0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan17 halaman

Manajemen Rantai Pasokan dan Logistik

Dokumen ini membahas tentang logistik dan manajemen rantai pasokan, termasuk definisi, tujuan, dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaannya. Penekanan diberikan pada pentingnya kolaborasi dan pengelolaan informasi untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi. Terdapat juga penjelasan mengenai proses-proses dalam rantai pasokan serta tantangan yang muncul akibat kompleksitas dan ketidakpastian di pasar global.

Diunggah oleh

kaprodi.logistik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan17 halaman

Manajemen Rantai Pasokan dan Logistik

Dokumen ini membahas tentang logistik dan manajemen rantai pasokan, termasuk definisi, tujuan, dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaannya. Penekanan diberikan pada pentingnya kolaborasi dan pengelolaan informasi untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi. Terdapat juga penjelasan mengenai proses-proses dalam rantai pasokan serta tantangan yang muncul akibat kompleksitas dan ketidakpastian di pasar global.

Diunggah oleh

kaprodi.logistik
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul LOGISTICS

01 Supply
&
Chain
Fakultas

TEKNIK Rachmat Darmawan, S.T.,


M.T.
INDUST
RI
WEEK SESSION NOTE

Minggu 1 : Definition and Scope of Logistics & Supply Chain


Management
 Apa itu Logistics
 Tujuan Logistics
 Key Issues In Logistics
 Perkembangan Logistics
 Apa itu Supply Chain Management
 Supply Chain Management dan Daya Saing
 Proses – proses Supply Chain Management
 Kolaborasi pada Supply Chain Management
 Tantangan Supply Chain Management
Apa itu, Logistics &
Supply Chain
Management ?
DEFINISI SUPPLY CHAIN :
Definisi Logistics
 Logic : yang berarti Rasional, masuk akal, dapat dipertanggung jawabkan
 Thicos : Berpikir rasional dan dapat dipertanggung jawabkan

→ Jadi' Logistics = Integrasi dari pengadaan, transportasi, manajemen persediaan


dan aktivitas pergudangan dalam menyediakan alat/cara yang berbiaya efektif, untuk
memenuhi kebutuhan pelanggan, baik internal maupun eksternal (Burg dalam
Lysons; 2000).
Proses pengelolaan yang strategis terhadap
pemindahan dan penyimpanan barang,
Definisi Logistik suku cadang dan barang jadi dari para
supplier, diantara fasilitas – fasilitas
Modern perusahaan kepada para langganan
(Donald J Bowersox).
Logistik melibatkan proses perencanaan, implementasi dan
pengendalian agar didapat suatu efisiensi akan biaya dan keefektifan
proses penyimpanan bahan mentah, setengah jadi, barang jadi dan
informasi – informasi yang berhubungan dari asal ke titik konsumsi.
Tujuan Logistics

Tujuan logistik ialah menyampaikan barang jadi dan bermacam –


macam material dalam jumlah yang tepat pada waktu yang
dibutuhkan :
 Dalam keadaan yang dapat dipakai, ke lokasi di mana dibutuhkan dan
dengan total biaya yang rendah

Melalui proses logistiklah material mengalir ke kompleks


manufacturing yang sangat luas dari Negara Industri dan produk –
produk didistribusikan melalui saluran – saluran distribusi untuk
konsumsi.
Key Issues In Logistics
Customer Service
• Peningkatan layanan merupakan elemen utama keunggulan kompetitif
Logistics Costs
• Biaya distribusi barang merupakan elemen penting dalam profitability perusahaan
Facility Location
• Lokasi pergudangan, pabrik menentukan efisiensi dan efektivitas logistik
Inventory Decision
• Strategi persediaan yang dipilih menentukan efektivitas dan efisiensi rantai pasok
Transportation Decision
• Keputusan transportasi (moda, rute dll) terkait dengan distribution network
External Pressure
• Perubahan regulasi, tekanan kompetitif pasar domestik dan global
Organisational Conflicts
• Tidak ada kejelasan tanggung jawab dalam logistik, konflik kepentingan
dari fungsi yang berbeda
Perkembangan Logistics
Definisi Supply Chain
 Supply : Pasokan
 Chain : Rantai

→ Jadi' Supply Chain = Rantai Pasokan, yang secara umum diketahui rantai
pasokan barang, aliran informasi dan uang dari hulu ke hilir sebagai sebuah
rantai yang terintegrasi.
Multinasional Ada sejumlah pihak yang terlibat di antaranya
pemasok Tier 1, pemasok Tier 2, pemasok utama,
SCM manufaktur, distributor, wholesaler, retail toko.
Dimana letak geografis Regional bahkan Nasional
Global

Pemahaman dalam artian, scope SCM multinasional ditambah


cakupannya batas – batas lintas Negara dan Benua

Karena kompleks, maka Supply Chain butuh satu metode, kecermatan


dan kolaborasi yang baik antar pelakunya.
Contoh Supply Chain : Pakaian
 Stage 1 : Produsen bahan baku benang
 Stage 2 : Perusahaan Tesktil memproduksi kain
 Stage 3 : Perusahaan garmen memproduksi pakaian
3
Rangkuman Contoh pengelolaan informasi – Jika bekerja di pabrik dan
Supply Chain mengetahui perkembangan di toko dan stocknya, maka :

Management:  Forecasting lebih akurat


 Berapa yang perlu dikirim ke toko
 Berapa yang di produksi hari ini
Benang Merah, SCM :

 Jadi syarat kunci supply chain ialah How to Manage Information.


 Jadi pergerakan barang di atur oleh informasi / trade off.
 Jadi objective dari supply chain untuk mengirimkan value kepada pelanggan sangat
tergantung pada how to manage information.
Secara fundamental SCM memberikan dampak
sebab – akibat pada "Daya Saing" :
 Pernyataan dan pertanyaan kenapa SCM ?
1. Untuk menciptakan daya saing
2. Untuk produk available tepat waktu, harga kompetitif
Supply Chain  Jadi kunci “Daya Saing” ialah value produk :
Management a. Available at the right place
b. In the right quantity
c. In the right time
 Penilaian SCM :
 Qualitative : judgement dari expert
Daya  Quanitative (Terukur) :
i. Inventory Turn Over (ITO)
Saing ii. Return on Asset (RoA)
iii. Revenue Growth (Pertumbuhan Revenue)
Proses – Proses SCM :
Pendefinisian proses – proses Supply Chain ada beberapa versi, yakni :

1. Planning (Perencanaan)
2. Procurement / Sourcing
Versi Supply Chain Council yakni SCOR
3. Production (Proses Produksi)
(Supply Chain Operation Reference)
4. Distribution (Proses Distribusi)
Ada 5 proses utama :
5. Product Return,
(Proses Pengembalian Barang)

Klasifikasi proses dalam supply chain menjadi dua :

 Physical process
 Market mediation
Kolaborasi pada,
Supply Chain Management !
Kolaborasi artinya kerjasama

Ciri
pengelol
aan
supply
chain
tradision
al
Kolaborasi pada,
Supply Chain Management !
B
e
r
t
u
j
u
a
n
S & OP
(Sales and Operation
u Planning)
n
t
u
k

m
e
n
g
aJ C
ta o
d n
Tantangan Supply Chain Management
Bagaimana melibatkan pihak  Penanganan barang di
Kompleksitas
ketiga (outsourcing), dengan gudang
tetap mensinkronkan  Pengiriman cepat /
kegiatan di Supply Chain dari sameday
Hulu sampai Hilir. Di lapangan  Procurement material yang
mungkin didapatkan dari
import melewati proses
Mengatasi kompleksitas di lapangan,
exim yang kompleks
tekanan kompetisi pasar; perlu cara  Tantangan akomodasi
inovatif, salah satunya dengan
darat, laut & udara
Outsourcing

Alih daya proses / pekerjaan dari internal ke pihak ketiga


Outsourcing
Sisi positif: mendapatkan best talent

Sisi negative: controlling berkurang


Tantangan Supply Chain Management
Supply chain tends to global
Supply chain semakin
panjang melewati batas-
batas Negara, melibatkan
global movement dari
barang (lintas negara).

Misal; material dari Time


Negara A, diproduksi Lintas zone
setengah jadi di Negara B, Negar yang
difinishing di Negara C,
a berbeda
dijual dan distribusi ke
Negara C,D,E.....
Aturan /
budaya
Salah satu alasan perusahaan melakukan perdagang
proses supply chain lintas Negara karena an yang
Cost Competitiveness berbeda
Tantangan Supply Chain Management
Variasi Produk yang semakin banyak Ketidakpastian (Uncertainty)

 Variasi produk memanjakan


 Contoh ketidakpastian di Hulu;
pelanggan namun
a. Ketidakpastian kapan
menciptakan kompleksitas
kedatangan barang
supply chain luar biasa. Baik
b. Ketidakpastian kualitas
diproses produksi,
barang sehingga ada
pengiriman, pengelolaan
barang yang di reject
gudang / inventarisir dsb.
 Contoh ketidakpastian di Hilir;
 Contoh pabrik yang
a. Ketidakpastian demand
memproduksi 1 jenis produk
naik turun
berbeda jauh kompleksitasnya
b. Ketidakpastian politik dan
dengan pabrik yang
regulasi setempat
memproduksi 3 produk;
1. Waktu tidak produktif
2. Menciptakan cost per unit
3. Skala ekonomi turun
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai