LAPORAN KERJA PRAKTEK
EVALUASI WATER MANAGEMENT SYSTEM UNTUK PLAN MEMINIMALISIR
DAN MENANGGULANGI JUMLAH AIR YANG MASUK KE DALAM TAMBANG
PIT DONGGANG PT BINTANG SUKSES ENERGI SITE MAL MUSI BANYUASIN
SUMATERA SELATAN
OLEH :
ARMANDO DWI PUTRA
NPM. 1710024427007
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK PERTAMBANGAN
YAYASAN MUHAMMAD YAMIN PADANG
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI (STTIND) PADANG
2019
LATAR BELAKANG
KERJA PRAKTEK
TUJUAN
PELAKSANAAN
KERJA PRAKTEK
TUJUAN UMUM TUJUAN KHUSUS
PROFIL PERUSAHAAN
Lokasi Kesampaian
Daerah
PT MANGGALA ALAM LESTARI
PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK
KEGIATAN KERJA PRAKTEK
1. Overburden Removal
KEGIATAN KERJA PRAKTEK
2. Coal Getting
KEGIATAN KERJA PRAKTEK
3. Survey & Mineplan
KEGIATAN KERJA PRAKTEK
4. Inspeksi Sistem Penyaliran
KEGIATAN KERJA PRAKTEK
5. Inspeksi Mesin Pompa
TEMUAN MENARIK
1. Tenggelamnya expose BL6 B_08-
S_12-14
akibat naiknya elevasi air sump.
2. Water menejemen kurang baik
sehingga
menimbulkan banyak air permukaan
yang masuk kedalam pit dan merusak
lokasi
front kerja sehingga kegiatan
[Link]
Untuk memenuhi permintaan
produksi owner
tidak bisa
batubara yang telah diexpose terlalu
optimal.
lama menunggu untuk proses coal
getting
sehingga terbuka luas dan menjadi
hauling road diatas roof batubara.
4. Cycle Time Loading Batubara menjadi lama
akibat penggunaan alat sreening yang
diterapkan perusahaan.
5. Terjadi patahan yang besar di area
disposal
yang bergerak kearah utara pit dan
hampir
6. memotong
Kurang optimalnya
jalan. Manpower front
dan
dumping area dalam mengatur dan
Evaluasi Water Managenent System Untuk Plan Meminimalisir dan
Menanggulangi Jumlah Air yang Masuk Kedalam Tambang Pit Donggang
PT Bintang Sukses Energi Site MAL Musi Banyuasin Sumatera Selatan
1. Latar Belakang
Perencanaan kapasitas sump yang didesain perusahaan tidak cukup untuk
menampung air yang masuk kealam tambang sehingga air meluap dan
menenggelamkan front batubara yang sudah di expose dan siap untuk proses coal
getting. Untuk mengurangi volume air yang menenggelamkan front penambangan
membutuhkan waktu puluhan hari karena terbatasnya kapasitas pompa. Akibatnya
mine sequen terganggu dan harus dialihkan kelokasi lain sehingga perusahaan
mengalami kerugiaan akibat progres coal getting terendam air dan lumpur.
Dari masalah-masalah yang penulis temui dilapangan, penulis tertarik untuk
mengangkat masalah nomor 1 dan 2 sebagai studi kasus. Oleh sebab itu, maka
penulis ingin mengambil judul “Evaluasi Water Managenent System Untuk Plan
Meminimalisir dan Menanggulangi Jumlah Air yang Masuk Kedalam Tambang Pit
Donggang PT Bintang Sukses Energi Site MAL Musi Banyuasin Sumatera
Selatan”.
2. Identifikasi Masalah
1. Kapasitas sump pit Donggang yang didesain sebelumnya tidak cukup untuk menampung
debit air yang masuk kedalam tambang.
2. Drainage kurang baik sehingga terdapat banyak sumber air limpasan yang masuk
kedalam tambang.
3. Terdapat expose batubara yang sudah siap untuk proses coal getting pada pit Donggang
tenggelam akibat naiknya elevasi air pada sump.
