Wiwien Hadikurniawati, ST
TEORI HIMPUNAN
Himpunan adalah kumpulan objek – objek
yang berbeda (Liu, 1986)
Biasanya dinotasikan dengan huruf besar.
Dan objek yang berada di dalamnya disebut
elemen / anggota.
1. Dengan mendaftar semua anggota – anggotanya
diantara kurung kurawal buka dan tutup
Contoh : A = {1,2,3,4}
B = {p,q,r,s,t}
2. Dengan menyatakan sifat – sifat yang dipenuhi oleh
anggota – anggotanya
Contoh : C = himpunan konsonan dalam abjad latin
D = himpunan 5 bilangan ganjil pertama
3. Dengan menggunakan notasi pembentuk himpunan
Contoh : C = {x | x adalah konsonan dalam abjad
latin}
D = {x | x adalah 5 bilangan ganjil
pertama}
Himpunan Kosong (Null Set)
Dinyatakan dengan notasi ∅ atau { }
Himpunan kosong adalah himpunan yang
tidak mempunyai anggota
Contoh : A = {x | x 2 = – 1 , x bilangan
asli}, maka A = { }
Himpunan Semesta (Universal Set)
Dinyatakan dengan notasi S atau U
Himpunan semesta adalah himpuann yang
anggotanya semua obyek yang sedang
dibicarakan.
Contoh : a. Semesta pembicaraan dari P =
{e,o} adalah Q =
{a,e,i,o,u}
b. Semesta pembicaraan dari P =
{2,5,7} adalah Q =
himpunan [Link]
Himpunan Hingga dan Takhingga
Himpunan Hingga (finite set) jika himpunan itu
beranggotakan elemen – elemen berbeda yang
banyaknya tertentu.
Himpunan Takhingga (infinite set) jika himpunan
itu beranggotakan elemen – elemen berbeda
yang banyaknya tidak tertentu.
Contoh :
- A = himpunan bilangan asli ganjil
Himpunan Bagian (Subset)
Himpunan A disebut himpunan bagian dari
himpunan B jika setiap anggota A juga
merupakan anggota B.
Notasi : A ⊂ B (A himpunan bagian dari B
atau A subset dari B)
Contoh :
◦ X = {1,3,5} adalah himpunan bagian dari Y =
{1,2,3,4,5,6,7} karena 1,3,5 anggota dari X juga
menjadi anggota Y, maka X ⊂ Y
◦ X = himpunan bilangan negatif dan Y =
himpunan bilangan bulat, maka X ⊂ Y
Himpunan yang Sama
Himpunan A dan himpunan B
dikatakan sama yaitu A = B jika dan
hanya jika A ⊂ B dan B ⊂ A
- X = {1,2,3} dan Y = {2,3,1}
X = Y karena setiap anggota
himpunan X juga anggota himpunan Y
- P = {a,b,c,d} dan Q = {a,c,c,d,b}
P = Q karena setiap anggota
himpunan A juga anggota
himpunan B
Jadi penulisan ulang suatu himpunan tidak
diperhatikan.
Himpunan yang Lepas
Dua himpunan A dan B dikatakan lepas jika
dan hanya jika kedua himpunan itu tidak
kosong dan tidak mempunyai elemen yang
sama. Notasi A║B
Contoh : P = {1,2,3} dan Q = {4,5,6}
merupakan himpunan yang saling lepas
Himpunan yang Berpotongan
Dua himpunan A dan B dikatakan
berpotongan jika dan hanya jika ada
anggota A yang menjadi anggota B.
Notasi A B
Contoh :
A = {2,6,7,8} dan B = {7,8,9,10}
merupakan dua himpunan yang
berpotongan karena ada anggota A yang
menjadi anggota B yaitu 7 dan 8.
Bilangan Kardinal
Bilangan kardinal himpunan A adalah
banyaknya anggota yang berbeda di dalam
suatu himpunan A. Ditulis n (A).
