0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan30 halaman

Permasalahan Akuntansi Sektor Publik

Dokumen ini membahas permasalahan akuntansi sektor publik di Indonesia, termasuk tantangan dalam transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan keuangan. Berbagai isu seperti standardisasi, sumber daya manusia, dan sistem informasi diidentifikasi sebagai hambatan utama. Studi kasus menunjukkan dampak nyata dari masalah ini terhadap pengelolaan keuangan daerah dan kepercayaan publik.

Diunggah oleh

nabilakadir89
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan30 halaman

Permasalahan Akuntansi Sektor Publik

Dokumen ini membahas permasalahan akuntansi sektor publik di Indonesia, termasuk tantangan dalam transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan keuangan. Berbagai isu seperti standardisasi, sumber daya manusia, dan sistem informasi diidentifikasi sebagai hambatan utama. Studi kasus menunjukkan dampak nyata dari masalah ini terhadap pengelolaan keuangan daerah dan kepercayaan publik.

Diunggah oleh

nabilakadir89
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERMASALAHAN

AKUNTANSI SEKTOR
PUBLIK DAN STUDI
KASUS

Nabila
Virli Rahmanda Ekaputri Muchlis
(02272311216)
(02272311283)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI UNIVERSITAS
KHAIRUN
2025
UNIVERSITAS
KHAIRUN

Akuntansi sektor publik di Indonesia


Latar Belakang menghadapi berbagai permasalahan
kompleks yang mempengaruhi
transparansi, akuntabilitas, dan
efektivitas pengelolaan keuangan publik.

A KU N TA N SI S EK T O R
P U BLIK
02
UNIVERSITAS
KHAIRUN

Konsep Akuntansi Sektor


Publik
Apa itu akuntansi sektor
publik ?

AKUNTANSI SEK T O R 03
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

Menurut Mahmudi (2016), akuntansi


Peran sektor publik memiliki peran penting
Penting yaitu :

A KU N TA N SI S EK T O R
P U BLIK
04
UNIVERSITAS
KHAIRUN

01 Tujuan Non-Profit
.
02. Pertanggungjawaban
Karakteristik
Publik
Akuntansi Sektor
Publik
03. Transparansi

04. Akuntabilitas

05. Value for Money

AKUNTANSI
PUBLIK
SEKTOR
05
UNIVERSITAS
KHAIRUN
Kerangka Regulasi Akuntansi Sektor
Publik di Indonesia

UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan


Negara
UU No. 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara
UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan
Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara
PP No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan (SAP)
Permendagri No. 64 Tahun 2013 tentang Penerapan
SAP Berbasis Akrual

AKUNTANSI SEK T O R 06
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

PERMASALAHAN DI AKUNTANSI SEKTOR


PUBLIK

Permasalahan Standardisasi dan


Harmonisasi

• . Keberagaman Standar Akuntansi


Indonesia menerapkan berbagai standar
akuntansi untuk entitas sektor publik yang
berbeda:
AKUNTANSI SEK T O R 07
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

PERMASALAHAN DI AKUNTANSI SEKTOR


PUBLIK

Transisi dari Basis Kas ke Basis Akrual

• Implementasi SAP berbasis akrual yang


dimulai tahun 2015 menghadapi berbagai
kendala:

AKUNTANSI SEK T O R 08
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

PERMASALAHAN DI AKUNTANSI SEKTOR


PUBLIK

Permasalahan Sumber Daya Manusia

• Kompetensi dan Kapasitas SDM


Penelitian menunjukkan bahwa kompetensi SDM akuntansi sektor publik
masih menjadi tantangan utama:

AKUNTANSI SEK T O R 09
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

PERMASALAHAN DI AKUNTANSI SEKTOR


PUBLIK
• Resistensi terhadap Perubahan

Implementasi sistem akuntansi baru sering menghadapi resistensi


karena:

AKUNTANSI SEK T O R 10
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

PERMASALAHAN DI AKUNTANSI SEKTOR


PUBLIK

Permasalahan Sistem Informasi dan


Teknologi

• Integrasi Sistem
Banyak entitas sektor publik menggunakan
sistem informasi yang tidak terintegrasi:

AKUNTANSI SEK T O R 11
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

PERMASALAHAN DI AKUNTANSI SEKTOR


PUBLIK

• Keamanan dan Reliabilitas Sistem

Permasalahan keamanan sistem informasi


meliputi:

AKUNTANSI SEK T O R 12
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

PERMASALAH Permasalahan Transparansi dan


AN DI Akuntabilitas
AKUNTANSI
SEKTOR • Kualitas Pelaporan Keuangan
PUBLIK Meskipun telah ada regulasi yang
mengatur, kualitas pelaporan keuangan
sektor publik masih bervariasi:

A KU N TA N SI S EK T O R
P U BLIK
13
UNIVERSITAS
KHAIRUN

Permasalahan Transparansi dan


Akuntabilitas
PERMASALAH
AN DI • Aksebilitas Informasi Publik
AKUNTANSI Transparansi masih terhambat oleh:
SEKTOR
[Link] akses publik terhadap
PUBLIK
laporan keuangan
[Link] laporan yang sulit dipahami
masyarakat umum
[Link] publikasi laporan keuangan
[Link] mekanisme feedback dari
publik
A KU N TA N SI S EK T O R
P U BLIK
14
UNIVERSITAS
KHAIRUN

PERMASALAHAN PENGAWASAN DAN


PENGENDALIAN INTERNAL

Sistem Pengendalian Internal Yang lemah


Banyak entitas sektor publik memiliki sistem
pengendalian internal yang belum optimal:
• Dokumentasi yang tidak lengkap
• Otorisasi transaksi yang tidak memadai

AKUNTANSI SEK T O R 15
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

2. PERAN AUDIT INTERNAL

Fungsi audit internal • Independensi yang


dalam banyak terbatas
organisasi sektor • Kompetensi auditor
publik belum optimal: internal yang kurang
• Ruang lingkup audit
yang terbatas
• Follow-up
rekomendasi yang
lemah

AKUNTANSI SEK T O R 16
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN
DAMPAK TERHADAP
TRANSPARANSI

• Informasi • Sulitnya • Menurunnya • Terhambatnya


keuangan yang publik kepercayaan partisipasi
tidak dapat memahami publik publik dalam
diandalkan penggunaan terhadap pengawasan
dana publik pemerintah

AKUNTANSI SEK T O R 17
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN
DAMPAK TERHADAP
AKUNTABILITAS

• Pertanggungjaw • Sulitnya • Terbatasnya • Meningkatnya


aban yang tidak melakukan informasi risiko
optimal evaluasi untuk penyalahgunaa
kinerja pengambilan n wewenang
keputusan

AKUNTANSI SEK T O R 18
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN
DAMPAK TERHADAP
EFISIENSI DAN
EFEKTIVITAS

• Pengambilan • Perencanaan • Pemborosan • Pencapaian


keputusan yang anggaran sumber daya tujuan
tidak optimal yang tidak organisasi
akurat yang tidak
maksimal

AKUNTANSI SEK T O R 19
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

STUDI KASUS I: Skandal Korupsi Infrastruktur


Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba:
Implikasi terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah
dan Sistem Pengukuran Kinerja
Latar Belakang
Abdul Ghani Kasuba menjabat sebagai Gubernur Maluku Utara
sejak 2014. Selama masa kepemimpinannya, ia dikenal dengan
beberapa inisiatif besar untuk mengembangkan sektor
pariwisata dan infrastruktur di daerah tersebut. Salah satu
program unggulannya adalah pengembangan wisata di
Kabupaten Halmahera Selatan dengan menggelar acara seperti
Widi International Fishing Tournament.
AKUNTANSI SEK T O R 20
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

Permasalahan • Penyalahgunaan Wewenang


yang dalam Proyek Pengadaan
• Pelanggaran terhadap
Ditemukan Transparansi dan Akuntabilitas
• Penggunaan Anggaran Tidak
Efektif

