0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan45 halaman

Pengertian dan Karakteristik Persekutuan

Dokumen ini menjelaskan tentang persekutuan (partnership), termasuk definisi, unsur pokok, karakteristik, dan berbagai bentuk persekutuan seperti persekutuan umum dan terbatas. Selain itu, dibahas juga tentang pembagian laba, hak pemilikan, serta pembubaran persekutuan. Informasi ini penting bagi mahasiswa akuntansi untuk memahami struktur dan pengelolaan persekutuan dalam konteks bisnis.

Diunggah oleh

wieta.chairunesia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan45 halaman

Pengertian dan Karakteristik Persekutuan

Dokumen ini menjelaskan tentang persekutuan (partnership), termasuk definisi, unsur pokok, karakteristik, dan berbagai bentuk persekutuan seperti persekutuan umum dan terbatas. Selain itu, dibahas juga tentang pembagian laba, hak pemilikan, serta pembubaran persekutuan. Informasi ini penting bagi mahasiswa akuntansi untuk memahami struktur dan pengelolaan persekutuan dalam konteks bisnis.

Diunggah oleh

wieta.chairunesia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul ke:

01 PERSEKUTUAN
Fakultas
Fakultas Ekonomi
dan Bisnis
Wieta Chairunesia, SE, [Link]

Program Studi
Akuntansi
Definisi

• Persekutuan(Partnership) adalah suatu penggabungan


diantara dua orang (badan) atau lebih untuk memiliki
bersama-bersama dan menjalankan suatu perusahaan
untuk mendapatkan keuntungan atau laba.
Unsur Pokok Persekutuan

• Gabungan atau Asosiasi para sekutu


• Pemilikan dan pengelolaan bersama
• Tujuan untuk memperoleh laba
Karakteristik
Persekutuan
Berusaha Bersama-sama (Mutual Agency)

• Setiap anggota (partner) merupakan agen atau


wakil dari Persekutuan untuk mencapai tujuan
usahanya.
Jangka Waktu Terbatas (Limited Lifes)

• Persekutuan tetap ada selama orang-orang (badan2)


yang mengadakan persekutuan itu ada dan masing-
masing masih tetap menghendakinya.
• Setiap perubahan yg berhubungan dgn maksud
mengakhiri perjanjian dari para anggota berarti
membubarkan Persekutuan.
• Hal-hal yang membatasi umur persekutuan selain
perjanjian adalah ketentuan hokum serta putusan
pengadilan.
• Penarikan modal/kematian seorang anggota otomatis
membubarkan Persekutuan.
Tanggung Jawab Tak Terbatas
(Unlimited Liability)
• Tanggung jawab seorang anggota tdk terbatas
pada jumlah modal yang ditanam di dlm usaha
persekutuan.
• Apabila di dalam keadaan tertentu
Persekutuan tidak dapat membayar
hutang2nya karena jumlah kekayaannya tdk
cukup, maka kreditur berhak menagih kepada
salah seorang dari anggota Persekutuan
tersebut.
Ownership Of An Interest In A Partnership

• Kekayaan yg ditanam di dlm persekutuan tdk lebih dr


milik yg terpisah dr anggota yg menjadi kekayaan
Persekutuan.
• Anggota yg menanamkan kekayaannya ke dlm
persekutuan berani menyerahkan haknya u/
mengusahakan dan menggunakan kekayaannya itu,
dan sepenuhnya rela u/ dipakai guna mencapai
tujuan2 Persekutuan.
• Hak yg diberikan kepada Persekutuan ini memberikan
hak yg sama dgn anggota lainnya u/ memimpin dan
menjalankan usaha Persekutuan.
Participation On Partnership Profit

• Masing-masing sekutu mempunyai hak didalm


pembagian laba atau rugi persekutuan.
Right To Dispose Of A Partnership Interest

• Masing-masing sekutu mempunyai hak untuk


menjual atau memindahkan haknya atas modal
dan hak atas laba kepada orang lain, baik
kepada anggota sekutu maupun bukan.
Mutual Liability

• Semua sekutu bertanggung jawab terhadap


utang persekutuan. Jadi utang persekutuan
adalah juga utang sekutu.
Macam-macam Bentuk
Persekutuan
Persekutuan perdagangan (trading partnership)

• Persekutuan perdagangan (trading


partnership) adalah persekutuan yang usaha
pokoknya a/ pembuatan, pembelian dan
penjualan barang2.
Persekutuan jasa2 (non trading partnership)

• Persekutuan jasa2 (non trading partnership), a/


persekutuan yg bertujuan u/memberikan jasa2 krn
keahliannya, misalnya persekutuan di antara akuntan,
pengacara, not arts.
Persekutuan Umum (General partnership)

• Persekutuan Umum (General partnership)


adalah suatu bentuk persekutuan di mana
semua anggota dapat bertindak atas nama
perusahaan dan kepadanya dapat dimintai
pertanggungan jawab terhadap kewajiban-
kewajiban persekutuan. Masing2 anggota
disebut sekutu umum.
Persekutuan terbatas (limited partnership)

• Persekutuan terbatas (limited partnership)


adalah suatu persekutuan di mana aktivitas
anggota tertentu dibatasi dan sebaliknya
tanggung jawab masing-masing anggota ini
dibatasi sampai jumlah tertentu, yang mungkin
sejumlah investasi yg telah diberikannya.
Anggota tersebut disebut sekutu terbatas.
Joint-stock companies
• Joint-stock companies adalah bentuk
persekutuan di mana struktur modalnya
berupa saham-saham yang dapat dipindah
tangankan.
• Perpindahan hak atas saham-saham tersebut
tidak boleh mengganggu kontinuitas usaha
persekutuan.
• Tanggung jawab setiap anggota joint stock
companies tidak terbatas seperti halnya pada
persekutuan umum.
Isi Perjanjian Persekutuan
Di samping menyebutkan tentang nama persekutuan, anggota,
tanggal berdiri, sifat serta bidang usaha, maka perlu disebut
tentang :
•Besarnya investasi dari masing-masing anggota.
•Hak dan kewajiban anggota.
•Buku-buku catatan dan laporan-laporan keuangan.
•Pembagian keuntungan.
•Hal-hal khusus yang menyangkut masalah pembebanan dan
penerimaan imbalan jasa tertentu di antara para anggota,
•penarikan kembali modal yg disetor.
•Asuransi jiwa, kematian slh satu anggota
•Penyelesaian apabila ada perselisihan di antara para anggota dan
lain-lain.
Pembentukan Persekutuan
• Study Kasus :
• Heri, Lely, dan Badri berminat untuk mendirikan
persekutuan dengan nama TRIO. Adapun data
tentang aktiva dari ketiga orang tersebut yang hendak
diinvestasikan pada persekutuan TRIO adalah sebagai
berikut :
Jenis Aktiva Heri Lely Badri
Kas 35.000.000 10.000.000
Tanah (NB Rp. 325.000.000
100.000.000)
Bangunan Kantor (NB Rp. 50.000.000
75.000.000)
Truk (NB Rp. 40.000.000) 25.000.000

Total 410.000.000 10.000.000 25.000.000


Jurnal Transaksi Pendirian Persekutuan

K as 45.000.000
Tanah 325.000.000
Bangunan Kantor 50.000.000
T ru k 25.000.000
M o d a l H e ri 410.000.000
M o d a l L e ly 10.000.000
M o d a l B a d ri 25.000.000
Metode Penentuan Besarnya Nilai Investasi

• Metode Bonus
• Metode Goodwill
Metode Bonus
• Study Kasus
Para sekutu dari persekutuan TRIO sepakat bahwa investasi
truk dari Badri yang mempunyai nilai wajar Rp.
25.000.000,- diakui sebagai modal Badri dalam
pembukuan persekutuan TRIO sebesar Rp. 30.000.000,-.
Dengan demikian Badri akan mendapatkan bonus sebesar
Rp. 5.000.000,-. Sedangkan Heri dan Lely sepakat untuk
mengurangi saldo modal mereka masing-masing sebesar
Rp. 2.500.000,- sebagai kompensasi bonus yang mereka
berikan kepada Badri. Jurnal umum yang dibuat :
M o d a l H eri Rp. 2.500.000,-
M o d a l L e ly Rp. 2.500.000,-
M o d a l B a d ri Rp. 5.000.000,-
Metode Goodwill

