Implementasi Pembelajaran Mendalam
Implementasi Pembelajaran Mendalam
PEMBELAJARAN
MENDALAM
(DEEP LEARNING)
DR. MHD. ASHAR,
[Link],. [Link]
Tim TPK SMK/SMA
PROVINSI
SUMATERA BARAT
VISI, MISI dan TUJUAN SEKOLAH
Growth mindset
Memahami pembelajarn
mendalam
TUJUAN
BELAJAR
Mengimplementasikan
pembelajaran mendalam
Merefleksi pembelajaran
mendalam
Terdapat dua tipe guru dalam menghadapi kebijakan baru,
manakah tipe anda?
Mengapa harus
pembelajaran
mendalam?
Mengapa Perlu
Pembelajaran
Mendalam?
Melengkapi pendekatan pembelajaran dengan menambah karakteristik
praktik pedagogi
Definisi
Pembelajaran Mendalam merupakan
pendekatan yang memuliakan dengan
menekankan pada penciptaan suasana
belajar dan proses pembelajaran
berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan melalui olah pikir, olah
hati, olah rasa, dan olah raga secara
holistik dan terpadu.
2 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air serta menghargai
keberagaman budaya, mentaati aturan dan norma sosial
dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian dan
tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk
menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan
keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa
dalam konteks kebhinekaan global.
3 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan
reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses
informasi untuk menyelesaikan masalah.
4 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan
orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan
solusi yang unik dan bermanfaat.
6 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas
proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan
kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang
lain.
7 Kesehatan
Individu yang memiliki fi sik yang prima, bugar, sehat, dan
mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fi sik
untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being).
8 Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi
intrapribadi untuk melakukan refl eksi dan antarpribadi
untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik
lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.
Belajar
Pengalaman belajar dilakukan
secara bertahap untuk
mencapai level PM
• Pengetahuan Esensial
• Pengetahuan Aplikatif
• Pengetahuan Nilai dan
Karakter
Pendalaman
Pengetahuan Regulasi
Diri
Belajar Memahami
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi
pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep
atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan
pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan
aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.
Mengaplikasi
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik
mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara
kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik
melalui pendalaman pengetahuan.
Merefleksi
Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai
proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah
mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri
sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses
belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan,
pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.
Belajar mi
Jenis Karakterist Conto
Pengetahuan ik h
• Pengetahuan Esensial • Menghubungkan pengetahuan • Mengeksplorasi pengalaman-
• Pengetahuan Aplikatif baru dengan pengetahuan pengalaman peserta didik
• Pengetahuan Nilai dan sebelumnya terhadap permasalahan sosial
Karakter • Menstimulasi proses berpikir di masyarakat sebelum
peserta didik menyampaikan topik
• Menghubungkan dengan konteks permasalahan sosial pada
nyata dan/atau kehidupan sehari- pembelajaran IPS
hari • Memberikan data
• Memberikan kebebasan kemiskinan di Indonesia serta
eksploratif dan kolaboratif meminta peserta didik untuk
• Menanamkan nilai-nilai moral memahami dan memberikan
dan etika dan nilai positif tanggapan
lainnya
• Mengaitkan pembelajaran
dengan pembentukan karakter
peserta didik
Belajar mi
Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan Nilai dan
Esensial Aplikatif Karakter
Pengetahuan dasar yang Pengetahuan yang berfokus pada Pengetahuan yang berkaitan
fundamental dalam suatu bidang penerapan konsep, teori, atau dengan pemahaman tentang
atau disiplin ilmu, yang harus keterampilan dalam situasi nyata. nilai-nilai moral, etika, budaya,
dipahami dan dikuasai untuk Pengetahuan ini digunakan untuk dan kemanusiaan yang berperan
membangun pemahaman yang menyelesaikan masalah, penting dalam membentuk
lebih kompleks dan dapat membuat keputusan, atau kepribadian, sikap, dan perilaku
diterapkan dalam berbagai konteks menciptakan sesuatu yang seseorang
Contoh: Bahasa (Kosa kata, tata Contoh: Bahasa (Memahami cara
berdampak.
bahasa dasar, pengetahuan Contoh: Bahasa (Memahami menggunakan bahasa untuk
wacana, dan empat keterampilan cara menggunakan membangun hubungan baik,
berbahasa) keterampilan menulis untuk menghindari konflik, serta
membuat laporan atau bahan menunjukkan empati dan kepedulian)
presentasi yang efektif)
Belajar si
Pendalaman Karakterist Conto
Pengetahuan ik h
Memperluas atau mengembangkan • Menghubungkan konsep baru Topik: Persamaan Linear
pemahaman terhadap konsep dengan pengetahuan • Dasar: Peserta didik memahami
dengan menghubungkannya ke sebelumnya. bentuk umum persamaan linear
situasi baru, pengalaman lain, atau • Menerapkan pengetahuan ke dan cara menyelesaikannya.
bidang ilmu yang berbeda. dalam situasi nyata atau bidang • Pendalaman Pengetahuan:
lain. Peserta didik menerapkan
• Mengembangkan persamaan linear dalam
pemahaman dengan masalah keuangan, seperti
eksplorasi lebih lanjut. menghitung keuntungan bisnis
• Berpikir Kritis dan mencari atau menentukan titik impas
solusi inovatif berdasarkan dalam penjualan produk.
pengetahuan yang ada.
Belajar si
Regulasi Karakterist Conto
Diri ik h
Individu mampu mengendalikan • Memotivasi diri sendiri untuk • Menyampaikan motivasi
pikiran, emosi, dan perilaku dalam terus belajar bagaimana cara belajar sesuai pengalaman
mencapai tujuan tertentu. Dalam belajar yang diperoleh
konteks pendidikan, regulasi diri • Refleksi terhadap pencapaian • Penilaian diri sendiri
sangat penting bagi peserta didik tujuan pembelajaran (evaluasi terhadap pencapaian tujuan
untuk mengelola proses belajar diri) pembelajaran
mereka secara mandiri dan efektif. • Menerapkan strategi berpikir • Peserta didik dapat membuat
• Memiliki kemampuan ringkasan materi yang
metakognisi (meregulasi diri dipahami untuk menguji
dalam pembelajaran) pemahaman mereka sendiri.
• Meregulasi emosi • Peserta didik mampu
dalam pembelajaran mengendalikan emosi negatif
seperti kecemasan, stres, dan
frustasi saat belajar dengan
strategi coping seperti bernapas
dalam-dalam, istirahat sejenak,
atau mencari dukungan sosial,
dan lain-lain.
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
Bermutu untuk Semua • Hal. 28
Contoh Pengalaman PM pada
Ranah Kognitif
2 Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang
4 Pemanfaatan Digital
dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran
komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini penting sebagai katalisator untuk menciptakan
memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif,
menjadi kolaborasi bersama. dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber
belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan
bermakna pada peserta didik.
menggembirakan, contohnya:
Diskusi, peta konsep, advance organiser,
kerja kelompok, dan sebagainya
Guru sebagai
Aktivator
Guru sebagai
Kolaborator
Ekosistem
Satuan
Pendidikan
Teknologi
Digital
Keluarg
a
Medi
Guru a
Masyarak dan
at Siswa Mitra
Profesi
dan
DUDIKA
Identifikasi Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran
Lintas Disiplin Ilmu (Optional) : Tuliskan disiplin ilmu dan/atau mata pelajaran yang relevan
Tujuan Pembelajaran : Merupakan pernyataan yang merumuskan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik setelah
menyelesaikan suatu proses pembelajaran. Tujuan ini mencakup aspek utama, yaitu subjek belajar, pengetahuan keterampilan atau sikap
yang harus dikuasai dengan kata kerja operasional yang terukur, kondisi atau konteks peserta didik mendemonstrasikan
kompetensinya, serta tingkat pencapaian yang menjadi indikator keberhasilan. Jika lebih dari satu pertemuan maka tuliskan tujuan
pembelajaran setiap pertemuannya
Topik Pembelajaran: Tuliskan topik pembelajaran yang relevan dengan capaian dan tujuan pembelajaran
Desa
in Praktik Pedagogis: Model/Strategi/Metode yang ditentukan oleh guru untuk mencapai tujuan belajar dalam
mencapai dimensi profil lulusan. Contoh: pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek,
Pembelaj pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya
aran
Kemitraan Pembelajaran (Optional): Mitra kerjasama untuk berkolaborasi dan berperan dalam pembelajaran (lingkungan sekolah,
lingkungan luar sekolah, masyarakat). Misalnya guru bidang studi lain, peserta didik lain, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia
usaha dan dunia industri kerja, institusi, atau mitra profesional
Lingkungan Pembelajaran: Lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya
belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Contoh: lingkungan sekolah, Learning Management System (LMS), dukungan
guru untuk meningkatkan keaktifan peserta didik
Pemanfaatan Digital ( Optional): Pemanfaatan teknologi digital menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan
kontekstual. Contoh: perpustakaan digital, forum diskusi daring, dan penilaian daring
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
Bermutu untuk Semua • Hal. 43
Langkah-Langkah Pembelajaran
AWAL (Optional) (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
Pembuka dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran. Kegiatan
dalam tahap ini meliputi orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan motivasi yang menggembirakan
INTI (optional)
Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip
pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus
dilaksanakan dalam satu kali pertemuan
Tahap akhir dalam proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman
belajar yang telah dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.
