PENGANGKATAN DENGAN
CRANE Lifting With Crane
Bahan pelatihan mengenai keselamatan pada pekerjaan
pengangkatan
menggunakan Alat Berat jenis Crane
PENGERTIAN
Definition
PENGANGKATAN (LIFTING) adalah sebuah aktivitas
pengangkatan dan pemindahan sebuah objek , dalam kasus ini
menggunakan sebuah alat berat yang disebut Crane.
“Pengangkatan (Lifting) adalah salah satu bagian penting dari
sebuah pekerjaan dibidang industrial, konstruksi,
perminyakan, dll.”
CRANE adalah mesin yang dirancang khusus untuk mengangkat
dan memindahkan beban yang berat atau tidak dapat diangkat
dengan tangan manusia secara langsung.
MENGANGKAT
BEBAN
Lifting of Load
Perpindahan / Pengangkatan Perpindahan / Pengangkatan
Horizontal dari Horizontal ke
Posisi Vertikal
(Seringnya menggunakan lebih dari 1
Crane)
Pengangkatan di atas Pengangkatan di bawah
Titik Pusat Gravitasi (CoG) Objek Titik Pusat Gravitasi (CoG) Objek
BAGAIMANA CARA MEMILIH
CRANE ?
How To Select the Crane?
Banyak jenis crane yang tersedia dan setiap jenis memiliki karakteristiknya
masing-masing. Pemilihan crane yang akan dipilih tergantung pada jenis
pekerjaan. Kriteria pemilihan yang harus dipertimbangkan untuk pemilihan
meliputi:
1. KARAKTER BEBAN
• Seperti Massa, Dimensi, Lokasi Titik Pengangkatan atau
Kekuatan Internal Crane. Beban juga termasuk Berat Hook,
Spreader, Sling, dll
2. KETINGGIAN HOOK YANG DIPERLUKAN
3. FLESIBILITAS BOOM (TELESCOPE CRANE)
4. PERGERAKAN UNIT
• Kecepatan Operasional, Ketinggian Angkatan (Lift), Area
Pengangkatan, Jumlah dan Frekuensi Pengangkatan.
5. PENGGUNAAN
Sementara atau Permanen
BAGAIMANA CARA MEMILIH
CRANE ?
How To Select the Crane?
Banyak jenis crane yang tersedia dan setiap jenis memiliki karakteristiknya
masing-masing. Pemilihan crane yang akan dipilih tergantung pada jenis
pekerjaan. Kriteria pemilihan yang harus dipertimbangkan untuk pemilihan
meliputi:
6. LINGKUNGAN KERJA
• Kondisi Tanah / Pijakan Crane
• Ruang untuk aktivitas assembling, manuver, mobilisasi dan
pengoperasian Crane
• Akses menuju lokasi kerja
7. PENYEIMBANG (COUNTERWEIGHT) SAAT
MENGAYUN (SWINGING)
PERBANDINGAN CRAWLER MOBILE
CRAWLER DAN BAN
CRANE CRANE
STABILITAS Stabilitas Tinggi Membutuhkan Outriger
KECEPATAN GERAK Rendah ( 1.5 Km/Jam) Tinggi (hingga 90 Km/Jam)
UKURAN BEARING Permukaan Bearing Besar Permukaan Bearing Kecil
Lambat (Perlu Perakitan saat di
WAKTU PERAKITAN Kirim) Cepat (Tidak Perlu Perakitan)
LAIN-LAIN Dapat Bergerak bersama Beban Dapat dikemudikan di Jalan Raya
PERBANDINGAN
TELESCOPIC & TELESCOPIC LATICE
LATICE CRANE CRANE
Lattice (Baja Tarik Tinggi) Kontruksi
KONSTRUKSI Tube Section (Konstruksi Berat) Ringan
PERAKITAN Cepat Lambat
TRANSPOT Mudah untuk di Transport Rumit untuk dilakukan Transport
EXTENSION Extension Hidrolik Dengan Section (3,6,9,12 m)
PANJANG BOOM Fly Jibs untuk capaian terpanjang Sangat Panjang
UKURAN BEBAN Beban Sedang hingga Berat Beban Berat
Boom Crane Telescopic berdasarkan Boom Crane Latice berdasarkan
pembengkokan kekuatan kekuatan kompresi
TINGKAT KAPASITAS: Beban maksimum yang diizinkan yang dapat di angkat oleh
Crane dalam kondisi yang ditentukan oleh Produsen
MOMEN BEBAN: Radius x Kapasitas
• Sebagai contoh. Sebuah crane yang memiliki kapasitas angkat sebesar 3 ton
pada radius 10 m memiliki momen beban sebesar 3 x 10 m = 30 ton meter
• Untuk menentukan Kapasitas Crane merujuk kepada
“Load Chart” yang berada pada Buku Manual Crane /
Pada Kabin Crane.
