EPS
Elektronik power steering
EPS = POWER STEERING???
• Electric Power Steering ( EPS ) merupakan
salah satu teknologi dibidang otomotif yang
sangat memberikan kemudahan bagi para
pengguna kendaraan. Teknologi ini
membantu meringankan putaran kemudi yang
bertujuan meningkatkan efisiensi kerja
kendaraan dengan melakukan perubahan
proses kerja power steering. Perubahan ini
mengalihkan sistem hidraulis ke elektrik.
• Alasannya sederhana. Sistem power steering
hidraulis memperbesar konsumsi bbm
kendaraan. Kebutuhan energi untuk sistem itu
dalam beroperasi, lebih besar dari
penggunaan AC mobil. Malah sistem hidraulis
berada pada posisi ketiga untuk kerugian
mekanis yang dialami mobil ketika bergerak.
Posisinya di bawah kerugian akibat hambatan
udara dan gesekan dengan jalan.
Model Elektronik Power Steering
• Fully Electric.
Artinya motor listrik bekerja langsung dalam membantu
gerakan kemudi. Baik yang letaknya menempel pada
batang kemudi, seperti padaToyota Yaris dan Vios. Juga
yang letaknya menempel pada rack steer seperti Honda
Jazz, Suzuki Karimun dan Swift. Bahkan pada generasi
awal yang diterapkan Mazda Vantrend lansiran 1995
ataupun Toyota Crown keluaran 2005, di tempatkan
pada gearbox steering.
• Semi Electric.
Putaran motor elektrik hanya dimanfaatkan untuk mendorong
hidraulis. Ini sebagai pengganti pompa power steering yang
menempel di mesin dan diputar oleh sabuk V-belt. Misalnya seperti
pada Chevrolet Zafira danMercedes Benz A-Class. Perangkat EPS yang
digunakan tentunya tidak lagi menempel pada mesin. Namun masih
mengandalkan minyak untuk meringankan gerak setir. Biasanya
perangkat ini juga masih menggunakan slang tekan dan slang balik
dari [Link] yang memproduksi EPS adalah Koyo, NSK,
Delphi, Showa, Visteon dan ZF Freidrichshafen AG. Power steering
hidraulis membuat mobil lebih boros BBM hingga sekitar 1,07 km/l.
KOMPONEN
• Control Module: Sebagai komputer untuk mengatur kerja EPS.
• Motor elektrik: Bertugas langsung membantu meringankan perputaran
setir.
• Vehicle Speed Sensor: Terletak di girboks dan bertugas memberitahu
control module tentang kecepatan mobil.
• Torque Sensor: Berada di kolom setir dengan tugas memberi informasi ke
control module jika setir mulai diputar oleh pengemudi.
• Clutch: Kopling ini ada di antara motor dan batang setir. Tugasnya untuk
menghubungkan dan melepaskan motor dengan batang setir sesuai
kondisi.
• Noise Suppressor: Bertindak sebagai sensor yang mendeteksi mesin
sedang bekerja atau tidak.
• On-board Diagnostic Display: berupa indikator di panel instrumen yang
akan menyala jika ada masalah sengan sistem EPS.
CARA KERJA
• Setelah kunci diputar ke posisi ON, Control Module memperoleh arus listrik untuk kondisi
stand-by. Seketika itu pula, indikator EPS pada panel instrumen menyala.
• Begitu mesin hidup, maka Noise Suppressor segera menginformasikan pada Control Module
untuk mengaktifkan motor listrik dan clutch pun langsung menghubungkan motor dengan
batang setir.
• Torque Sensor Salah satu sensor yang terletak pada steering rack bertugas memberi informasi
pada Control Module ketika setir mulai diputar. Dan mengirimkan informasi tentang sejauh
apa setir diputar dan seberapa cepat putarannya.
• Dengan dua informasi itu, Control Module segera mengirim arus listrik sesuai yang
dibutuhkan ke motor listrik untuk memutar gigi kemudi. Dengan begitu proses memutar setir
menjadi ringan.
• Vehicle Speed Sensor bertugas menyediakan informasi bagi control module tentang kecepatan
kendaraan. Pada kecepatan tinggi, umumnya dimulai sejak 80 km/jam, motor elektrik akan
dinonaktifkan oleh Control Module. Dengan begitu setir menjadi lebih berat sehingga
meningkatkan safety. Jadi sistem EPS ini mengatur besarnya arus listrik yang dialirkan ke
motor listrik hanya sesuai kebutuhan saja.
Selain mengatur kerja motor elektrik berdasarkan
informasi dari sensor, Control Module juga mendeteksi
jika ada malfungsi pada sistem EPS. Lampu indikator EPS
pada panel instrument akan menyala berkedip tertentu
andai terjadi kerusakan. Selanjutnya ia juga
menonaktifkan motor elektrik dan clutch akan melepas
hubungan motor dengan batang setir. Namun karena
sistem kemudi yang dilengkapi EPS ini masih terhubung
dengan setir melalui batang baja, maka mobil masih
dimungkinkan untuk dikemudikan. Walau memutar setir
akan terasa berat seperti kemudi tanpa power steering.