Effectuation Process
Principles
Dita Nurmadewi, [Link]., [Link]
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
EFEKTUASI (EFFECTUATION)
Sebuah logika yang dapat digunakan baik para Entrepreneur
pemula maupun yang sudah berpengalaman dalam tahap
memulai bisnis yang sangat sulit diprediksi untuk mengurangi
biaya kegagalan dari seorang entrepreneur.
MENGAPA EFEKTUASI PENTING ?
• Apa yang membuat seseorang menjadi wirausahawan
bukanlah genetik atau ciri ciri kepribadian tertentu, seperti
perilaku suka mencari resiko atau visi yang unik
• Kewirausahaan yang berkelanjutan dapat dipelajari dengan
menggunakan efektuasi
• Efektuasi adalah logika yang dapat digunakan baik para
wirausahawan pemula / yang berpengalaman dalam tahap
memulai bisnis yang sulit diprediksi untuk mengurangi
kegagalan
PENDAHULUAN
PROFESOR SARAH D. SARASVATHY
Konsep Effectuation Process Principles
dikembangkan oleh seorang profesor bisnis
bernama Saras D. Sarasvathy. Mengembangkan
teori effectuation berdasarkan hasil penelitiannya
terhadap logika berpikir dari para entrepreneur
sukses di seluruh dunia.
PENDAHULUAN
PROFESOR SARAH D. SARASVATHY
• Efektuasi (Effectuation) adalah cara berpikir
seorang entrepreneur.
• Efektuasi (Effectuation) memiliki
seperangkat prinsip-prinsip pengambilan
keputusan yang dilakukan oleh seorang
entrepreneur dalam menghadapi situasi
yang tidak pasti.
• Efektuasi adalah sebuah ide dengan
keinginan untuk mencapai tujuan (a sense of
purpose) – sebuah dorongan untuk
memperbaiki keadaan dunia dan kehidupan
dengan memungkinkan penciptaan
PENDAHULUAN
CAUSATION VS EFFECTUATION
• Causalition (Hubungan Sebab dan Akibat)
Pendekatan ini berfokus pada pencapaian tujuan dengan
mengikuti serangkaian langkah atau taktik yang sudah ada
dan terbukti. Kita mulai dengan tujuan yang jelas dan
mencari cara terbaik untuk mencapainya. Pemikir yang
menggunakan pendekatan ini percaya bahwa jika mereka
bisa memprediksi masa depan, mereka bisa mengendalikan
apa yang terjadi.
• Effectuation (Efektivittas)
Pendekatan ini lebih fleksibel dan berfokus pada
pemanfaatan sumber daya yang tersedia di saat ini untuk
menciptakan peluang baru. Pemikir efektual percaya bahwa
mereka dapat mengendalikan masa depan, jadi mereka tidak
terlalu mengkhawatirkan prediksi, melainkan lebih fokus
pada apa yang bisa mereka lakukan sekarang untuk
PENDAHULUAN
CONTOH CAUSATION VS EFFECTUATION
• Causalition (Hubungan Sebab dan Akibat)
Misalnya, jika seseorang ingin membuka restoran, mereka akan
mulai dengan merencanakan semuanya terlebih dahulu—dari lokasi,
menu, hingga target pasar. Mereka akan memastikan bahwa
semuanya sesuai dengan prediksi mereka dan berusaha mengikuti
rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Mereka yakin jika semua
dipersiapkan dengan matang, hasilnya akan sesuai dengan harapan.
• Effectuation (Efektivittas)
Seorang pengusaha yang menerapkan prinsip ini mungkin tidak
memiliki rencana yang sangat rinci atau prediksi yang matang.
Misalnya, jika mereka memiliki keahlian dalam memasak, mereka
bisa mulai menjual makanan kepada teman-teman atau keluarga
terlebih dahulu. Dari situ, mereka mengembangkan ide dan mencari
peluang lebih lanjut berdasarkan apa yang mereka pelajari di
perjalanan. Dengan pendekatan ini, mereka lebih fokus pada apa
PENDAHULUAN
PREDICTIVE VS EFFECTUAL LOGIC
• Logika Prediktif
Pendekatan ini berfokus pada mencari hubungan antara
penyebab dan akibat untuk meramalkan apa yang akan
terjadi di masa depan. Dengan memprediksi apa yang bisa
terjadi, kita mencoba memanfaatkan informasi tersebut
untuk menciptakan peluang yang dapat memberikan
keuntungan di masa depan.
