0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan17 halaman

Panduan Lengkap Keluarga Berencana

Keluarga Berencana adalah upaya untuk mengatur kelahiran anak dan meningkatkan kualitas keluarga melalui promosi dan perlindungan hak reproduksi. Kontrasepsi, baik alami maupun dengan alat, digunakan untuk mencegah kehamilan dan mengatur waktu serta jumlah anak. Tujuan utama Keluarga Berencana adalah meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Diunggah oleh

Titin Sundari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan17 halaman

Panduan Lengkap Keluarga Berencana

Keluarga Berencana adalah upaya untuk mengatur kelahiran anak dan meningkatkan kualitas keluarga melalui promosi dan perlindungan hak reproduksi. Kontrasepsi, baik alami maupun dengan alat, digunakan untuk mencegah kehamilan dan mengatur waktu serta jumlah anak. Tujuan utama Keluarga Berencana adalah meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Diunggah oleh

Titin Sundari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Keluarga Berencana

Titin Sundari Nazara,


[Link]., Bd., [Link]
Apa itu Keluarga
Berencana?
Menurut WHO Keluarga Berencana adalah
tindakan yang membantu pasangan suami
istri untuk menghindari kehamilan yang
tidak diinginkan, mendapatkan
kelahiran yang memang sangat diinginkan,
mengatur interval diantara
kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran
dalam hubungan dengan
umur suami istri serta menentukan jumlah
anak dalam keluarga
Apa itu Keluarga
Berencana?
Keluarga Berencana dalam Undang-Undang
Nomor 52 Tahun 2009
tentang Perkembangan Kependudukan dan
Pembangunan Keluarga
adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak
dan usia ideal melahirkan, mengatur
kehamilan, melalui promosi, perlindungan,
dan bantuan sesuai
dengan hak reproduksi untuk mewujudkan
keluarga yang berkualitas.
Tujuan KB
Meningkatkan terciptanya penduduk
1. kesejahteraan ibu dan 3. yang berkualitas
anak
Terciptanya Sumber
5 daya manusia yang
mewujudkan keluarga bermutu
kecil yang bahagia dan
2. sejahtera meningkatkan
4. kesejahteraan keluarga
Mengapa Perlu
KB ??

Merencanakan
Keluarga (Jumlah,
Jarak, Waktu)
Menekankan
pertumbuhan
penduduk
Mengurangi IMR dan
MMR
Apa itu Kontrasepsi?
Kontrasepsi adalah suatu usaha untuk
mencegah terjadinya kehamilan, usaha-usaha
itu dapat bersifat sementara dapat juga
bersifat permanen (Pratami, 2014).
Sedangkan menurut Th. Endang P & Elisabeth
S W (2015), Kontrasepsi terdiri dari dua kata,
yaitu kontra (menolak) dan konsepsi
(pertemuan antara sel telur yang sudah
matang dengan sel sperma), maka
kontrasepsi dapat diartikan sebagai cara
untuk mencegah pertemuan antara sel telur
dan sel sperma sehingga tidak terjadi
pembuahan dan kehamilan.
Kontrasepsi Sederhana
Tanpa Alat

Metode Alamiah
Metode Kalender (Pantang Berkala)
Metode Suhu Basal
Metode Lendir Serviks
Metode Simto termal
Coitus Interuptus
Kontrasepsi Sederhana
dengan Alat