CRAN
E
LOAD
CHAR
T
Bagaimana cara
membaca Load Chart
Crane? A. Panjang Boom
Crane yang
A digunakan (meter)
B. Radius Angkat
CoG Crane dan CoG
Objek (meter)
C. Kapasitas
Angkat Crane
C (Ton)
B
Contoh Soal :
Apabila Crane 25 Ton akan mengangkat sebuah Objek dengan Kapasitas 5
Ton. Setelah dilakukan pengecekan lapangan, ditemukan bahwa radius
angkat adalah 15 meter dan Panjang Boom yang digunakan adalah 19.5
meter.
1. Berapakah Kapasitas Crane pada Tabel?
2. Apakah crane mampu dan aman untuk mengangkat objek tersebut?
1. Load Moment (Momen Beban) Crane adalah Beban (Ton) x
Radius (meter) diukur ke pusat derek dan didefinisikan dalam
Ton/meter
2. Tipping Moment (Momen Jungkit) adalah momen beban di
sekitar Tipping Line. (A x Beban)
3. Stabilizing Moment (Momen penstabilan) adalah momen
beban dari bagian crane yang tetap di sekitar Tipping Line (B x
Total Berat Crane)
4. Panduan untuk Crane dengan Outriggers : Kapasitas angkat
crane adalah berdasarkan 75% dari tipping moment. Dengan
kata lain, tipping moment harus setidaknya
1/0.75 = 1,33 lebih besar dari Stabilizing Load
Moment. Lebih lanjut periksa standar yang
berlaku
5. Crane tanpa muatan, sudut antara garis
vertikal yang melalui garis tipping dan garis
yang melalui CoG harus minimal 5 derajat
KRITERIA STABILITAS CRANE
The Stability Criteria of Crane
Contoh Soal :
Sebuah Crawler Crane dengan Kapasitas Maksimum 100 Ton, jarak ke ujung
track (stabilizing point) adalah 6 meter, jarak horizontal antara CoG beban dan
CoG Crane adalah 10 meter, diketahui sudut kemiringan boom adalah 30
derajat. Beban yang akan di angkat adalah 80 Ton.
1. Hitunglah Tipping Load dari crane tersebut?
2. Apakah crane aman untuk mengangkat beban tersebut?
Tipping Load = (Max. Crane Capacity) / (Outrigger Base) *
C
(Distance to Load) * (Sin(Boom Angle))
Tipping Load = (Max. Crane Capacity) / (A) * (B) * (Sin(C))
• Tipping Load = (100 Ton) / (6 m) * (10 m) * (Sin(30°))
• Menghitung Sin(30°): Sin(30°) = 0.5
•
•
Tipping Load = (100.000 kg) / (6 m) * (10 m) * (0.5) A
Tipping Load = 83.3 Ton
B
KRITERIA STABILITAS CRANE
The Stability Criteria of Crane
RENCANA PENGANGKATAN (LIFTING
PLAN)
Kenapa Rencana Pengangkatan dibutuhkan?
