100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
26 tayangan28 halaman

Pertolongan Psikologis Pertama (PFA)

Dokumen ini menjelaskan tentang Pertolongan Psikologis Pertama (PFA) yang bertujuan untuk memberikan dukungan sosial kepada individu yang mengalami krisis. PFA membantu meningkatkan kesehatan mental dan mengurangi dampak stres akibat peristiwa traumatis. Prinsip-prinsip PFA mencakup observasi, mendengarkan, memberikan kenyamanan, menghubungkan individu dengan dukungan, memberikan perlindungan, dan membangun harapan.

Diunggah oleh

rindosetiyono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
26 tayangan28 halaman

Pertolongan Psikologis Pertama (PFA)

Dokumen ini menjelaskan tentang Pertolongan Psikologis Pertama (PFA) yang bertujuan untuk memberikan dukungan sosial kepada individu yang mengalami krisis. PFA membantu meningkatkan kesehatan mental dan mengurangi dampak stres akibat peristiwa traumatis. Prinsip-prinsip PFA mencakup observasi, mendengarkan, memberikan kenyamanan, menghubungkan individu dengan dukungan, memberikan perlindungan, dan membangun harapan.

Diunggah oleh

rindosetiyono
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PSYCHOLOGICAL FIRST AID

( PFA )

Martiani, S. Psi., M. Psi., Psikolog


RSJD dr RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah
Bagaimana perasaan Anda hari
ini?
Test
Fokus

Berapakah
saya?
5 + 15 x 2 = 35
APA ITU PFA (Psychological First Aid)
•Pertolongan Psikologis Pertama (P3)
Merupakan bentuk dukungan sosial
untuk membantu meningkatkan
sumberdaya individu lain dalam
upayanya mengendalikan reaksi
krisis, mempercepat resolusi situasi
krisis.
PIRAMIDA INTERVENSI PSIKOSOSIAL
APA ITU PFA ?

•Sebuah Upaya/Tindakan menolong dan


mendukung secara psikologis seseorang yang
mengalami krisis/dalam sebuah bencana.

•Ranah PFA lebih kepada promosi Kesehatan


mental (layer terbawah) sehingga penyintas
tidak sampai mengalami trauma (kuratif)
Mengapa perlu PFA?

­Merasa aman, terhubung dengan


oranglain, tenang, memiliki harapan.
Memiliki akses dukungan, baik itu
dukungan sosial, fisik maupun emosional
 Merasa memiliki control atas diri
mereka sendiri
Agar individu memiliki harapan
untuk melanjutkan kehidupan
TUJUAN DPA?

­Memberikan perhatian kepada individu yang


membutuhkan
Memenuhi kebutuhan dasar individu akan rasa
aman
 Membantu menghadapi stress dari suatu
peristiwa yang membuat tidak nyaman.
Mencegah memburuknya kondisi psikologis
sebelum mendapat penanganan lanjutan
Menguatkan fungsi adaptif
Melakukan promosi Kesehatan mental (Contoh
pemberian literasi Kesehatan mental sederhana)
• Bertujuan memberikan bantuan untuk
mengurangi reaksi stres sebagai dampak
dari peristiwa traumatis atau adanya situasi
krisis dan mempercepat proses pemulihan
yang dibangun atas dasar konsep resiliensi
manusia dan disaster mental health
• Mengurangi dampak buruk dari stres yang
dialami
Merupakan reaksi subyektif individu, atas
suatu peristiwa yang dinilai sangat
menekan / stressful sehingga
mempengaruhi kestabilan individu yang
dapat menurunkan kemampuannya untuk
mengatasi masalah dan
keberfungsiannya secara umum.
Penekanan situasi krisis terletak bukan pada
peristiwanya, namun pada persepsi dan
respon individu secara pribadi.

Selama periode reaksi Krisis individu mudah terbuka


dan lebih bersedia untuk mencari dan menerima
bantuan.
Normal Reaction to Abnormal Situation

• Gejala fisik (gemetar, sakit kepala,


kelelahan, kehilangan nafsu makan)
• kecemasan dan ketakutan
• Menangis, meratap, sedih
• Merasa bersalah, merasa malu (karena
selamat)
• waspada, mudah terkejut
• Marah dan sensitif
• Tidak dapat bergerak
• Tidak dapat merawat diri
Respon Dukungan dalam Praktik PFA
 Memberikan perawatan dan dukungan praktis, namun tidak
menginterupsi;
 Asesmen kebutuhan dan hal-hal yang harus diperhatikan;
 Membantu orang-orang untuk mendapatkan akses terhadap
kebutuhan dasar (makanan, minuman, informasi)
 Menjadi pendengar, namun tidak tidak memaksa mereka untuk
berbicara;
 Menghibur orang-orang dan membantu mereka menjadi
tenang;
 Membantu orang-orang untuk terhubung pada penyedia
informasi, layanan lain, dan sosial;
 Melindungi orang-orang dari bahaya yang lebih lanjut
SIAPA YANG BISA MELAKUKAN DPA ?

