0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan54 halaman

Siklus Pemecahan Masalah Gizi Masyarakat

Dokumen ini membahas siklus pemecahan masalah dalam manajemen gizi, yang melibatkan langkah-langkah berkesinambungan untuk meningkatkan status gizi masyarakat. Proses ini mencakup identifikasi masalah, analisis penyebab, penetapan prioritas, dan perencanaan tindakan yang melibatkan semua komponen masyarakat. Tujuan dari siklus ini adalah untuk mencapai perbaikan berkelanjutan dalam keadaan gizi masyarakat melalui pendekatan sistematis.

Diunggah oleh

husnanfaizar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan54 halaman

Siklus Pemecahan Masalah Gizi Masyarakat

Dokumen ini membahas siklus pemecahan masalah dalam manajemen gizi, yang melibatkan langkah-langkah berkesinambungan untuk meningkatkan status gizi masyarakat. Proses ini mencakup identifikasi masalah, analisis penyebab, penetapan prioritas, dan perencanaan tindakan yang melibatkan semua komponen masyarakat. Tujuan dari siklus ini adalah untuk mencapai perbaikan berkelanjutan dalam keadaan gizi masyarakat melalui pendekatan sistematis.

Diunggah oleh

husnanfaizar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Manajemen Program

Gizi
Problem
Solving
Cycle
Rizka Fikrinnisa, [Link].,
M.P.H.
Pendahulua
n
Problem solving cycle merupakan proses yang terdiri dari
langkah –
langkah berkesinambungan

Siklus pemecahan masalah kesehatan merupakan proses


yang dilakukan secara terus menerus untuk proses
perbaikan keadaan gizi masyarakat secara terus menerus
(sustainability process of nutrition status improvement)
yang melibatkan semua komponen masyarakat
 Menurut Marzano, dkk (1988) problem solving adalah salah
satu bagian dari proses berpikir yang berupa kemampuan
untuk memecahkan persoalan.
 Girl, dkk (2002) menyatakan bahwa problem solving adalah
melibatkan
proses yangpenerapan pengetahuandan keterampilan-
Pengerti keterampilan
untuk mencapai
an  Maria
tujuan. Tri Handayani (2021) problem solving adalah salah
satu soft skill penting, berupa pengambilan keputusan saat
dihadapkan pada berbagai situasi dan masalah yang sulit
dan tidak terduga di tempat kerja.
Kerangka konsep pada Problem Solving Cycle (Siklus Pemecahan
Masalah)
diperlihatkan gambaran dalam bentuk diagram:

Analisis Situasi Identifika


Evalua siMasala
si h
Controlli Prioritas
ng Masalah

Monitori Tujua
ng n

Pelaksanaan&Pengge Alternatif
rakan Pemecahan
Masala
h
Rencana
Operasio
nal
Langkah Problem
Solving Cycle
0 0 0
1 2 3
Identifi kasi dan Analisis Memunculkan ide
pilih masala masala
penyebab untuk solus
h h i

0 0 0
4 5 6
Rencanakan
P il ih Implementasi
tindakan
solus
solusi solusi
i

0
7
Monitoring
Evaluasi
Identifikasi masalah Kesehatan

Masalah adalah kesenjangan yang dapat diamati dari situasi yang ada
saat ini dengan situasi yang diinginkan atau kesenjangan yang dapat
diukur antara hasil yang mampu dicapai dengan tujuan yang ingin dicapai

M a s a l a h a d a l a h p e r b e d a a n a n t a r a w h a t is d a n
w h a t should be
6 langkah penting untuk identifikasi
masalah kesehatan di
masyarakat
Apa masalah gizi Apa faktor-faktor Kapan masalah
yang penyebab
masalah gizi gizi
tersebut timbul
sedang dihadapi (Why) (When)
(What)

Siapa/ Dimana masalah Berapa banyak orang


kelompokmana
masyarakat tersebut
gizi terjadi yang
terkena (How
yang paling banyak (Where) many)
menderita
(Who
)
Sumber Masalah
Kesehatan
Laporan kegiatan
Observa
dari program
si
kesehatan

Kegiatan Hasil
Data lapangan/
kunjungan
surveilans
primer
dan/ supervisi
data
Survei sekunde
Wawancara
kesehatan
khusu r
langsung
s
Cara Identifikasi
Masalah

• Analisis masalah gizi berdasarkan


adanya kesenjangan dari apa yang
seharusnya dengan
apa yang telah dicapai atau kondisi
Analisi • Capaian
sebenarnya atau kondisi sebenarnya
kesenjanga
s dapat
diketahui dari hasil
• Kondisi
capaian/kinerja.
yang seharusnya dapat
(gap
n diketahui
target yangdari
ditetapkan (ex. SPM),
kinerjaindikator
program gizi dan
análysis) indikator lain.
Contoh Analisis Gap

Indikator kinerja Capaian Target


pelayanan 2010 (%) (SPM)
kesehatan dasar 2010 2010 (%)
D/S 70,50 100
N/S 82 100
Cakupan Pemberian MP- 65 100
ASI
Cakupan balita gizi buruk 75 100
yang mendapat
perawatan
Cara Identifikasi
Masalah

- Adalah identifikasi masalah gizi dengan


pendekatan sistem, yakni menjelaskan
hubungan masalah gizi dengan faktor-faktor
- lain yang
Sistem mempengaruhinya
yang layak dan umum dipakai
Analisis adalah
pendekatan input – process –
(system
sistem output (masukan
impact – outcome–
(sementara-
akhir) -
-
proses -keluaran

análysis) dampak).
Skema Pendekatan Sistem dalam Bidang
Kesehatan
Input Proses Hasil Damp
ak
sementar akhir
a m

SDM Kes Lingkun o


r
asupan gan b
pengetahu Perilaku i
an yan kes d Mortalitas Status
Akses
Pola i
Yankes gizi
asuh t
a
s
Cara Identifikasi Masalah

 Merupakan analisis yang ditujukan untuk


melakukan suatu estimasi atau
peramalan kondisi pada masa yang
 Untuk
akan datang
memperoleh hasil peramalan yang
Analisis tepat maka
(trend
tren dibutuhkan
akurat (time
series)
informasi atau data yang
lengkap dan
análysis)
Menetapkan Prioritas
Masalah
 Menetapkan prioritas masalah gizi merupakan suatu proses yang
melibatkan sekelompok orang dengan mempergunakan metode
tertentu dengan tujuan mengurutkan masalah yang ada berdasarkan
tingkat kepentingannya
 Penentuan Prioritas Masalah digunakan karena adanya keterbatasan
sumber
daya
 Penetapan prioritas masalah harus berdasarkan data kuantitatif
dan kualitatif, subyektif dan obyektif, kebijaksanaan bahkan
intitusi
Pertimbangan penentuan
prioritas masalah
Besaran Masalah

Kegawatan Masalah

Distribusi Masalah

Kecepatan

penyebaran

Ketersediaan sumber
Menetapkan Tujuan

Tujuan adalah hasil yang


diinginkan, yang dipakai untuk
mengukur keberhasilan suatu
program atau kegiatan
Tujuan harus sesuai dengan
masalah, bisa dicapai, bisa diukur,
dan dapat diamati hasilnya
Tujuan untuk
perencanaan dan mengevaluasi
penting membuat
hasilnya Tujuan operasional
waktu dan besarnya hasil
berhubungan
dalam dengan
pencapaian tujuan
Menetapkan
Tujuan
Kriteria menetapkan tujuan :
S : Spesific
M : Measurable
A : Appropriate
R : Realistic
T : Time Based

Contoh :

Meningkatkan status gizi balita di Kota Tasikmalaya

Meningkatkan status gizi balita dari rata-rata -2 SD


menjadi +1 SD pada tahun 2024 di Kota Tasikmalaya
Tujuan Program Kesehatan:
Macam-macam
Tujuan  Output Objective  Suatu
pernyataan tentang pelayanan yang
harus diberikan, cakupan,
keuntungan, dsb

 Goal  suatu pernyataan umum tentang contohnya : Menyediakan


visi makanan kudapan dengan E 300
kkal, P 20 gr kepada ibu hamil
contohnya : Indonesia Sehat 2030

  Input Objective  suatu


Outcome Objective  Suatu
pernyataan yang berbobot yang pernyataan tentang input/masukan
berisi perubahan masalah yang sumber daya untuk pelayanan/proyek
diinginkan/dampak yang diharapkan
(positif) contohnya :
Menyediakan bidan di tiap-tiap desa
contohnya : Menurunkan prevalensi untuk menekan AKI dan AKB
gizi kurang di Indonesia
Skema Hirarki Memetakan Tujuan

2. 3.
1.
Tujuan
kebijaka Tujuan
progra
Goal
n m
Bersifat jangka Merupakan bagian Target populasinya
panjang, masih dari goal, sasaran sudah jelas, ada
umum,
tidak abstrak,
terpengaruh populasinya
masih belum jelas, identifikasi
dampak, sudah
dengan
perubahan sudah spesifi dapat
terukur
situasi k hasilnya

4.
6.
Tujuan
pelayanan 5. Tujuan
Tujuan
implementa
/ kegiata input
si
n
Penjelasan Hirarki
Tujuan
Penjelasan Hirarki
Tujuan
Tujuan Umum dan Tujuan
Khusus

Selain hirarki tujuan, tujuan juga


dibedakan berdasarkan tujuan umum
dan tujuan khusus. Tujuan khusus berarti
pernyataan kegiatan dibuat lebih
operasional dan terukur.
Meningkatnya kesejahteraan masyarakat
(UUD 1945)

Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat (Visi Misi


Presiden)

Meningkatnya status Menurunn


gizi morbiditas/
ya
mortalitas
Menurunnya prevalensi
gizi kurang pada
balita

Meluasnya jangkauan
PMT

Pemerataan penerimaan
Individual Worksheet

Buat macam-macam tujuan yang berhubungan dengan


tema :
- gizi bayi (0-12 bulan)
- food safety
- gizi pada ibu hamil
- gizi pada remaja
- gizi anak sekolah
- gizi balita (1-5 Tahun)
Analisis Penyebab Masalah

 Menguraikan gejala dan


penyebab
masalah
 Memerlukan data pendukung
yang akurat, jelas dan terperinci

Teknik analisis penyebab


masalah
 Brain storming (fishbo
 Diagram sebab- ne
akibat diagram, dll)
Langkah-langkah menentukan
penyebab masalah

 Brainstroming untuk menentukan penyebab secara komprehensif


 Pilih penyebab utama
 Gunakan diagram bantu (fish bone/mindmaping, dll)
 Cocokkan penyebab/faktor risiko dengan
kondisi tempat/wilayah dimana masalah kesehatan
tersebut terjadi, apakah relevan atau tidak?
Contoh
fishbone Prakti Lingkunga
k n
Tidak pakai alas
kaki PHBS

Asupan gizi Makanan/air


rendah terkontaminasi

ANEMI
A
Tidak BUMIL
tahu Tidak dapat Fe
Belum ada Pkm jauh
sosialisasi
Pemecahan masalah kesehatan
dapat dilakukan melalui tahap-
tahap tindakan teknis, mulai dari
pemahaman
masalah terhadap
secara mendetail
sampai pada perencanaan
implementasimasalah
memecahkan kegiatan untuk Pemecahan Masalah Gizi
tersebut
(Problem Solving Cycle Nutrition
Msyarakat
Pemecahan masalah juga dapat Community)
berupa yang terus berulang
siklus, Dimulai
secara dari:
kontinu dan sklus
dan diterapkan tersebut
dalam bidang
dianalogikan
kesehatan khususnya dalam bidang a. Understand, yakni menemukan dan
gizi masyarakat memahami masalah

[Link], yakni merencanakan secara rinci mengenai kegiatan apa yang


akan dilaksanakan

[Link], melaksanakan kegiatan sesuai yang telah dilaksanakan

[Link], mengevaluasi baik pada proses maupun pada pencapaian


luaran
Dimulai
dari:
Problem Solving a. Identifikasi masalah, menemukan berbagai
Cycle masalah

[Link] perkiraan dan hipotesis permasalahan

[Link] permasalahan dan data yang diperlukan

[Link] masalah, melakukan pengkajian masalah sampai


menemukan prioritas masalah

[Link] kondisi lingkungan internal dan eksternal


yang berkaitan dengan permasalahan

[Link] perencanaan secara detail meliputi beberapa


aspek seperti sumber daya, waktu, tempat, dan anggaran
yg disesuaikan dengan prioritas masalah

[Link] rencana

[Link], melihat tingkat keberhasilan implementasi


kegiatan
Metode dan Langkah-
Langkah Pemecahan
Masalah Gizi Masyarakat
Kerang
Strategi ka
Pemecahan
Masalah Gizi
Kerangka pemecahan masalah gizi tersusun
dari 3 Langkah strategis utama dan
terjabar dalam 10 tujuan strategis yang
secara terintegrasi menjadi strategi
nasional bidang gizi.

a) Arah strategis I (untuk memecahkan


penyebab langsung) dengan tujuan:
 Memperbaiki asupan gizi
 Mencegah dan
mengurangi penyakit- penyakit
infeksi yang ditularkan melalui
makanan, air, penyakit yang
ditularkan melalui vector dan
penyakit infeksi lainnya.
Kerang
Strategi ka
Pemecahan
Masalah Gizi

a) Arah strategis II
(untuk memecahkan penyebab tidak
langsung) dengan tujuan:
 Memperbaiki ketersediaan pangan
 Memperbaiki akses terhadap
pangan
 Memperbaiki
Memperbaiki praktik
kesehatan da
pelayanan
akses
lingkungan kesehatan
terhadap bagi ibu dann
pelayanan
anak
kesehatan
Kerang
Strategi ka
Pemecahan
Masalah Gizi

a) Arah strategis III


(untuk memecahkan penyebab
mendasar) dengan tujuan:
 Memperbaiki kapasitas institusi
dan pola
koordinasi
Memperbaiki
Meningkatk kapasitas dan
kuantitas
an sumberkualitas
informasi daya
 Meningkatkan
manusia investasi di
bidang gizi
Contoh Problem Solving
Cycle pada
Masalah Kesehatan Ibu
dan Anak (KIA)
Problem Solving Cycle
Masalah Kesehatan Ibu
dan Anak
Identifikasi masalah kesehatan Ibu dan Anak
Meliputi pengumpulan informasi yg berupa data (sekunder/primer),
pengolahan data beserta analisisnya dan membuat prioritas masalah
kesehatan Ibu dan Anak

Menelusuri dan menganalisis penyebab dari suatu permasalahan Kesehatan


Ibu dan Anak Dengan menginvestigasi faktor yang terkait dengan
permasalahan Kesehatan Ibu dan Anak melalui diagram fishbone,
midmapping, dll

Menelusuri dan menganalisis penyebab dari suatu permasalahan Kesehatan


Ibu dan Anak Dengan menginvestigasi faktor yang terkait dengan
permasalahan Kesehatan Ibu dan Anak melalui diagram fishbone dll

Melakukan indentifikasi alternatif solusi, mempersiapkan dan


melaksanakan kegiatan intervensi serta melakukan monitoring dan
Siklus
Penyelesaian
Masalah
KIA
Tahapan Penyelesaian
Masalah KIA
1. Identifikasi Masalah Kesehatan Ibu
dan Anak
Tahapan Penyelesaian
Masalah KIA
2. Akar Penyebab Masalah Kesehatan Ibu
dan Anak
Tahapan Penyelesaian
Masalah KIA
3. Alternatif Penyelesaian Masalah Kesehatan Ibu
dan Anak
Tahapan Penyelesaian
Masalah KIA
[Link] Kelayakan Penyelesaian Masalah Kesehatan
Ibu dan Anak
 Setelah ditemukan berbagai alternatif penyelesaian masalah Kesehatan
Ibu dan Anak, dilakukan kelayakan dari masing-masing alternatif
solusi tersebut dengan pendekatan force field analysis.
 Pertimbangan dalam memprioritaskan penyelesaian masalah dengan
metode force
field adalah adanya faktor pendukung dan penghambat antara lain:
kebijakan yang mendukung program/alternatif solusi tersebut,
cara/teknologi untuk mengatasi masalah, kemudahan untuk
dilaksanakan/dikerjakan, sumber daya manusia yg mau dan mampu
mengerjakan, dana dan/swadaya masyarakat/stakeholder.
Tahapan Penyelesaian
Masalah KIA
5. Penyusunan Rencana (Plan of
Action/PoA)
Tahapan Penyelesaian
Masalah KIA
6. Persiapan dan Pelaksanaan Kegiatan
Intervensi
Tahapan Penyelesaian
Masalah KIA
7. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan
Intervensi
Kesimpulan
● Problem solving cycle (siklus penyelesaian masalah) pada pelaksanaan
kegiatan program gizi masyarakat yang dilakukan secara efektif akan
menghasilkan capaian yg sesuai kebutuhan dan permasalahan masyarakat
● Berbagai permasalahan gizi masyarakat perlu ditentukan prioritasnya agar
sumber daya yg digunakan lebih efektif dan efisien dari aspek biaya,
tenaga dan penggunaan waktu
● Pemilihan prioritas masalah dilakukan dengan berbagai metode kuantitatif
maupun kualitatif
● Penentuan akar penyebab pada masalah kesehatan dapat membantu
dalam menentukan alternatif penyelesaian masalah
● Selanjutnya analisis
Dilakukan membuat kelayakan
matriks rencana
padapelaksanaan (plan
penyelesaian of
masalah tersebut untuk
● Intervensi
mengetahui
action/PoA)kemudian
faktor dilakukan
pendukungmonitoring dan evalusi dalam
maupun penghambat terhadap pencapaiandgn
pelaksanaan
force field analysis
tujuan program
metode
(goal/outcome)
Terim
aKasi
h
Semoga
Bermanfaat

Anda mungkin juga menyukai