MAINTENANCE 01 Module - PPM
STANDARD OPERATION PROCEDURE - PPM
1. TUJUAN
Standard Operation Procedure ( SOP ) ini bertujuan untuk :
1.1. Memberikan pedoman kepada PIC ( Person In Charge ) yang terkait tentang proses pelaksanaan
Program Pemeriksaan Mesin ( PPM ).
1.2. Memastikan bahwa proses pelaksanaan Program Pemeriksaan Mesin ( PPM ) dengan Sistem
Manajemen Mutu yang telah ditetapkan.
2. RUANG LINGKUP
SOP ini digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan Program Pemeriksaan Mesin ( PPM ) sejak
dibuatnya Daily Plan, pemeriksaan mesin, pembuatan laporan, sampai dengan pengisian tabel
achievement PPM. Adapun ruang lingkupnya meliputi Plant Department dan Production Department.
3. REFERENSI
3.1. Elemen ISO 9001:2000 Pasal: 8.2.3. Pengukuran dan Pemantauan Proses
3.2. SOP No. PLD/01/002/SOP Tindak Lanjut Hasil PPM
4. DEFINISI
4.1. Hour Meter (HM)
adalah lamanya equipment dioperasikan oleh operator dalam satuan jam alat.
4.2. Program Pemeriksaan Mesin ( PPM )
adalah salah satu program perawatan equipment yang dilakukan secara berkala ( sesuai HM )
dengan melakukan pengukuran dan diagnostik serta pelaksanaan minor repair dan adjustment
untuk kondisi abnormal( tidak sesuai standar ) yang sifatnya mendesak, yang ditujukan untuk
mempertahankan performance unit sesuai dengan standar.
4.3. Periodic Service ( PS )
adalah salah satu program perawatan equipment yang dilakukan secara berkala ( sesuai HM )
dengan melakukan penggantian oli dan filter serta pengecekan visual sesuai check list terhadap
kondisi unit. Periodic Service dilakukan setiap HM kelipatan 250 jam, dan dibagi dalam 4
program yaitu:
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 02 Module - PPM
PS - 1 : Service yang dilakukan setelah mencapai HM 250 jam.
PS - 2 : Service yang dilakukan setelah mencapai HM 500 jam ( 250 jam setelah PS-1 ).
PS - 3 : Service yang dilakukan setelah mencapai HM 750 jam ( 250 jam setelah PS-2 ).
PS - 4 : Service yang dilakukan setelah mencapai HM 1000 jam ( 250 jam setelah PS-3 ).
4.4. Backlog
adalah pekerjaan perbaikan yang ditunda. Backlog merupakan hasil temuan gejala
kerusakan
pada equipment dari proses inspeksi/ pemeriksaan equipment. Pekerjaan perbaikan ditunda
karena :
- Diperlukan persiapan part, komponen, tools, atau fasilitas terlebih dahulu untuk
melaksanakan perbaikan.
- Kerusakan yang ditemukan masih berupa gejala ( belum terjadi )
- Equipment masih bisa beroperasi normal dan aman.
Pekerjaan perbaikan ( proses eksekusi backlog ) akan dilaksanakan pada saat equipment
tidak
produktif atau pada saat pelaksanaan periodic maintenance.
4.5. Central Control Room ( CCR )
adalah tempat khusus untuk mencatat semua data produksi ( perjam s/d perhari), data down
time
equipment, dan informasi-informasi lain ( incident, keadaan lingkungan tambang, dll ), serta
memberikan masukan atau informasi bila ada keadaan yang membutuhkan corrective action
dari
departemen terkait.
4.6. Work Order
adalah nomor perintah kerja yang dikeluarkan melalui MIMS yang memuat deskripsi
pekerjaan
yang akan dilakukan, yang meliputi nomor equipment, status equipment, problem yang
terjadi,
tipe maintenance, nama komponen, penanggung jawab pekerjaan, dll.
5. KEBIJAKAN
5.1. Plant Departemen bertanggung jawab atas pelaksanaan maintenance dan pembersihan unit
sebelum maintenance.
5.2. PPM dilaksanakan setiap interval 1000 jam operasi dan dilaksanakan bersamaan waktunya
dengan schedule periodic service.
5.3. PPM dapat dilakukan diluar interval 1000 jam jika memang diperlukan segera untuk
melakukan
tes kondisi equipment.
5.4. Apabila PIC pelaksanaan PPM berhalangan maka PIC dapat digantikan oleh mechanic yang
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
berkompeten.
