0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan50 halaman

Jenis dan Fungsi Sensor dalam Otomasi

Dokumen ini membahas tentang sensor dan transduser dalam otomasi industri, termasuk definisi, jenis, dan persyaratan umum untuk pemilihan sensor yang tepat. Sensor berfungsi untuk mendeteksi dan mengubah energi fisik menjadi sinyal yang dapat diukur, sedangkan transduser mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lain. Berbagai jenis sensor seperti sensor analog, digital, dan ON/OFF dijelaskan, serta contoh penggunaannya dalam industri.

Diunggah oleh

Heru Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan50 halaman

Jenis dan Fungsi Sensor dalam Otomasi

Dokumen ini membahas tentang sensor dan transduser dalam otomasi industri, termasuk definisi, jenis, dan persyaratan umum untuk pemilihan sensor yang tepat. Sensor berfungsi untuk mendeteksi dan mengubah energi fisik menjadi sinyal yang dapat diukur, sedangkan transduser mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lain. Berbagai jenis sensor seperti sensor analog, digital, dan ON/OFF dijelaskan, serta contoh penggunaannya dalam industri.

Diunggah oleh

Heru Kurniawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sensor

VCC

Thermist
ror
NPN
BC10
8
PENDAHULUAN
• Perkembangan otomasi industri dari pekerjaan
menggunakan tangan manusia, kemudian beralih
menggunakan mesin, berikutnya dengan electro-
mechanic (semi otomatis) dan sekarang sudah
menggunakan robotic (full automatic) seperti
penggunaan Flexible Manufacturing Systems (FMS)
dan Computerized Integrated Manufacture (CIM)

• Model apapun yang digunakan dalam sistem otomasi


di industri sangat tergantung kepada keandalan
sistem kendali yang dipakai. Hasil penelitian
menunjukan secanggih apapun sistem kendali yang
dipakai akan sangat tergantung kepada sensor atau t
ransduser yang digunakan.
2
Sensor
Adalah elemen yang menghasilkan sinyal yang
berhubungan dengan kuantitas yang diamati atau akan
diukur.
Memberikan tanggapan thd besaran fisik yang akan
diukur atau diamati dengan menghasilkan output suatu
sinyal
DEFINISI
• D Sharon, dkk (1982), sensor adalah suatu
peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi
gejala-gejala atau sinyal-sinyal yang berasal
dari perubahan suatu energi seperti energi
listrik, energi fisika, energi kimia, energi
biologi, energi mekanik

• Contoh; Camera sebagai sensor penglihatan,


telinga sebagai sensor pendengaran, kulit
sebagai sensor peraba, LDR (light dependent
resistance) sebagai sensor cahaya, dan
lainnya.

4
DEFINISI
• William D.C, (1993), transduser adalah sebuah alat
yang bila digerakan oleh suatu energi di dalam
sebuah sistem transmisi, akan menyalurkan energi
tersebut dalam bentuk yang sama atau dalam bentuk
yang berlainan ke sistem transmisi berikutnya”. Tran
smisi energi ini bisa berupa listrik, mekanik, kimia, o
ptic (radiasi) atau thermal (panas).
• Contoh; generator adalah transduser yang merubah ener
gi mekanik menjadi energi listrik, motor adalah transduse
r yang merubah energi listrik menjadi energi mekanik, da
n sebagainya.

5
What is SENSOR ?
• PENGERTIAN SENSOR
• Sensor merupakan transducer yang digunakan untuk m
endeteksi kondisi suatu proses. Yang dimaksud transdu
cer yaitu perangkat keras untuk mengubah informasi su
atu bentuk energi ke informasi bentuk energi yang lain
secara proporsional. Contoh sensor untuk mengukur le
vel BBM dalam tangki mobil, besaran level/ posisi di ko
nversikan ke sinyal transducer yang ada pada dashboar
d mobil menjadi besaran tahanan kemudian diubah ke
besaran listrik untuk ditampilkan.

6
Persyaratan Umum Sensor dan Transduser

• Linearitas
1 1

0 0
100 100
Tegangan (keluaran) Tegangan (keluaran)

(a) Tangapan linier (b) Tangapan non linier

7
Peryaratan Umum Sensor dan Trans
duser
• Sensitivitas
Sensitivitas sering juga dinyatakan dengan bilangan yang menu
njukan “perubahan keluaran dibandingkan unit perubahan mas
ukan”. Beberepa sensor panas dapat memiliki kepekaan yang d
inyatakan dengan “satu volt per derajat”, yang berarti perubaha
n satu derajat pada masukan akan menghasilkan perubahan s
atu volt pada keluarannya

• Respon waktu
50 50

40 40
Waktu

30 1 siklus 30

(a) Perubahan lambat (b) Perubahan cepat

8
Ketentuan lain dalam memilih sensor yang tepat
• Apakah ukuran fisik sensor cukup memenuhi untuk
dipasang pada tempat yang diperlukan?
• Apakah ia cukup akurat?
• Apakah ia bekerja pada jangkauan yang sesuai?
• Apakah ia akan mempengaruhi kuantitas yang sedang
diukur?.
Sebagai contoh, bila sebuah sensor panas yang besar
dicelupkan kedalam jumlah air air yang kecil, malah
menimbulkan efek memanaskan air tersebut, bukan
menyensornya.
• Apakah ia tidak mudah rusak dalam pemakaiannya?.
• Apakah ia dapat menyesuaikan diri dengan
lingkungannya?
• Apakah biayanya terlalu mahal?
9
JENIS DAN MACAM-MACAM SENSOR

• Sensor terdiri atas tiga jenis, yaitu :


Sensor Analog, meliputi sensor LVDT (Linier variabel Differensial
Transformer), sensor temperatur (thermokopel, RTD, thermistor, I
C), Strain gage dan load cell, LDR dan lain-lain.
Sensor Digital, meliputi rotary encoder,
Sensor ON/OFF, meliputi senssor proximity (kapasitip, induktif da
n infra red), limit switch dan lain-lain.

• Macam-macam sensor meliputi :


Sensor perpindahan dan posisi : potensiometer, LVDT dan RVD
T, Linier Motion Variable Capacitor (LMVC).
Sensor berat : LVDT, Strain gage, Load Cell
Sensor fluida : Level dan tekanan (pengapung, LVDT, kapasitip, u
ltrasonic), aliran (magnetik)
Sensor sistem Navigasi : Gyrostar
Sensor monitoring lingkungan: COx, NOx, SOx, Kelembaban,dll

10
Kapasitif sensor
· Sensor kapasitif mendeteksi benda berdasarkan perubahan kapasitansinya.
· Sensor ini dapat mendeteksi benda padat dan juga benda cair. Tidak hanya

bahan feromagnetik, plastik, kayu , cairan lain juga dapat dideteksi.


· Sensor kapasitif terdiri dari komponen utama 2 plat sebagai elektrode yaitu
· sensing elektrode dan referensi elektrode .
Hall effect sensor B.I
VH  K H .
t
dengan
VH = tegangan Hall
KH = konstanta Hall bahan
B= intensitas medan magnet
I = arus listrik yang dialirkan
t = tebal bahan
Sensor pergeseran
• Sensor kecepatan
• Sensor percepatan

.
Sensor posisi atau
pergeseran
Potensiometer
 Terdiri darielemen resistansi dengan
kontak geser yg dapat bergerak sepanjang elemen.
 Dapat digunakan untuk gerakan linier atau gerakan
rotari
 Pergeseran dikonversikan ke sinyal tegangan sebagai
output sensor
LVDT
Linear variabke Differential Transformer
• 3 kumparan dengan spasi simetris sepanjang
tabung
isolasi.
• Kumparan pusat adalah kumparan utama 2
kumparan lainnya adalah sekunder yg terhubung
seri.
• Inti magnet bergerak sepanjang pusat tabung
yang
Sensor kecepatan

• Sensor eddy current ditempelkan pada poros


berputar yang akan dicari kecepatan putarnya.
• Poros terendam dalam genangan oli

Prinsip kerja sensor ini menggunakan efek eddy


current dengan cara menggunakan sinyal sinusoidal
frekuensi tinggi (3 MHz). Gerak relatif permukaan
poros terhadap permukaan sensor ini mengubah besar
energi efek eddy-current tersebut, yang kemudian
memodulasi sinyal sinusoidal ini.
Cara kerja dari eddy current proximity probe yang mengukur
gerak relatif poros dapat dilihat pada gambar berikut.

