GANGGUAN PADA
KESEHATAN REPRODUKSI
DAN UPAYA
PENANGGULANGAN
Yossy Wijayanti
Masalah
Infertilitas
Seksual Transmitted Deseases
(STD)/Infeksi Menular Seksual
(PMS)
Gangguan haid
Infertilitas
DEFINISI :
-> kegagalan dari pasangan
suami-istri untuk mengalami
kehamilan setelah melakukan
hubungan seksual, tanpa
kontrasepsi, selama satu tahun
(Sarwono, 2010).
ketidakmampuan/penurunan
kemampuan menghasilkan keturunan
(Elizbeth,2008)
Suatu kondisi dimana pasangan suami
istri belum mampu memiliki anak
walaupun telah melakukan hubungan
seksual sebanyak 2 – 3 kali seminggu
dlm kurun waktu 1 tahun dengan tanpa
menggunakan alat kontrasepsi jenis
apapun (Djuwantono,2008).
Secara medis infertile dibagi
menjadi dua jenis, yaitu :
Infertile primer
pasangan suami istri belum mampu dan belum
pernah memiliki anak setelah 1 th brhubungan
seksual sebanyak 2 – 3 kali perminggu tanpa
mnggunakan alat kontrasepsi dlm bentuk
apapun.
Infertile sekunder
pasangan suami istri telah /pernah memiliki anak
sbelumnya tetapi saat ini belum mmpu memiliki
anak lagi setelah 1 th berhubungan seksual
sebanyak 2 – 3 kali prminggu tanpa
menggunakan alat/metode kontrasepsi jenis
apapun.
Penyebab infertilitas :
a. Suami memiliki system & fungsi
reproduksi yg sehat sehingga mampu
menghasilkan & menyalurkan sel
kelamin pria (spermatozoa) kedalam
organ reproduksi istri
b. Istri memiliki system dan fungsi
reproduksi yg sehat sehingga mampu
menghasilkan sel kelamin wanita (sel
telur ovarium). (Djuwantono,2008)
Infertilitas tidak semata-mata terjadi
kelainan pada wanita saja. Hasil
penelitian membuktikan bahwa suami
menyumbang 25-40% dari angka
kejadian infertil, istri 40-55%,
keduanya 10%, dan idiopatik 10%.
Hal ini dapat menghapus anggapan
bahwa infertilitas terjadi murni karena
kesalahan dari pihak wanita/istri.
FAKTOR-FAKTOR INFERTILITAS YANG
SERING DITEMUKAN
a. Faktor koitus pria
b. Faktor ovulasi
c. Faktor serviks
d. Faktor tuba-rahim
e. Faktor peritoneum
Infertilitas Pada Perempuan
Penyebab Infertilitas
Brdasarkan catatat WHO, diketahui
penyebab infertilitas pd perempuan di
antaranya, adalah: faktor Tuba fallopii
(saluran telur) 36%, gangguan ovulasi
33%, endometriosis 6%, dan hal lain yg
tidak diketahui sekitar 40%.
Beberapa tes kesuburan
lanjutan pada perempuan
antara lain :
Histerosalpingografi (HSG).
Pd tes ini dokter akan mnggunakan rontgen
u/ melihat bentuk fisik dari saluran tuba &
rahim. Tes dmulai dg memasukan cairan
khusus ke rahim mlalui vagina. Cairan ini
harus tampak pd foto rontgen. Dokter akn
melihat apakah cairan ini brgerak normal
dr dlm rahim menuju saluran tuba.
Jika trdpt sumbatan maka pergerakan
cairan akn terhenti pd sumbatan trsbt
shngga mnghalangi prgerakan sel telur di
dlm saluran tuba menuju rahim dan
mnghalangi sperma yg akan membuahi
sel telur.