MAINTENANCE 03 Module - PPM
5.5. Equipment dinyatakan Ready For Use ( RFU ) dari proses PPM oleh Plant setelah proses final
check menyatakan bahwa equipment siap dioperasikan. Waktu RFU adalah waktu saat CCR
menerima laporan equipment RFU dari Plant.
5.6. Apabila equipment tidak segera dioperasikan setelah dinyatakan RFU oleh Plant maka
equipment dinyatakan dalam status stand by.
5.7. Report hasil PPM harus dikirimkan ke Head Office setiap periode mingguan.
5.8. Melakukan kalibrasi diagnostic tools sekali dalam satu tahun, atau sesuai jenis measurement
tools dan spesifikasinya.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 04 Module - PPM
URUTAN KERJA
JOB SITE KETERANGAN
MECHANIC PPM
HM Unit 1. Adanya HM unit yang memenuhi persyaratan
Memenuhi
PPM berdasarkan pengamatan HM harian.
2. Melakukan pengecekan visual (dengan mata)
Pengecekan
Visual terhadap bagian unit tertentu yang dapat
dilakukan tanpa menggunakan alat.
3. Memeriksa adanya kerusakan pada komponen
Ada unit:
T Kerusakan - apabila ya, maka memeriksa apakah dapat
?
diperbaiki.
Y - apabila tidak, maka melakukan diagnostik.
Bisa 4. Memeriksa jenis kerusakan apakah dapat
T Diperbaiki diperbaiki langsung:
? - apabila ya, maka memeriksa apakah
membutuhkan spare part.
Y
- apabila tidak, maka melakukan diagnostik.
Butuh 5. Memeriksa kebutuhan spare part:
Spare Part T
- apabila ya, maka memeriksa apakah tersedia di
?
gudang atau bisa disediakan dengan cepat
Y (makximum 48 jam)
- apabila tidak, maka memperbaiki kerusakan.
tersedia
di Gudang Y 6. Memeriksa ketersediaan spare part di gudang:
? - apabila ya, maka melanjutkan ke proses order
part.
T - apabila tidak, maka memeriksa apakah masih
layak dioperasikan atau tidak.
Layak
Y Dioperasikan
7. Memeriksa apakah unit masih layak untuk
? dioperasikan:
T - apabila ya, maka melakukan diagnostik.
- apabila tidak, maka unit break down.
Break Down
8. Unit break down
9. Melakukan proses order part dengan membuat
recommended parts.
Proses Ref: SOP No. PRO/98/002/SOP Pengadaan
Order Part Barang Pembantu.
10. Memperbaiki kerusakan pada unit hasil
pengecekan visual.
Perbaikan
11. Melakukan diagnostik dan pengukuran dengan
menggunakan alat yang ada.
Diagnostik Ref: Form PPM, Shop Manual.
(A bersambung ke aktivitas 12)
A
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 05 Module - PPM
URUTAN KERJA
JOB SITE KETERANGAN
C/M PROGRAM MECHANIC PPM
A (A sambungan dari aktivitas 11)
12. Memeriksa kesesuaian hasil diagnostik terhadap
Sesuai Y standar:
Standar - apabila ya, maka mengisi laporan PPM.
? - apabila tidak, maka memeriksa apakah dapat
T disesuaikan/ melaksanakan adjustment.
Ref: Form PPM.
13. Memeriksa apakah dapat disesuikan terhadap
Bisa
standar:
T
Disesuaikan - apabila ya,maka menyesuaikan terhadap standar.
? - apabila tidak, maka mengisi laporan PPM.
Y
14. Melakukan penyesuaian terhadap standar dengan
Penyesuaian
menggunakan alat yang sesuai.
Ref: Form PPM, Shop Manual
15. Mengisi laporan PPM dan menyerahkannya
Laporan PPM Laporan PPM
kepada Chief Mechanic.
