Manajemen Operasional 2
Program Studi Manajemen
Sesi 9
STRATEGI LAYOUT
Pustika Ayuning Puri,SE.,[Link].M
Capaian Pembelajaran
Kemampuan mahasiswa setelah mempelajari materi:
• Mahasiswa mampu menjelaskan Pengertian dan Tipe Layout
• Mahasiswa mampu melakukan konsep perhitungan untuk
beberapa strategi layout
Pustika Ayuning Puri, SE.,[Link].M 2
Pengertian Layout
• Layout atau tata letak merupakan satu keputusan yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka
panjang.
• Banyak dampak strategis yang terjadi dari hasil keputusan tentang layout, diantaranya kapasitas, proses,
fleksibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontak konsumen dan citra perusahaan.
• Layout yang efektif membantu perusahaan mencapai sebuah strategi yang menunjang strategi bisnis yang
telah ditetapkan diantara diferensiasi, biaya rendah maupun respon cepat.
• Dalam semua kasus yang terjadi, layout seharusnya mempertimbangkan bagaimana cara mencapai :
1. Pemanfaatan lebih tinggi atas ruang, fasilitas dan tenaga kerja.
2. Perbaikan aliran informasi, barang atau tenaga kerja.
3. Meningkatkan moral kerja dan kondisi keamanan yang lebih baik
4. Meningkatkan interaksi perusahaan dengan konsumen.
5. Peningkatan fleksibilitas.
• Dari waktu ke waktu, desain layout perlu dipertimbangkan sebagi sesuatu yang dinamis dan punya
fleksibilitas.
3
B. Tipe Layout
Ada 6 (enam) pendekatan layout , yaitu: Agar dapat menetapkan layout
1. Layout dengan posisi tetap, biasanya untuk proyek besar yang efektif maka perlu
yang memerlukan tempat luas seperti pembuatan jalan menetapkan beberapa hal
layang maupun gedung.
diantaranya adalah:
2. Layout berorientasi pada proses, untuk produksi dengan
volume rendah dan variasi tinggi disebut juga “job shop” • Peralatan penanganan bahan
3. Layout perkantoran, bagaimana menempatkan tenaga
• Kapasitas dan persyaratan luas
kerja, peralatan kantor, dan ruangan kantor yang ruangan
melancarkan aliran informasi.
• Lingkungan hidup dan estetika
4. Ritel layout, penempatan rak dan pemberian tanggapan
atas perilaku konsumen.
• Aliran informasi
5. Layout gudang, mengefisienkan ruang penyimpanan dan
• Biaya perpindahan antar wilayah
system penanganan bahan dengan memperhatrikan kerja yang berbeda
kelebihan dan kekurangannya.
6. Layout berorientasi produk, pemanfaatan tenaga kerja,
mesin yang terbaik dalam produksi yang kontinyu atau
berulang.
4
Layout Posisi Tetap (Fixed Position Layout)
• Masalah yang dihadapi dalam layout posisi tetap adalah bagaimana
mengatasi kebutuhan layout proyek yang tidak berpindah atau proyek
yang menyita tempat yang luas (seperti pembuatan jalan layang,
gedung).
• Teknik untuk mengatasi layout posisi tetap tidak dikembangkan
dengan baik dan kerumitannya bertambah yang disebabkan oleh 3
faktor yaitu:
1. Tempatnya yang terbatas pada semua lokasi produksi.
2. Setiap tahapan berbeda pada proses produksi dan kebutuhan bahan
sehingga banyak hal yang menjadi penting sejalan dengan
perkembangan proyek.
3. Volume bahan yang dibutuhkan sangat dinamis.
• Karena permasalahan pada layout posisi tetap sulit diselesaikan pada
lokasi maka strategi alternative yang ada adalah untuk melengkapi
proyek ada hal-hal yang dikerjakan diluar lokasi, misalnya pada proyek
pembuatan jalan layang maka pembuatan konstruksi besi dilakukan di
luar lokasi setelah jadi tinggal melakukan penanamannya di lokasi
proyek.
5
Layout Berorientasi Proses (Process
Oriented Layout)
• Adalah sebuah layout yang berkaitan dengan proses produksi bervolume rendah dan variasi tinggi.
• Layout jenis ini marupakan cara tradisional untuk mendukung strategi diferensiasi produk, layout jenis
ini adalah yang paling tepat untuk pembuatan produk yang melayani konsumen dengan kebutuhan
berbeda-beda. Pada proses yang disebut “job shop” setiap produk dalam kelompok kecil melalui urutan
operasi yang berbeda, tiap produk atau pesanan yang sedikit diproduksi dengan memindahkannya dari
satu depattemen ke deparetemen lain dalam urutan yang tertentu dari tiap produk. Contoh yang tepat
adalah pada rumah sakit atau klinik.
• Kelebihan utama dari layout ini adalah adanya fleksibilitas peralatan dan penugasan tenaga kerja.
Sehingga dengan demikian apabila terjadi permasalahan pada suatu mesin, pekerjaan tidak perlu berhenti
dan dapat dialihkan pada mesin lain atau departemen yang sama. Layout ini juga sangat baik diterapkan
pada produksi komponen dalam batch kecil atau disebut “job lot” dan untuk produksi komponen dalam
ukuran dan bentuk yang berbeda.
• Kelemahan layout ini ada pada peralatan yang biasanya memiliki kegunaan umum. Waktu produksi jadi
lama karena butuh waktu lama untuk berpindah dalam system karena sulitnya penjadwalan, perubahan
penyetelan mesin, keunikan penanganan bahan. membutuhkan operator yang trampil dan persediaan
barang setengah jadi menjadi lebih tinggi karena ketidakseimbangan proses produksi. Pada akhirnya
kebutuhan modal akan semakin banyak
6
Layout Perkantoran (Office Layout)
• Hal yang membedakan antara layout kantor dan pabrik
adalah pada kepentingan informasi, namun demikian pada
beberapa lingkungan kantor , produksi sangat tergantung
pada aliran bahan.
• Cara penyelesaian layout kantor adalah menggunakan
analisa diagram hubungan (relationship chart) seperti yang
dicontohkan di bawah ini.
Contoh: Suatu kantor memiliki 9 ruangan yaitu untuk:
1. Direktur 6. Pusat arsip
2. Direktur teknologi 7. Lemari peralatan
3. Ruang para insinyur 8. Peralatan
fotokopi
4. Sekretaris 9 Gudang
5. Pintu masuk kantor
8
Layout Usaha Eceran (Ritel Layout)
• Merupakan sebuah pendekatan yang berkaitan dengan aliran
pengalokasian ruang dan merespon pada perilaku konsumen.
• Layout ini didasarkan pada ide bahwa penjualan dan keuntungan
bervariasi kepada produk yang menarik perhatian konsumen.
Sehingga banyak manajer ritel mencoba untuk mempertontonkan
produk kepada konsumen sebanyak mungkin.
• Tujuan utama dari layout ini adalah “memaksimalkan keuntungan luas
lantai per kaki persegi”. Disamping itu ada juga konsep yang masih
diperdebatkan yaitu Biaya Slotting (Slotting Fees) yaitu biaya yang
dibayar produsen untuk menempatkan produk mereka pada rak di
rantai ritel atau supermarket.
• Disamping itu ada juga pertimbangan–pertimbangan lain yang disebut
dengan “service scapes” yang terdiri dari tiga elemen yaitu:
1. Kondisi yang berkenaan dengan lingkungan
2. Tata letak yang luas dan mempunyai fungsi
3. Tanda-tanda, simbol dan patung
9
Lima ide yang dapat dimanfaatkan dalam pengaturan toko yaitu:
1. Tempatkan barang-barang yang sering dibeli di sekitar batas luar toko
2. Gunakan lokasi yang strategis untuk produk yang menarik dan mempunyai nilai
keuntungan besar seperti kosmetika, asesories.
3. Distribusikan “produk kuat” yaitu yang menjadi alasan utama para pengunjung
berbelanja, pada kedua sisi lorong dan letakkan secara tersebar untuk bisa dilihat
lebih banyak konsumen.
4. Gunakan lokasi ujung lorong karena memiliki tingkat pertontonan yang tinggi
5. Sampaikan misi toko dengan memilih posisi yang menjadi penghentian pertama
bagi konsumen.
10
LAYOUT GUDANG (WAREHOUSE
LAYOUT)
• Merupakan sebuah disain yang mencoba meminimalkan biaya total dengan
mencapai paduan yang terbaik antara luas ruang dan penanganan bahan.
• Manajemn bertugas mamaksimalkan tiap unit luas gudang yaitu mamanfaatkan
volume penuhnya sambil mempertahankan biaya penanganan bahan yang rendah.
• Yang mana biaya penanganan bahan adalah biaya-biaya yang berkaitan dengan
transportasi barang yang masuk, penyimpanan dan bahan keluar, meliputi :
peralatan, tenaga kerja, bahan, biaya pengawasan, asuransi, penyusutan.
• Layout gudang yang efektif meminimalkan kerusakan bahan di gudang.
Manajemen gudang yang modern merupakan suatu prosedur yang otomatis yang
menggunakan ASRS (Automated Stirage Retrieval System).
• Ada 3 konsep yang dikenal dalam layout gudang yaitu:
• Cross Docking
• Random Stocking
• Customizing
11
Sampai Jumpa di sesi berikutnya…