Asesmen pada Awal Pembelajaran: Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as
learning, assessment fior learning, dan assessment ofi learning. Tentukan metode atau
Asesm
Asesmen pada Proses Pembelajaran: cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian
en kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja,
Pembelaj Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Selfi
aran Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya
instrume
n
verifikasi
KSP
Contoh Perencanaan Pembelajaran 1/6
Mendalam
1 Identifikasi Peserta Didik 3 Dimensi Profil
Peserta didik memiliki pengetahuan dasar yang Lulusan
bervariasi mengenai isu-isu lingkungan, perlu memiliki DPL1 DPL2 DPL3
Keimanan dan Kewargaa Penalaran
kesadaran perannya terhadap keseimbangan ekosistem, Ketakwaan n Kritis
menunjukkan minat tinggi dalam kegiatan berbasis terhadap Tuhan
proyek. YME
DPL5 DPL6
DPL4 Kolaborasi Kemandiria
2 Identifikasi Materi Pelajaran Kreativitas
DPL8
n
5 Topik Pembelajaran
Peran Manusia dalam Menjaga
Ekosistem
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
Bermutu untuk Semua • Hal. 46
Contoh Perencanaan Pembelajaran 2/6
Mendalam
6 Tujuan 9 Lingkungan Pembelajaran
Pembelajaran 1. Ruang Fisik: lingkungan di sekitar Sungai Ciliwung
1. Memahami
Peserta pentingnya keanekaragaman hayati
didik mampu: 2. Ruang Virtual: platform daring untuk diskusi dengan
dalam ekosistem teman
2. Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia 3. Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif,
terhadap keseimbangan ekosistem dan rasa ingin tahu
3. Melaksanakan proyek kreatif berbasis solusi
1 Pemanfaatan Digital
lingkungan untuk mencegah pencemaran pada 0 1. Perencanaan: LMS
ekosistem
2. Pelaksanaan: pertemuan daring, video, perpustakaan
7 Praktik Pedagogis daring
3. Asesmen: asesmen daring
1. Pembelajaran Berbasis Proyek
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan,
wawancara, dan presentasi
8 Mitra Pembelajaran
1. Komunitas Peduli Ciliwung (KPC)
2. Pengelola Bank Sampah Sungai
Ciliwung
3. Masyarakat Sekitar Sungai Ciliwung Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
Bermutu untuk Semua • Hal. 47
Contoh Perencanaan Pembelajaran 3/6
Mendalam
1 Langkah-Langkah
1
Pembelajaran
Awal (Berkesan,
Bermakna)
1 Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan sapaan ramah untuk menciptakan
suasana positif
2 Guru menerapkan teknik permainan pemusatan
konsentrasi
3 Guru memulai dengan video singkat perbedaan kondisi sungai yang bersih
dan tercemar
4 Guru memberikan pertanyaan pemantik “Bagaimana kondisi makhluk hidup pada kedua sungai tersebut?ˮ untuk menstimulasi empati
peserta didik
5 Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan pada websites tentang Sungai Ciliwung
yang Tercemar
6 Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk menumbuhkan kesadaran pencemaran sungai akibat sampah
sehingga berdampak pada kondisi makhluk hidup di sungai
7 Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan peran
peserta didik "Apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan sungai kita?"