4. Akibat air limpasan kondisi pit rusak dengan banyaknya lumpur dimana-mana dan
menyebabkan pendangkalan sump serta menumpuknya spoil.
5. Perlunya analisa dan monitoring water management system seiring proses kemajuan
tambang.
3. Batasan Masalah
1. Jumlah air yang masuk kedalam tambang.
2. Dimensi sump, dan mine drainage yang sesuai untuk menampung
dan mengendalikan air.
3. Kemampuan pompa yang dibutuhkan untuk mengeluarkan air dari dalam
tambang.
4. Rumusan Masalah
1. Berapakah jumlah air yang masuk ke dalam tambang?
2. Bagaimanakah water manajement system yang efektif dalam mengendalikan jumlah
air yang masuk dan keluar tambang pada situasi tambang saat ini?
3. Berapakah kemampuan pompa yang dibutuhkan untuk mengeluarkan air dari sump
dalam mengendalikan jumlah air yang masuk kedalam tambang?
5. Tujuan
1. Mengetahui jumlah air yang masuk kedalam tambang dari analisa data curah
hujan dan debit air tanah.
2. Membuat rencana pengendalian air dengan, mine drainage dan dewatering.
3. Mengetahui kemampuan pompa untuk mengeluarkan air yang terlanjur ma-
suk di dalam tambang
Metode Pengambilan Data
Data Data Sekunder
Primer
1. Data curah hujan tahunan
1. Luas catchment 2. Spesifikasi pompa
area 3. Peta Situasi Tambang Lama
2. Debit air yang
masuk
Alat Yang Digunakan :
1. Total Station
2. Stick & Prisma
3. Meteran
4. Surpac 6.3
5. Autodesk Land
Desktop 2005
1. Intensitas Curah Hujan
2. Catcmant Area
5.69%
26.92
%
26.92
%
9.75%
21.78%
7.08%
5.84%
9.09%
Situasi
Catchment Area
3D
3. Debit Air Limpasan
Diketahui :
Kemiringan Lereng Rata-rata = 14.13 %
Maka :
Debit air hujan limpasan yang masuk kedalam tambang adalah
= 0,278 x 0,7 x 9,68 mm/jam x 227,39 Ha Actual
= 428,43 m³/Jam
= 0,278 x 0,7 x 9,68 mm/jam x 129,94 Ha Plan
= 244,77 m³/Jam
4. Debit Air Tanah
5. Total Air Masuk
Debit Air Limpasan Hujan + Debit Air Tanah
= 428,34 m³/Jam + 0 m³/Jam
Actual
= 428,34 m³/Jam
= 244,77 m³/Jam + 0 m³/Jam Plan
= 244,77 m³/Jam
6. Kapasitas Pompa
Pit Donggang Pump Dnd100 Unit Remark
Catchment Area 0.79 km2
Rerata harian curah hujan mm
Asumsi air tanah m3/hari
Type pompa Dnd 100
Elevasi inlet 0.14 m
Elevasi Outlet 40.00 m
Static Head 55.00 m
Panjang Pipa 420.00 m The Longest
Suction 1,15 m
Diameter Pipa 8.00 inch
Head Friction 0,69
Total Head 57,09 m
Flow Rate Pump 225.00 m3/jam Average actual 1 pompa
Total System Head m
Debit Pompa 7200.00 m3/day Estimasi Debit/Jam = 200 m3 ( 2 Pompa)
Asumsi Durasi Pemompaan 18.00 jam/day Note = PA 75 %
Jumlah Line 2.00 unit
Kebutuhan Tandem 0.00 tandem
Kebutuhan Pompa 2.00 unit
Water Inflow 1.70 me/hari
Water Existing 337.928,31 m3/jam
Elevasi Air 0,14 m
Target Elevasi Pemompaan -8.55 m
7. Estimasi Air Masuk dan Keluar
Jumlah Total Air Yang Masuk Kedalam Pit/Jam – Kapasitas Pompa/Jam
= 428,34 m³/Jam – 400 m³/Jam
Actual
= 28,34 m³
= 244,77 m³/Jam - 400 m³/Jam
= -155,23 m³ Plan
Vol. Air 15/3/19 = 346.146 m³
-0.758
Vol. Air Target Pompa = 47.253 m³
Volume air yang harus dipompa = 298.893 m³
Kapasitas pompa = 8.000 m³/hari
Dibutuhkan waktu = 37,36 Hari
Jika ditambahkan dengan volume air sisa
pemompaan selama 37,36 hari kedepan maka: -8.55
Debit Air Masuk = 10.282,32 m³/hari
Debit Air Keluar = 8.000 m³/hari
Sisa Air = 2.282,32 m³
Sisa Air Selama 37,36 Hari = 85.267,48 m³
Kapasitas pompa = 8.000 m³/hari
Dibutuhkan waktu = 10,65843 Hari
Maka total waktu kemampuan pompa untuk
mengeringkan air dalam mencapai target
pemompaan adalah
37,36 hari + 10,65843 hari = 48,018 hari.