• Studi Kerja • Kondisi Tanah dan Sekitar
• Rencana Kerja • Penyetelan Crane dan Studi Pengangkatan
• Menangkap Informasi • Rigging Plan
• Dasar dari Risk Assessment dan Permit To Work • Standar Prosedur
• Komunikasi kepada pihak-pihak yang terlibat • Batasan dan Persyaratan Operasional
• Ketentuan Client
Komponen Lifting Plan secara umum! • Kondisi Cuaca
• Komunikasi
• Klassifikasi Pengangkatan • Risk Assessment
• Peraturan dan undang-undang yang berlaku • Checklist
• Peran dan Tanggung Jawab • Mobilisasi dan De-Mobilisasi
• Pemilihan Crane • Rigging dan De-Rigging
Tipe Pengangkatan
Type of Lifts
PENGANGKATAN RUTIN PENGANGKATAN Non-RUTIN
(Routine Lift) (Non-Routine Lift)
Umumnya, pengangkatan ini adalah pengangkatan yang dilakukan Kegiatan pengangkatan yang dilakukan menyesuaikan
secara teratur yang tidak memerlukan perencanaan teknik kebutuhan atau dilakukan secara tidak rutin
terperinci dan yang telah sebelumnya tunduk pada penilaian risiko
umum dan dapat dilakukan dengan rencana pengangkatan generik
• Bersifat berulang (setidaknya sekali setiap 4 minggu)
• Pengguna peralatan dilatih dalam penggunaannya dan
menyadari keterbatasannya
• Elemen-elemen signifikan yang terlibat dinilai tidak mungkin
berubah
• Personil yang Kompeten yang teridentifikasi dapat
melaksanakannya secara keseluruhan
• Personel yang terlibat memahami Penilaian Risiko dan
Rencana Pengangkatan
• Rencana Pengangkatan diverifikasi sebagai isu terkini dan
telah ditinjau
PENGANGKATAN DI SEKITAR LERENG
(Slope)
Lifting in the vicinity of a slope
PENGANGKATAN DI SEKITAR LERENG
(Slope)
Lifting in the vicinity of a slope
Petunjuk
D : Danger Area (Jarak RUMUS
• D ≥ 4B (B " lebar Padding Outrigger /
Minimum antara
komponen support Crawler)
• d+D ≥ 2H
dan Top of Slope
Contoh Soal
d : Panjang Horizontal
Sebuah Crane akan melakukan
Lereng pengangkatan di pinggir lereng dengan
H : Tinggi Vertikal/ kedalaman 4 meter dan lebar 6 meter.
Kedalaman Lereng Crane menggunakan full Extend Outrigger
dengan padding mat ukuran 90 cm.
Berapakah jarak minimum yang aman crane
dari top of slope?
PENGORGANISASI
AN
PENGANGKATAN
Organizing the Lift
PENGORGANISASIAN PENGANGKATAN
Organizing the Lift
• Orang yang bertanggung jawab
Bertanggung Jawab secara keseluruhan aktivitas kerja. memiliki tanggung jawab keseluruhan
(Manager Proyek, Manajer Kontruksi, insinyur proyek, dll) untuk pekerjaan tersebut
• Lift disiapkan oleh orang yang
kompeten.
• Tim pengangkat harus terdiri
Orang yang berkompeten (Appointed person / PIC) ditunjuk oleh dari
perusahaan sebagai orang yang memiliki kompetensi yang minimal dari 3 orang. Mereka memiliki
kompetensi dan pengalaman untuk
diperlukan untuk merencanakan dan mengawasi operasi melakukan pekerjaan dan memiliki
Penanggung Jawab pengangkatan. Biasanya "Lifting Supervisor" adalah engineer, tanggung jawab untuk memastikan
officer, foreman rigger, assistant manager bahwa pengangkatan dilakukan
dengan aman
Lifting Supervisor, TIM PENGANGKATAN
Mengawasi
Operator Crane
pengangkatan dan tim
Memastikan crane beroperasi penuh
pengangkatan
Mengerti akan prosedur
Memiliki pandangan dan komunikasi yang
Rigger, Banksman/ jelas kepada rigger / banksman
Lifting Supervisor Slinger/Signalman Menghentikan pekerjaan ketika tidak aman
PROSES PERENCAAN
PENGANGKATAN
The Lift Planning Process
PROSES PERENCANAAN
The Lift Planning Process
PENGANGKATAN Penanggung Jawab
Mengidentifikasi kebutuhan dari operasi pengangkatan
Orang yang berkompeten
Merencanakan pengangkatan
Penanggung Jawab Pengangkatan Rutin Pengangkatan Non- Rutin
• Jalankan Risk Assessment • Jalankan Risk Assessment (Baru / Modifikasi)
(Generic) • Lift Plan (Baru / Modifikasi)
• Lift Plan (Generic) • Tinjauan Teknik oleh orang yang berkompeten
Disetujui Tim
• Layak untuk dilakukan pengangkatan
ToolBox Talk
• Tinjau Risk Assessment dan Lift Plan, termasuk semua personil yang terlibat
dalam pengangkatan
PROSES PERENCANAAN
PENGANGKATAN
The Lift Planning Process
ToolBox Talk – Sebelum Pengangkatan
• Tinjau Risk Assessment dan Lift Plan, termasuk semua personil
yang terlibat dalam pengangkatan
Jalankan Pengangkatan
• Lakukan Pengangkatan dengan persetujuan pengawas
Penanggung Jawab
Toolbox Talk – Setelah Pengangkatan
• Lakukan TBM untuk mencatat evaluasi dan lesson learned dari
kekurangan ataupun kesalahan yang terjadi ketika melakukan
pengangkatan
10 Golden Rule Pengangkatan Beban
The 10 Golden Rules for Lifting a load
1 2 3 4 5
Superlift
Komunikasi Lifting Gear Lokasi Pekerja Stabilitas Periksa lokasi pemberat
Beri tahu semua personel Selalu periksa alat Pastikan semua personel Periksa apakah crane Super lift dan pastikan
tentang rencana pengangkat sebelum berdiri di tempat yang tepat sudah diatur dengan benar tidak ada rintangan yang
pengoperasian lift dan mengangkat, selalu dan tidak dapat terkena dan outrigger tidak boleh mengganggu selama
memeriksa peralatan gunakan dengan cara yang beban. goyang penggulungan dan
komunikasi benar dan tidak rusak penurunan beban.
6 7 8 9 Tali Tambat 10
Kondisi Beban APD Lepas Rem Saat mengangkat muatan Sejajar CoG
Lepas dan Jalankan Trailer dari benda terapung
Pastikan pengikat beban Selama bekerja selalu Kencangkan Lift Tackle
apabila aiman jika pastikan ada cukup
pada transporter dilepas gunakan APD yang tepat, secara bertahap untuk
mengangkat beban dari kelonggaran pada tali
dan diangkat pada titik pengangkatan vertikal
trailer tambat agar kapal dapat
pengangkatan yang benar dan pastikan Hook Block
dan baik menyesuaikan diri diatas CoG beban
dengan muatan.
SAFETY HELMET
SAFETY GLASSES
FULL BODY HARNESS
RIGGER GLOVE / HIGH
IMPACT GLOVE
SAFETY SHOES
Alat Pelindung Diri (APD) Tim
Pengangkatan
Praktik Pengangkatan
Crane yang Aman
Crane Lifting Safe Practice
Selalu awasi Gerakan beban Jauhkan semua
Pergerakan secara rendah dan anggota tubuh
Beban lambat dari beban
Jangan pernah
berdiri
dibawah
beban
Jangan
Komando ditentukan pernah
pada 1 Orang yang menaiki
ditunjuk beban
Area aman untuk pekerja yang tidak
terlibat adalah 1.5 x panjang Barikade area yang berpotensi
boom orang bisa terjepit dan
terhimpit
Perhatikan Section
Boom
• Panjang Section Boom harus
SAMA, BEDAnya panjang
section boom, tingkat stabilitas
crane akan bermasalah.
• Sama panjang antar section
boom yang di extend akan
menyangkut keselamatan dan
kinerja Crane:
• Jika salah satu bagian memperpanjang lebih jauh daripada yang lain, beban yang
diangkat oleh crane tidak akan terdistribusi secara merata di seluruh struktur crane. Hal
ini dapat menyebabkan kerusakan pada bagian crane atau bahkan kegagalan struktural
yang berpotensi menyebabkan kecelakaan yang serius.
Cegah Two-
Blocking
• Pentingnya memperhatikan panjang tali wire yang digunakan saat mengangkat beban
dengan crane antara Hoist Block dan Boom Tip. Tujuannya adalah untuk mencegah
terjadinya pemblokiran ganda (double-blocking)
• Pemblokiran ganda terjadi ketika tali yang digunakan untuk mengangkat beban
mencapai titik di mana tali tidak dapat ditarik lagi. Hal ini dapat terjadi jika tali tidak
cukup panjang, sehingga blok hoist (bagian yang berisi drum hoist) bertabrakan dengan
ujung boom crane
Penyebab
Utama
Kecelakaan
Menurut analisis OSHA, kecelakaan crane
Crane
teridentifikasi sebagai penyebab utamanya
adalah:
• Boom atau crane tersentuh kabel bermuatan
listrik (hampir mencapai 45% dari semua
kasus)
• Barada di bawah kait perangkat angkat
• Crane terguling
• Beban terlepas jatuh
• Boom runtuh
• Tertabrak oleh beban pengimbang
• Kegagalan pengikatan &
penggunaan outrigger, jatuh
Ketidak Stabilan :
Kegagalan podasi / alas berdirinya crane
Mengapa
Beban diangkat tidak pada titik beratnya;
Kapasitas beban terlampaui;
Kecelakaan Crane
Tanah tidak rata atau terlalu lunak;
Metode pengangkatan tidak tepat;
Terjadi? Benda / beban yang diangkat patah.
Tidak dilakukannya Job Safety Analysis & Prosedur Ijin kerja
Bahaya & risiko tempat kerja belum diperiksa & dikendalikan
Persyaratan sumberdaya belum dipenuhi secara memadai
Belum disiapkan & di review metoda & rencana pengangkatan
Kurangnya komunikasi
Titik operasi jauh dari operator crane; atau
Tidak terlihat sepenuhnya oleh operator
Kurangnya pelatihandan kompetensi petugas yang terlibat
Kurangnya pemeliharaan& inspeksi peralatan dan material
Kegagalan Operasi Crane! Crane Operation Failure
Peralatan Keselamatan
Crane
Crane Safety Device
Load Moment
Indicator
• Fungsi : Sebagai sistem keamanan yang dirancang untuk membatasi beban dan momen yang di hasilkan
oleh crane saat bekerja
• Cara Kerja : Mengukur momen beban dalam berbagai arah, termasuk momen tarik, momen
angkat, momen pendorong dan momen geser. Ketika momen beban mencapai atau mendekati batas yang
ditentukan, load momen indicator akan memberikan peringatan atau menghentikan operasi crane
Peralatan Keselamatan
Crane
Crane Safety Device
Hoist Limit
Switcher
• Fungsi : mengendalikan perjalanan tali angkat dan memastikan bahwa hoist tidak melebihi batas- batas
yang ditentukan, baik secara vertikal (mengangkat) maupun secara horisontal (menggeser).
• Cara Kerja : Saat tali angkat mencapai batas perjalanan yang telah ditentukan, saklar ini akan
terpicu, memutus aliran listrik dan menghentikan pergerakan tali angkat
Peralatan Keselamatan
Crane
Crane Safety Device
Anti Two
Block
• Fungsi : Mencegah situasi "two block" di mana bola jangkar (hook block) dan bola
penggantung (headache ball) bertemu atau bersentuhan
• Cara Kerja : Secara otomatis mematikan fungsi hoist dan mencegah kerusakan pada crane.
Peralatan Keselamatan
Crane
Crane Safety Device
Emergency
Stop Button
• Fungsi : Sebagai tombol keadaan darurat untuk mematikan mesin crane secara instan
• Cara Kerja : Ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau oleh operator. Saat tombol ini ditekan,
semua fungsi crane akan dihentikan secara instan untuk mengatasi situasi darurat atau bahaya yang
sedang terjadi.
Peralatan Keselamatan
Crane
Crane Safety Device
Rotary Lamp
• Fungsi : Sebagai indikasi visual, peringatan keberadaan crane, mengindikasi status atau jenin aktivitas crane
• Cara Kerja : Disambung dengan LMI yang akan berubah warna apabila beban yang di angkat
masuk ke dalam kategori jenis lampu yang di atur oleh crane / produsen