• Logika Efektual
Pendekatan ini lebih berfokus pada sumber daya yang tidak
tampak secara langsung (seperti hubungan atau
keterampilan yang dimiliki seseorang), serta bekerja
bersama orang lain untuk menciptakan nilai. Pendekatan ini
lebih menekankan pada mencari peluang yang ada sekarang,
PENDAHULUAN
CONTOH PREDICTIVE VS EFFECTUAL LOGIC
• Logika Prediktif
seorang investor mempelajari tren pasar saham dan
mencoba menebak saham mana yang akan naik di masa
depan berdasarkan pola yang sudah ada. Dengan begitu,
mereka berharap bisa meraih keuntungan besar di masa
yang akan datang.
• Logika Efektual
Seorang pengusaha yang menggunakan logika efektual
mungkin tidak mulai dengan rencana besar yang sudah
ditetapkan. Sebaliknya, mereka memanfaatkan apa yang
mereka miliki sekarang (misalnya keterampilan, koneksi
dengan orang lain) untuk mengejar peluang yang muncul,
PENDAHULUAN PREDICTIVE VS EFFECTUAL LOGIC
Pandangan tentang Masa Depan:
•Prediktif: Masa depan dianggap sebagai kelanjutan dari masa lalu, sehingga prediksi yang akurat sangat penting.
•Efektual: Masa depan dibentuk bersama oleh pihak-pihak yang terlibat, seperti investor, mitra, atau pelanggan yang telah "berkomitmen" pada suatu usaha.
Dasar untuk Tindakan:
•Prediktif: Tujuan ditentukan terlebih dahulu meski terbatas oleh sumber daya, dan ini mempengaruhi tindakan serta sub-tujuan yang perlu dicapai.
•Efektual: Tujuan berkembang dengan membayangkan langkah-langkah yang dimulai dengan sumber daya yang tersedia.
Risiko dan Sumber Daya:
•Prediktif: Fokus pada peluang baru dengan mempertimbangkan nilai yang diharapkan setelah risiko dihitung, dengan tujuan mendapatkan keuntungan.
•Efektual: Fokus pada mencari peluang yang memadai tanpa menginvestasikan sumber daya lebih dari yang dapat dipertaruhkan. Batas kerugian menjadi
perhatian utama.
Sikap terhadap Pihak Luar:
•Prediktif: Melakukan analisis kompetitif untuk melindungi apa yang dimiliki dan memaksimalkan bagian dari peluang yang ada.
•Efektual: Menjalin kemitraan dengan pihak yang berkomitmen, karena hubungan yang terjalin (terutama dengan berbagi hasil) dapat membentuk masa
depan peluang tersebut.
Sikap terhadap Peristiwa Tak Terduga:
•Prediktif: Menyikapi kejutan dengan hati-hati, karena prediksi dan perencanaan yang baik bisa meminimalkan dampak dari kejadian yang tak terduga.
•Efektual: Menyikapi kejutan dengan kreativitas, karena kejadian tak terduga bisa menjadi peluang baru jika dilihat dengan cara yang berbeda.
PRINSIP EFEKTUASI
PRINSIP EFEKTUASI
PRINSIP EFEKTUASI
BIRD IN HAND PRINCIPLE (Prinsip Burung di Tangan)
Prinsip ini mengatakan bahwa untuk memulai bisnis,
gunakanlah sumber daya yang sudah Anda miliki, seperti
keterampilan, keahlian, atau jaringan yang sudah ada. Jadi,
jangan menunggu semuanya sempurna atau mencari hal-hal
baru yang belum Anda miliki. Mulailah dengan apa yang sudah
Anda punya.
Contoh: seorang pengusaha kuliner yang sudah mahir
memasak dan memiliki banyak teman yang bisa membantu
mempromosikan usahanya. Dengan keterampilan memasak
yang dimiliki dan dukungan dari teman-teman, dia bisa mulai
membuka bisnis katering tanpa harus menunggu sumber daya
atau peluang yang lebih besar.
Intinya, gunakan apa yang ada pada Anda sekarang dan
jangan tunda-tunda. Segera mulai bisnis berdasarkan
kemampuan atau sumber daya yang Anda miliki.
PRINSIP EFEKTUASI
AFFORDABLE LOSS PRICIPLE
Prinsip ini mengajarkan bahwa dalam mengambil
keputusan bisnis, kita harus mempertimbangkan
kerugian yang bisa diterima, bukan hanya fokus pada
keuntungan yang bisa didapat. Artinya, sebelum
memutuskan suatu langkah, seorang pengusaha harus
memikirkan risiko dan kerugian yang mungkin terjadi,
dan memastikan bahwa kerugian tersebut masih bisa
ditanggung.
Contoh: Misalnya, seorang pengusaha muda ingin
membuka toko pakaian tetapi memiliki modal terbatas.
Daripada langsung membuka toko fisik yang
membutuhkan modal besar dan berisiko tinggi, ia
memilih untuk memulai dengan membuka toko online
terlebih dahulu. Dengan cara ini, ia mengurangi risiko
kerugian besar dan bisa menguji pasar dengan investasi
yang lebih kecil.
Dengan prinsip ini : pengusaha tidak hanya berpikir
tentang keuntungan besar, tetapi lebih memikirkan
Dua Langkah Proses dari Kerugian yang dapat
ditanggung
• Langkah Pertama: Bertanya Sejauh Mana Anda Harus Memulai Bisnis Anda
• Anda perlu bertanya pada diri sendiri seberapa besar Anda benar-benar perlu
memulai bisnis. Gunakan kreativitas dan inovasi agar ide Anda diterima oleh
pasar. Anda bisa menggunakan berbagai sarana yang tersedia, namun yang
paling penting adalah menggunakan sumber daya secara efisien. Anda tidak
perlu mengeluarkan banyak uang atau usaha di awal. Kunci utamanya adalah
memulai dengan apa yang Anda butuhkan, dan buatlah langkah pertama
sesederhana dan seefisien mungkin.
• Langkah Kedua: Bertanya Apa yang Anda Siap Kehilangan
• Pikirkan tentang apa yang siap Anda rugikan jika bisnis Anda gagal. Apa saja
yang Anda tanggung dalam proses ini? Orang-orang memiliki sumber daya yang
berbeda, seperti waktu, tabungan, rumah, pinjaman dari keluarga atau teman,
dan lainnya.
• Anda perlu menilai berapa banyak sumber daya yang Anda siap untuk
kehilangan. Ini adalah batasan yang akan menentukan bagaimana Anda
menjalankan bisnis di awal dan seberapa banyak risiko yang dapat Anda
tanggung.
Sebelum memulai bisnis, penting untuk mengetahui apa yang Anda punya dan berapa
banyak risiko yang siap Anda hadapi jika terjadi kerugian. Ini akan membantu Anda
mengambil langkah yang lebih bijaksana dan terukur.
CRAZY QUILT PRINCIPLE
PRINSIP EFEKTUASI
Prinsip ini mengajarkan bahwa untuk memulai dan
mengembangkan bisnis, kita perlu membangun hubungan
dengan orang lain serta memanfaatkan jaringan yang ada untuk
mendapatkan sumber daya dan dukungan yang dibutuhkan.
Pengusaha yang menggunakan prinsip ini biasanya mencari
bantuan dari teman, keluarga, atau mitra bisnis yang bisa
membantu mereka memperoleh sumber daya untuk
membangun usaha mereka.
Contoh: Misalnya, seorang pengusaha muda yang ingin memulai
bisnis di bidang teknologi informasi (IT) bergabung dengan
kelompok pengembang perangkat lunak lokal untuk
memperluas jaringannya. Dari sana, dia bisa mendapatkan
dukungan dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, atau
sumber daya lain yang dibutuhkan untuk membangun bisnisnya.
Intinya membangun kemitraan atau partnership dengan orang
lain atau organisasi, Anda bisa saling mendukung dan
berkomitmen untuk menciptakan masa depan yang lebih baik
bersama, baik itu dalam produk, bisnis, maupun pasar.
PRINSIP EFEKTUASI
LEMONADE PRINCPLE
Prinsip ini mengajarkan bahwa kegagalan bisa diubah
menjadi peluang bisnis baru melalui inovasi dan kreativitas.
Pengusaha yang menggunakan prinsip ini tidak menyerah
pada kegagalan, melainkan melihatnya sebagai kesempatan
untuk belajar dan mengembangkan ide bisnis baru. Mereka
percaya bahwa setiap situasi baru membuka kemungkinan
baru untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik.
Contoh: Misalnya, seorang pengusaha yang gagal dalam
bisnis makanan cepat saji memutuskan untuk
mengembangkan bisnis baru yang lebih berkelanjutan. Alih-
alih berhenti, dia mulai memasarkan makanan organik atau
makanan sehat, yang kini semakin diminati oleh konsumen
yang peduli dengan kesehatan.
Intinya, ketika menghadapi kegagalan, jangan menyerah.
