0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan9 halaman

Waspada Rabies: Gejala dan Pencegahan

Diunggah oleh

bartolomeusmbilu02
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan9 halaman

Waspada Rabies: Gejala dan Pencegahan

Diunggah oleh

bartolomeusmbilu02
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

WASPADA

RABIES !!
MJ
Apa Itu Rabies dan Bagaimana Penularannya?
Rabies merupakan penyakit menular akut yang
disebabkan oleh virus Rabies yang menyerang
otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini
hampir selalu fatal setelah timbul gejala klinis.

Virus ini dapat menginfeksi semua mamalia


berdarah panas termasuk manusia . Di indonesia,
anjing, kucing, dan kera yang paling sering
dikenal sebagai vektor pembawa virus ini.

Penularan rabies pada manusia atau hewan lain


dapat melalui cakaran, gigitan, atau luka yang
terkena air liur hewan penderita rabies.

Penularan rabies dari manusia yang terinfeksi ke manusia


yang lain dapat terjadi melalui transplantasi organ maupun
transfusi darah yang terkontaminasi virus rabies. Tetapi
kasus ini sangat jarang terjadi.
Cara Penularan
Masa Inkubasi Virus Rabies

Periode Bervariasi Faktor yang


Masa inkubasi rabies sangat
Mempengaruhi
bervariasi, dari beberapa Faktor-faktor seperti lokasi
hari hingga bertahun- gigitan (semakin dekat ke
tahun. Umumnya, gejala otak, semakin cepat gejala
muncul dalam 20-90 hari muncul), jumlah virus yang
setelah paparan virus. masuk, dan kekebalan
individu mempengaruhi
masa inkubasi.

Perjalanan Virus
Setelah masuk, virus bergerak melalui saraf perifer
menuju sistem saraf pusat, tempat ia bereplikasi dan
menyebabkan kerusakan, yang pada akhirnya memicu
gejala.
Gejala Rabies pada Hewan
Perubahan Perilaku Gejala Fisik
Hewan yang terinfeksi rabies sering Selain perilaku, ada juga gejala fisik yang
menunjukkan perubahan perilaku khas. Hewan mungkin mengalami
drastis. kesulitan menelan, air liur berlebihan,
• Agresif tanpa sebab atau kelumpuhan.
• Menggigit benda asing • Air liur berlebihan (ngeces)
• Takut air (hidrofobia)
• Kelumpuhan pada rahang dan kaki
• Suara aneh (misalnya anjing melolong)

Tahap Akhir
Pada tahap akhir, hewan akan mengalami kelumpuhan total, kejang, dan akhirnya mati.
Penting untuk tidak mendekati atau menyentuh hewan dengan gejala ini.
• Kejang
• Kelumpuhan total
• Kematian
Gejala Rabies pada Manusia

Gejala Awal Gejala NeurologisKelumpuhan


Gejala awal rabies mirip Setelah beberapa hari,
dan Koma
dengan flu: demam, sakit gejala neurologis muncul: Pada tahap lanjut,
kepala, dan lemas. halusinasi, kecemasan, penderita akan
Mungkin ada rasa tidak kebingungan, dan mengalami kelumpuhan ,
nyaman, nyeri, atau gatal kesulitan menelan koma, dan akhirnya
di lokasi gigitan. (hidrofobia). kematian karena gagal
napas atau henti jantung.

Kematian
Rabies pada manusia
hampir selalu fatal begitu
gejala klinis muncul.
Pencegahan dini melalui
vaksinasi pasca-paparan
atau gigitan adalah satu-
satunya harapan.
Apakah Rabies Dapat Diobati?
Vaksinasi Pasca-Paparan
Kunci untuk bertahan hidup adalah
penanganan medis sesegera mungkin
setelah gigitan. Vaksinasi pasca-
Tidak Ada Pengobatan paparan (VAR) dan imunoglobulin
Sayangnya, setelah gejala rabies (RIG) sangat penting.
rabies muncul pada manusia,
belum ada pengobatan yang Pencegahan adalah Kunc
efektif. Angka kematian Oleh karena itu, pencegahan adalah
mendekati 100%. strategi terbaik. Ini meliputi vaksinasi
hewan peliharaan, menghindari hewan
liar, dan mencari pertolongan medis
segera setelah paparan.
Pertolongan Pertama Jika Tergigit
Hewan Diduga Rabies
Cuci Luka Segera
Segera cuci luka gigitan atau cakaran dengan sabun
dan air mengalir selama 10-15 menit. Ini membantu
membersihkan virus dari luka.
Oleskan Antiseptik
Setelah dicuci bersih, oleskan antiseptik seperti
povidone-iodine atau alkohol 70% pada luka.

Segera Cari Pertolongan Medis


Kunjungi fasilitas kesehatan terdekat (puskesmas
atau rumah sakit) secepatnya untuk penanganan
lanjutan dan evaluasi risiko rabies.
Lapor ke Dinas Terkait
Laporkan kejadian gigitan kepada Dinas Peternakan
atau Dinas Kesehatan setempat untuk penyelidikan
dan penanganan hewan yang menggigit.
Pencegahan Rabies

Vaksinasi Hewan
Masyarakat harus aktif memvaksinasi hewan
peliharaan, terutama anjing dan kucing, secara
teratur.
Edukasi Publik
Perlu menyebarkan informasi tentang bahaya rabies,
pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, tidak membiarkan
hewan peliharaan berkeliaran.
Pengawasan Hewan Liar
Perlu meningkatkan pengawasan dan pengelolaan populasi
hewan liar untuk mencegah penyebaran rabies.
Kesimpulan: Rabies Bisa
Dicegah, Mari Bersama
Melindungi
Ancaman Serius
Rabies adalah penyakit yang mematikan dan tidak ada obatnya
setelah gejala muncul. Kesadaran akan bahayanya sangat penting.

Pencegahan Efektif
Meskipun fatal, rabies dapat sepenuhnya dicegah melalui
tindakan yang tepat: vaksinasi hewan dan penanganan pasca-
paparan dini.
Tanggung Jawab Bersama
Melindungi diri dan komunitas dari rabies adalah tanggung
jawab kita semua. Mari bersama-sama menciptakan
lingkungan yang bebas rabies.

Anda mungkin juga menyukai