A KU N TA N SI S EK T O R
P U BLIK
21
UNIVERSITAS
KHAIRUN

DAMPAK
PERMASALAHAN
• Menurunnya Kepercayaan Publik
• Dampak Negatif pada Pembangunan
Daerah
• Citra Buruk bagi Pemerintah Daerah

AKUNTANSI SEK T O R 22
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

LANGKAH PENCEGAHAN

• Reformasi Sistem Pengadaan dan Pengelolaan


Keuangan Daerah
• Peningkatan Pengawasan oleh Aparat Penegak
Hukum dan Lembaga Pengawas
• Pelatihan dan Pendidikan untuk Pejabat Publik
• Penguatan Partisipasi Masyarakat dalam
Pengawasan

AKUNTANSI SEK T O R 23
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

KELEMAHAN

• Kelemahan dalam Review Laporan Keuangan


• Kurangnya Analisis Laporan Keuangan yang Mendalam
• Selain itu, analisis laporan keuangan juga seharusnya
mempertimbangkan faktor risiko dalam pengelolaan
keuangan daerah
• Ketidakefektifan Sistem Pengukuran Kinerja

AKUNTANSI SEK T O R 24
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

KESIMPULAN
Kasus korupsi yang melibatkan Gubernur Maluku Utara,
Abdul Ghani Kasuba, mencerminkan adanya kelemahan
mendasar dalam tata kelola keuangan daerah, 8 khususnya
dalam aspek review laporan keuangan, analisis laporan
keuangan, dan sistem pengukuran kinerja. Ketiga aspek ini
seharusnya menjadi alat kontrol utama untuk mencegah
praktik korupsi, tetapi dalam kasus ini justru menunjukkan
adanya celah yang dimanfaatkan untuk penyalahgunaan
anggaran.

AKUNTANSI SEK T O R 25
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN STUDI KASUS II
Analisis Kinerja Pengelolaan Keuangan Pemerintah Daerah
Kabupaten Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara
(Studi Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai Lima Tahun Terakhir
2011-2015)
Latar Belakang
Berdasarkan evaluasi Kementerian Dalam Negeri terhadap kinerja
otonomi daerah, Provinsi Maluku Utara termasuk Kabupaten Pulau
Morotai menempati peringkat rendah dalam berbagai indikator kinerja,
seperti kesejahteraan masyarakat, tata kelola pemerintahan, pelayanan
publik, dan daya saing daerah. Rendahnya capaian indikator ini
mencerminkan lemahnya pelaksanaan otonomi daerah dan rendahnya
kapasitas fiskal daerah dalam menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan
secara mandiri.
AKUNTANSI SEK T O R 26
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

PERMASALAHAN YANG DITEMUKAN

• Ketergantunga • Ketidakakuratan
n Tinggi Data Potensi PAD
terhadap • Kurangnya Usaha
Pemerintah dan Kemampuan
Pusat dan dalam Menggali
Provinsi Sumber
• Pendapatan Pendapatan
Asli Daerah Daerah
(PAD) yang
Rendah AKUNTANSI SEK T O R 27
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

LANGKAH PENCEGAHAN

Dan solusi dalam keberhasilan kinerja realisasi


pengelolaan keuangan pemerintah daerah Kabupaten
Pulau Morotai yakni memperbaiki manajemen pengelolaan
Pendapatan Asli Daerah (PAD), meningkatkan
pengelokasian anggaran, dan meningkatkan koordinasi,
sosialisasi, pembinaan serta pengendalian

AKUNTANSI SEK T O R 28
PUB LIK
UNIVERSITAS
KHAIRUN

Implementasi akuntansi sektor publik di


Indonesia menghadapi berbagai
permasalahan kompleks yang
Kesimpula memerlukan solusi komprehensif dan
berkelanjutan. Permasalahan utama yang
n diidentifikasi meliputi aspek standardisasi,
sumber daya manusia, sistem informasi,
transparansi, dan pengawasan internal.

AKUNTANSI SEK T O R 29
PUB LIK
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai