ENCODER
& DECODER
Sindak Hutauruk
Prodi Teknik Elektro
Fakultas Teknik
Universitas HKBP Nommensen
KODE YANG SERING DIGUNAKAN
8421 BCD CODE
EXCESS-3 CODE
GRAY CODE
8421 BCD CODE
Kode BCD yang terdiri dari 4 bit yang umum digunakan adalah BCD 8421 karena identik dengan bilangan
biner sampai angka 9 bilangan desimal dan di atas 9 berbeda dengan bilangan biner.
1. Berapa BCD 8421 dari (684 )10 bilangan 3. Berapa BCD 8421 dari (1001)2 ?
decimal ? Jawab :
Jawab : 1 = 0001
6 = 0110 0 = 0000
8 = 1000 0 = 0000
4 = 0100 1 = 0001
Jadi 684 = 0110 1000 0100 BCD 8421 Jadi 1001 = 0001 0000 0000 0001
2. Berapa BCD 8421 dari (7289)10 ?
Jawab :
7 = 0111
2 = 0010
8 = 1000
9 = 1001
Jadi BCD 8421 dari 7289 = 0111 0010 1000 1001
APLIKASI SEVEN SEGMENT
150 Ω
LED LED SEVEN SEGMENT
K A
(Common Anoda)
SW +
5V
-
GND a a a
GND
b b
a b
f
a c c Common
b b Anoda
d
f d
g
f g e e c
Common
g Anoda
e
f f
e
+
e g g
5V
c c d -
150 Ω
d GND GND
d
LED
150 Ω LED SEVEN SEGMENT
A K
(Common Katoda)
+ SW
5V
-
a a a
GND GND
b
a b
a b
f
c c Common
f Katoda
f
d d
b g
g g b e e c
e
c Common f
f
c Katoda
e
g g
d e +
d
150 Ω
5V
-
GND
d
GND
74LS47
A
220 Ω a a
a
220 Ω b
B
b b
BCD number
220 Ω
f
C c
c Common
Anoda
INPUT 220 Ω d
D DECODER d
220 Ω g
e e c
Lamp test LT e
220 Ω f
Blanking BI/RBO f
220 Ω +
g
Zero blanking RBI g 5V
d -
GND
INPUT OUTPUT
Desimal Display
D C B A a b c d e f g
0 0 0 0 0 ON ON ON ON ON ON OFF
1 0 0 0 1 OFF ON ON OFF OFF OFF OFF
2 0 0 1 0 ON ON OFF ON ON OFF ON
3 0 0 1 1 ON ON ON ON OFF OFF ON
4 0 1 0 0 OFF ON ON OFF OFF ON ON
INPUT OUTPUT
Desimal Display
D C B A a b c d e f g
5 1 0 0 1 ON OFF ON ON OFF ON OFF
6 0 1 1 0 OFF OFF ON ON ON ON ON
7 0 1 1 1 ON ON ON OFF OFF OFF OFF
8 1 0 0 0 ON ON ON ON ON ON ON
9 1 0 0 1 ON ON ON OFF OFF ON ON
INPUT OUTPUT
Desimal Display
D C B A a b c d e f g
10 1 0 1 0 OFF OFF OFF ON ON OFF ON
11 1 0 1 1 OFF OFF ON ON OFF OFF ON
12 1 1 0 0 OFF ON OFF OFF OFF ON ON
13 1 1 0 1 ON OFF OFF ON OFF ON ON
14 1 1 1 0 OFF OFF OFF ON ON ON ON
INPUT OUTPUT
Desimal Display
D C B A a b c d e f g
15 1 1 1 1 OFF OFF OFF OFF OFF OFF OFF
EXCESS-3 CODE
BILANGAN DESIMAL + 3
Mis : 4 + 3 = 7 0111
GRAY CODE
Cara konversi dari binary code ke gray code adalah sebagai berikut:
1.1. Misal biner yang akan dikonversi adalah 1100 (MSB paling kiri)
1.2. Turunkan MSB binary code menjadi MSB gray code
1.3. Tambahkan MSB binary code dengan bit ke-2 binary code
1.4. Hasil penambahan itu adalah bit ke-2 gray code
1.5. Tambahkan bit ke-2 binary code dengan bit ke-1 binary code
1.6. Hasil penambahan itu adalah bit ke-1 gray code
1.7. Tambahkan bit ke-1 binary code dengan bit ke-0 binary code
1.8. Hasil penambahan itu adalah bit ke-0 gray code
ENCODE
R
Enkoder atau encoder adalah rangkaian kombinasi yang cara kerjanya
berkebalikan dengan dekoder. Pada Enkoder input yang berupa 2n
menghasilkan n output. Jadi enkoder digunakan untuk mengkonversi
kode bentuk lain (oktal, desimal, heksadesimal dll) menjadi kode biner.
Kita coba konversi kode oktal ke biner, oktal memiliki delapan bilangan
(0 sampai 7) maka inputnya adalah 8. Karena kita ingin konversi ke
biner dimana bilangan basisnya adalah 2, maka 2n = 8 nilai n yang
memenuhi adalah 3. Jadi total outputnya adalah 3. Ini disebut dengan
Enkoder 8 x 3
Blok diagram untuk enkoder oktal-ke-biner
Berdasarkan output , dapat dibuat fungsi Boolean
untuk A, B dan C.
Nyatakan dalam bentuk sukumin, A bernilai satu
saat D4 / D5 / D6 / D7 bernilai 1 maka;
A = D4 + D5 + D6 + D7
Begitu juga untuk B dan C, diperoleh:
B = D2 + D3 + D6 + D7
C = D1 + D3 + D5 + D7
D D D D D D D D
0 1 2 3 4 5 6 7
A = D4 + D5 + D6 + D7
B = D2 + D3 + D6 + D7
C = D1 + D3 + D5 + D7
TUGAS :
Buat Rangkaian Enkoder untuk 2 bit
Buat Rangkaian Enkoder
DECODER
Dekoder adalah rangkaian kombinasi yang mengkonversi informasi biner dari n input
menjadi maksimum 2n output. Jika ada yang tidak dipakai pada n input maka bagian ini
disebut sebagai kondisi abai (don’t care) maka outputnya pasti lebih kecil dari 2n . Misal
terdapat 3 input maka total maksimal output yang dapat diperoleh adalah 23 = 8.
Pada kesempatan ini, Dekoder 2-ke-4 atau bisa juga ditulis 2 × 4 dekoder, 2 menunjukkan
banyaknya input, sedangkan 4 menunjukkan total kombinasi output yang diperoleh. Setiap
output merepresentasikan satu sukumin dari 2 variabel inputnya.
Dari gambar di atas, dapat disimpulkan bahwa dari 2 input dapat diperoleh maksimal 2n = 4 output
selain itu juga terdapat E yang berarti enable. Jika E = 1 maka diagram blok dekoder dalam kondisi on,
tapi jika E = 0 maka dekoder menjadi off, tidak perduli seperti apa kondisi A maupun B. Artinya semua
kombinasi output dari D0,D1,D2 dan D3 bernilai nol.
Pada input A dan B sama-sama x (kondisi don’t care) artinya mau berapapun nilai A
dan B jika E = 0 maka semua kombinasi outputnya bernilai nol, Bila E = 1 maka
outputnya tergantung pada input A dan B. Untuk A = 0 dan B = 0 (biner). Pada B
konversi nilai desimalnya adalah 20 dan A bernilai 21 , B = 0 maka 20 × 0 = 0, A = 0
maka 21 × 0 = 0. Jadi nilai n adalah A + B = 0 + 0 = 0, maka output yang hanya bernilai
HIGH adalah D0 (berarti output untuk n = 0), selain D0 bernilai LOW atau 0.
Untuk input A = 0 dan B = 1, maka konversi ke desimalnya adalah B = 1 maka 20 × 1 = 1,
A = 0 maka 21× 0 = 0. Jadi nilai n adalah A + B = 0 + 1 = 1. Jadi output yang bernilai
HIGH hanya output D1, begitu seterusnya sampai A = 1 dan B = 1, maka diperoleh 20 ×
1 = 1 untuk B dan 21× 1 = 2 untuk A. Sehingga n = 2 + 1 = 3 . Jadi output yang bernilai
HIGH(1) adalah D3.
Berdasarkan tabel di atas, persamaan Boolean untuk masing-masing output adalah:
D0: hanya bernilai 1 untuk A = 0, B = 0 maka persamaannya menjadi D0 = A ′ B ′.
D1: hanya bernilai 1 saat A = 0, B = 1 maka persamaannya menjadi D1 = A ′B
D2: hanya bernilai 1 saat A = 1, B = 0 maka persamaannya menjadi D2 = AB′
D3: hanya bernilai 1 saat A = 1, B = 1 maka persamaannya menjadi D3 = AB
Rangkaian untuk 2 × 4 dekoder
DEKODER 3 x 8
INPUT OUTPUT
A B C Y0 Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7
0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0
0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0
0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0
0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0
1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0
1 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0
1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0
1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1
Y0 = A’ B’ C’
Y1 = A’ B’ C
Y2 = A’ B C’
Y3 = A’ B C
Y4 = A B’ C’
Y5 = A B’ C
Y6 = A B C’
Y7 = A B C
A B C
Y0 = A’ B’ C’
Y1 = A’ B’ C
Y2 = A’ B C’
Y3 = A’ B C
Y4 = A B’ C’ Y0
Y5 = A B’ C
Y6 = A B C’ Y1
Y7 = A B C
Y2
Y3
Y4
Y5
Y6
Y7
Merancang Dekoder 3 ke 8 dapat dilakukan dengan memakai dekoder 2 ke 4 . Dekoder 2 ke 4 mempunyai 2
input dan 4 output , sementara dekoder 3 ke 8 mempunyai 3 input yaitu A2 , A1 & A0 dan 8 outputnya yaitu
Y7 sampai dengan Y0.
Untuk merancang decoder yang lebih tinggi memakai decoder yang lebih rendah, dapat memakai rumus
berikut :
M2/M1
Dimana:
M1 ialah Jumlah ouput decoder yang lebih rendah
M2 ialah Jumlah ouput decoder yang lebih tinggi
Misal dekoder 3 ke 8, M1 = 4 dan M2 = 8, jadi 8/4 = 2, maka jumlah pengatur urutan yang lebih rendah
diperlukan sebanyak 2.
Dengan demikian, memerlukan 2 dekoder 2 ke 4 untuk merancang 1 dekoder 3 ke 8.
Input paralel A1 & A0 dipakai pada setiap decoder 2 ke 4. Komplemen input A2 langsung connect aktif, E dengan
decoder 2 ke 4 yang bawah untuk mendapatkan output Y3 sampai Y0.
Input, A2 langsung connect aktif, E dari decoder 2 ke 4 yang atas didapatkan output berupa Y7 ke Y4.
Buat DEKODER 4 x 16
dengan menggunakan
Dekoder 3 x 8
APLIKASI / PENGGUNAAN DECODER
Dibawah ini saya informasikan beberapa aplikasi atau kegunaan decoder, sebagai berikut:
Pada tiap komunikasi nirkabel, keamanan data ialah salah satu perhatian utama. Disini decoder didesain
untuk dapat memberikan keamanan pada komunikasi data dengan cara membangun enkripsi standar dan
algoritma dekripsi.
Decoder diaplikasikan atau digunakan pada sistem audio untuk mengubah audio analog menjadi data
digital.
Digunakan sebagai dekompresor dimana mengubah data terkompresi seperti gambar dan video ke dalam
bentuk dekompresi.
Decoder juga dipakai atau digunakan sebagai rangkaian elektronik yang dapat mengubah instruksi
komputer menjadi sinyal kontrol CPU
Encoder yaitu sebuah peralatan yang dapat mengirimkan sinyal umpan balik yang dapat digunakan untuk
menentukan posisi, jumlah, kecepatan maupun arah.
Dalam aplikasi peralatan pemotong otomatis, sebuah encoder dengan roda pengukur dapat memberi tahu
perangkat kontrol berapa banyak bahan yang sudah diumpankan. Sehingga perangkat kontrol tahu kapan harus
memotong.
Dalam sistem aplikasi label servo presisi, sinyal encoder digunakan oleh PLC untuk mengontrol waktu dan
kecepatan rotasinya.
Dalam aplikasi percetakan, umpan balik atau feedback dari encoder mengaktifkan print head untuk membuat
tanda pada lokasi tertentu.
Pada sebuah crane, encoder yang dipasang pada poros motor dapat memberikan umpan balik posisi sehingga
crane tahu kapan harus mengambil atau melepaskan bebannya.
Dan masih banyak lagi, seperti pada penggunaan encoder pada observatorium, rel kereta api, tangga berjalan, dll.
TERIMAKASIH