0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Penerapan EOQ di IKM Fanesya Sasirangan

Dokumen ini membahas penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam pengelolaan persediaan bahan baku pada IKM Fanesya Sasirangan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ dapat mengoptimalkan jumlah pemesanan dan menurunkan total biaya persediaan secara signifikan. Disarankan untuk menerapkan hasil perhitungan EOQ dan safety stock secara konsisten dalam operasional sehari-hari.

Diunggah oleh

Nur Hikmah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan10 halaman

Penerapan EOQ di IKM Fanesya Sasirangan

Dokumen ini membahas penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam pengelolaan persediaan bahan baku pada IKM Fanesya Sasirangan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ dapat mengoptimalkan jumlah pemesanan dan menurunkan total biaya persediaan secara signifikan. Disarankan untuk menerapkan hasil perhitungan EOQ dan safety stock secara konsisten dalam operasional sehari-hari.

Diunggah oleh

Nur Hikmah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SEMINAR TUGAS AKHIR

PENERAPAN PENGELOLAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU


DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)
PADA IKM FANESYA SASIRANGAN
FADHILLA 2204301138

Pembimbing 1 Pembimbing 2
Maulida Hirdianti Bandi, SE., M.A., Rizky Aldi Setiananda, S.E., [Link]
Ak
Penguji
Ines Saraswati Machfiroh.
[Link].,[Link]
LATAR
BELAKANG
Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini
adalah masih minimnya penerapan sistem
manajemen persediaan yang terstruktur dan
berbasis perhitungan ekonomis di sektor Industri
Kecil dan Menengah (IKM), termasuk pada IKM
Fanesya Sasirangan. Selama ini, proses
pemesanan bahan baku dilakukan berdasarkan
pencatatan sederhana, tanpa mempertimbangkan
keseimbangan antara biaya pemesanan dan biaya
penyimpanan. Hal ini berpotensi menyebabkan
terjadinya overstock maupun stockout yang dapat
merugikan secara operasional dan finansial
Rumusan Batasan Tujuan
Masalah Masalah Penelitian

Bagaimana penerapan Untuk mengetahui


Fokus penelitian dibatasi
metode Economic Order bagaimana penerapan
pada tiga jenis bahan,
Quantity (EOQ) dapat metode Economic Order
yaitu bahan jadi, bahan
membantu menghitung Quantity (EOQ) dapat
utama, dan bahan
jumlah pemesanan membantu menghitung
pendukung, yang
bahan baku yang optimal jumlah pemesanan
digunakan dalam proses
guna meningkatkan bahan baku yang optimal
produksi kain sasirangan
pengelolaan biaya guna meningkatkan
di IKM Fanesya
produksi pada IKM pengelolaan biaya
Sasirangan.
Fanesya Sasirangan? produksi pada IKM
Fanesya Sasirangan?
METODOLOGI
Jenis Sumber
Objek
Data Data
IKM Fanesya Kuantitatif Laporan
Sasirangan Keuangan
Pengelolaan
Bahan Baku

Pengumpulan Analisis Data


Data
Wawancara, Perhitungan EOQ,
Observasi Langsung Safety Stock,
Dokumentasi Reorder point
PERHITUNGAN EOQ
No Persediaan Permintaan Biaya Pemesanan Biaya Penyimpanan EOQ
1 Kain Katun 3712,5 Rp 26.666 Rp 16.667 108,99
2 Soda Api 25 Rp 35.000 Rp 16.667 10,25
3 Hidro 30 Rp 50.000 Rp 16.667 13,42
4 Benang 300 Rp 10.000 Rp 16.667 18,97
5 Pendedel 25 Rp 8.000 Rp 16.667 4,90
6 Jarum 50 Rp 20.000 Rp 16.667 10,95

Dari hasil perhitungan Economic Order Quantity (EOQ), diperoleh bahwa jumlah
pemesanan optimal tertinggi terdapat pada kain katun sebanyak 108 meter. Bahan
pendukung seperti pendedel, soda api, dan jarum memiliki nilai EOQ yang rendah,
masing-masing sekitar 5 hingga 11 unit, mencerminkan bahwa bahan-bahan ini
cukup dipesan dalam jumlah kecil dan tidak memerlukan penyimpanan dalam skala
besar. Hasil ini menegaskan bahwa penerapan metode EOQ dapat membantu IKM
dalam merencanakan pemesanan bahan baku secara efisien dan proporsional sesuai
dengan tingkat kebutuhannya.
PERHITUNGAN SAFETY STOCK
Nama Barang Z (Safety Factor) Standar Deviasi Safety Stock
Kain Katun 1,28 317 406
Soda Api 1,28 3 4
Hidro 1,28 4 5
Benang 1,28 21 27
Pendedel 1,28 - -
Jarum 1,28 1 1

Berdasarkan hasil perhitungan safety stock, diketahui bahwa setiap jenis bahan
memiliki jumlah cadangan pengaman yang bervariasi, disesuaikan dengan tingkat
fluktuasi permintaannya yang ditunjukkan melalui nilai standar deviasi. Kain katun
memiliki nilai standar deviasi tertinggi yaitu sebesar 317, sehingga menghasilkan
jumlah safety stock paling besar yaitu 406 meter. Hal ini menunjukkan bahwa
permintaan terhadap kain katun cukup fluktuatif, sehingga dibutuhkan cadangan
dalam jumlah besar untuk menghindari risiko kehabisan bahan utama dalam proses
produksi.
PERHITUNGAN REORDER POINT
Nama Bahan X Rata Rata Lead Time Safety Stock ROP
Kain Katun 742,5 1 Bulan 406 1.148,5
Soda Api 5 1 Bulan 4 9
Hidro 6 1 Bulan 5 11
Benang 60 1 Bulan 27 87
Pendedel 5 1 Bulan 0 5
Jarum 10 1 Bulan 1 11

Berdasarkan hasil perhitungan Reorder Point, diketahui bahwa setiap jenis bahan
memiliki nilai Reorder Point yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat kebutuhan
rata-rata bulanan dan jumlah safety stock yang dimiliki. Kain Katun merupakan
bahan dengan nilai ROP tertinggi, yaitu sebesar 1.148,5 meter, karena memiliki
kebutuhan yang besar dan safety stock yang cukup tinggi untuk mengantisipasi
fluktuasi permintaan. Sebaliknya, bahan seperti pendedel memiliki nilai ROP yang
rendah karena kebutuhan bulanannya kecil dan tidak memerlukan cadangan
tambahan. Variasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan persediaan perlu disesuaikan
dengan karakteristik dan tingkat konsumsi masing-masing bahan.
PERBANDINGAN KEBIJAKAN
Kuantitas
Total Biaya Persediaan
Penjualan Periode
No Persediaan Pada IKM Fanesya Sasirangan
Januari –Mei 2024
IKM EOQ Jenis IKM EOQ
1 Kain Katun 3712,5 109 Meter Rp 98.997.525 Rp 2.906.594
2 Soda Api 25 10 Kg Rp 875.000 Rp 350.000
3 Hidro 30 13 Kg Rp 1.500.000 Rp 650.000
4 Benang 300 19 Biji Rp 3.000.000 Rp 190.000
5 Pendedel 25 5 Biji Rp 200.000 Rp 40.000
6 Jarum 50 11 Bks Rp 1.000.000 Rp 220.000

Perbandingan kebijakan IKM dengan metode EOQ menunjukkan bahwa EOQ mampu
menurunkan total biaya persediaan secara signifikan dan mengoptimalkan frekuensi
pemesanan. Dengan mempertimbangkan Reorder Point dan lead time 1 bulan,
metode ini membantu menentukan waktu restocking yang tepat, mencegah
overstocking, dan mendukung kelancaran produksi secara efisien dan terukur.
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN SARAN
Penerapan metode EOQ mampu memberikan Dianjurkan untuk menerapkan hasil
rekomendasi jumlah pemesanan bahan baku perhitungan metode EOQ dan safety
yang efisien untuk setiap jenis bahan, sehingga stock secara konsisten dalam
dapat menekan biaya pemesanan dan kegiatan operasional sehari-hari guna
penyimpanan. Selain itu, perhitungan safety meningkatkan efisiensi biaya
stock dengan tingkat pelayanan 90% (Z = 1,28) produksi.
terbukti efektif dalam menjaga ketersediaan
bahan baku pada tingkat yang aman tanpa
menimbulkan pemborosan biaya.
TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai