0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan29 halaman

Matematika Uang: Bunga dan Equivalensi

Dokumen ini membahas konsep dasar matematika uang, termasuk nilai uang dari waktu, bunga sederhana dan majemuk, serta metode equivalensi. Diterangkan pula tentang diagram aliran kas yang menggambarkan transaksi keuangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan bunga. Selain itu, dijelaskan juga jenis-jenis bunga dan cara menghitungnya dalam konteks pemajemukan dan pembayaran.

Diunggah oleh

Faris Salman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan29 halaman

Matematika Uang: Bunga dan Equivalensi

Dokumen ini membahas konsep dasar matematika uang, termasuk nilai uang dari waktu, bunga sederhana dan majemuk, serta metode equivalensi. Diterangkan pula tentang diagram aliran kas yang menggambarkan transaksi keuangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan bunga. Selain itu, dijelaskan juga jenis-jenis bunga dan cara menghitungnya dalam konteks pemajemukan dan pembayaran.

Diunggah oleh

Faris Salman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II.

MATEMATIKA UANG
1. Nilai Uang Dari Waktu
2. Bunga
3. Metode Equivalensi
4. Jenis bunga
1. Nilai Uang Dari Waktu
 Nilai uang senantiasa berubah, sejalan dengan
berlalunya waktu.
 Daya beli uang senantiasa menurun.
Dengan demikan, untuk mendapatkan barang yang
sama dengan perbedaan waktu yang signifikan, akan
dibutuhkan uang yang lebih banyak.
Hal inilah yang disebut sebagai inflasi yakni
perubahan nilai uang / harga dari suatu barang.

 Kesamaan nilai finansial disebut equivalensi.


 Metode equivalensi digunakan dalam menghitung
kesamaan nilai uang secara ekonomis dari suatu
waktu ke waktu yang lain.
 Ada 3 hal yang perlu diketahui dalam melakukan
equivalensi.
◦ Jumlah yang dipinjam atau yang diinvestasikan.
◦ Periode / waktu peminjaman atau investasi.
◦ Tingkat bunga yang dikenakan.

 Ilustrasi grafis dari suatu transaksi ekonomi dilukiskan


pada garis skala waktu disebut diagram aliran kas
atau cash flow.

 Fungsi diagram alir adalah :


◦ Menggambarkan perpindahan uang tunai atau sejenisnya
(cek, BG, dll) dari suatu pihak ke pihak lainnya.

 Aliran kas netto = penerimaan – pengeluaran

Asumsi yang digunakan untuk membantu perhitungan :


aliran kas terjadi pada akhir periode bunga.
Diagram tersebut membantu dan
mengidentifikasi transaksi antara
sistem dengan pihak luar.
Membantu mereduksi kesalahan yang
terjadi dalam melakukan analisa dan
evaluasi.
Diagram cash flow digambarkan sbb :

0 1 2 n- n
1
Contoh diagram aliran kas
Sudut pandang peminjam

0 1 2 3

Sudut pandang pemberi pinjaman

0 1 2 3
2. Bunga
 Tingkat bunga adalah rasio bunga yang
dibayarkan terhadap induk dalam suatu
periode waktu.
 Bentuk matematis :
Tingkat bunga yang dinyatakan per unit
bunga = waktu x 100 % induk

 Unit
waktu dinyatakan dalam 1 tahun.
 Ada 2 jenis bunga yang digunakan dalam
menghitung nilai uang dari waktu :
1. Bunga Sederhana
2. Bunga Majemuk
 Bunga sederhana :
bunga yang dikenakan pada nilai induknya dan tidak
terakumulasi dari nilai sebelumnya.

Bentuk matematis :
I=PxixN
dimana : I = bunga yang terjadi
P = induk investasi / pinjaman
i = tingkat bunga per periode
N = jumlah periode

 Contoh :
Seorang ibu rumah tangga Rp. 100.000,- di koperasi
simpan pinjam dengan bunga sederhana sebesar 10 % /
tahun selama 4 dan dibayar sekali pada akhir tahun ke 4.
Berapa besarnya hutang yang hars dibayar oleh ibu
tersebut pada akhir tahun ke 4 ?
Tahuna Pinjaman Bunga Hutang Jumlah yang
(10%) dibayar
0 Rp. 100.000,- - Rp. 100.000,- -
1 Rp. 10.000,- Rp. 110.000,- -
2 Rp. 10.000,- Rp. 120.000,- -
3 Rp. 10.000,- Rp. 130.000,- -
4 Rp. 10.000,- Rp. 140.000,- Rp. 140.000,-

I=PiN
= Rp. 100.000,- x 10% x 4
= Rp. 140.000,-
 Bunga majemuk :
bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan
besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang
terakumulasi pada periode sebelumnya atau dengan
kata lain bunga berbunga.

 Contoh pada soal bunga sederhana :

Tahun Pinjaman Bunga Hutang Jumlah yang


(10%) dibayar
0 Rp. 100.000,- - Rp. 100.000,- -
1 Rp. 10.000,- Rp. 110.000,- -
2 Rp. 11.000,- Rp. 121.000,- -
3 Rp. 12.100,- Rp. 133.100,- -
4 Rp. 13.310,- Rp. 146.410,- Rp. 146.410,-
3. Metode Equivalensi
 Pemajemukan (compounding) adalah suatu proses
matematis penambahan bunga pada induk
sehingga terjadi penambahan jumlah induk secara
nominal pada periode mendatang.

 Diskonting
(discounting) merupakan kebalikan dari
proses compounding.

 Beberapa notasi yang akan digunakan dalam


proses equivalensi :
◦r = tingkat bunga nominal per periode
◦i = tingkat bunga efektif per periode
◦N = jumlah periode pemajemukan
◦P = nilai sekarang (present worth) atau
nilai equivalen dari satu atau
lebih aliran kas pada suatu titik yang
didefenisikan sebagai waktu saat ini.

◦F = nilai mendatang (future worth) atau


nilai equivalen dari satu atau
lebih aliran kas pada suatu titik
relatif yang didefenisikan sebagai
waktu mendatang.

◦ A = aliran kas pada akhir periode yang


besarnya sama untuk beberapa
periode yang berurutan (annual
worth).
Faktor konversi diskrit
MENDAPATKA DIKETAHUI SIMBOL RUMUS
N 1
----------
P F (P/F , i% , N) (1 + i )N

F P (F/P , i% , N) (1 + i )N
(1 + i )N -1
P A (P/A , i% , N) --------------
i (1 + i )N

i (1 + i )N
A P (A/P , i% , N) --------------
i (1 + i )N - 1

(1 + i )N -1
F A (F/A , i% , N) --------------
i
i
A F (A/F , i% , N) --------------
i (1 + i )N - 1
Contoh soal
1. Seorang karyawan meminjam uang di bank sejumlah Rp 1 juta
dengan bunga 12% per tahun dan akan dikembalikan sekali
dalam 5 tahun mendatang.
a. Gambar diagram aliran kas dari aliran kas tersebut. Hitunglah jumlah yang
harus dikembalikan.
b. Dengan rumus.
c. Dengan tabel.

2. Tentukanlah berapa banyaknya uang yang harus didepositokan


pada saat ini agar 5 tahun lagi bisa menjadi Rp.10 juta bila
diketahui tingkat bunga yang berlaku adalah 18 %.
a. Dengan menggunakan rumus bunga
b. Dengan tabel yang telah tersedia.

3. Jika seseorang menabung Rp. 100.000 tiap bulan


selama 25 bulan dengan bunga 1 % per bulan,
berapakah yang ia miliki pada bulan ke-25 tersebut ?
Hubungan A, P, dan F

(A
)
,N

/P
%

,i
)

(P
,N
,i

%
/A
/F

,N
,i
(P

,i

)
%
/P

,N
(F

)
(A/F, i%,N)
F A
(F/A, i%,N)
Faktor – faktor Konversi Diskrit
Berkaitan dengan Gradient

 G = suatu aliran kas dimana dari satu


periode ke periode berikutnya terjadi
penambahan atau pengurangan kas
sejumlah tertentu yang besarnya sama.

 Ada 2 jenis biaya yang memiliki perilaku


gradient yaitu :
1. Biaya perawatan dan perbaikan peralatan peralatan
mekanik.
2. Perhitungan beban depresiasi mengikut pola Sum of
Years Digit (SOYD).
 Ada 2 macam cash flow gradient :
 Arithmatic gradient yaitu peningkatan atau
penurunan dalam jumlah uang yang sama setiap
periode (peningkatan / penurunan linier). Simbol
“G”
Arithmatic gradient ada 2 bentuk :
 Inclined gradient

0 1 2 3 4 5 6 7 8

 Declined gradient

0 1 2 3 4 5 6 7 8
 Geometric gradient yaitu peningkatan arus uang
proporsional dengan jumlah uang periode
sebelumnya, dimana peningkatannya tidak dalam
jumlah yang sama, tetapi semakin lama semakin
besar dan merupakan fungsi pertumbuhan.
Simbol “g”.

0 1 2 3 4 5 6 7 8
Hubungan A, P, F dan G

A P
(G/A,i%,N)
(A/G,i%,N)

(A
)
,N

/P,
i%

,N)

(P

i%
F,
G

/A
i%

,N
(P/

,i
) (F

)
,N /G

P,

%
,i%
,i%

,N
(F/
/G , N) (G ,N

)
( P )
P ,i% /F
%
/ ,N (A/F, i%,N)
(G
F A
)
P F (F/A, i%,N)
Contoh Soal
Perkiraan ongkos operasi dan perawatan
mesin – mesin yang digunakan oleh
sebuah industri kimia adalah Rp. 6 juta
pada tahun pertama, Rp. 6,5 juta pada
tahun ke dua, dst, selalu meningkat Rp. 0,5
jt setiap tahun sampai tahun ke- 5. Bila
tingkat bunga yang berlaku adalah 15%
per tahun, Hitung :
◦ Nilai sekarang dari semua ongkos tersebut (pd
tahun ke-0).
◦ Nilai semua ongkos tersebut pada tahun ke – 5.
◦ Nilai deret seragam dari semua ongkos tersebut
selama 5 tahun.
4. Jenis Bunga
 Tingkat bunga efektif dan nominal
Penggunaan tingkat bunga efektif dan nominal
digunakan bila periode pemajemukannya kurang
dari satu tahun.

 Tingkat bunga nominal tahunan adalah :


Perkalian antara jumlah periode pemajemukan
per tahun dengan tingkat bunga per periode.

 Perhitungan tingkat bunga nominal mengabaikan


nilai uang dari waktu (time value of money)
Periode Pembayaran

Periode Pemajemukan

Bunga nominal (r %)

Bunga efektif dalam 1 tahun ( ieff % )


Tingkat bunga nominal (tahunan):
 r =ixm
Dimana :
r = tingkat bunga nominal / efektif per periode
pemajemukan
m= jumlah pemajemukan setiap tahun.

Contoh :
◦ Tingkat bunga 1,5 % per bulan.
◦ Tingkat bunga nominal = 1,5 % x 12 = 18% per
tahun.
Tingkat bunga efektif adalah :
tingkat bunga tahunan termasuk efek
pemajemukan dari setiap perioda yang kurang
dari satu tahun.
atau
tingkat bunga tahunan yang sebenarnya,
dengan memperhatikan pemajemukan yang
terjadi selama setahun.

Bunga efektif dinyatakan dengan


rumus :
i eff = (1+ i)m - 1
 Contoh :
◦ Bunga 12 % dibungakan per kwartal (4x) maka bunga
per periode = 12% / 4 = 3 % (untuk setiap 3 bulanan).

◦ Bunga efektif (per kwartal) :


ieff = (1 + r/m)m - 1
= (1 + 0,12 / 4)4 – 1
= 0,1255
= 12,55 %

◦ Bila per bulan :


ieff = (1 + 0,12 / 12)12 – 1
= 12,68 %
Bunga efektif ekuivalen dengan :
i eff = (F/P)1/N – 1

dimana :
P = nilai sekarang dari suatu aliran kas
F = nilai mendatang dari suatu aliran kas

Dalam membandingkan alternatif – alternatif


finansial digunakan tingkat bunga efektif
tahunan karena lebih menunjukkan
objektivitas.
3.1
Perhitungan Untuk Periode Pembayaran >
Periode Pemajemukan

 Apabila periode pembayaran (mis. Tahunan) ≥


periode pemajemukan (mis. Bulanan) —›
dibutuhkan faktor pembayaran tunggal (P/F, F/P)
atau faktor deret seragam.

 Ada 2 cara untuk menentukan tingkat bunga atau


periode pembayaran dengan pembayaran tunggal.
1. Menggunakan tingkat bunga efektif untuk mencari
nilai faktor.
2. Membagi bunga nominal (r) dengan jumlah
periode pemajemukan dalam setahun (m) dan
mengalikan jumlah tahun (N) dengan m.
P = F ( P/F, r/m %, Nm ) 3.2 / 3.3
 Cara menentukan tingkat bunga dengan
pembayaran sistem deret seragam yaitu
dengan mengekspresikan tingkat bunga
efektif ke dalam periode pembayaran.

1. Jika periode pembayaran dilakukan tiap 6 bulan


maka bunga efektif dicari untuk periode 6 bulan.

2. Jika tingkat bunga nominal diketahui dan periode


pemajemukan sama dengan periode pembayaran
( sama tiap 6 bulan) maka untuk mengubah ke
pembayaran tunggal, r harus dibagi dengan m
dan N diatur sama dengan jumlah total
pembayaran .
( P/A, r/m %, Nm ).
Perhitungan Untuk Periode Pembayaran
< Periode Pemajemukan
 Periode
inter pemajemukan adalah periode
antara pemajemukan yang satu dengan
pemajemukan yang lain.

 Ada 2 macam kebijakan / asumsi yang dapat


diberlakukan pada periode ini :
1. Tidak ada bunga untuk penyimpanan (a/
pengambilan) uang pada periode ini
 Uang yang disimpan pada periode inter pemajemukan akan
dianggap terjadi pada awal periode pemajemukan
berikutnya.
 Uang yang diambil pada periode tersebut dianggap terjadi
pada akhir periode pemajemukan berikutnya.
2. Bunga yang diberikan adalah bunga
sederhana artinya bunga tidak
dibayarkan pada bunga yang diperoleh
pada periode inter pemajemukan
sebelumnya.
 Untuk mendapatkan bunga, setiap uang yang
disimpan pada periode inter pemajemukan harus
dikalikan suatu faktor (X/Y) i dimana :
X = jumlah periode di depan akhir periode
pemajemukan
Y = jumlah periode yg ada pd satu periode
pemajemukan
i = tingkat bunga per satu periode pemajemukan.
3.4 / 3.5

Anda mungkin juga menyukai