3 Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai
Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap pencapaian proyeknya
proyek yang telah dilakukan Pembelajaran Mendalam
4 Menuju Pendidikan Bermutu
Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap untuk Semua • Hal. 34
pencapaian tujuan pembelajaran
5
Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar
Contoh Pembelajaran Mendalam 6/6

12 Asesmen Pembelajaran

Asesmen pada Awal


Pembelajaran

Asesmen pada Proses


Pembelajaran

Asesmen pada Akhir


Pembelajaran
Contoh Implementasi dalam Pembelajaran Mendalam pada SMK/MAK

Pendekatan P M pada SMK/MAK


berorientasi pada keterampilan
praktis, penerapan industri, serta
kesiapan kerja atau wirausaha,
sehingga PM memfasilitasi peserta
didik tidak
hanya memahami teori, tetapi juga
mampu menguasai keterampilan
teknis dan berpikir kritis dalam
konteks dunia kerja dan industri
Prinsip Asesmen
Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik yang mencakup tiga
fungsi asesmen sebagai berikut:

Asesmen sebagai Pembelajaran Asesmen untuk Pembelajaran Asesmen dalam Pembelajaran


(Assessment as Learning) (Assessment for Learning) (Assessment of Learning)

Asesmen untuk refleksi proses Asesmen untuk perbaikan proses Asesmen untuk mengukur
pembelajaran dan refleksi diri pembelajaran berfungsi sebagai capaian pembelajaran peserta
peserta didik umpan balik membantu peserta didik pada akhir pembelajaran
didik memahami progres belajar
mereka, serta refleksi guru
Contoh: mengajar Contoh:
Jurnal reflektif, selfi- Tes lisan, tes tertulis,
assessment, peer assessment, Contoh: laporan, penilaian proyek,
checklist kemajuan belajar, Peta konsep, umpan balik portofolio, dan lainnya
dan lainnya formatif, observasi,
pertanyaan diagnostik, dan
lainnya
Contoh RPP
Keseluruhan

[Link]
75EnWZ0Z2yEQ73?usp
=sharing
CONTOH FORMAT RPP PM
[Link]
Optlh1G/edit?usp=sharing&ouid=111615180460620283660&rtpof=tru
e&sd=true
Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah Republik Indonesia

Terima
Kasih

Kontak Kami:
kurikulum@kemdikbud.g
[Link]

Anda mungkin juga menyukai