Mendalam
1 Langkah-Langkah
1
Pembelajaran
Inti (bermakna,
menggembirakan)
Memaha Mengaplika
mi si
1 Berdiskusi, membaca artikel, eksplorasi sumber informasi pada 1 Peserta didik melakukan kunjungan lapangan ke Sungai
buku, e-book, artikel, dan websites melalui internet tentang Ciliwung untuk mengidentifikasi masalah kelangsungan
keanekaragaman hayati dan ekosistem sungai ekosistem sungai
2
a. Apa definisi ekosistem? Peserta didik melakukan interview dengan masyarakat di
b. Apa saja macam-macam ekosistem? sekitar sungai ciliwung
c. Apa definisi keanekaragaman hayati? 3
Peserta didik menyimak penjelasan dari Komunitas Peduli
d. Mengapa keanekaragaman hayati penting bagi
Ciliwung dan Pengelola Bank Sampah
kelangsungan ekosistem?
4
e. Apakah aktivitas manusia mempengaruhi kelangsungan Guru dan narasumber menumbuhkan kesadaran kepada
ekosistem sungai? Peserta didik tercemarnya sungai akibat sampah yang tidak
5 dikelola dengan baik
2 Membuat peta konsep tentang ekosistem, keanekaragaman
hayati, dan kelangsungan ekosistem sungai
Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui zoom dan guru
6 pendamping untuk merancang proyek pengelolaan sampah
Mendalam
1 Langkah-Langkah
1
Pembelajaran
Inti (bermakna, Penutup
menggembirakan) (berkesadaran)
1 Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran
Merefleksi (berkesadaran,
Peserta didik melakukan uji coba proyek dan atau 2 Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
1
bermakna)
mempresentasikan hasil proyeknya selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan (contoh:
topik yang akan dipelajari, mitra yang akan diundang,
2 Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman, guru, dan eksperimen yang akan dilakukan, sumber/media pembelajaran
salah satu narasumber dari Komunitas Peduli Ciliwung dan yang digunakan)
Pengelola Bank Sampah 3
3 Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai
Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap pencapaian proyeknya
proyek yang telah dilakukan
4
Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap
pencapaian tujuan pembelajaran
5
Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar
Mendalam
12 Asesmen
Pembelajaran
Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model
Pembelajaran Inkuiri Memahami (Berkesadaran, Bermakna)
Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model
Pembelajaran Inkuiri
Memahami Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
(Berkesadaran, Bermakna)
Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran,
Merefleksi dan adaptasi
(Berkesadaran, Model
Bermakna)
Pembelajaran Inkuiri
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
Asesmen untuk refleksi proses Asesmen untuk perbaikan proses Asesmen untuk mengukur
pembelajaran dan refleksi diri pembelajaran berfungsi sebagai capaian pembelajaran peserta
peserta didik umpan balik membantu peserta didik pada akhir pembelajaran
didik memahami progres belajar
mereka, serta refleksi guru
Contoh: mengajar Contoh:
Jurnal reflektif, selfi- Tes lisan, tes tertulis,
assessment, peer assessment, Contoh: laporan, penilaian proyek,
checklist kemajuan belajar, Peta konsep, umpan balik portofolio, dan lainnya
dan lainnya formatif, observasi,
pertanyaan diagnostik, dan
lainnya
Pendekatan Holistik. Mengembangkan peserta didik secara utuh melalui olah pikir, olah hati,
olah rasa, dan
olah raga agar siap menghadapi tantangan kehidupan.
Terima
Kasih
Kontak Kami:
kurikulum@kemdikbud.g
[Link]
CLOSING STATEMENT
Serupa para pengukir, yang memiliki pengetahuan mendalam tentang keadaan kayu,
jenisnya, keindahan ukiran, dan cara mengukirnya; seperti itulah guru seharusnya
memiliki pengetahuan mendalam tentang seni mendidik.
Bedanya, guru mengukir manusia yang memiliki hidup lahir dan batin.
Ki Hadjar Dewantara