Proses PPM
Selesai
16. Pelaksanaan Program Pemeriksaan Mesin selesai.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 06 Module - PPM
UNIT ENGINE ATTACHMENT
Model Serial No Code No. Model Serial No. Front Rear
HD 465-5
Machine Condition Report
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA Service Meter INSPECTOR
Job Site : At Inspection Daily Name :
Location : Date :
ITEM CONDITION UNIT STANDARD ACTUAL CORRECTION MADE RECOMMENDED PARTS
(STD/PMS) RESULT WR No. Tanggal
ENGINE
Eng. Low 850 - 900
Engine Speed Eng. High Rpm 2330 - 2400
T/C Stall 1750 - 1950
Blow-by Pressure T/C Stall mm Aq Max:350/Max: 700
Eng. High 3,5 - 5,0 / Min. 2,0
Lub Oil Press. Kg/cm2
Eng. Low Min. 1,5 / Min. 0,7
Boost pressure T/C Stall mmHG Min. 1050 / 900
T/C Stall o Max. 650 / 700
Exhaust gas temp C
Ambient Temp
TRANSMISION & TORQUE CONVENTER
Self-Diagnostic Display Recording of Failure Code Starting Sw icth OFF-ON
Eng. Low SAE 30
34 - 37
T/M in N Oil temp.
T/M Relief Press. Kg/cm2
Eng. High 70-90 C
38 - 41
T/M in N Range no 3
STEERING
Eng.1000 Rpm,
L=> R
Turn Time End to End Sec. Max. 4 / Max. 5
Eng.1000 Rpm,
R=> L
Eng. Low 185 - 200
Relief Press. Kg/cm2
Eng. High 205 - 240
BRAKE
Eng. High Cuts In 5,7 - 6,3
Governor Set Press. Kg/cm2
When Unloaded Cuts Out 6,9 - 7,5
Servive brake Apply Brake T/M in D, Min. 1850
Retarder Brake Read Engine Speed Rpm Min. 1320
Emergency Brake When Vehicle Starts to Move Min. 1900
Front Brake
Only When New
Lh 19,5 mm / 3 mm
mm
Pads Thickness
Wear of Brake Pads 1000 Hm
Rh
( Initial Value )
Rear Brake
At New And
Lh 6,3 mm / Gauge Limit
mm
Disc Wear
2000 Hm
Gauge Rh ( Initial Value )
HYDRAULIC
Hyd. Oil Temp. C -
Eng. Low 185 - 200
Hoist Relief Valve Kg/cm2
Eng. High 200 - 230
Raising Speed Eng. High Sec. 10 - 13
Set The Body With No. 2
Dump Hyd. Drift mm / 5 min Max. 85 / Max. 170
Cylinder Extend 200 mm
DIFFERENTIAL & FINAL DRIVE
Diff. Drain Plug No Excessive
Final Drive Visual Check L/H Metallic
Drain Plug Check R/H Powder
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 07 Module - PPM
SEBELUM PEMERIKSAAN
1. Sebelum mulai melakukan pengukuran, terlebih dahulu tanyakan kepada operator beberapa pertanyaan
sebagai berikut.
1) Apakah terjadi ketidaknormalan selama unit beroperasi, jika benar terjadi ketidaknormalan isilah pada
kolom ANY ABNORMALITY !!!
2) Periksa jumlah lampu yang menyala pada water temperature dan oil temperature gauge saat beroperasi
pada siang hari.
ENGINE COOLING WATER TEMP GAUGE
Periksa kisaran angka yang cocok ( )
( Saat unit bekerja )
POWER TRAIN OIL TEMP GAUGE Periksa kisaran angka yang cocok ( )
( Saat unit bekerja )
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 08 Module - PPM
A. ENGINE
• Hubungkan alat ukur ke engine dan body unit.
! Selalu matikan engine terlebih dahulu sebelum memasang dan melepas hose atau pressure
gauge yang digunakan untuk mengukur oil pressure.
5. Exhaust gas temperature
Oil pressure gauge kit
1. Engine speed
Meter
3. Engine oil pressure
2. Blow by pressure
4. Boost pressure
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 09 Module - PPM
A1. ENGINE SPEED
1. Engine low
Ukur engine speed dengan posisi fuel control lever
pada posisi low idling.
Standard speed saat low idle = 670 - 770 rpm.
2. Engine full Engine stop position
Engine low idling position
Ukur engine speed dengan posisi fuel control lever Engine full speed position
pada posisi high idling
Pastikan bahwa governor lever FIP,
menyentuh stopper pada posisi FULL.
3. Stall speed ( Torque converter stall )
Turunkan blade dan ripper ke lantai / tanah.
. Tekan brake pedal dan kunci dengan baik
. Tekan decelerator pedal.
. Gerakkan fuel control lever ke posisi FULL.
Gerakkan joystick keposisi F3.
Jangan sekali kali menggerakkan
joystick keposisi F1.
Lepas decelerator pedal perlahan lahan,
lakukan stall torque converter with the engine
pada full speed, sampai temperature oil power
train bertambah.
Ketika power train oil temperature gauge
masuk ke range merah, segera kembalikan
joystick ke posisi neutral dan tunggu beberapa
saat sampai oil temperature turun.
Ulangi prosedur 4 – 6 sebanyak 3 kali.
Ukur engine stall speed, segera bacalah angka
pada alat ukur engine speed ketika power train
oil temperature gauge masuk ke range merah.
Setelah selesai pengukuran, segera
kembalikan joy stick ke posisi neutral, dan
biarkan engine hidup pada full throttle
untuk menurunkan oil temperature.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 10 Module - PPM
4. Engine full stall ( Torque converter stall +
hydraulic relief / stall )
Torque converter di stall kan sampai power
train oil temperature gauge indicator berada
pada range merah.
Jika torque converter oil temperature gauge
masuk ke range merah, segera kembalikan
gear shift lever ke neutral dan turunkan oil
temperature.
Torque converter di stall kan dan dalam waktu
yang sama gerakkan ripper ke posisi RAISE
sampai hydraulic relief.
Ukur engine stall speed, segera bacalah
angka pada alat ukur engine speed ketika
power train oil temperature gauge masuk ke
range merah.
Setelah selesai pengukuran, segera
kembalikan joy stick ke posisi neutral, dan
biarkan engine hidup pada full throttle
untuk menurunkan oil temperature.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 11 Module - PPM
A2. Blow by Pressure
• Hidupkan engine dan ukur blow by dengan
pressure gauge ukuran 1000 mmAq saat torque
converter di stall atau pada saat engine full throttle.
Untuk kondisi pengukuran yang lebih lengkap,
lihatlah prosedur pengukuran Torque Converter
Stall.
Jika jarum pada pressure gauge bergoyang
selama pengukuran, tekan tube yang ada pada gauge
inlet port, dan indicatorpun menjadi stabil.
A3 Lubricating Oil Pressure
• Hidupkan engine dan ukur oil pressure dengan
pressure gauge ukuran 10 kg/cm2 saat engine
low idle dan pada saat engine full throttle.
Pastikan engine speed saat low idle sesuai dengan
standard.
A4. Boost Pressure
• Hidupkan engine dan ukur boost pressure dengan
pressure gauge ukuran 1500 mmHg saat torque
converter di stall atau pada saat engine full throttle.
Untuk kondisi pengukuran yang lebih lengkap,
lihatlah prosedur pengukuran Torque Converter
Stall.
Pastikan pada saat melakukan pengukuran, dust
indicator tidak menunjukkan warna merah.
Sebelum melakukan pengukuran, pastikan tidak
ada oil di dalam hose, atau gunakan hose yang
biasa digunakan untuk mengukur air pressure.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 12 Module - PPM
A5 Exhaust Gas Temperature
Ukur temperature udara sekitar dengan
menggunakan surface temperature sensor dan
dihubungkan dengan thermometer.
Lakukan pengukuran dengan speed engine pada
kundisi full stall ( torque converter stall + hydraulic
stall ) secara bersamaan agar hasil pengukuran
diperkirakan dapat melebihi hasil pengukuran yang
dilakukan hanya dengan torque converter stall
saja.
Lamanya waktu pengukuran: 10 - 15 detik
Hentikan hydraulic stall dan lanjutkan pengukuran
dengan torque converter stall saja sampai hasil
pengukuran tercapai.
Jika melakukan pengukuran hanya dengan
menggunakan torque converter stall saja dari awal,
maka temperature oil pada torque converter akan
lebih dahulu overheat sebelum hasil pengukuran
tercapai.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 13 Module - PPM
B. TORQUE CONVERTER
Demi keselamatan selama pengukuran, turunkan blade dan ripper ke tanah untuk semua jenis
pengukuran, kecuali yang memang mengharuskan untuk menaikkannya. Pastikan tidak ada orang yang
! tidak berkepentingan berada di sekitar unit.
Selalu matikan engine terlebih dahulu sebelum memasang dan melepas hose atau pressure
gauge yang digunakan untuk mengukur oil pressure.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 14 Module - PPM
B1. Torque Converter Relief Pressure,
Outlet Pressure
Dengan joystick pada posisi N, ukur relief pressure
menggunakan sebuah pressre gauge ukuran 25
kg/cm2 dan ukur outlet pressure menggunakan
sebuah pressre gauge ukuran 10 kg/cm2 dan
engine kita hidupkan pada full throttle.
B2. Torque Converter Lock-up Pressure
Dengan joystick pada posisi N, ukur relief pressure
menggunakan sebuah pressre gauge ukuran 30
kg/cm2 dan engine kita hidupkan pada full throttle.
Catatan :
Hidupka engine, putar torque converter lock-up
switch ke posisi ON, kemudian secara perlahan
kita naikkan engine speed dan ukur oil pressure
ketika torque converter lock-up lamp menyala.
C3. Torque Converter Stator Clutch
Pressure
Putar torque converter lock-up switch ke posisi
OFF dan ukur oil pressuredenga sebuah pressure
gauge berukuran 60 kg/cm2 dan engine kita
hidupkan pada full throttle.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 15 Module - PPM
C. TRANSMISSION
Demi keselamatan selama pengukuran, turunkan blade dan ripper ke tanah untuk semua jenis
pengukuran, kecuali yang memang mengharuskan untuk menaikkannya. Pastikan tidak ada orang yang
! tidak berkepentingan berada di sekitar unit.
Selalu matikan engine terlebih dahulu sebelum memasang dan melepas hose atau pressure
gauge yang digunakan untuk mengukur oil pressure.
• Sambungkan 3 hose dari centralizer pressure inspection port ke presasure gauge kit.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 16 Module - PPM
C1. Main Relief Pressure, Modulating
Pressure dan Reducing Pressure
Ukur main relief pressure dengan joystick
pada posisi neutral dan engine hidu full
throttle.
Ukur modulating pressure dengan engine
speed pada range standard hi speed dan joy
stick ( maju dan mundur ) pada posisi neutral.
Position A : 1st speed
Position B : 2nd speed
Position C : 3rd speed
Putar joystick ke posisi speed 1. Secara
bertahap naikkan engine speed dan ukur
reducing pressure pada waktu putaran engine
mencapai hi speed.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 17 Module - PPM
D. STEERING AND BRAKE
Demi keselamatan selama pengukuran, turunkan blade dan ripper ke tanah untuk semua jenis
pengukuran, kecuali yang memang mengharuskan untuk menaikkannya. Pastikan tidak ada orang yang
! tidak berkepentingan berada di sekitar unit.
Selalu matikan engine terlebih dahulu sebelum memasang dan melepas hose atau pressure
gauge yang digunakan untuk mengukur oil pressure.
D1. Steering Clutch Pressure
• Sambungkan dua buah hose dari centralized pressure inspection port ke pressure gauge kit.
• Putar joystick ( Maju / mundur ) dan joy stick ( Steering ) ke neutral. Kemudian ukur pressure dengan
engine hidup pada low idling dan full.
Pastikan engine speed saat low idle sesuai dengan standard.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 18 Module - PPM
D2. Steering Brake Pressure
• Sambungkan dua buah hose dari centralized pressure inspection port ke pressure gauge kit.
• Putar joystick ( Maju / mundur ) dan joy stick ( Steering ) ke neutral. Kemudian ukur pressure dengan
engine hidup pada low idling dan full.
Pastikan engine speed saat low idle sesuai dengan standard.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 19 Module - PPM
D3. Brake Performance
1. Parkir unit di atas permukaan tanah yang datar,
atur agar posisi blade dan ripper pada posisi travel
2. Hidupkan engine pada low idling, tekan kuat kuat
brake pedal,dan posisikan joystick pada posisi F2.
!
Jangan melakukan prosedur pengetesan
dengan posisi joy stick pada F1.
3. Injak decelerator pedal dan gerakkan engine
throttle lever ke posisi FULL.
4. Lepas decelerator pedal perlahan lahan untuk
menambah putaran engine sampai ke posisi full
throttle, pastikan unit tidak bergerak.
Jangan melakukan prosedur pengetesan
dengan posisi joy stick pada F1.
• Jika unit mulai bergerak, injak decelerator pedal
untuk menurunkan speed engine, dan juga
kembalikan joystick ke posisi N.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 20 Module - PPM
E. HYDRAULIC
Demi keselamatan selama pengukuran, turunkan blade dan ripper ke tanah untuk semua jenis
pengukuran, kecuali yang memang mengharuskan untuk menaikkannya. Pastikan tidak ada orang yang
tidak berkepentingan berada di sekitar unit.
! Selalu matikan engine terlebih dahulu sebelum memasang dan melepas hose atau pressure
gauge yang digunakan untuk mengukur oil pressure.