Siapa saja yang terlatih untuk


melakukan dukungan psikologis
awal, misalnya nakes, relawan,
keluarga dan
Masyarakat umum.

Semua orang seharusnya mampu


dan mau menjadi first aider.
Siapa yang perlu diberikan PFA?
 Orang-orang yang berada dalam situasi
krisis/tertekan dan tdak menyenangkan,
dan baru saja mengalami kejadian yang
sangat kritis dan mencekam
 Dapat dilakukan pada anak anak dan
orang dewasa

Tidak semua orang dalam kondisi krisis


akan memerlukan/menginginkan
pertolongan psikologis pertama. Tugas
sebagai penolong psikologis adalah
membuat diri kita siap diakses jika suatu
waktu mereka membutuhkan pertolongan
Seseorang yang membutuhkan
bantuan lebih lanjut melebihi PFA

 Orang yang cedera serius dan mengancam


jiwa
 Orang yang sangat terpukul, sehingga
tidak dapat mengurus dirinya dan anak-
anaknya
 Orang dengan kecenderungan menyakiti
diri sendiri
 Orang dengan kemungkinan akan
menyakiti oranglain.
6 PRINSIP
DPA

Yuk Lakukan DPA


Prisip 1 : Lihat / Amati
• Bangun rapport dengan dengan individu penerima bantuan
•Identifikasi individu yang membutuhkan bantuan melalui
observasi
• Pusatkan perhatian kita untuk mengamati bagaimana
perilakunya, emosinya, cara berpikirnya, adakah yang
mendukungnya, dan bagaimana ia menyelesaikan masalahnya
• Apabila terjadi sesuatu dengan fisiknya, misalnya terluka
atau sesuatu yang membahayakan, maka hal pertama
yang dilakukan tentunya menyelamatkan dulu secara fisik
Prisip 2 : Dengarkan
• Pemberi bantuan perlu memiliki kemampuan
mendengarkan aktif
• Tunjukkan antusiasme dan Perhatian tidak terbagi
• Di dalam mendengarkan : tidak menginterupsi, Upayak
an kita bisa memberikan tanggapan, atau ketika mau
bertanya tentang keluhannya
• Berikan umpan balik yang sesuai, namun idak berargu
mentasi, tidak memberikan opini dan
Prisip 3 : Beri Kenyamanan
 Masih ingin menangis, biarkan dulu menangis, berikan
tempat yang nyaman, termasuk pelukan
(jika memungki nkan)
 Memberikan kesempatan untuk mengekspresikan
emosinya ( dengan catatan tidak destruktif )
 Bagi anak anak bisa sediakan helper, misalnya boneka
atau robot, mobil – mobilan, dsb.
 bagi orang dewasa bisa diajarkan untuk
Square Breathing atau grounding sederhana
 Tetap menjalankan prinsip 1 dan 2 yaitu Lihat dan
dengarkan
Prisip 4 : Menghubungkan

• Diskusikan kebutuhan dan kekhawatiran individu


•Hubungkan dengan individu lain yang memiiki
pengalaman serupa atau kerabat yang dikenal.
•Bantu individu mengakses kebutuhan dasarnya
dan mengakses pelayanan yang dibutuhkan
• Mencarikan solusi tentang permasalahan yang
sedang dihadapi
Prisip 5 : Memberikan Perlindungan
• Pastikan aman secara fisik, pindahkan benda berbahaya
• Menjaga privasi individu
• Hubungkan dengan pihak yang memberi perlindungan
•Hindarkan dari informasi yang tidak akurat
Prisip 6 : Membangun Harapan
• Mengajak berbicara tentang apa yang diinginkan
• Bantu individu untuk merencanakan hal yang akan
dilakukan
• Jangan memberi janji palsu / harapan yang tidak
rasional
Hargai hak individu untuk mengambil keputusan

Anda mungkin juga menyukai