1. Gangguan pada organ
reproduksi
Ada bbrp gangguan yg biasanya trdpt pd
vagina, di antaranya:
Tingkat keasaman tinggi
mnyebabkan sperma mati sblm sempat
mmbuahi sel telur, mnyebabkan vagina
mngerut shngg prjalanan sperma di
dlm vagina trhambat.
Gangguan pada leher rahim
lubrikasi lendir servik,
uterus (rahim)
Jika gerakan rahim terganggu, (akibat
kekurangan hormon prostaglandin)
maka gerakan sperma mlambat.
[Link] Uteri
[Link]
[Link]
[Link]
Tuba fallopi (saluran telur)
pnyumbatan tuba biasanya dsbbkan
o/ penyakit salpingitis, radang pd
panggul (Pelvic Inflammatory
Disease)/ infeksi
Sel Telur
umumnya dr gnggn proses ovulasi. 80%
pnybb gangguan ovulasi adlh sindrom
ovarium polikistik. biasanya drefleksikan dg
gangguan haid. Haid yg normal mmiliki
siklus antra 26-35 hr, dg ∑drah haid 80 cc &
lama haid antara 3-7 hr.
Dpt terjadi krn adanya tumor kranial, stress, &
penggunaan obat-obatan yg menyebabkan
terjadinya disfungsi hipothalamus &
hipofise.
Bila terjadi gangguan sekresi kedua hormon
ini, maka folicle mengalami hambatan untuk
matang dan berakhir pada gengguan
ovulasi.
Penyebab lain:
kadar progesteron rendah
– kegagalan dlm mempersiapkan
endometrium u/ nidasi. pmbuahan,
proses nidasi pd endometrium tdk
erlangsung baik. Akibatnya fetus
tdk dpt berkembang (abortus).
Faktor immunologis
– Apabila embrio memiliki antigen yg
brbeda dari ibu, maka tubuh ibu
memberikan reaksi respon trhdp
benda asing mnybbkan abortus
Lingkungan Paparan radiasi asap
rokok, gas ananstesi, zat kimia, dan
pestisida
– mnybabkan toxic pd sluruh bgian
tubuh termasuk organ reproduksi yg
akn mmpengaruhi kesuburan.
Kondisi Reproduksi Pria
Sperma
Sperma berasal dr kata spermatozoa, yaitu
sel kelamin jantan yg memiliki bulu
cambuk. Bentuk sperma mirip kecebong.
Sperma dhasilkan o/ testis. Cairan nutrisi
sperma berupa cairan putih, kental, &
berbau khas yg disebut “semen”.
Pada pemeriksaan cairan ejakulat yang
normal didapatkan:
[Link]: ≥ 2 mililiter.
[Link] mencair: 60 menit.
[Link] (tingkat keasaman): ≥ 7,2.
[Link] spermatozoa: ≥ 20 juta spermatozoa
per mililiter.
Jumlah spermatozoa total: ≥ 20 juta
spermatozoa per ejakulat.
Motilitas (pergerakan):
– ≥ 50% motil (grade a dan b)*; atau
– ≥ 25% bergerak progresif (grade a)
dalam 60 menit setelah ejakulasi.
Vitalitas: spermatozoa hidup ≥ 75%.
Sel darah putih: < 1juta per mililiter.
*):Grade a: pergerakan sperma yang
cepat, progresif, biasanya membentuk
garis lurus.
Grade b: pergerakan sperma yang
lambat, biasanya kurang membentuk
garis lurus.
Pemeriksaan tahap awal untuk
mengetahui infertilitas pria adalah dg
mlakukan “ANALISIS SPERMA”
minimal 2 kali tenggang waktu 1 bulan.
Dari hasil tersebut dapat dinilai kwalitas
sperma berupa: jumlah (konsentrasi),
pergerakan (motilitas), bentuk
(morfologi) sperma dan lainnya. Dari
hasil tersebut dpt dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut u/ mengetahui
tingkat kelainan tersebut.
kualitas sperma dan sel telur yg
baik menjadi faktor penting dalam
Penyebab Umum
Ketidaksuburan Pria
1. Gangguan di daerah sebelum testis
(pretesticular)
trjdi pd bagian otak: hipofisis yg
brtugas mngeluarkan hormon FSH &
LH. Kedua hormon trsbt
mmpengaruhi testis dlm
mnghasilkan hormon testosteron,
akibatnya produksi sperma dpt
trganggu.
Solusi: Terapi Hormon
2. Gangguan di daerah testis
(testicular)
bila terkena trauma pukulan, gangguan
fisik, atau
infeksi. Perkembangan pd saat pubertas
proses produksi, testis :“pabrik” sperma
membutuhkan suhu yg > dingin drpd sh
tubuh, yaitu 34–35 °C, sdngkn suhu
tubuh normal 36,5–37,5 °C. Bila suhu
tubuh terusmnerus naik
2–3 °C saja, proses pembentukan
sperma dapat terganggu.
Solusi:
1. hindari mmakai celana dlam /celana
panjang yg ketat
2. Usahakan tdk mengenakan celana
dlm waktu tidur,
3. Janganlah mrokok (bahwa perokok
memiliki jumlah sperma lebih sedikit
dibandingkan pria yg tkk merokok)
4. Jangan mengonsumsi alkohol krn dpt
mmpengaruhi fungsi liver, yg pada
gilirannya dpt menyebabkan
peningkatan estrogen. Jumlah
estrogen yg tinggi dlm tubuh akn
mmpengaruhi produksi sperma
5. Usaha lain u/ mningkatkan kualitas
& ∑sperma adlh mngkonsumsi
suplemen alami. Asam amino L-
carnitine (dtemukan dlm daging
merah & susu) & L-arginine
(terdapat dlm kacang-kacangan,
telur, daging, dan wijen) berkhasiat
mningkatkan mutu sperma.
3. Gangguan di daerah stlh testis
(posttesticular)
terjadi di saluran sperma :
sperma tdk dpt disalurkan dg
lancar, biasanya karena
salurannya buntu.
Penyebabnya bisa jadi bawaan
sejak lahir, trkena infeksi
penyakit -seperti tuberkulosis
(Tb)-, serta vasektomi yg
mmang disengaja.
4. gangguan lain
cukup sering trjd : varises. Varises pada
pembuluh darah yg menyuplai testeis
disebut varicocele. Akibatnya, darah
kotor yg seharusnya dibawa ke atas u/
dibersihkan, turun lagi & mengendap di
testis. Darah kotor yg mngendap
mngandung zat-zat yang mlemahkan
sperma, seperti adrenalin
Solusi tindakan operatif u/ stadium II - III
didapatkan 21-41% pria infertil
menderita varikokel.
Penyebab Lain
[Link] Kekebalan Tubuh
[Link] Sebagai Komplikasi
Penyakit Lain
[Link] seksual
[Link] kongenital
1. Lakukan pemeriksaan
Pemeriksaan ketidaksuburan
pria
Pemeriksaan pihak wanita
Identifikasi masalah pada organ
reproduksi
Jika hasil pemeriksaan baik
wanita
maupun pria normal…
1. Lakukan kembali coitus pada usia
subur
2. Lakukan Co dengan posisi sesuai
bentuk rahim (Identifikasi
bagaimana bentuk rahim?)
1. Retrofleksi?
2. Antefleksi?
Bagi rahim antefleksi atau rahim yg
agak menekuk ke depan
a. posisi Co yg paling tepat adalah
posisi misionaris
b. posisi flexed attitude (lutut wanita
ditarik ke arah bahunya sendiri)
c. Sebaiknya beri bantal pada bokong
setelah berhubungan dlm periode
±20 menit, sangat efektif u/ proses
pembuahan
Lanjutan…..
Yang mmiliki bentuk rahim retrofleksi (rahim
menekuk ke belakang)
a. dianjurkan u/ melakukan penetrasi dari
belakang “knee chest re entry position”.
b. Bantal juga masih diperlukan. Dengan
catatan, bantal diganjal di bawah perut &
posisi kepala perempuan menekuk ke
bawah.
Lanjutan…..
Pada perinsipnya jangan biarkan
cairan sperma tumpah sgr setelah
Co (15-30mnt).
Bukan kuantitas tapi kualitas Co!
(brhubungan dg kualitas sperma)
Jika ditemukan adanya masalah….
2. Mencari & mnghilangkan
faktor pnyebabnya, ex:
– Gangguan pretesticular : Dapat
diterapi dg oral pill 3-9 bulan,
trgantung respons hasil pengobatan
dg harapan kwalitas sperma
mendekati nilai normal.
– Varicocele: Memerlukan tindakan
operatif pd kasus varikokel stadium
II – III.
– Pada kasus adanya sumbatan pd
saluran sperma krn didapat (akibat
dari penyakit kelamin, TBC yg tidak
diterapi secara optimal) maupun krn
kelainan bawaan (genetik), jika
memungkinkan dpt dlakukan
tindakan operatif.
PENCEGAHAN
INFERTILITAS
a. infeksi prostate, buah zakar, maupun saluran sperma.
Karena itu, setiap infeksi didaerah tersebut harus
ditangani serius (Steven RB,1985).
b. Beberapa zat dapat meracuni sperma. Banyak penelitihan
menunjukan pengaruh buruk rokok jumlah & kualitas
sperma (Steven RB,1985).
c. Alcohol = rendahnya kadar hormone testosterone ->
menganggu pertumbuhan sperma (Steven RB,1985).
d. Berperilaku sehat (Dewhurst,1997).
Infeksi
Menular
Seksual
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL / SEXUAL
TRANSMITED DISEASE’s
Penyakit menular seksual adalah
penyakit yang ditularkan melalui
perilaku seksual, seperti hubungan
seksual, oral sex, dan anal sex.
Penyebab dari penyakit menular
seksual ada bermacam-macam yaitu :
bakteri(contoh:sifilis, gonorrhea,
Chlamydia), jamur (contoh :candidiasis),
virus (contoh : HIV, herpes), dan parasit
(contoh : scabies).
GO (kencing nanah)
GO (kencing nanah)
IMS Umum
Klamidia
IMS Umum
Herpes
IMS Umum
Herpes
Sifilis (raja singa)
IMS Umum
Sifilis (raja singa)
Jengger Ayam IMS Umum
IMS Umum
Hepatitis
IMS Umum
HIV/AIDS
Crabs
Scabies
Molluscum contagiosum
GANGGUAN HAID
DAN SIKLUS NYA
KESEHATAN REPRODUKSI
OLEH
Cynthia Puspariny, S.S.T
GANGGUAN HAID DAN
SIKLUSNYA
KELAINAN BANYAKDARAHDAN LAMA
PERDARAHAN HAID
# hipermenorhe / menargie / darah
banyak
# hipomenorhe / darah sedikit
KELAINAN SIKLUS
# polimenorhe : siklus panjang
# oligomenorhe : siklus pendek
# amenorhe : tidak haid
• PERDARAHAN DILUAR
HAID
# METHRORAGIA
•GANGGUAN LAIN BERHUBUNGAN
DENGAN HAID
# PREMENSTRUAL TENSION
# MASTODINIA : mamae
tegang / sakit
# MITTELSCHMERZ : nyeri ovulasi
gantian kanan kiri
# DISMENORHEA : sakit haid
ADALAH KEADAAN TIDAK ADANYA HAID
SELAMA 3 BULAN BERTURUT - TURUT
PEMBAGIAN AMENORE
AMENORE PRIMER
wanita usia 18 th keatas tidak pernah haid
AMENORE SEKUNDER
wanita pernah haid tetapi berhenti selama
3 bulan berturut - turut