0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan18 halaman

Pengenalan Geoteknik dan Mekanika Tanah

Geoteknik adalah cabang ilmu teknik sipil yang mempelajari kekuatan tanah dan batuan serta pengaruhnya terhadap beban bangunan. Mekanika tanah, yang diperkenalkan oleh Karl Von Terzaghi, berfokus pada perilaku tanah dan sifat-sifatnya, termasuk kadar air dan kepadatan. Teknik pondasi, sebagai bagian dari geoteknik, mencakup perencanaan dan desain pondasi untuk mendukung struktur bangunan dengan mempertimbangkan jenis tanah dan beban yang bekerja.

Diunggah oleh

Faishal Abdullah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan18 halaman

Pengenalan Geoteknik dan Mekanika Tanah

Geoteknik adalah cabang ilmu teknik sipil yang mempelajari kekuatan tanah dan batuan serta pengaruhnya terhadap beban bangunan. Mekanika tanah, yang diperkenalkan oleh Karl Von Terzaghi, berfokus pada perilaku tanah dan sifat-sifatnya, termasuk kadar air dan kepadatan. Teknik pondasi, sebagai bagian dari geoteknik, mencakup perencanaan dan desain pondasi untuk mendukung struktur bangunan dengan mempertimbangkan jenis tanah dan beban yang bekerja.

Diunggah oleh

Faishal Abdullah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GEOTEKNIK

Geoteknik adalah salah satu cabang dari ilmu teknik


sipil,Didalamnya diperdalam pembahasan mengenai
permasalahan kekuatan tanah dan batuan serta
hubungannya dengan kemampuan menahan beban
bangunan yang berdiri diatasnya. Pada dasarnya ilmu ini
tergolong ilmu tua yang berjalan bersamaan dengan tingkat
peradaban manusia, dari mulai pembangunan piramid di
Mesir, candi Borobudur hingga pembangunan gedung
pencakar langit sekarang ini. Salah satu permasalahan
geoteknik yang melegenda ialah kemiringan menara Pisa
di Italia, yang disebabkan oleh ketidakseragaman
dukungan tanah di bawahnya terhadap menara tersebut.
MATA KULIAH YANG
BERHUBUNGAN DENGAN
GEOTEKNIK
Secara keilmuan,geoteknik ini mempelajari
lebih mendalam ilmu ilmu mekanika tanah,
dan teknik pondasi

Jadi matakuliah yang berkesinambungan


langsung dengan geoteknik ini adalah
matakuliah mekanika tanah
MEKANIKA TANAH
 Mekanika tanah adalah cabang dari ilmu
teknik dimana mekanika tanah khusus
mempelajari tentang perilaku tanah serta
sifat yang diakibatkan oleh tegangan dan
regangan yang disebabkan oleh gaya –
gaya yang bekerja pada tanah itu sendiri.
Ini berkaitan dengan struktur tanah serta
bahan yang terdapat pada tanah
tersebut. Karena pada dasarnya tanah
berasal dari bebatuan yang lapuk.
dalam ilmu mekanika tanah adalah
kadar air, angka pori, porositas, serta
derajat kejenuhan. Karakteristik tanah
juga merupakan poin terpenting dalam
mekanika tanah.

Istilah mekanika tanah diberikan oleh


Karl Von Terzaghi pada tahun 1925
melalui bukunya ”Erdbaumechanik
Auf Bodenphysikalicher Grundlage”
(Mekanika Tanah berdasar pada
Sifat-Sifat Dasar Tanah). Buku ini
membahas tentang prinsip dasar ilmu
mekanika tanah dan menjadi dasar studi
lanjutan. Sehingga Terzaghi disebut
sebagai “Bapak Mekanika Tanah”.
1.4 JENIS-JENIS TANAH
TANAH BERBUTIR KASAR

Macam Tanah Batas-Batas Ukuran Butir


Berangkal (boulder) > 20 cm

Kerakal (cobblestone) 8 – 20 cm

Kerikil (gravel) 0.2 – 8 cm

Pasir Kasar (course sand) 0.06 – 0.2 cm

Pasir Sedang (medium sand) 0.02 – 0.06 cm

Pasir Halus (fine sand) 0.006 – 0.02 cm


TANAH BERBUTIR HALUS

Macam Tanah Batas-Batas Ukuran Butir


Lanau (slit) 0.0002 – 0.0006 cm
Lempung (clay) < 0.0002 cm
Adapun cara pemberian nama-nya sebagai
berikut:

Kerikil kepasiran.
Artinya tanah yang sebagian besar terdiri dari
kerikil dan mengandung sejumlah pasir.

Pasir kelanauan.
Artinya tanah yang sebagian besar terdiri dari
pasir dan mengandung sejumlah lanau.

Pasir kelempungan.
Artinya tanah yang sebagian besar terdiri dari
pasir dan mengandung sejumlah lempung.

PENAFSIRAN HASIL PENYELIDIKAN TANAH DENGAN


MEMAKAI ALAT SONDIR
1.5 STANDAR PENETRATION TEST
( SPT )

 Percobaan ini adalah suatu percobaan dinamis, alatnya yang dinamakan “split sample spoon”
dimasukan kedalam tanahpada dasar lubang bor dengan memakai suatu beban penumbuk
yang seberat 140 pound (63kg) yang dijatuhkan dari ketinggian 30 inchi (76.2 cm).

 Setelah “split spoon” dimasukkkan 6 inchi, jumlah pukulan dihitungkan untuk memasukkan 1
foot (12 inchi) berikutnya. Jumlah pukulan ini disebut nilai N dengan satuan pukulan/kaki.

 Nilai “N” yang diperoleh dengan percobaan SPT dapat dihubungkan secara empiris dengan
beberapa sifat lain daripada tanah yang bersangkutan..

 Untuk nilai “N” pada lapisan pasir halus dan pasir kelanauan dengan ukuran butir 0.1 – 0.05
mm dipengaruhi permukaan air tanah, jadi perlu di koreksi ( menurut Terzaghi dan Peck) :

 N = 15+1/2 (N’ – 15)

 Dimana ;
 N = nilai SPT setelah di koreksi
 N’= nilai SPT yang diukur dengan catatan percobaan , N’>15
Pada lapisan tanah tidak berkohesi ( pasir & lanau ) harga N dapat dihubungkan
dengan kepadatan relatif ( relative density ) dan sudut geser dalam:

Tingkatkan Dr N Kohesi
Kepadatan
Sangat lepas < 0.2 <4 < 30
Lepas 0.2 – 0.4 4 – 10 30 – 35
Agak padat 0.4 – 0.6 10 – 30 35 – 40
Padat 0.6 – 0.8 30 – 50 40 – 45
Sangat padat 0.8 – 1.0 > 50 > 45

Dr = ℮maks - ℮
℮min - ℮maks
Dimana:
Dr = kerapatan relatif
℮ = angka pori tanah dilapangan
℮maks = angka pori tanah dalam keadaan paling lepas
℮ = angka pori tanah dalam keadaan paling padat
1.6 Harga kohesi
Macam tanah Harga kohesi
Kerikil kepasiran 35 – 40
Kerikil kerakal 35 – 40
Pasir padat 35 – 40
Pasir lepas 30
Lempung kelanauan 25 – 30
Lempung 20 – 25

UNTULK PRAKTISNYA

Sifat batuan Macam batuan (kg/cm2)


Batuan lunak Batu gamping, batu lempung, 4-8
batuan lanau, batu tufa, nafal
Batuan sedang Breksi, batu pasir, 8 – 16
konglomerat, aglomerat
Batuan keras Basalt, anderat, granit 16 – 50
1.7 UJI DI LAPANGAN
 Pengambilan contoh dan benda uji tanah
 Pendataan lapisan dengan cara pengeboran
 Uji CPT atau sondir
 Uji Tekan Pelat
 Uji kepadatan tanah di lapangan
 Uji Permeabilitas sumur
 Uji SPT (eng: Standard Penetration Test)
 Uji DCP
 Uji Kekuatan Geser Tanah di lapangan, dengan
menggunakan Uji Baling-Baling
1.8 PERCOBAAN DI
LABORATORIUM
 untuk tanah berbutir besar digunakan Uji Ayak (eng: Sieve Analysis,
de: Siebanalyse),
 untuk tanah berbutir halus digunakan Uji Hidrometer (eng:
Hydrometer,
de: Aräometer/Sedimentationsanalyse).
 Kerapatan Tanah (eng: Bulk Density, de: Dichte) dengan
menggunakan Piknometer.
 Kadar Air, Angka Pori dan Kejenuhan Tanah dengan Permeabilitas

 dengan menggunakan Atterberg Limit Test untuk mencari:


- Batas Cair dan Plastis,
- Batas Plastis dan Semi Padat,
- Batas Semi Padat dan Padat
(eng: Liquid Limit, Plastic Limit, Shrinkage Limit;
de: Zustandgrenzen und Konsistenzgrenzen)
Konsolidasi (eng: Consolidation Test, de:
Konsolidationversuch)
Uji Kekuatan Geser Tanah,
di laboratorium terdapat tiga percobaan untuk menentukan
kekuatan geser tanah, yaitu:
- Percobaan Geser Langsung (eng: Direct Shear Test,
de: Direktscherversuch),
- Uji Pembebanan Satu Arah (eng: Unconvined Test, de:
Einaxialversuch) dan
- Uji Pembebanan Tiga Arah (eng & de: Triaxial)
Uji Kemampatan dengan menggunakan Uji Proctor
1.9 penggunaan ilmu
 Pada kelanjutannya, ilmu ini digunakan
untuk:
 Perencanaan perkerasan lapisan dasar
jalan (pavement design)
 Perencanaan struktur di bawah tanah (
terowongan, basement) dan dinding
penahan tanah)
 Perencanaan galian
 Perencanaan timbunan
 Perencanaan bendungan
2.1 TEKNIK PONDASI
 Teknik fondasi atau teknik pondasi
adalah suatu upaya teknis untuk
mendapatkan jenis dan dimensi fondasi
bangunan yang efisien, sehingga dapat
menyangga beban yang bekerja dengan
baik. Teknik fondasi merupakan bagian
dari ilmu geoteknik.

2.2 JENIS PONDASI
 Pondasi dapat digolongkan menjadi tiga jenis:
 Pondasi dangkal: kedalaman masuknya ke tanah relatif dangkal, hanya
beberapa meter masuknya ke dalam tanah. Salah satu tipe yang sering
digunakan ialah pondasi menerus yang biasa pada rumah-rumah,dibuat dari
beton atau pasangan batu, meneruskan beban dari dinding dan kolom
bangunan ke tanah keras. Di dalamnya terdiri dari
 Pondasi setempat
 Pondasi penerus
 Pondasi pelat
 Pondasi konstruksi sarang laba - laba
 Pondasi dalam. Digunakan untuk menyalurkan beban bangunan melewati
lapisan tanah yang lemah di bagian atas ke lapisan bawah yang lebih keras.
Contohnya antara lain tiang pancang, tiang bor, kaison, dan semacamnya.
Penyebutannya dapat berbeda-beda tergantung disiplin ilmu atau
[Link]: fondasi tiang pancang
 Kombinasi fondasi pelat dan tiang pancang
 Jenis pondasi yang digunakan dalam suatu perencanaan bangunan
tergantung dari jenis tanah dan beban yang bekerja pada lokasi rencana
proyek.
2.3 DESAIN PONDASI
 Pondasi didesain agar memiliki kapasitas dukung dengan
penurunan / settlement tertentu oleh para Insinyur geoteknik
dan struktur.
 Desain utamanya mempertimbangkan penurunan dan daya
dukung tanah, dalam beberapa kasus semisal turap, defleksi
/ lendutan pondasi juga diikutkan dalam perteimbangan.
Ketika berbicara penurunan, yang diperhitungkan biasanya
penurunan total(keseluruhan bagian pondasi turun bersama-
sama) dan penurunan diferensial(sebagian pondasi saja
yang turun / miring). Ini dapat menimbulkan masalah bagi
struktur yang didukungnya.
Daya dukung pondasi merupakan kombinasi dari kekuatan
gesekan tanah terhadap pondasi( tergantung pada jenis tanah,
massa jenisnya, nilai kohesi adhesinya, kedalamannya, dsb),
kekuatan tanah dimana ujung pondasi itu berdiri, dan juga pada
bahan pondasi itu sendiri. Dalamnya tanah serta perubahan-
perubahan yang terjadi di dalamnya amatlah sulit dipastikan,
oleh karena itu para ahli geoteknik membatasi beban yang
bekerja hanya boleh, biasanya, sepertiga dari kekuatan
desainnya.
Beban yang bekerja pada suatu pondasi dapat diproyeksikan
menjadi:
Beban horizontal/beban geser, contohnya beban akibat gaya
tekan tanah, transfer beban akibat gaya angin pada dinding.
Beban vertikal/beban tekan dan beban tarik, contohnya:
Beban mati, contoh berat sendiri bangunan
Beban hidup, contoh beban penghuni, air hujan dan salju
Gaya gempa
Gaya angkat air
Momen
Torsi

Anda mungkin juga menyukai