Sensor simpangan tak kontak ini dilengkapi dengan


osilator/demodulator untuk memodulasi sinyal diatas
sehingga menghasilkan sinyal keluaran berupa tegangan
listrik yang sebanding dengan gerak relatif poros.
Transduser Kecepatan

Transduser ini terdiri atas massa seismic berkumparan listrik


yang bergerak dalam medan magnet sedemikian rupa
sehingga mampu mengukur amplitudo kecepatan getaran.
Gambaran sensor kecepatan:
• Termasuk transduser pasif, tanpa catu daya
• Ukuran relatif besar ,frekuensi alamiah rendah sekitar 8 -
10 Hz.
• Daerah pengukuran dilakukan di atas frekuensi
alamiahnya umumnya adalah antara 10 Hz < Frekuensi
Pengukuran < 1000 Hz
• Pemasangan sensor kecepatan relatif tidak kritis dan pada
ujung sensor dapat dipasang batang pengukur atau
pelekat magnetik.
• Sensor kecepatan dapat dipakai tanpa conditioning –
amplifier
• Konstruksi sensor kecepatan getaran merupakan sistem
elektromekanik sehingga bisa terjadi keausan
Sensor Percepatan (akselerometer)

Accelerometer adalah jenis transduser yang umum


digunakan dalam pengukuran sinyal getaran.

Transduser ini biasanya menggunakan efek Piezoelectric,


yakni timbulnya muatan listrik pada permukaan keping
kristal piezoelectric karena adanya tekanan yang bekerja
pada permukaanya. Karena menggunakan konsep
piezoelectric maka transduser ini digunakan bersama
dengan “charge-amplifier”.
• Pengukuran yang sangat lebar (dari frekuensi rendah sampai
frekuensi sangat tinggi).
• Pada umumnya accelerometer memerlukan charge-amplifier
tetapi
accelerometer tipe ICP (Integral Circuit Piezoelectric) tidak
memerlukannya.
• Pada frekuensi rendah respon accelerometer tipe piezoelectric
terbatas sampai 5 Hz.
• Accelerometer tipe Piezoresistive dapat mengukur sampai 0 Hz
(sinyal DC) tetapi sinyal tegangan listrik yang dihasilkan relatif
rendah.
Sensor posisi dan perpindahan

• Potensiometer • Gambar Potensiometer linier


• Potensiometer yang digunakan
adalah potensiometer jenis linier.
Potensiometer ini terdiri dari
slider yang dapat bergerak atau
bergeser diatas elemen tahanan,
sehingga keluaran dari sensor ini
berupa perubahan tahanan yang
sebanding dengan perubahan
posisi gerakan slider.

21
CONTOH-1
Jika potensiometer digunakan untuk Penyelesaian :
mengukur sebuah panel yang bergerak
sejauh 0,8 meter, dengan diperlukan Poros mempunyai jangkauan : 250 o /0,8m
perubahan tahanan setiap 0,1 cm. Pada =0,3125 o /m
bagian mekanim panel mempunyai Atau : 3,125 o /cm
sudut putar poros sebesar 250o jika
digerakkan dari posisi awal sampai ke Resolosi 0,1 cm pada panel adalah : 0,1 cm x
posisi akhir. Kemudian untuk 3,125 o /cm = 0,3125 o
mendeteksi putaran panel ini Potensiometer mempunyai resolusi sebesar : 300
digunakan potensiometer yang o /1000 = 0,300 o
mempunyai rasio 300o pada putaran
penuh dan mempunyai 1000 lilitan. Oleh karena itu potensiometer dapat mendeteksi
Dapatkah hal ini dilakukan setiap perubahan sebesar 0,300 o yang lebih baik
dari yang dikehendaki yaitu sebesar 0,3125 o

22
CONTOH-2
Potensiometer mempunyai Penyelesaian :
Disipasi daya pada potensiometer adalah :
rate 150 /1 watt (pada
temperatur diatas 65 oC P = E2/R = (10 V)2/150  = 667 mW

terjadi kenaikan 10 Temperatur pada potensiometer tergantung pada


mW/oC) dan mempunyai temperatur ambang dan kenaikan temperatur disebabkan
oleh daya disipasi pada potensiometer, yaitu :
tahanan terhadap panas Tpot = Tambang + P
sebesar 30oC/Watt. = 80 oC + (667 mW)(30oC/W)
= 100oC
Dapatkah potensiometer ini Daya disipasi yang diperbolehkan harus dikurangi
digunakan apabila dengan dengan 10 mW tiap derajat diatas 65o C, yaitu :
Pboleh = P rate – (Tpot – 65 oC)(10mW/oC)
catu daya 10 volt yang di- = (1 W – (100 oC – 65 oC)(10mW/oC)
operasikan pada temperatur = 650 mW

ambang 80 oC

23
Cara kerja rangkaian LVDT
Pada saat posisi inti di tengah,
maka tegangan sekunder pada
lilitan dengan resistor R1 dan R2,
(dengan harga R1 sama dengan
R2) maka besarnya arus pada I1
sama dengan I2, sehingga
tegangan drop pada R1 sama
dengan tegangan drop R2. Jika inti
berada di atas (pada posisi R1)
maka tegangan drop pada R1 lebih
besar dari pada R2, demikian juga
sebaliknya jika posisi inti di
bawah maka tegangan drop pada
R2 akan lebih besar.
24
Sensor Gaya dan Tekanan
Sensor gaya yang sering digunakan R/R
adalah Strain Gage, yang prinsip GF = ----------- dan
kerjanya didasarkan pada efek L/L
piezoresistive dari bahan semikonduktor,
seperti silikon dan germanium. Sensor  = L/L
ini secara fisik bentuknya dibuat kecil.
 = F/A
Sensor ini mempunyai keluaran yang
sensitip terhadap perubahan temperatur ,
E = /
dan perubahan tahanannya sangat sensitif
tetapi tidak linier. Perubahan tahanan dimana :
dinyatakan dengan Gage Faktor (GF)  - tekanan
yaitu perbandingan perubahan tahanan  - keregangan
dan perubahan panjang (akibat terjadi  - modulus elastisitas
regangan), yang dinyatakan dalam
persamaan berikut :

25
STRAIN GAGE
Strain Gage juga sensitif terhadap perubahan temperatur. Oleh karena
itu akan terjadi perubahan Gage Faktor jika temperaturnya berubah,
seperti dinyatakan pada persamaan berikut :

Rt = Rto ( 1 +  T )

Dengan :
Rt – besarnya tahanan pada saat temperaturnta T
Rto - besarnya tahanan pada saat temperaturnya To
 - koefisien temperatur
T - perubahan temperatur dari To

26
STRAIN GAGE

27
Untuk mendapatkan Vout = ( ∆R E)/2R
sensitifitas yang tinggi maka
menggunakan rangkaian
jembatan Wheatstone.
Pada saat tidak ada tekanan
maka harga R = 0, keempat
resistor mempunyai tahanan
yang sama, maka +out = -out,
sehingga Vout = 0. Jika
diberikan tekanan maka akan
terjadi perubahan tahanan ®
pada Strain gage, maka

28
LOAD CELL
Untuk realisasi sensor banyak
menggunakan Load Cell karena
sensor ini memang dirancang
khusus untuk mengukur besarnya
gaya. Load Cell dirancang dengan
menggunakan Strain Gage
(biasanya dengan empat Strain
Gage). Contoh Load Cell

29
CONTOH
Strain Gage mempunyai panjang
10 cm dan luas penampangnya
4cm2. Modulus elastisitasnya
20,7x1010 N/m2. Strain gage
mempunyai tahanan nominal
240 dan Gage Faktornya 2,2.
Jika diberikan beban maka akan
terjadi perubahan tahanan 0,013.
Hitung besarnya perubahan
panjang dan besarnya gaya yang
diberikan.

30
Sensor Fluida

Sensor fluida dibagi dalam tiga Sensor Tekanan


kelompok yang sesuai dengan Sensor level
parameter yang diukur, yaitu tekanan, Sensor aliran (Flow Sensor)
level, dan aliran. Didalam manufaktur
harus dapat mengukur 1 atau lebih
parameter. Dalam dunia industri sensor
fluida sangat banyak digunakan.

31
Courtesy, Intel
Sensor Tekanan
Tekanan didefinisikan sebagai gaya
persatuan luas (F/A). Tekanan yang
diukur dengan menggunakan ruang hampa
sebagai referensi, yang biasa disebut
dengan tekanan absolut. Semua tekanan
diukur dalam dua sisi yaitu satu sisi
untuk pengukuran dan satu sisi yang lain
untuk referensi.
Tekanan dibawah kolom fluida tergantung
pada ketinggian kolom dan kerapatan
fluida yaitu :

p=fgh

Dengan :
g = konstanta untuk mengubah
massa atau berat, 980,665 cm/dtk2
h = tinggi kolom

32
CONTOH

Jika sensor tekanan mempunyai Penyelesaian :


spesifikasi berikut : Akurasi karena kesalahan adalah : + 0,01 psi
Tekanan input : 0 – 100 psi Akurasi Nol adalah + 1 mV atau + 1psi. Sensor
Output skala penuh : 100 mV telah dikaliberasi pada keluaran Nol dengan 0 psi
Akurasi Nol : + 1 mV pada 75oF. Jika digunakan pada 75oF, maka akan
Akurasi : 1% FS menyebabkan pergesaran kesetimbangan Nol dan
Kesetimbangan Nol: 0,02% FS/o F keluaran skala penuh yaitu :
(pergeseran kesetimbangan 75o) Kesalahan
Pengaruh sensitifitas panas : 0,02% = +0,0002/oF x 100 psi x (95oF–75oF)
FS/oF, Hitunglah kesalahan akurasi, = 0,4 psi
pengaruh panas dan sensitifitas
pengaruh pd suhu 95 oF ! Bila kita lihat secara keseluruhan secara bersama,
maka kesalahan yang terjadi adalah +1,4 psi atau
+1,4 mV.

33
Sensor Level
Ada beberapa metode dalam pengukuran level Jadi semakin tinggi level cairan
cairan ini, baik itu yang dilakukan secara semakin berat pula tekanan dalam
kontinu maupun yang diskontinu. Kontinu tangki dan tekanan inilah yang
artinya bahwa pengukur dan sensor bekerja diukur yang disesuaikan/dikalibrasi
secara terus menerus, sedangkan diskontinu dengan level ketinggian cairan
sensor akan bekerja hanya bila diperlukan saja. dalam tangki.
Pengukuran level yang paling sederhana dan .
umum dilkukan dengan menggunakan float
atau pengapung yang akan bergerak naik turun Potensiometer

sesuai dengan level dari cairan yang diukur.


Selain itu, pengapung ini dihubungkan
P
langsung ke tranduser yang perubahan secara
proporsional terhadap level. Metode lain untuk
pengukuran level ini ialah dengan
menggunakan sensor tekanan yaitu
memanfaatkan hubungan langsung antara level
atau volume cairan dengan tekanan pada dasar
tangki.

34 Courtesy, Intel
Sensor Level

35
Sensor Level
Masih banyak metode-metode yang lain diantaranya yaitu menggunakan
konduktivitas (conductivity) dan kapasitas, cahaya (light), dan gelombang suara
(sonic) seperti pada gambar 3.20.
Keuntungan sistem pengapung dan potensiometer mempunyai beberapa
keuntungan yang lebih baik daripada sensor level yang lain. Pertama, sinyal
keluaran mempunyai sinyal level tinggi (high level) tegangan DC. Oleh karena itu,
tidak perlu pengkondisian sinyal dan mudah diinstalasi dengan pengendali untuk
digunakan. Kedua, sistemnya adalah sederhana, harganya relatif murah dan mudah
direalisasikan.
Disamping itu ada kerugiannya dari sistem pengapung dan potensiometer, yaitu
mempunyai keterbatasan gerakan, sistem mekaniknya harus diinstalsi didalam
tangki yang hal umumnya tidak mudah dilakukan.
Jika menggunakan sensor level kapasitif (lihat gambar 3.20), maka kapasitas suatu
kapasitor plat sejajar dapat dihitung melalui :
A.
C = ----------
d
C = kapasitas
A = luas penampang plat
 = konstanta dielektrik
d = jarak antara 2 plat

36
Sensor Ultrasonic
Jika kita menggunakan sensor
ultrasonik, sinyal yang
dipindahkan berdasarkan
kecepatan suara, waktu pengiriman
dan penerimaan diukur dari jarak
jangkauan kepermukaan yang
dituju. Jarak yang diukur berkisar
antara 0,5 m – 10 m, dan
pengukurannya mengikuti
perumusan berikut :

d = 0,5 v.t

d = jarak kepermukaan obyek


v = kecepatan suara (331,5
m/detik)
t = Total waktu (berangkat dan
37 kembali)
Contoh
Buatlah blok diagram untuk menggunakan sensor ultrasonik dengan jangkauan
detektor pada tangki ditentukan dengan kedalaman 5 m. Keluaran harus 0 saat tangki
kosong dan 1000 pada saat tangki penuh.

38
Penyelesaian :
Detektor ultrasonik ditempatkan pada jarak 0,5 diatas permukaan apabila tangki
penuh, bila tangki kosong, maka jaraknya menjadi 5,5 mak
5,5m
t kosong = ------------------------- = 33,183 mdetik
(0,5) (331,5 m/dtk)
Bila tangki penuh, gelombang yang dipancarkan sejauh 0,5 m dan kembali, maka
:
0,5m
t penuh = ------------------------- = 3,017 mdetik
(0,5) (331,5 m/dtk)
Perbedaan waktu antara kosong dan penuh adalah :
t = (33,183 – 3,017)mdetik
= 30,166 mdetik.
Jika perbedaan waktu yang dihitung dengan perbedaan counter 1000, maka waktu
tiap counter adalah :
t = (percounter) = 30,166 mdetik
= 30,166 /1000 mdetik = 30,166 dtk.
Maka frekuensi counter adalah :
f = 1/ 30,166 dtk
= 33,15 KHz

39
Sensor aliran (Flow Sensor)
• Untuk mendeteksi adanya aliran fluida maupun mengukur
kecepatan dari fluida dapat dilakukan dengan sensor alira
n. Ada beberapa jenis dari sensor aliran baik secara meka
nis maupun secara elektris. Secara mekanis dapat dilakuk
an dengan sistem orifice plate yaitu mengukur perbedaan t
ekanan antara aliran yang masuk pada plate dan tekanan
yang keluar dari plat, besar perbedaan inilah yang dikonv
ersikan ke besarnya aliran.
P1 P2

40
Sensor Aliran
Secara elektris ada beberapa cara yang populer yaitu dengan menggunakan
magnetik dan ultrasonik.

Transmitter (TX)

Receiver (RX)

41
Sensor Temperatur

• Sensor temperatur banyak digunakan untuk berb


agai keperluan : di industri, rumah tangga, kedok
teran, dan lain-lain.

• Mengapa disebut sensor temperatur bukan se


nsor panas?
Untuk itu harus dibedakan antara panas dan tem
peratur. Yang disebut temperatur ialah perubaha
n panas.
• Contoh : kita membayangkan suatu cairan yang
ditekan menyebabkan aliran dengan cairan yang
dipanaskan menyebabkan aliran panas yang dis
ebut temperatur.

42
Prinsip sensor temper
atur
• Sistem pengisisan termometer (Filled System
Thermometers)
• Tipe ini termasuk jenis yang paling tua, yang kon
struksinya terdiri dari satu tabung gelas yang me
mpunyai pipa kapiler kecil yang berisi vacum dan
cairan serta reservoir cairan dan cairan ini biasan
ya berupa air raksa. Perubahan panas menyeba
bkan perubahan ekspansi dari cairan atau dikena
l temperature to volumetric change kemudian vol
umetric change to level secara simultan. Peruba
han level ini menyatakan perubahan panas atau t
emperatur. Ketelitian jenis ini tergantung dari ran
cangan atau ketelitian tabung, juga penyekalany
a.

43
Sensor temperatur dwi logam
Jenis ini menggunakan logam untuk sensornya. Logam yang digunakan adalah 2
buah yang masing-masingnya mempunyai karakteristik titik leburnya yang
berbeda.

 Bila logam dipanaskan maka logam akan memuai atau bertambah panjang.
Karea karakteristik pemuaian dari kedua jenis logam pada dwi logam berbeda,
maka ujung yang bebas dari logam akan membengkok.

Penggunaan : thermostat
electric toaster, foffe pot, dan setrika listrik. sistem pemutus rangkaian (circuit
breaker)

Logam 1
-
-
-
-
Logam -
2 =
=
=
44 =
=
=
Sensor RTD
Penemu : Seebeck yang
kemudian dikembangkan oleh
Sir William Siemens.

Prinsip kerja : sensor ini


berdasarkan perubahan tahanan
dari beberapa jenis logam
apabila mendapatkan
perubahan panas. Semua logam
akan mengalami perubahan
tahanan positif apabila terjadi
perubahan temperatur yang
positif.
45
Sensor temperatur RTD

 Bahan : untuk sensor ini antara lain platina, nikel, paduan


nikel alloy, terutama tembaga karena mempunyai tahanan
yang rendah dan perubahan tahanan yang linier

 Nilai tahanan untuk RTD platina mempunyai jarak dari 10


sampai dengan 100 ohm untuk model bird gage. Standar
koefisien temperatur kawat platina (DIN 43760) adalah =
0.00385. Untuk kawat 100 adalah 0.385/oC. Nilai ini adalah
rata-rata dari 0oC sampai 100oC

46
Sensor temperatur thermistor

Thermistor adalah juga resistor VCC


yang sensitif terhadap perubahan
temperatur. Thermistor biasanya
dibuat dari bahan
semikonduktor. Thermistor
Thermist
umumnya mempunyai koefisien ror
NPN
temperatur negatif (NTC), BC10
8
artinya apabila temperatur
bertambah maka tahanannya
akan berkurang, tetapi juga ada
yang mempunyai koefisien
temperatur positif (PTC).
47 47
Sensor temperatur dengan IC
Sensor dengan Integrated
Circuit (IC) tipe LM335
keluarannya 10 mV/0F dan
sensor yang lain tipe AD592
arus keluarannya 1A/oK. IC
tipe LM335 adalah sebagai
zener diode yang sensitif
terhadap temperatur.

3 tipe IC yang mempunyai


jarak dan penggunaan yang
berbeda-beda. Apabila Tipe Range(0C) Penggu
mendapat pembiasan balik naan
pada daerah breakdown, LM135 -55  t  Militer
maka keluarannya adalah LM235 150 Industri
Vz = 2,73V + (10mV/oC) T LM335 -40  t  Komersi
125 al
48
-40  t 
Sensor temperatur dengan IC
Untuk menentukan ukuran batasan besarnya tahanan tergantung
dari besarnya tegangan suplai pada zener diode dan tegangan
VOH = f(VOL)
pada temperatur nominal, yaitu: VOL = f(VOH)
R(bias) = V(suplai) – V(nominal) VM = f(VM)
Iz
Dalam manufaktur besarnya Iz = 1mA
Bila nilainya adalah linier maka hal ini adalah penting, karena
arus beban kecil maka dibandingkan dengan arus minimum yang
melalui zener yaitu :

Vmak >> V(suplai) – V mak


RL R(bias)

49
Penyelesaian
CONTOH Pada temperatur nominal maka outputnya :
Vz = 2,73 V + (10mV/0C) (200C) = 2,93 V
Tetapi, anode pada zener diode pada –2,73 V, maka tegangan
keluarannya adalah :
Vout = Vz + V(offset) = (2,93 – 2,73) V = 200 mV
Jika rangkaian
menggunakan IC
LM335 yang R(bias) = 5V – 0,2V = 4,8 K
mempunyai jarak – 1mA
10oC sampai dengan Dipilih harga R(bias) besarnya 4,7 K.
Untuk menentukan nilai minimum harus ditentukan R(zero) pada
+50oC pada temperatur
I(bias), sehingga harus dipilih harga R(zero) << R(bias) dan dipilih
nominal 20oC, R(zero) = 500.
menggunakan catu Untuk koreksi besarnya tahanan beban digunakan persamaan berikut
daya +5V hitung :
tahanan beban Vmak . R(bias) :
minimum yang RL >> Vmak – R(bias )
diperbolehkan. V(supply) – Vmak
Vz = 2,73 + (10)(50) = 3,23V
Vmak = 3,23V – 2,73V = 0,5V
RL >> (0,5V)-(4,7K = 522
5V – 0.5V
50

Anda mungkin juga menyukai