Kondom
Barier Intra Vaginal
1. Metode Kalender yaitu merupakan metode kontrasepsi
sederhana yang digunakan dengan cara tidak melakukan
senggama atau hubungan seksual pada masa subur atau
ovulasi.
Keuntungan:
[Link] Dipahami: Hanya memerlukan pencatatan siklus
menstruasi.
[Link] Rendah: Tidak memerlukan alat atau biaya tambahan.
[Link] Kesadaran: Membantu wanita memahami siklus
reproduksinya.
Kerugian:
[Link] Keberhasilan Rendah: Rentan terhadap kesalahan jika
siklus tidak teratur.
[Link] Disiplin: Harus konsisten dalam mencatat siklus.
2. Suhu tubuh basal merupakan suhu terendah tubuh selama istirahat
atau dalam keadaan tidur. Pengukuran suhu basal ini dilakukan pada
pagi hari sebelum melakukan aktivitas atau segera setelah bangun
tidur. Tingkat keefektifan metode ini sekitar 80% atau 20-30 kehamilan
per 100 wanita per tahunnya.
Keuntungan:
• Mudah Dilakukan: Hanya memerlukan termometer untuk mengukur
suhu tubuh setiap pagi.
• Biaya Rendah: Tidak memerlukan biaya tinggi untuk alat atau obat.
Kerugian:
• Memerlukan Disiplin: Harus diukur setiap hari pada waktu yang sama.
• Tingkat Keberhasilan Variatif: Dapat dipengaruhi oleh faktor lain
seperti stres atau penyakit.
• Tidak Melindungi dari PMS: Sama seperti metode kalender, tidak ada
perlindungan terhadap PMS.
3. Metode Lendir Serviks
Metode mukosa serviks atau metode ovulasi ini merupakan metode
keluarga berencana alamiah (KBA) yaitu dengan mengamati lender
serviks dan perubahan rasa pada vulva untuk mengenali masa subur dari
siklus menstruasi. Angka kegagalan dari metode ini sekitar 3-4 wanita per
100 wanita 22 per tahun.
Keuntungan:
• Meningkatkan Kesadaran Reproduksi: Membantu wanita memahami
perubahan dalam tubuh mereka.
• Biaya Rendah: Tidak memerlukan alat atau biaya tambahan.
Kerugian:
• Memerlukan Pengamatan yang Teliti: Harus mengetahui cara
mengamati dan mencatat perubahan lendir.
• Tingkat Keberhasilan yang Rendah: Dapat sulit untuk menentukan
masa subur dengan akurat.
4. Metode Suhu Basal
Suhu tubuh basal merupakan suhu terendah tubuh selama
istirahat atau dalam keadaan tidur. Pengukuran suhu basal ini
dilakukan pada pagi hari sebelum melakukan aktivitas atau
segera setelah bangun tidur.

5. Metode Simto Termal (Kombinasi)


Metode simto-termal adalah pendekatan kontrasepsi alami yang
menggabungkan pengamatan suhu tubuh basal dan tanda-tanda fisik
lainnya, seperti perubahan lendir serviks, untuk menentukan masa subur.
Metode ini bertujuan untuk membantu pasangan mengenali periode
subur dan tidak subur dalam siklus menstruasi.
6. Metode Amenore Laktasi (MAL): Menyusui secara eksklusif dapat
menekan ovulasi dan mencegah kehamilan selama ibu belum
menstruasi kembali, biasanya efektif hingga bayi berusia 6 bulan jika
ASI eksklusif dan sering menyusui.
Keuntungan : - efektivitas tinggi,
• segera aktif
• tanpa biaya
• tanpa pengawasan dokter
7. Senggama Terputus/ Coitus Interuptus
Senggama terputurs adalah metode keluarga berencana tradisional,
dimana pria mengeluarkan alat kelaminnya dari vagina sebelum pria
mencapai ejakulasi. Efektifitas bergantung pada ketersediaan
pasangan untuk melakukan senggama terputus setiap
pelaksanaannya.
Keuntungan :
• Tidak mengganggu ASI
• Efektivitas bila dilaksanakan dengan benar
• idak ada efek samping
[Link] Sederhana dengan Alat
a. Kondom : Menghalangi pertemuan sperma dan sel telur, efektif
mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual
b. Diafragma : Alat berbentuk kubah yang menutupi serviks,
digunakan bersama spermisida untuk meningkatkan efektivitas
c. Kap Serviks: Mirip diafragma, menutupi serviks dan mencegah
sperma masuk
d. Spermisida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk
membunuh sperma, Jenis spermisida biasanya meliputi krim,
busa, suppositoria vagina 19 dan gel
Terima
Kasih

Anda mungkin juga menyukai