0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan12 halaman

Klasifikasi dan Penanganan Defect Produk

Dokumen ini membahas klasifikasi dan penanganan defect untuk meningkatkan kualitas produk. Defect dikategorikan menjadi minor, major, dan critical, dengan alur penanganan yang melibatkan deteksi, klasifikasi, dan dokumentasi. Komunikasi internal dan dokumentasi yang baik sangat penting untuk perbaikan berkelanjutan.

Diunggah oleh

dedimansur87
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan12 halaman

Klasifikasi dan Penanganan Defect Produk

Dokumen ini membahas klasifikasi dan penanganan defect untuk meningkatkan kualitas produk. Defect dikategorikan menjadi minor, major, dan critical, dengan alur penanganan yang melibatkan deteksi, klasifikasi, dan dokumentasi. Komunikasi internal dan dokumentasi yang baik sangat penting untuk perbaikan berkelanjutan.

Diunggah oleh

dedimansur87
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Defect Classification & Handling

Untuk Kualitas Produk Lebih Baik


Durasi: 30 Menit | Tujuan:
Meningkatkan kualitas produk
Apa Itu Defect?
• • Defect adalah ketidaksesuaian produk
terhadap standar kualitas.
• • Bisa berupa cacat fisik, fungsi, atau estetika.
• • Defect menurunkan kepercayaan pelanggan
dan meningkatkan biaya produksi.
Klasifikasi Defect
• • Minor: Tidak memengaruhi fungsi utama.
• • Major: Mengurangi performa atau tampilan.
• • Critical: Berisiko membahayakan
keselamatan atau gagal fungsi total.
Contoh Defect per Kategori
• • Minor: Goresan kecil pada permukaan.
• • Major: Cacat dimensi atau perakitan longgar.
• • Critical: Komponen elektronik gagal fungsi.
Penyebab Umum Defect
• • Human Error: Kesalahan operator atau
pemasangan.
• • Machine: Settingan mesin tidak sesuai.
• • Material: Bahan baku tidak sesuai
spesifikasi.
• • Method: SOP tidak dijalankan dengan benar.
Alur Penanganan Defect
• 1. Deteksi oleh Operator / QC.
• 2. Klasifikasi berdasarkan tingkat keparahan.
• 3. Dokumentasi lengkap (tanggal, deskripsi,
foto).
• 4. Tindak lanjut dan koreksi.
Penanganan Berdasarkan
Klasifikasi
• • Minor: Diperbaiki langsung oleh operator.
• • Major: Diperiksa ulang dan evaluasi QC.
• • Critical: Proses dihentikan, investigasi
dilakukan, dilaporkan ke manajemen.
Alur Informasi Defect
• • Operator → QC/QA
• • QC → Supervisor Produksi
• • Critical → Engineering / Manajemen Mutu
• • Semua harus didokumentasikan dengan baik
Dokumentasi dan Pelaporan
• • Gunakan form pelaporan defect yang baku.
• • Catat waktu, jenis defect, lokasi, dan
tindakan.
• • Sertakan bukti foto jika memungkinkan.
• • Sistem pelaporan bisa manual atau digital.
Studi Kasus Singkat
• Produk: Charger HP
• Defect: Kabel tidak terhubung (Major)
• Tindakan: QC stop line, ganti batch kabel,
evaluasi vendor
Kesimpulan
• • Klasifikasi defect membantu prioritas
penanganan.
• • Penanganan cepat = kualitas terjaga.
• • Komunikasi internal sangat penting.
• • Dokumentasi = bukti + perbaikan
berkelanjutan.
Diskusi & Tanya Jawab
• • Apakah ada pertanyaan?
• • Adakah kendala dalam implementasi
pelaporan defect di lapangan?

Anda mungkin juga menyukai