• Metode ini mencatat kelebihan dari


penyerahan modal atas aktiva yang dapat
diidentifikasi, contoh :
• Kelebihan dari modal yang diserahkan oleh
Badri berupa truk sebesar Rp 5.000.000 diakui
sebagai Goodwill, maka jurnalnya :

Goodwill Rp. 5.000.000,-


Modal Badri Rp. 5.000.000,-
Hak pemilikan dan atau Defisit Modal dalam
Perusahaan
• Jumlah modal perusahaan sama dengan selisih lebih antara
jumlah aktiva dari jumlah semua hutang yg dimiliknya. Dlm
Perseroan Terbatas jumlah modal dinyatakan dalam rekening
Modal Saham, Agio (Disagio) Saham dan Laba yang ditahan.
• Jumlah hak pemilikan relatif dari para pemegang saham tsb,
tergantung dari jumlah lembar saham yg dimilikinya sesuai dgn
golongan sahamnya.
• Modal perusahaan diklasifikasikan menurut asal/ sumbernya.
Klasifikasi demikian itu di dalam Persekutuan dinyatakan
menurut pribadi masing-masing pemilik. Hal ini hanya dapat
dilakukan apabila perusahaan menyelenggarakan catatan
(pembukuan) atas mutasi yg terjadi untuk setiap anggota pemilik
secara terpisah. Dalam hal ini untuk masing2 anggota pemilik
diselenggarakan 1 rekening "Modal (Pemilik) dan satu rekening"
Pribadi (Prive) Pemilik".
Pembagian Laba (rugi) di dalam Persekutuan

• Dalam hal perjanjian persekutuan tidak mengatur


sacara spesifik mengenai pembagian laba (rugi)
perusahaan, maka laba atau yang didapat dibagi
kepada anggota persekutuan dalam perbandingan yang
sama. Akan tetapi para anggota persekutuan dapat
membuat persetujuan pembagian laba (rugi) yang
dianggap sesuai dengan kontribusi masing-masing
anggota di dalam persekutuan.
• Terdapat berbagai cara yang dapat dipakai sebagai
dasar pembagian laba (rugi) di dalam persekutuan.
• Dasar pembagian laba (rugi) yang dipilih harus
dinyatakan di dalam perjanjian persekutuan.
Pembagian Laba (rugi) di dalam Persekutuan

Adapun berbagai macam cara pembagian laba (rugi) yaitu :


•Dibagi sama.
•Dengan perbandingan atas dasar perjanjian.
•Dengan perbandingan penyertaan modal.
•Mula-mula ditentukan bunga modal dari masing2 anggota,
selebihnya dibagi atas dasar perjanjian.
•Mula2 diberikan gaji sbg pemilik dan bonus kpd anggota yg aktif
bekerja, sisanya dibagi ats dsr perjanjian.
•Mula2 ditetapkan bunga u/ modal dr anggota, kemudian gaji sbg
pemiiik dan bonus u/ anggota2 yg dianggap berjasa dan sisanya
dibagi ats dasar perjanjian bersama.
Gaji Pemilik dan Bunga Modal

• Secara teoritis gaji pemilik dan bunga atas modal


(sendiri) adalah biaya bagi persekutuan dan bukan
pembagian laba.
• Pengertian biaya secara umum adalah meliputi semua
pengorbanan untuk mendapatkan barang-barang dan
jasa-jasa yang dapat dijual/diserahkan untuk
memperoleh pendapatan. Gaji pemilik a/b biaya yg
terjadi ats jasa yg diberikan kpd perusahaan, sedang
bunga modal yg ditanamkan o/ para pemilik
merupakan biaya ats modal yg diinvestasikan di dlm
perusahaan.
Gaji Pemilik dan Bunga Modal

• Di dalam akuntansi gaji pemilik dan bunga modal (sendiri) tidak


diakui sebagai biaya (usaha) bagi perusahaan, karena pada
umumnya jumlah-jumlah tsb ditentukan secara sepihak (dlm hal
ini oleh para pemilik sendiri) dan bukan atas dasar transaksi yg
obyektif.
• Akan tetapi kalau gaji yang dibayar kas itu dapat diidentifikasikan
dengan jasa yang diberikan kepada perusahaan dan bunga modal
yang diperhitungkan itu untuk pinjaman-pinjaman yang diberikan
maka harus diperlakukan sebagai biaya yang sebenarnya.
• Karena gaji yang dibayarkan demikian itu sama halnya dengan gaji
yang dibayarkan kepada karyawan lainnya, dan bunga yang
dibayarkan mempunyai status yang sama dengan bunga atas
hutang dari supplier atau kreditur lainnya.
Gaji Pemilik dan Bunga Modal

• Bagi manajemen sendiri akan lebih bermanfaat


untuk memperlakukan gaji pemilik dan bunga
modal (sendiri) sama halnya dengan biaya
usaha.
• Karena dengan demikian informasi laba (rugi)
periodiknya lebih menggambarkan
kemampuan perusahaan memperoleh laba
yang sebenarnya untuk dibandingkan dengan
kemampuan perusahaan lain yang sejenis.
Laporan Keuangan Pada Persekutuan

• Sebagaimana halnya pada perusahaan-


perusahaan umumnya, laporan keuangan yg
biasanya disusun untuk badan usaha yg
berbentuk persekutuan terdiri dari dua laporan
keuangan utama, yaitu Neraca dan Laporan
Perhitungan Rugi-Laba ditambah dengan
Laporan Perubahan Modal.
Laporan Rugi-Laba

• Telah dikemukakan terdapat perbedaan


prinsipil terhadap perlakuan akuntansi untuk
bunga atas modal yang ditanamkan dan gaji
pemilik yang diberikan bukan sebagai
karyawan (pegawai) perusahaan-perusahaan
dibandingkan dengan bunga atas hutang
(pinjaman) dan gaji karyawan (pegawai) pada
umumnya.
Laporan Perubahan Modal

• Laporan Perubahan Modal di dalam


persekutuan identik dengan Laporan Perubahan
Laba yg Ditahan, pada perusahaan-perusahaan
yang berbentuk Perseroan Terbatas.
• Laporan Perubahan Modal, merupakan ikhtisar
semua transaksi baik transaksi-transaksi usaha
maupun transaksi-transaksi modal yg
mengakibatkan kenaikan dan berkurangnya saldo
modal masing-masing pemilik selama satu
periode tahun buku.
Pembubaran karena perubahan pemilik

• Suatu persekutuan dinyatakan dibubarkan apabila


perjanjian bersama yang semula diadakan untuk
menjalankan usaha bersama2 telah berakhir.
• Misalnya. kematian orang anggota berakibat dgn
sendirinya perjanjian kerjasama berakhir dan dgn
demikian persekutuan dinyatakan dibubarkan.
• Adanya persengketaan di antara para anggota,
pengadilan dapat memutuskan pembubaran atas
permintaan seorang atau lebih dari anggota.
• Demikian pula pengunduran diri seorang anggota
dengan menjual haknya juga membubarkan
persekutuan yang semula.
Pembubaran karena perubahan pemilik
• Dengan pembubaran persekutuan, kekuasaan yg
didapatkan dr para anggota untuk menjalankan
perusahaan sebagai "usaha yg berjalan terus" telah
berakhir.
• Meskipun pembubaran mengakibatkan berakhirnya
persekutuan di antara individu-individu untuk mencapai
tujuan semula, tetapi tidak berarti mengakhiri usaha
perusahaan atau bahkan mengganggu kontinuitasnya.
• Dengan kematian seorang anggota, anggota-angota lain
yang masih hidup dapat bertindak atas nama persekutuan
untuk melanjutkan transaksi yang sudah dimulai dan
menyelesaikan sama sekali transaksi-transaksi
perdagangan lainnya.
Keadaan-keadaan yg
menyebabkan terjadinya
pembubaran persekutuan
1. Pembubaran atas dsr perjanjian
persekutuan (act of the parties)

• Berakhirnya jangka waktu yg ditentukan dlm


perjanjian/tercapainya tujuan.
• Persetujuan bersama
• Pengunduran diri seorang anggota persekutuan.
2. Pembubaran, atas dasar bekerjanya undang-
undang

• Kematian seorang atau beberapa anggota


persekutuan.
• Bangkrutnya seorang/lebih anggota/persekutuan.
• Kejadian-kejadian tertentu yang mengakibatkan
tidak dapat ber-tindaknya perusahaan yg
disebabkan oleh perbuatan individu anggota yang
membawa nama persekutuan.
• Ada perang di dalam suatu negara dari salah
seorang anggota (persekutuan) penduduk negara
yg bersangkutan.
3. Pembubaran ats dasar keputusan pengadilan

• Ketidak mampuan seorang anggota (ada beberapa hal)


untuk memenuhi kewajibannya terhadap perjanjian
persekutuan.
• Tindakan seorang anggota yang mengakibatkan tidak
ada keserasian dalam usaha yang sedang berjalan.
• Perselisihan intern di antara anggota.
• Tidak mungkin lagi untuk mendapatkan keuntungan
secara kontinyu dari usaha perusahaan.
• Alasan lainnya yang mengakibatkan pembubaran
misalnya: kecurangan/penyajian yang keliru di dalam
pembentukan formasi persekutuan.
Masuknya seorang atau lebih anggota baru

• Apabila seorang/lebih anggota baru diperbolehkan


masuk ke dlm persekutuan, berarti satu persekutuan yg
baru telah dibentuk.
• Pembentukan sebuah persekutuan yg baru otomatis
membubarkan persekutuan lama.
• Perjanjian persekutuan harus dirubah/dibuatkan suatu
perjanjian persekutan yang baru.
• Satu hal yg penting dalam hal ini atau ditentukannya
pembagian laba (rugi) yang baru, karena dengan
dibubarkannya persekutuan yang lama berarti
membatalkan ketentuan pembagian laba (rugi) yang
telah diatur.
Masuknya seorang atau lebih anggota baru

• Apabila tidak ada persetujuan yang baru, maka


ketentuan undang-undng tentang persekutuan
akan dilaksanakan, dimana pembagiaan
keuntungan diantara para anggota adalah sama.
• Masuknya anggota baru di dalam persekutuan
dalam keadaan bagaimanapun juga harus
mendapatkan persetujuan anggota yang ada.
Masuknya seorang atau lebih anggota baru

Seseorang yang akan masuk ke dalam


persekutuan dapat memasukkan modal dengan
cara:
[Link] sebagian atau seluruhnya dari bagian
modal (penyertaan) seorang atau lebih anggota
lama (tidak ada kekayaan baru yang diterima
oleh persekutuan);
[Link] kekayaan pada persekutuan,
sehingga kekayaan persekutuan bertambah.
Masuknya seorang atau lebih anggota baru

Pembelian sebagian Hak Penyertaan dari Anggota


Persekutuan:
•Apabila salah satu anggota persekutuan menjual
hal penyertaan modal dan pembagian laba (Rugi)
kepada pihak lain, maka pembukuan di dalam
persekutuan terbatas pada pemindahan saldo
rekening modal pihak penual ke rekening modal
pihak pembeli.
Masuknya seorang atau lebih anggota baru
• Transaksi pembayaran antara pihak pembeli kepada
pihak penjual merupakan transaksi pribadi pemilik dan
tidak perlu dicatat oleh perusahaan.
• Transaksi jual beli hak penyertaan dan pembagian laba
(rugi) di dalam perusahaan itu, dilihat dari segi
persekutuan sebagai unit usaha yang terpisah
merupakan pemindahan kekayaan pribadi masing2
anggota.
• Bagi persekutuan transaksi itu cukup dicatat mengenai
berapa besarnya bagian penyertaan (saldo modal) tsb
yg dipindahtangankan. Misal A dan B atau anggota2
persekutuan yg membagi laba (rugi) dgn perbandingan
yg sama.
Masuknya seorang atau lebih anggota baru

Apabila sebuah persekutuan telah berjalan dgn


sukses, maka biasanya kpd anggota baru yg akan
masuk dibebani kewajiban2 terhadap antara lain:
•Bagian penyertaan dari pada anggota baru harus
dikurangi dgn jumlah tertentu sebagai bonus
kepada anggota pemilik lama.
•Goodwill persekutuan harus diadakan dan dikredit
sebagai penambahan modal anggota2 pemilik yg
lama.
Terima Kasih
Wieta Chairunesia, SE, [Link]

Anda mungkin juga menyukai