Implementasi Risk-Based
Budgeting dalam Perencanaan
Anggaran 202X
Nama Organisasi / Unit Kerja
Tanggal Paparan
Latar Belakang
• • Kebutuhan integrasi manajemen risiko
dalam perencanaan dan penganggaran
• • Arahan regulasi / best practice good
governance
• • Penggunaan anggaran harus mencerminkan
prioritas strategis & mitigasi risiko
Tujuan Risk-Based Budgeting
• • Menyelaraskan anggaran dengan sasaran
strategis organisasi
• • Mengalokasikan sumber daya untuk
mengelola risiko yang berdampak tinggi
• • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas
pelaksanaan program/kegiatan
Prinsip Dasar RBB
• • Identifikasi Risiko: Risiko terhadap
pencapaian tujuan
• • Penilaian Risiko: Kemungkinan dan dampak
• • Respons Risiko: Rencana mitigasi
• • Integrasi ke Anggaran: Dana difokuskan pada
area dengan risiko tinggi dan mitigasi penting
Alur Proses Risk-Based Budgeting
• 1. Penetapan Tujuan Strategis
• 2. Identifikasi Risiko
• 3. Penilaian Risiko
• 4. Penentuan Respons Risiko
• 5. Pemetaan Program/Kegiatan Strategis
• 6. Penyesuaian dan Pengalokasian Anggaran
Contoh Tabel Identifikasi Risiko
dalam RBB
• Sasaran Strategis | Risiko | Dampak |
Kemungkinan | Level Risiko | Rencana Mitigasi
| Anggaran Mitigasi
• -------------------------------------------------------------
---------------------------
• Peningkatan Cakupan | Keterbatasan SDM |
Tinggi | Sedang | Tinggi | Rekrutmen/Training
| Rp 1 M
• Implementasi Sistem | Kegagalan TI | Tinggi |
Tinggi | Sangat Tinggi | Uji coba sistem,
Integrasi Risiko dengan RKAT / RKA-
KL
• • Kegiatan-kegiatan mitigasi risiko masuk
dalam program kerja
• • Anggaran dirancang dengan
mempertimbangkan biaya risiko
• • Prioritas kegiatan ditentukan oleh level risiko
Manfaat Risk-Based Budgeting
• • Lebih proaktif dalam menghadapi
ketidakpastian
• • Fokus anggaran pada aspek-aspek kritikal
• • Transparansi dan akuntabilitas anggaran
meningkat
Tantangan Implementasi
• • Kapasitas SDM dalam manajemen risiko
• • Integrasi data risiko dan anggaran
• • Komitmen pimpinan dan budaya organisasi
Rencana Tindak Lanjut
• • Pelatihan internal terkait RBB
• • Penyusunan pedoman teknis RBB
• • Pilot project RBB di unit prioritas
Penutup
• • RBB bukan hanya alat teknis, tapi budaya
baru dalam perencanaan
• • Fokus pada pencapaian kinerja dengan risiko
yang terkelola
• • RBB sebagai pilar akuntabilitas keuangan
dan kinerja