LAPORAN PENERAPAN EVIDANCE BASED NURSING (EBN)
PENERAPAN AROMATERAPI LAVENDER PADA PASIEN
POST SECTIO CAESAREA TERHADAP PENURUNAN NYERI
DI RUMAH SAKIT SANTO ANTONIO
BATURAJA
DISUSUN OLEH
Ana Heliana
I Made Aditiya Astajaya
Lusia Septi Wulandari
PENDAHULUAN
Sectio caesarea merupakan tindakan pembedahan mayor yang dilakukan
untuk menyelamatkan ibu dan bayi apabila persalinan normal tidak
memungkinkan (Yani, 2023). Salah satu masalah utama yang dialami oleh
pasien post operasi sectio caesarea adalah nyeri akut yang dapat
mengganggu proses pemulihan, pergerakan awal, pemberian ASI, serta
kesejahteraan psikologis ibu (Risyanti et al., 2021). Nyeri pascaoperasi
yang tidak tertangani dengan baik dapat memperpanjang masa rawat inap
dan meningkatkan risiko komplikasi pascaoperatif (Prastu & Haniyah,
2022)
Data di Rumah Sakit Santo Antonio menunjukkan banyak pasien post SC
mengeluhkan nyeri sedang hingga berat dalam 24 jam pertama
pascaoperasi. Pendekatan farmakologis seperti pemberian analgesik
memang menjadi lini pertama dalam manajemen nyeri, namun
penggunaan obat dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping
seperti mual, konstipasi, hingga ketergantungan. Oleh karena itu,
dibutuhkan pendekatan alternatif yang aman, efektif, dan mudah
diaplikasikan sebagai bagian dari praktik keperawatan berbasis bukti
(Tirtawati et al., 2020)
PENGERTIAN
Aromaterapi adalah terapi yang menggunakan
minyak essensialatau sari minyak murni untuk
membantu memperbaiki atau menjaga
kesehatan, membangkitkan semangat,
menyegarkan serta menenangkan jiwa dan raga
(Astuti, 2015). Beberapa minyak essensial yang
sudah diteliti dan ternyata efektif sebagai
sedative penenang ringan yang berfungsi
menenangkan system saraf pusat yang dapat
membantu mengatasi insomnia terutama
diakibatkan oleh stress, gelisah, ketegangan, dan
depresi (Setyoadi&Kushariyadi, 2011).
Pengertian aromaterapi
Aromaterapi adalah terapi yang
menggunakan minyak essensial
atau sari minyak murni untuk
membantu memperbaiki atau
menjaga kesehatan,
membangkitkan semangat,
menyegarkan serta menenangkan
jiwa dan raga (Astuti, 2015).
Manfaat Aromaterapi
Menurut Setyoadi & Kushariyadi (2011)
manfaat aroma terapi antara lain:
Mengatasi insomnia dan depresi,
meredakan kegelisahan
Mengurangi perasaan ketegangan
Meningkatakan kesehatan dan
kesejahteraan tubuh, pikiran dan jiwa
Menjaga kestabilan ataupun
keseimbanagan system yang terdapat
dalam tubuh menjadi sehat dan menarik
Merupakan pengobatan holistic untuk
menyeimbangkan semua fungsi tubuh
Gambaran pasien
Pasien bernama [Link] berusia 27 tahun, no RM: 1808xx beralamat Di
Prabumenang. Pasien post SC pada tanggal 28 Mei 2025 dengan P1A0. GCS 15
V5M6E4, pemeriksaan vital sign TD: 114/85 mmHg, HR: 77 X/m, Spo2 : 98 %,
T: 370C, RR: 19 X/m.
Pasien bernama Ny. Sw berusia 35 tahun, no. RM 180xxx beralamat di Belimbing.
pasien post SC pada tanggal 28 mei 2025 dengan P2A0, GCS 15 V5M6E4,
pemeriksaan vital sign Td: 125/85 mmHg, HR: 82 X/m, Spo2 : 98 %, T: 37 0C, RR:
19 X/m
Frekuensi, durasi dan
lamanya EBN
Frekuensi sehari dua kali pagi hari dan
malam dengan cara meneteskan
aromaterapi sebanyak 3 tetes ke tisu
dan klien diminta untuk tarik nafas
panjang untuk merilekskan tubuhnya
setelah itu lakukan penghirupan
aromaterapi. Terapi dilakukan 2x dalam
satu hari, masing-masing 5–10 menit
per sesi, selama 2 hari
Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri secara
bertahap setelah penerapan aromaterapi lavender pada pasien post sectio caesarea..
Penilaian nyeri dilakukan sebelum dan 30 menit sesudah pemberian aromaterapi
menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS).
9
8
7
6
5 pasien Ss
4 pasien Sw
3 Column1
2
1
0
sebelum h1 sebelum h1 sesudah h2 sesudah h2
PEMBAHASAN
Efektivitas aromaterapi lavender dalam menurunkan nyeri diperkuat oleh
berbagai studi terdahulu. Studi oleh Shiddiqiyah et al. (2023) membuktikan
bahwa terapi inhalasi lavender dapat menurunkan skala nyeri. Hasil serupa
diperoleh oleh Luspina et al. (2023), yang menunjukkan bahwa tiga ibu
post SC mengalami penurunan nyeri signifikan setelah diberikan
aromaterapi lavender secara rutin. Bahkan kombinasi dengan teknik pijat
genggam jari seperti dalam penelitian Krisnanto et al. (2023) memberikan
hasil yang lebih kuat dalam menurunkan nyeri dari skala berat ke ringan.
Secara fisiologis, efek analgesik dari aromaterapi lavender disebabkan oleh
senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate. Senyawa ini bekerja
melalui sistem saraf olfaktori yang terhubung dengan sistem limbik otak,
terutama hipotalamus, sehingga merangsang produksi endorfin dan
enkefalin sebagai penghambat alami rasa nyeri. Ketika pasien menghirup
aroma lavender, terjadi aktivasi sistem parasimpatis yang menurunkan
ketegangan otot dan mengurangi persepsi nyeri. Hal ini menunjukkan
bahwa intervensi ini tidak hanya bekerja secara fisik tetapi juga
mempengaruhi kondisi emosional pasien.
Secara psikologis, aromaterapi juga memberikan rasa relaksasi yang mendalam
pada pasien post SC. Pasien dalam studi ini melaporkan bahwa aroma
lavender memberikan rasa nyaman, meningkatkan kualitas tidur, serta
mengurangi kecemasan terhadap proses penyembuhan luka operasi. Efek
ini sangat penting dalam proses pemulihan karena nyeri sering kali
diperburuk oleh kondisi mental seperti stres dan ketegangan. Dengan
kondisi mental yang lebih baik, pasien juga lebih termotivasi untuk
melakukan mobilisasi dini, yang pada gilirannya mendukung proses
penyembuhan pascaoperasi
Dari sisi kepraktisan, aromaterapi lavender memiliki keunggulan sebagai
intervensi nonfarmakologis yang mudah diterapkan dalam setting klinis.
Penggunaan aromaterapi tidak memerlukan alat canggih, dapat dilakukan
dengan bahan sederhana seperti tisu atau diffuser, dan dapat diberikan
secara mandiri oleh pasien dengan bimbingan perawat. Selain itu, intervensi
ini aman, tanpa efek samping signifikan, dan tidak mengganggu terapi
farmakologis yang sedang dijalani. Hal ini menjadikannya sebagai salah
satu bentuk perawatan komplementer yang ideal untuk pasien post SC
KESIMPULAN
Penerapan aromaterapi lavender terbukti efektif sebagai
intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan
intensitas nyeri pada pasien post sectio caesarea. Hasil
pengamatan selama 2 hari menunjukkan adanya
penurunan skala nyeri secara bertahap setelah pasien
diberikan inhalasi minyak esensial lavender secara
teratur. Terapi ini memberikan efek relaksasi yang
signifikan, meningkatkan kenyamanan, dan membantu
pasien dalam melakukan mobilisasi serta menyusui dini.
Aromaterapi lavender juga dinilai aman, mudah
diterapkan, dan dapat menjadi pilihan terapi
komplementer yang mendukung pendekatan
keperawatan holistik. Oleh karena itu, intervensi ini layak
diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan maternitas
sebagai bagian dari manajemen nyeri post operasi..
TERIMAKASIH