Dua himpunan A dan B dikatakan ekivalen
(ditulis A ∞ B) jika dan hanya jika banyak
anggota kedua himpunan itu sama.
Contoh :
- A = {a,b,c,d} maka n (A) = 4
- P = {1,2,3} dan Q = {a,b,c} maka P
∞Q karena n (P) = n (Q)
Gabungan (Union)
Gabungan himpunan A dan B adalah
himpunan semua anggota A atau semua
anggota B atau anggota kedua-duanya.
Notasi A ∪ B dibaca A gabungan B.
A ∪ B = {x | x ∈ A atau x ∈ B}
Irisan (Intersection)
Irisan dari himpunan A dan himpunan B
adalah himpunan yang anggota –
anggotanya termasuk anggota A dan
anggota B.
Notasi A ∩ B dibaca A irisan B
A ∩ B = {x | x ∈ A , x ∈ B}
Sesuai dengan definisi, maka :
A∩B = B∩A
Contoh :
A = {1,t,2,s,3}
U = {5,6,t,a,b}
A ∪ B = {1,t,2,s,3,5,6,a,b}
A ∩ B = {t}
Komplemen
Komplemen suatu himpunan A adalah
himpunan anggota – anggota di dalam
semesta pembicaraan yang bukan anggota
A. Notasi A c
A c = {x | x ∉ A , x ∈ U}
Contoh :
U = {x | x huruf latin} dan A = {x | x huruf
konsonan}
Maka A c = {x | x huruf vokal} = {a,e,i,o,u}
Selisih Dua Himpunan
Selisih himpunan A dan himpunan B adalah
himpunan dari elemen – elemen yang
termasuk A tetapi tidak termasuk B atau
dengan kata lain irisan A dan B c
A–B=A∩Bc
Dapat dinyatakan dengan : A – B = {x | x ∈
A , x ∉ B}
Contoh :
A = {a,b,c,d} dan B = {p,q,b,d}
A – B = {a,c} dan B – A = {p,q}
Jumlah Dua Himpunan
Jumlah dua himpunan A dan B adalah
himpunan A atau anggota B tetapi bukan
anggota persekutuan A dan B.
A + B = {x | x ∈ (A ∪ B), x ∉ (A ∩ B)}
Contoh :
P = {1,2,3} dan Q = {3,4,5}
P + Q = {1,2,4,5}
Beda Setangkup (Symmetric Difference)
Beda setangkup dari dua buah himpunan A
dan B (ditulis A B) adalah himpunan yang
elemennya ada pada A atau B tetapi tidak
pada keduanya.
Diagram Venn
Cara yang sederhana dan mudah untuk
menggambarkan relasi antara dua
himpunan dengan menggunakan diagram
Venn. Digambarkan dalam daerah lingkaran
untuk mewakili anggota – anggota
himpunan yang dimaksud.
Bentuk persegi panjang untuk menyatakan
himpunan semesta
1. Idempoten
A∪A=A
A∩A=A
2. Asosiatif
(A ∪ B) ∪ C = A ∪ (B ∪ C)
(A ∩ B) ∩ C = A ∩ (B ∩ C)
3. Komutatif
A∪B=B∪A
A∩B=B∩A
4. Distributif
A ∪ (B ∩ C) = (A ∪ B) ∩ (A ∪ C)
A ∩ (B ∪ C) = (A ∩ B) ∪ (A ∩ C)
5. Identitas
A∪∅=A
A∪S=S
A∩S=A
A∩∅=∅
6. Komplemen
A ∪ A c= S
(A c) c = A
A ∩ A c= ∅
S c = ∅, ∅ c = S
7. De Morgan
(A ∪ B) c = A c ∩ B c
(A ∩ B) c = A c ∪ B c
8. Penyerapan
A ∪ (A ∩ B) = A
A ∩ (A ∪ B) = A