Alih-alih merasa putus asa, carilah cara untuk mengubah
kegagalan menjadi peluang baru yang lebih inovatif dan
PRINSIP EFEKTUASI
PILOT IN THE PLANE PRINCIPLE
Prinsip ini mengajarkan bahwa pengusaha harus mengambil
kendali penuh atas masa depan bisnis mereka, bukan hanya
mengikuti tren atau menyesuaikan diri dengan lingkungan
pasar yang ada. Pengusaha yang menggunakan prinsip ini
tidak hanya berusaha untuk bertahan dengan kondisi pasar
yang sudah ada, tetapi mereka juga berinovasi untuk
menciptakan pasar baru dan mengarahkan bisnis mereka
sesuai dengan visi mereka.
Contoh: Misalnya, seorang pengusaha muda yang ingin
memulai bisnis di bidang teknologi menciptakan aplikasi baru
yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan aplikasi ini, dia
tidak hanya berusaha berkompetisi di pasar yang sudah ada,
tetapi menciptakan pasar baru yang bisa dia kuasai.
Intinya: Alih-alih mengikuti arus, ambil kendali dan jadilah
yang menentukan arah masa depan bisnis Anda dengan
menciptakan peluang baru dan inovasi yang bisa membuka
PRINSIP EFEKTUASI
CONTOH
CONTOH
Jeff Bezos, Pendiri Amazon
Jeff Bezos adalah contoh wirausaha sukses yang menerapkan prinsip
Effectuation dalam membangun Amazon, perusahaan e-commerce terbesar di
dunia. Pada awalnya, Amazon hanya menjual buku secara online, dan Jeff
memulai bisnis ini dengan memanfaatkan apa yang sudah ia miliki, yaitu
keahlian dalam teknologi dan pengalaman kerja di perusahaan teknologi
terkemuka.
Jeff menggunakan prinsip "Bird-in-Hand" dari Effectuation, yang berarti ia
memulai bisnis dengan sumber daya yang sudah ada, seperti keterampilan dan
pengalaman yang dimilikinya, alih-alih mencari sumber daya yang belum
tersedia. Dia juga memanfaatkan lingkungan sekitarnya, termasuk konsumen
dan penjual buku, untuk membangun dan mengembangkan bisnisnya.
Jeff juga mengikuti prinsip untuk menguji produk dengan pelanggan potensial
dan mengembangkan produk berdasarkan masukan langsung dari pelanggan.
Jeff bisa membuat bisnis yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
Jeff Bezos menggunakan prinsip Effectuation untuk membangun Amazon, mulai
dengan apa yang ia miliki, dan berfokus pada penyesuaian berkelanjutan
berdasarkan feedback pelanggan, yang akhirnya menjadikan Amazon sebagai
Howard Schultz, Pendiri Starbucks
CONTOH
Howard Schultz, pendiri Starbucks, juga menerapkan prinsip
Effectuation dalam membangun bisnisnya. Starbucks, yang kini
menjadi perusahaan kopi terbesar di dunia, memulai bisnis dengan
menjual kopi premium secara ritel. Schultz memulai dengan
menggunakan aset yang dimilikinya, yaitu pengalaman dalam
industri kopi dan keinginan untuk menciptakan tempat yang
nyaman untuk menikmati kopi.
Schultz memanfaatkan lingkungan sekitarnya, seperti konsumen
dan pemilik toko kopi, untuk membangun bisnisnya. Ia juga
melakukan uji coba produk dengan pelanggan potensial dan
mengembangkan produk berdasarkan masukan langsung dari
pelanggan. Salah satu prinsip Effectuation yang digunakan Schultz
adalah "Lemonade", yaitu memanfaatkan peluang yang muncul
dan mengembangkan bisnis berdasarkan peluang tersebut.
Seperti saat Starbucks memperluas bisnisnya dengan menawarkan
makanan ringan dan produk merchandise, yang awalnya tidak ada
dalam rencana bisnisnya, tetapi muncul sebagai peluang yang
mendukung pengembangan usaha.
SOAL
SOAL
1. Buatlah contoh usaha
yang menerapkan Konsep
Effectuation Process
Principles !
SOAL
2. Siska memiliki ide untuk memulai bisnis makanan organik. Dia
tidak memiliki banyak modal, tetapi memiliki keterampilan
memasak yang hebat. Bagaimana pendekatan effectual dapat
membantunya dalam memulai bisnisnya?
• Bagaimana pendekatan effectual dapat membantu Siska
memulai bisnisnya dengan sumber daya yang terbatas?
• Apa saja prinsip-prinsip pendekatan effectual yang bisa
diaplikasikan pada bisnis Siska ?
SOAL
3.
a. Menurut anda apakah pendekatan effectual
dan kausal dapat digabung untuk membantu
pengusaha memulai bisnis ? Berikan
penjelasan dan contoh !
b. Apa saja faktor yg dapat mempengaruhi
kesuksesan bisnis ?