E1. Main Relief Pressure (Blade lift/tilt dan ripper lift/tilt)
Hubungkan connect plug (1) dan (2) dengan pressure gauge ukuran 400 kg/cm2 dengan hose, untuk
mengukur hydraulic relief pressure.
• Front pump : Blade lift
• rear pump : Blade tilt, Ripper lift dan Ripper tilt
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 21 Module - PPM
Ukur oil pressure dengan speed engine pada low
idling dan high idling, circuit blade lift cylinder di
relief kan.
Circuit blade lift harus dibuntu atau di block
terlebih dahulu sebelum melakukan
pengukuran.
Pastikan engine speed saat low idle sesuai
dengan standard.
Ukur oil pressure dengan speed engine pada low
idling dan high speed, circuit blade tilt cylinder di
relief kan.
Pastikan engine speed saat low idle sesuai
dengan standard.
E2. PPC VALVE RELIEF PRESSURE
Lepaskan cover disebelah kanan cabin operator
untuk membuka pressure pick-up plug.
Sambungkan pressure gauge ( 60kg/cm2 ) dengan
pressure pick up plug.
Bebaskan safety lever dan ukur oil pressure
dengan engine speed pada high speed.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 22 Module - PPM
E3. BLADE LIFT DAN RIPPER TILT
SPEED
Blade Lift Speed
1) Parkirt unit pada tanah yang datar, turunkan
blade dan ripper ke permukaan tanah,
kemudian pasang parking brake.
2) Gerakkan blade control lever ke posisi RAISE
dan ukur waktu yang diperlukan oleh blade
untuk sampai pada ketinggian maximunya
dengan putaran engine pada low speed dan
high speed, menggunakan stop watch.
Jika blade pernah di reinforce, maka beratnya
akan bertambah, sehingga kecepatannya
berkurang.
Ripper Tilt Speed
1) Parkir unit pada tanah yang datar, turunkan
blade pada permukaan tanah, kemudian
pasang parking brake.
Naikkan ripper sehingga ketinggian bagian
bawah point ripper sekitar 500 mm dari
permukaan tanah.
2) Gerakkan ripper control lever dari posisi IN
ke posisi OUT, dan ukur waktu yang
diperlukan oleh hydraulic cylinder untuk
sampai pada akhir langkah ( mentok ) dengan
putaran engine pada low speed dan high
speed, menggunakan stop watch.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 23 Module - PPM
E4. TEMPERATURE OIL HYDRAULIC
Kendorkan secara perlahan oil filler cap untuk
! membebaskan pressure di dalam hydraulic
tank.
Buka cap dari hydraulic tank, celupkan sensor
pada thermometer ke dalam hydraulic tank,
kemudian ukur temperature hydraulic oil.
Celupkan oil coolant temperature sensor
sampai setengah kedalaman hydraulic oil.
E5. Hydraulic Drift (Blade Lift & Ripper
Lift)
Alat ukur yang digunakan :
• Stop watch
• Mistar gulung
1) Parkir unit diatas permukaan tanah yang datar.
2) Naikkan blade sampai ujung bagian bawah
cutting edge berada pada ketinggian sekitar
800 mm dari permukaan tanah.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 24 Module - PPM
Naikkan ripper sehingga ketinggian bagian bawah
point ripper sekitar 500 mm dari permukaan tanah
Setelah posisi tersebut terpenuhi , kemudian
matikan engine. Tunggu beberapa saat, ukur
hydraulic drift pada blade dan ripper selam 5
menit.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 25 Module - PPM
F. FINAL DRIVE
Drain Plug Visual Check
Kendorkan oil filler plug secara perlahan lahan
untuk membebaskan pressure yang ada di dalam
final drive case, setelah selesai kencangkan
kembal.
Sebelum melakukan pemeriksaan terlebih dahulu
siapkan oil drain plug pengganti.
Lepas oil drain plug yang ada di final drive case
kemudian segera mungkin pasangkan oil drain
plug pengganti.
Berhati hatilah terhadap kemungkinan
terjadinya semburan oil.
Periksa gram gram yang abnormal yang mungkin
melekat pada oil drain plug.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 26 Module - PPM
DAFTAR TOOL DAN LOKASI PEMASANGANNYA PADA ENGINE
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 27 Module - PPM
DAFTAR TOOL DAN LOKASI PEMASANGANNYA PADA POWER TRAIN
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT
MAINTENANCE 28 Module - PPM
DAFTAR TOOL DAN LOKASI PEMASANGANNYA PADA HYDRAULIC
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA MECHANIC
DEVELOPMENT