Rekomendasi Perbaikan
1. Pengecilan Catchment Area
Q =0,00278 x C x I x A
Q = 0,00278 x 0,7 x 9,68 mm/jam x 129,94 Ha
= 244,77 m³/Jam
= 5.874,48 m³/hari
Debit Air Masuk = 5.874,48 m³/hari
Debit Air Keluar = 8.000 m³/hari
Sisa Air = -2.125,52 m³
Sisa Air Selama 37,36 Hari = -79.409,4 m³
Kapasitas pompa = 8.000 m³/hari
Dibutuhkan waktu = -9,92618 Hari
Volume air yang harus dipompa = 298.893 m³
Kapasitas pompa = 8.000 m³/hari
Dibutuhkan waktu = 37,36 hari
Maka total waktu yang dibutuhkan pompa untuk mencapai target level
pemompaan setelah dilakukan perbaikan dengan pengecilan luas catchment area
adalah 37,36 hari + (-9,92618 Hari) = 27,43382 hari.
Rekomendasi Perbaikan
2. Penambahan Kapasitas
Pompa
Keterangan :
D = Lama waktu pemompaan = 20 jam = 0,83 hari
Q = Debit air = 10.282,32 m³/hari
Qpompa = Debit pompa yang dibutuhkan
Kesimpulan
1. Berdasarkan analisa curah hujan perusahaan selama 3 tahun
terakhir dari, jumlah total air yang masuk adalah 428,43 m³/Jam dan
10.282,32 m³/hari.
2. Kapasitas pompa 200 m³/jam tidak cukup untuk menurunkan volume
air sump karena jumlah air yang masuk lebih banyak dari pada air
yang keluar.
3. Elevasi air sump tanggal 15/3 adalah -0,758 mdpl sedangkan target
elevasi air adalah -8,55 mdpl. Volume air tanggal 15/3 adalah
346.146 m³, untuk memompa air sampai target elevasi -8,55 dengan
kapasitas plan pompa 8000 m³/hari dan ditambah sisa pemompaan
debit air perhari membutuh kan waktu 48,018 hari.
4. Untuk mencapai target elevasi air perlu adanya perbaikan dengan
membuat mine drinage seperti yang penulis desain untuk
memperkecil catchment area agar debit air turun menjadi 244,77
m³/jam dan 5.874,48 m³/hari.
5. Setelah dilakukan perbaikan maka untuk mencapai target elevasi air
sump dibutuhkan waktu 27,43382 hari.
Saran
1. Segera lakukan perbaikan dengan membuat mine drinage
berdasarkan desain yang sudah penulis buat agar dapat
meminimalisir debit air yang masuk kedalam sump dan
menghindari kerusakan front kerja tambang akibat banyaknya
debit air limpasan.
2. Berdasarkan pada KEPMEN ESDM RI No. 1827 K/30/MEM/2018
tentang pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang
baik pada halaman 59, perlu dilakukan penelitian hidrogeologi
dan pemetaan distribusi akuifer air tanah untuk menunjang
perencanaan sistem penyaliran tambang PT BSE agar lebih
baik.