Ventricular Septal Defect(VSD)
Nur Muhamad Jati Kusuma
11120232045
Kelainan jantung congenital (Ventricular Septal
Kompetensi : 2 Defect, Atrial Septal Defect, Patent Ductus Arteriosus,
Tetralogy of Fallot)
Ventricular Septal Defect(VSD)
01
Definisi
Definisi
02 Anamnesis
Anamnesis 03 Pemeriksaan Fisik
04 PEMERIKSAAN PENUNJANG
DIAGNOSIS BANDING
05
06 Penatalaksanaan
DEFINISI
Ventricular Septal Defect
(VSD)
Defek kongenital yang ditandai dengan adanya
celah pada septum interventrikular jantung
Mekanisme utama dalam gangguan hemodinamik
pada VSD muncul dari komunikasi abnormal antara
ventrikel kanan dan kiri, yang menyebabkan
pembentukan pirau
Pirau jantung adalah pola aliran darah yang tidak teratur di jantung, yang dapat
terjadi karena adanya celah pada septum jantung
Anamnesis
gejala muncul pada VSD meliputi mengi, napas cepat, sesak saat beraktivitas, nyeri dada
kesulitan bernapas, jantung berdebar, dan hemoptisis atau batuk berdarah
keluhan sistemik seperti lemas dan menyadari adanya kebiruan pada kulit
Hal ini terjadi akibat peningkatan tekanan sirkulasi pulmoner ( gagal jantung.) Pasien
juga mungkin mengalami kesulitan bernapas dan/atau berkeringat saat menyusui serta
mengisap susu tidak kuat, sehingga intake makanan sulit dan gagal tumbuh atau failure to
thrive
Pada Bayi menunjukkan gejala pada usia beberapa minggu hingga bulan ketika maturasi
paru terjadi dan tahanan vaskuler menurun
Pasien dewasa memiliki riwayat infeksi paru berulang
Pemeriksaan Fisik
Pada bayi dan anak-anak dengan VSD, selain pemeriksaan sistemik, pemeriksaan
status gizi sesuai usia dan jenis kelamin perlu dilakukan mengingat komplikasi
gagal tumbuh yang mungkin terjadi
Ventricular Septal Defect (VSD) Kecil asimptomatik dengan riwayat pertumbuhan dan
perkembangan normal. terdengarnya murmur pansistolik di parasternal sela iga 3 sampai 4 kiri
Ventricular Septal Defect (VSD) Sedang : pertumbuhan yang lebih lambat dilihat, ronkhi ada ,
tanda gagal ginjal
Ventricular Septal Defect (VSD) Besar : pertumbuhan lambat ,dispnea, takipnea, takikardi, ronkhi
ada , hepatomegali.
Pemeriksaan Penunjang
Echocardiography : biasanya transthoracic atau color Doppler pada VSD dilakukan untuk mengkonfirmasi
keberadaan, ukuran, dan lokasi defek septum ventrikel dan memberikan informasi untuk merencanakan prosedur
pembedahan
klasifikasi:
Kecil: kurang dari atau sama dengan 25% dibanding diameter anulus aorta
Sedang: 25%-75% dibanding diameter anulus aorta
Besar: lebih dari 75% dibanding diameter anulus aora
Pemeriksaan rontgen toraks pada pasien dengan VSD sedang sampai besar dapat ditemukan kardiomegali, terutama
ventrikel kiri, atrium kiri, ventrikel kanan, dan atrium kanan. Selain itu, juga dapat ditemukan peningkatan vaskularisasi paru
dan edema paru
Kateterisasi Jantung : dapat dilakukan untuk menilai pulmonary vascular resistance (PVR) dan
apakah hipertensi pulmonal yang terjadi sifatnya reversibel
Magnetic resonance imaging (MRI) kardiak dapat digunakan untuk mendeteksi VSD dan untuk mengkonfirmasi
menutupnya VSD setelah operasi. Indikasi pemeriksaan MRI pada VSD, antara lain gambaran ekokardiografi awal
yang tidak jelas atau tidak meyakinkan dan untuk memastikan adanya double chambered right ventricle (DCRV)
Hasil elektrokardiografi atau EKG biasanya normal pada pasien dengan defek septum ventrikel kecil. gambaran
ini didapat dengan adanya gelombang R yang tinggi pada V1 atau 2 serta gelombang S yang dalam pada V5
atau 6 dengan atau tanpa abnormalitas pada gelombang T maupun segmen ST.
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan darah lengkap dilakukan untuk menilai adanya
tanda infeksi serta adanya eritrositosis
Diagnosis Banding
Atrial Septal Defect (ASD) Atrioventricular Septal Defect (AVSD) Patent Ductus Arteriosus (PDA)
kondisi dimana adanya celah yang defek septum yang melibatkan keadaan dimana duktus arteriosus, yang
memungkinkan komunikasi antara septum atrium dan ventrikel. menghubungkan aorta torakalis desendens dengan
atrium kanan dan kiri arteri pulmonalis pada fetus, yang seharusnya tertutup
setelah lahir, gagal menutup
Still murmur atau innocent vibratory murmur
murmur ringan yang biasanya tidak
berhubungan dengan kelainan jantung
dan berkurang saat preload berkurang
serta meningkat bila cardiac output
meningkat
Penatalaksanaan
Pemberian diuretik, seperti furosemide dan spironolactone, pada pasien dengan VSD
diberikan pada keadaan volume overload dan gagal jantung, yang biasanya ditunjukkan
dengan adanya distress napas, takipnea, dan gagal tumbuh atau failure to thrive
Pemberian diuretik bertujuan untuk mengurangi beban jantung, tapi juga dapat
menyebabkan perubahan hemodinamik dan gangguan elektrolit
Vasodilator pada VSD diberikan untuk mengurangi beban afterload pada
jantung karena efek vasodilatasi yang diberikan golongan angiotensin
converting enzyme inhibitor (ACEi), seperti captopril; serta antagonis kalsium,
seperti nifedipine
Digoxin diberikan pada pasien dengan VSD sebagai inotropik dengan tujuan
meningkatkan pompa jantung
Antibiotik profilaksis untuk mencegah endokarditis infeksi tidak lagi rutin
diindikasikan untuk semua pasien
Pembedahan untuk menutup VSD pada bayi dan anak-anak direkomendasikan pada
mereka yang tidak memberikan respon terhadap terapi medikamentosa, seperti
diuretik, vasodilator dan digoxin.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH