0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan73 halaman

Teknik Pemrosesan Awal Data Mining

Dokumen ini membahas pentingnya pemrosesan awal data dalam data mining, termasuk pembersihan, integrasi, transformasi, dan reduksi data. Data yang kotor, tidak konsisten, atau tidak lengkap dapat mengurangi kualitas hasil mining, sehingga pembersihan dan pengolahan data sangat krusial. Berbagai teknik seperti binning, regresi, dan analisis cluster digunakan untuk menangani masalah data yang tidak berkualitas.

Diunggah oleh

Bayu Darmawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan73 halaman

Teknik Pemrosesan Awal Data Mining

Dokumen ini membahas pentingnya pemrosesan awal data dalam data mining, termasuk pembersihan, integrasi, transformasi, dan reduksi data. Data yang kotor, tidak konsisten, atau tidak lengkap dapat mengurangi kualitas hasil mining, sehingga pembersihan dan pengolahan data sangat krusial. Berbagai teknik seperti binning, regresi, dan analisis cluster digunakan untuk menangani masalah data yang tidak berkualitas.

Diunggah oleh

Bayu Darmawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Konsep dan Teknik Data

Mining
Data Preprocessing

Mengapa data
Mengapa data di
di proses
prosesawal?
awal?

Pembersihan data
Pembersihan data

Integrasi dan
Integrasi dan transformasi
transformasi data
data

Reduksi data
Reduksi data

Diskritisasidan
Diskritisasi danpembuatan
pembuatan
konsep hierarki
konsep hierarki
Mengapa Data Diproses Awal?
• Data dalam dunia nyata kotor
– Tak-lengkap: nilai-nilai atribut kurang, atribut
tertentu yang dipentingkan tidak disertakan, atau
hanya memuat data agregasi
• Misal, pekerjaan=“”
– Noisy: memuat error atau memuat outliers (data
yang secara nyata berbeda dengan data-data yang
lain)
• Misal, Salary=“-10”
Mengapa Data Diproses Awal?
– Tak-konsisten: memuat perbedaan dalam kode atau
nama
• Misal, Age=“42” Birthday=“03/07/1997”
• Misal, rating sebelumnya “1,2,3”, sekarang
rating “A, B, C”
• Misal, perbedaan antara duplikasi record
• Data yang lebih baik akan menghasilkan data mining
yang lebih baik
• Data preprocessing membantu didalam memperbaiki
presisi dan kinerja data mining dan mencegah
kesalahan didalam data mining.
Mengapa Data Kotor?
• Ketaklengkapan data datang dari
– Nilai data tidak tersedia saat dikumpulkan
– Perbedaan pertimbangan waktu antara saat data
dikumpulkan dan saat data dianalisa.
– Masalah manusia, hardware, dan software
• Noisy data datang dari proses data
– Pengumpulan
– Pemasukan (entry)
– Transmisi
Mengapa Data Kotor?
• Ketak-konsistenan data datang dari
– Sumber data yang berbeda
– Pelanggaran kebergantungan fungsional
Mengapa
Pemrosesan Awal

Data Penting?
Kualitas data tidak ada, kualitas hasil mining tidak
– Kualitas keputusan harus didasarkan kepada
ada!
kualitas data
• Misal, duplikasi data atau data hilang bisa
menyebabkan ketidak-benaran atau bahkan
statistik yang menyesatkan.
– Data warehouse memerlukan kualitas data
integrasi yang konsisten
• Ekstraksi data, pembersihan, dan transformasi
merupakan kerja utama dari pembuatan suatu data
warehouse. — Bill Inmon
Pengukuran Kualitas
Data
Multidimesi
• Kualitas data dapat diakses dalam bentuk:
–Akurasi
–Kelengkapan
–Konsistensi
–Ketepatan waktu
–Kepercayaan
–Nilai tambah
–Penafsiran
–Kemudahan
diakses luas:
• Kategori
– Hakekat, kontekstual, bisa direpresentasikan,
dan mudah diakses
Tugas Utama
Pemrosesan Awal
Data
• Pembersihan data (data yang kotor)
– Mengisi nilai-nilai yang hilang,
menghaluskan noisy data, mengenali atau
menghilangkan outlier, dan memecahkan
ketak-konsistenan
• Integrasi data (data heterogen)
– Integrasi banyak database, banyak kubus
data, atau banyak file
• Transformasi data (data detail)
– Normalisasi dan agregasi
Tugas Utama
Pemrosesan
Awal Data
• Reduksi data (jumlah data yang besar)
– Mendapatkan representasi yang direduksi
dalam volume tetapi menghasilkan hasil
analitikal yang sama atau mirip
• Diskritisasi data (kesinambungan atribut)
– Bagian dari reduksi data tetapi dengan
kepentingan khusus, terutama data
numerik
Bentuk-Bentuk Dari
Pemrosesan Awal
Data
Pembersihan
PembersihanData
Data

Integrasi
IntegrasiData
Data

Transformasi
TransformasiData
Data

Reduksi
ReduksiData
Data
Pembersihan Data
• Kepentingan
– “Pembersihan data adalah salah satu dari 3 problem
terbesar dalam data warehousing”—Ralph Kimball
– “Pembersihan data adalah problem nomor 1 dalam
data warehousing”—DCI survey
• Tugas pembersihan data
– Mengisi nilai-nilai yang hilang
– Mengenali outliers dan menghaluskan noisy data
– Memecahkan redundansi yang disebabkan oleh
integrasi data
Pembersihan Data
– Memperbaiki ketak-konsitenan data, US=USA?
• Menggunakan rujukan eksternal
• Mendeteksi pelanggaran kendala
– Misal, kebergantungan fungsional
Data Hilang
• Data tidak selalu tersedia
– Misal, banyak tuple atau record tidak memiliki nilai
yang tercatat untuk beberapa atribut, seperti
customer income dalam data sales
• Hilangnya data bisa karena
– Kegagalan pemakaian peralatan
– Ketak-konsistenan dengan data tercatat lainnya dan
karenanya dihapus
– Data tidak dimasukkan karena salah pengertian
– Data tertentu bisa tidak dipandang penting pada saat
entry
Data Hilang
– Tidak mencatat history atau tidak mencatat
perubahan data
• Kehilangan data perlu disimpulkan
Bagaimana Menangani Data Hilang?
• Mengabaikan tuple atau record: mudah tetapi tidak
efektif, dan merupakan metoda terakhir
– Biasanya dilakukan saat label kelas hilang
– Tidak efektif bila persentasi dari nilai-
nilai yang hilang per atribut sungguh-
• sungguh bervariasi.
Mengisi
– Palingnilai-nilai
baik yang hilang secara manual:
– Membosankan
– Paling mahal biayanya
– Tak mungkin dilakukan dalam banyak hal!
Bagaimana Menangani Data Hilang?
• Mengisi nilai-nilai yang hilang secara otomatis
menggunakan:
– Suatu konstanta global: misal, “unknown”, “Null”,
atau suatu kelas baru?!
• Suatu pola yang memuat “unknown” atau “Null”
adalah buruk
– Gunakan rata-rata atribut
– Pengempisan data ke mean/median
– Rata-rata atribut untuk seluruh sampel yang masuk
kedalam kelas yang sama
• Lebih cerdas, dan suatu metoda yang baik
Bagaimana Menangani Data Hilang?
– Nilai yang paling mungkin: berbasis inferensi
seperti regresi, rumus bayesian, atau pohon
keputusan
• Klasifikasi untuk mendapatkan nilai yang paling
mungkin
• Suatu metoda yang baik dengan beberapa
overhead
– Menggunakan suatu nilai untuk mengisi nilai yang
hilang bisa membiaskan data, nilai bisa salah
– Nilai yang paling mungkin adalah yang terbaik
– Gunakan informasi yang paling banyak dari data
yang ada untuk memprediksi
Noisy Data
• Noise: error acak atau variansi
dalam suatu variabel terukur
• Nilai-nilai atribut tak benar mungkin karena
– Kegagalan instrumen pengumpulan data
– Problem pemasukan data
– Problem transmisi data
– Keterbatasan teknologi
– Ketak-konsistenan dalam konvensi penamaan
• Problem data lainnya yang memerlukan pembersihan
data
– Duplikasi record
– Data tak lengkap
– Data tidak konsisten
Noisy Data: Menghilangkan Outlier
Noisy Data: Penghalusan

Y1

Y1’

X1 x
Bagaimana Menangani Noisy Data?
• Metoda Binning:
– Pertama urutkan data dan partisi kedalam (kedalaman
yang sama) bin-bin
– Kemudian noisy data itu bisa dihaluskan dengan rata-
rata bin, median bin, atau batas bin.
• Clustering
– Medeteksi dan membuang outliers
• Inspeksi kombinasi komputer dan manusia
– Mendeteksi nilai-nilai yang mencurigakan dan
memeriksa dengan manusia(misal, berurusan dengan
outlier yang mungkin)
Bagaimana Menangani Noisy Data?
• Regresi
– Menghaluskan dengan memasukkan data kedalam
fungsi regresi
Metoda Binning:
Diskritisasi Sederhana
• Partisi lebar yang sama (jarak):
– Membagi range kedalam N interval dengan
ukuran yang sama: grid seragam
– Jika A dan B masing-masing adalah nilai
terendah dan tertinggi dari atribut, lebar
interval akan menjadi : W = (B –A)/N.
– Kebanyakan langsung, tetapi outlier
mendominasi presentasi
– Data Outlier dan menyimpang tidak
ditangani dengan baik.
Metoda Binning:
Diskritisasi Sederhana
• Partisi kedalaman sama (frekuensi):
– Membagi range kedalam N interval, masing-masing
memuat jumlah sampel yang hampir sama
– Penskalaan data yang baik
– Penanganan atribut yang bersifat kategori bisa
rumit.
Metoda Binning
Untuk Penghalusan Data
• Data terurut untuk harga (dalam
dollar): 4, 8, 9, 15,
• 21, 21, kedalam
Partisi 24, 25, 26,
bin28, 29, 34kedalaman yang sama
dengan
(misal, dalam bin-3):
- Bin 1: 4, 8, 9, 15
- Bin 2: 21, 21, 24, 25
- Bin 3: 26, 28, 29, 34
• Haluskan dengan rata-rata bins:
- Bin 1: 9, 9, 9, 9
- Bin 2: 23, 23, 23, 23
- Bin 3: 29, 29, 29, 29
Metoda Binning
Untuk
Penghalusan
• Penghalusan dengan batas bin:
Data
- Bin 1: 4, 4, 4, 15
- Bin 2: 21, 21, 25, 25
- Bin 3: 26, 26, 26, 34
Analisis Cluster
Regresi

Y1

Y1’ y=x+1

X1 x
Inspeksi Komputer dan Manusia—
Penghalusan
• Inspeksi kombinasi komputer dan manusia
– Suatu ambang yang diberikan user
– Komputer mendeteksi seluruh potensi outlier yang
dikaitkan dengan ambang
– Manusia menentukan outlier sesungguhnya
Integrasi Data
• Integrasi data:
– Mengkombinasikan data dari banyak sumber kedalam suatu
simpanan terpadu
• Integrasi skema
– Mengintegrasikan metadata dari sumber-sumber berbeda
– Problem identifikasi entitas: mengenali entitas dunia nyata
dari banyak sumber-sumber data, misal [Link]-id ≡ [Link]-#
• Pendeteksian dan pemecahan konflik nilai data
– Untuk entitas dunia nyata yang sama, nilai-nilai atribut dari
sumber-sumber berbeda adalah berbeda
– Alasan yang mungkin: representasi berbeda, skala berbeda,
misal berat bisa dalam pound atau kilogram
Integrasi Data
• Problem: integrasi skema heterogen
• Nama-nama tribut berbeda
cid nam e byear Custom er- state
1 Jones 1960 ID 1 NY
2 Sm ith 1974 2 CA
3 Sm ith 1950 3 NY

• Unit berbeda: Sales dalam $, sales dalam Yen,


sales dalam DM
Integrasi Data
• Problem: integrasi skema heterogen
• Skala berbeda: Sales dalam dollar versus sales dalam
sen dollar

• Atribut turunan: Annual salary versus monthly salary

cid monthlySalar cid Salary


1 y 500 6 50,00
2 0
240 7 0
100,00
3 0
300 8 040,00
0 0
Integrasi Data
• Problem: ketak-konsistenan karena redundansi
• Customer dengan customer-id 150 punya 3 anak dalam
relation1 dan 4 anak dalam relation2
cid numChildre cid numChildre
1 n 3 1 n 4

• Komputasi annual salary dari monthly salary dalam


relation1 tak cocok dengan atribut “annual-salary”
dalam relation2
Penanganan Redundansi
Dalam Integrasi Data
• Data redundan sering terjadi saat integrasi
dari banyak database
– Atribut yang sama bisa memiliki nama berbeda dalam
database berbeda
– Atribut yang satu bisa merupakan suatu atribut “turunan”
dalam tabel lainnya, misal, annual revenue
• Data redundan mungkin bisa dideteksi dengan analisis
korelasi
• Integrasi data hati-hati dari banyak sumber bisa
membantu mengurangi/mencegah redundansi dan
ketak-konsistenan dan memperbaiki kecepatan dan
kualitas mining
Penanganan Redundansi
Dalam Integrasi Data
• Suatu atribut adalah redundan jika atribut tersebut bisa
diperoleh dari atribut lainnya

• Analisis korelasi
• Rata-rata A adalah
• Deviasi standard A adalah
• RA,B = 0: A dan B saling bebas
• RA,B > 0: A dan B berkorelasi positip A↑↔B↑
• RA,B < 0: A dan B berkorelasi negatif A↓↔B↑
Transformasi Data
• Penghalusan: menghilangkan noise dari data
• Agregasi: ringkasan, konstruksi kubus data
• Generalisasi: konsep hierarchy climbing
• Normalisasi: diskalakan agar jatuh didalam suatu
range kecil yang tertentu
– Normalisasi min-max
– Normalisasi z-score
– Normalisasi dengan penskalaan desimal
• Konstruksi atribut/fitur
– Atribut-atribut baru dibangun dari atribut-atribut ada
yang
Transformasi Data: Normalisasi
• Normalisasi min-max

• Normalisasi z-score (saat Min, Max tak diketahui)

• Normalisasi dengan penskalaan desimal


v
v' = dimana j adalah integer terkecil sehingga Max(| v' |)<1
10 j
Strategi Reduksi Data
• Suatu data warehouse bisa menyimpan terabytes data
– Analisis/menambang data kompleks bisa membutuhkan
waktu sangat lama untuk dijalankan pada data set komplit
(tak efisien)
• Reduksi data
– Mengurangi ukuran data set tetapi menghasilkan hasil
analitis yang sama (hampir sama)
• Strategi reduksi data
– Agregasi kubus data
– Reduksi dimensionalitas—menghilangkan atribut tak
– penting
– Kompresi data
Reduksi Numerosity reduction—mencocokkan data kedalam
– model
Diskritisasi dan pembuatan konsep hierarki
Agregasi Kubus Data
• Level terendah dari suatu kubus data
– Data agregasi data untuk suatu individu entitas yang
diminati
– Misal, suatu customer dalam suatu DW phone
calling.

Banyak level agregasi dalam kubus data
– Pengurangan ukuran data yang diurusi berikutnya

Rujukan level yang sesuai
– Menggunakan representasi terkecil yang cukup untuk
memecahkan tugasnya
• harus
Query yang berkaitan dengan agregasi informasi
dijawab menggunakan kubus data, bila mungkin
Agregasi Kubus Data
Reduksi Dimensionalitas
• Fitur seleksi(i.e., attribute subset selection):
– Memilih sekumpulan fitur minimum sedemikian hingga
distribusi peluang dari kelas berbeda bila nilai-nilai
fitur tersebut diberikan adalah sedekat mungkin dengan
distribusi asli bila nilai-nilai diberikan pada seluruh
fitur
– Mengurangi jumlah pola dalam pola, lebih mudah
dipahami
• Metoda heuristik(due to exponential # of choices):
– Seleksi step-wise forward
– Eliminasi step-wise backward
– Kombinasi seleksi forward dan eliminasi backward
– Induksi pohon keputusan
Contoh Induksi Pohon Keputusan
Himpunan atribut awal:
{A1, A2, A3, A4, A5, A6}

A4 ?

A1? A6?

Class 1 Class 2 Class 1 Class 2

> Reduksi himpunan atribut: {A1, A4, A6}


Fitur Seleksi Metoda Heuristik
• Ada sebanyak 2d sub-fitur yang mungkin dari d fitur
• Beberapa fitur seleksi metoda heuristik:
– Fitur tunggal terbaik dibawah asumsi fitur bebas: pilih
dengan uji berarti.
– Fitur seleksi step-wise terbaik:
• Fitur tunggal terbaik dipilih pertama kali
• Lalu kondisi fitur terbaik untuk yang pertama…
– Fitur eliminasi step-wise:
• Secara berulang-ulang menghilangkan fitur yang buruk
– Kombinasi fitus seleksi dan eliminasi terbaik:
– Branch and bound optimal:
• Menggunakan fitur eliminasi dan backtracking
Kompresi Data
• Kompresi string
– Ada banyak teori dan algoritma yang telah
diselaraskan dengan baik
– Biasanya lossless
– Tetapi hanya manipulasi terbatas yang mungkin tanpa
perluasan
• Kompresi audio/video
– Biasanya kompresi lossy, dengan penghalusan
progresif
– Kadang-kadang fragmen kecil dari sinyal bisa
direkonstruksi tanpa rekronstruksi keseluruhan
• Urutan waktu bukanlah video
– Biasanya pendek dan bervariasi lambat menurut waktu
Kompresi Data

Data Asli Data


Terkompres
lossless

ssy
lo
Pendekatan Data
Asli
Transformasi Wavelet
• Discrete wavelet transform (DWT):
pemrosesan sinyal linier, analisis
multiresolusional Haar2 Daubechie4

• Pendekatan terkompres: menyimpan hanya


suatu bagian kecil dari yang terkuat dari
koefisien wavelet
• Mirip dengan Discrete Fourier transform
(DFT), tetapi kompresi lossy yang lebih
baik, dilokalisasi dalam ruang
Transformasi Wavelet
• Metoda:
– Panjang, L, haruslah suatu integer pangkat 2 (diisi
dengan 0, bila diperlukan)
– Setiap transformasi memiliki 2 fungsi: penghalusan
dan beda
– Diterapkan pada pasangan data, yang menghasilkan
2 set data dari panjang L/2
– Memakai 2 fungsi secara rekursif, sampai panjang
yang diinginkan tercapai
DWT Untuk Kompresi Citra
• Citra

Low Pass High Pass

Low Pass High Pass

Low Pass High Pass


Analisis Komponen Utama
• Diberikan N vektor data dari k-dimensi,
carikvektor-
vektor ortogonal c <= yang paling baik digunakan
untuk menyajikan data
– Himpunan data asli dikurangi menjadi himpunan
yang memuat N vektor-vektor data pada komponen
utama c (mengurangi dimensi)
• Setiap vektor data adalah suatu kombinasi linier dari
vektor-vektor komponen utama c
• Berlaku hanya untuk data numerik
• Digunakan ketika jumlah dimensi besar
Analisis Komponen Utama
X2

Y1
Y2

X1
Reduksi Numerositi
• Metoda parametrik
– Misalkan data sesuai dengan suatu model, taksir
parameter-parameter model, simpan hanya
parameter-parameter tersebut, dan buang datanya
(kecuali outlier yang mungkin)
– Model-model log-linear: dapatkan nilai-nilai pada
suatu titik dalam ruang m-D sebagai perkalian atas
ruang bagian marginal yang sesuai
• Metoda non-parametrik
– Tidak memandang model
– Keluarga utama: histogram, clustering, sampling
Model Regresi dan Log-linier
• Regresi linier: Data dimodelkan agar masuk
kedalam suatu garis lurus
– Sering menggunakan metoda least-square agar
memenuhi garis tersebut
• Regresi ganda: memungkinkan suatu variabel
respon Y untuk dimodelkan sebagai suatu
fungsi linier dari vektor fitur multidimensional
• Model log-linear: mendekati distribusi
peluang multidimensional diskrit
Analisa Regresi dan Model log-linier
• Regresi linear: Y = α + β X
– 2 parameter , α dan β yang menentukan garis tersebut dan
akan ditaksir menggunakan data yang dimiliki.
– Menggunakan kriteria least squares untuk nilai-nilai yang
diketahui dari Y1, Y2, …, X1, X2, ….
• Regresi ganda: Y = b0 + b1 X1 + b2 X2.
– Berbagai fungsi nonlinier bisa ditransformasikan ke regresi
linier.
• Model log-linear:
– Tabel multi-way dari peluang gabungan didekati dengan
suatu perkalian dari tabel-tabel orde lebih rendah.
– Peluang: p(a, b, c, d) = αab βacχad δbcd
Histogram
• Teknik reduksi data
populer
• Membagi data kedalam
ember-ember dan
menyimpan rata-rata
(jumlah) untuk setiap
ember
• Bisa dibangun secara
optimal dalam satu
dimensi menggunakan
pemrograman dinamis
• Terkait dengan problem
kuantisasi
Histogram
• Contoh:
Dataset: 1,1,1,1,1,1,1,1,2,2,2,2,3,3,4,4,5,5,6,6,
7,7,8,8,9,9,10,10,11,11,12,12
Histogram: (range, count, sum)
(1-2,12,16), (3-6,8,36), (7-9,6,48), (10-12,6,66)
• Histogram lebar sama
– Membagi domain dari suatu atribut kedalam k
interval dengan ukuran sama
– Lebar interval = (Max – Min)/k
– Secara komputasi mudah
– Problem dengan skew data dan outliers
Histogram
• Contoh:
Dataset: 1,1,1,1,1,1,1,1,2,2,2,2,3,3,4,4,5,5,6,6,
7,7,8,8,9,9,10,10,11,11,12,12
Histogram: (range, count, sum)
(1-3,14,22), (4-6,6,30), (7-9,6,48), (10-12,6,66)
• Histogram kedalaman sama
– Membagi domain dari suatu atribut kedalam k
interval, masing-masing interval memuat jumlah
record yang sama
– Variabel lebar interval
– Komputasinya mudah
Histogram
• Contoh:
Dataset: 1,1,1,1,1,1,1,1,2,2,2,2,3,3,4,4,5,5,6,6,
7,7,8,8,9,9,10,10,11,11,12,12
Histogram: (range, count, sum)
(1,8,8), (2-4,8,22), (5-8,8,52), (9-12,8,84)
Clustering
• Mempartisi data set kedalam cluster-cluster, dan bisa
hanya menyimpan representasi cluster

• Bisa sangat efektif jika data di-cluster tetapi tidak jika


data “dirusak”
• Bisa memiliki clustering hierarki dan bisa disimpan
didalam struktur pohon indeks multi-dimensional

• Ada banyak pilihan dari definisi clustering dan


algoritma clustering.
Sampling
• Memungkinkan suatu algoritma mining untuk
dijalankan dalam kompleksitas yang berpotensi sub-
linier terhadap ukuran data
• Pilih suatu perwakilan subset dari data tersebut
– Sampling acak sederhana bisa memiliki kinerja yang
sangat buruk bila ada skew
• Kembangkan metoda-metoda sampling adaptif
– Stratifikasi sampling:
• Dekati persentasi dari masing-masing kelas (atau
subpopulasi yang diminati) dalam database keseluruhan
• Digunakan dalam hubungannya dengan skewed data
• Sampling bisa tidak mengurangi I/O database
(halaman pada suatu waktu).
Sampling

O R
W om
SRS r a nd
p le t
(sim le withou
samp ment)
p la ce
r e

SRSW
R

Raw Data
Sampling

Raw Data Cluster/Stratified Sample


Reduksi Hierarki
• Gunakan struktur multi resolusi dengan derejat reduksi
berbeda
• Clustering hierarkikal sering dilakukan tetapi
cenderung mendefinisikan partisi data sets ketimbang
“cluster”
• Metoda paramaterik biasanya tidak dapat diuji untuk
representasi hierarkikal
• Agregasi hierarkikal
– Suatu pohon indeks hierarkikal membagi suatu data set
kedalam partisi-partisi dengan memberi nilai range dari
beberapa atribut
– Setiap partisi bisa dipandang sebagai suatu ember
– Jadi suatu pohon indeks dengan agregasi yang
disimpan pada setiap node adalah suatu
histogram hierarkikal
Diskritisasi
• Konsep sama dengan histogram
• Membagi domain dari suatu atribut numerik kedalam
interval-interval.
• Menggantikan nilai atribut dengan label untuk
interval.
• Contoh:
– Dataset (age; salary):
(25;30,000),(30;80,000),(27;50,000),
(60;70,000),(50;55,000),(28;25,000)
– Dataset diskrit(age, discretizedSalary):
(25,low),(30,high),(27,medium),(60,high),
(50,medium),(28,low)
Diskritisasi
• 3 tipe dari atribut:
– Nominal — nilai-nilai dari sekumpulan tak berurut
– Ordinal — nilai-nilai dari suatu himpunan terurut
– Continuous — bilangan-bilangan riil
• Diskritisasi:
– Membagi range dari suatu atribut kontinu kedalam
interval-interval x1 x2 x3 x4 x5

y1 y2 y3 y4 y5 y6
– Beberapa klasifikasi hanya menerima
algoritma
– atribut data dengan diskritisasi
– Menyiapkan
kategorikal. data untuk analisis lebih lanjut
Mengurangi
Diskritisasi dan Konsep Hierarki
• Diskritisasi
– Mengurangi jumlah nilai-nilai dari atribut kontinu
yang diberikan dengan membagi range atribut
kedalam interval-inteval. Label-label interval
kemudian bisa digunakan untuk menggantikan
nilai-nilai data sesungguhnya
• Konsep hierarki
– Mengurangi data melalui pengumpulan dan
penggantian konsep level rendah (seperti nilai-nilai
numerik untuk numerik usia) dengan konsep level
lebih tinggi (seperti muda, middle-aged, atau
senior)
Diskritisasi dan Konsep Hierarki
Pembuatan Data Numerik

• Binning

• Analisis Histogram

• Analisis Clustering

• Diskritisasi berbasis entropy

• Segmentasi dengan partisi alami


Diskritisasi Berbasis Entropi
• Diberikan suatu himpunan sampel S, jika S
dipartisi kedalam 2 interval S1 dan S2
entropi setelah menggunakan
partisi adalah batas |T,
S| |S |
E (S , T ) = 1 Ent ( S1) + 2 Ent ( S2)
|S| |S|
• Batas yang meminimisasi fungsi entropi atas seluruh
batas-batas yang mungkin dipilih sebagai suatu
diskritisasi biner.
• Proses ini secara rekursif diterapkan pada partisi
diperoleh
yang sampai suatu kriteria penghentian
ditemukan, misal, Ent (S) − E (T, S) >
• Percobaan-percobaan δmenunjukkan bahwa bahwa
diskritisasi ini bisa mengurangi ukuran data dan
memperbaiki akurasi klasifikasi
Segmentasi Dengan Partisi Alami
• Suatu kaidah 3-4-5 sederhana bisa digunakan untuk
memecah data numerik kedalam interval “alami” yang
relatif seragam.
– Jika suatu interval memuat 3, 6, 7 atau 9 nilai-nilai
berbeda pada digit paling berarti, partisi range
tersebut menjadi 3 interval dengan lebar sama
– Jika suatu interval memuat 2, 4, atau 8 nilai-nilai
berbeda pada digit paling berarti, partisi range
tersebut kedalam 4 interval
– Jika suatu interval memuat 1, 5, atau 10 nilai-nilai
berbeda pada digit paling berarti, partisi range
kedalam 5 interval
Contoh Kaidah 3-4-5
count

Step 1: -$351 -$159 profit $1,838 $4,700

Min Low (i.e, 5%-tile) High(i. Max


e,
Step 2: msd=1,000 Low=-$1,000 High=$2,000
95%-0
(-$1,000 - $2,000) tile)
Step 3:

(-$1,000 - 0) (0 -$ 1,000) ($1,000 - $2,000)

(-$4000 -$5,000)
Step 4:

($2,000 - $5, 000)


(-$400 - 0) (0 - $1,000) ($1,000 - $2, 000)
(0 -
($1,000 -
(-$400 - $200)
$1,200) ($2,000 -
-$300) $3,000)
($200 -
($1,200 -
$400)
(-$300 - $1,400)
-$200) ($3,000 -
($400 - ($1,400 - $4,000)
(-$200 - $600) $1,600)
($4,000 -
-$100) ($600 - ($1,600 - $5,000)
$800) ($800 - $1,800) ($1,800 -
$1,000) $2,000)
(-$100 -
0)
Pembuatan Konsep Hierarki Untuk
Data Kategorikal
• Spesifikasi dari suatu urutan parsial dari atribut secara
eksplisit pada level skema oleh user atau pakar
– street<city<state<country
• Spesifikasi dari suatu bagian dari suatu hierarki
dengan pengelompokan data secara eksplisit
– {Urbana, Champaign, Chicago}<Illinois
• Spesifikasi dari suatu himpunan atribut.
– Sistem secara otomatis membangun urutan parsial dengan
menganalisa jumlah nilai-nilai berbeda
– Misal, street < city <state < country
• Spesifikasi dari hanya suatu himpunan parsial dari
atribut
– misal, hanya street < city, bukan lainnya
Pembuatan Konsep Hierarki
Otomatis
• Beberapa konsep hierarki bisa secara otomatis
dibangun berdasarkan pada analisis dari jumlah
nilai-nilai berbeda per atribut dalam data set
yang diberikan
– Atribut dengan nilai-nilai paling berbeda diletakkan
pada level terbawah dari hierarki
– Catatan: Pengecualian—weekday, month, quarter,
year
Pembuatan Konsep Hierarki
Otomatis
country 15 nilai-nilai berbeda

province_or_ state 65 nilai-nilai berbeda

city 3567 nilai-nilai berbeda

street 674,339 nilai-nilai berbeda

Anda mungkin juga menyukai