0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan63 halaman

Implementasi Pembelajaran Mendalam

Dokumen ini membahas implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah, dengan fokus pada pengembangan karakteristik pedagogi yang melibatkan keterlibatan, kesadaran, dan penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Pembelajaran mendalam bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menggembirakan, serta mengembangkan dimensi profil lulusan yang mencakup keimanan, kewargaan, kreativitas, dan kolaborasi. Terdapat tiga tahapan pengalaman belajar yang meliputi memahami, mengaplikasi, dan merefleksi pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata.

Diunggah oleh

Erahayani Ritonga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan63 halaman

Implementasi Pembelajaran Mendalam

Dokumen ini membahas implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah, dengan fokus pada pengembangan karakteristik pedagogi yang melibatkan keterlibatan, kesadaran, dan penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Pembelajaran mendalam bertujuan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan menggembirakan, serta mengembangkan dimensi profil lulusan yang mencakup keimanan, kewargaan, kreativitas, dan kolaborasi. Terdapat tiga tahapan pengalaman belajar yang meliputi memahami, mengaplikasi, dan merefleksi pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata.

Diunggah oleh

Erahayani Ritonga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IMPLEMENTASI

PEMBELAJARAN
MENDALAM
(DEEP LEARNING)
DR. MHD. ASHAR,
[Link],. [Link]
Tim TPK SMK/SMA
PROVINSI
SUMATERA BARAT
VISI, MISI dan TUJUAN SEKOLAH

Dr. Mhd. Ashar, [Link].,


Dr. Mhd. Ashar, [Link].,
Dr. Mhd. Ashar, [Link].,
VISI, MISI dan TUJUAN SEKOLAH

Dr. Mhd. Ashar, [Link].,


Dr. Mhd. Ashar, [Link].,
Dr. Mhd. Ashar, [Link].,
Belajar Era
Digital

Growth mindset

Memahami pembelajarn
mendalam

TUJUAN
BELAJAR
Mengimplementasikan
pembelajaran mendalam

Merefleksi pembelajaran
mendalam
Terdapat dua tipe guru dalam menghadapi kebijakan baru,
manakah tipe anda?
Mengapa harus
pembelajaran
mendalam?
Mengapa Perlu
Pembelajaran
Mendalam?
Melengkapi pendekatan pembelajaran dengan menambah karakteristik
praktik pedagogi

Keterlibatan Berkesadaran Memuliakan


Guru membangun keterlibatan peserta Guru lebih dapat membangun kesadaran Guru dan peserta didik lebih saling
didik sebagai subjek belajar untuk peserta didik untuk menjadi pembelajar menghargai dan menghormati potensi,
memperoleh pengalaman belajar yang yang aktif termotivasi secara intrinsik martabat, dan nilai-nilai kemanusiaan
bermakna untuk belajar, serta aktif mengembangkan
strategi belajar untuk mencapai tujuan.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 13

Pengembang Budaya Belajar Pemanfaatan Teknologi Digital Multi/Interdisiplin Ilmu


Guru lebih dapat mengembangkan Guru dan peserta didik lebih dapat Pengetahuan
kreativitas dan berinovasi, dan melibatkan memanfaatkan teknologi digital untuk Guru dan peserta didik lebih dapat
peserta didik dalam mengembangkan memberikan efisiensi dan efektivitas pada menerapkan multi/interdisiplin ilmu
pengalaman belajar perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pengetahuan dalam proses pembelajaran
pembelajaran
Pembelajaran Mendalam 1/4

Definisi
Pembelajaran Mendalam merupakan
pendekatan yang memuliakan dengan
menekankan pada penciptaan suasana
belajar dan proses pembelajaran
berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan melalui olah pikir, olah
hati, olah rasa, dan olah raga secara
holistik dan terpadu.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 14
Pembelajaran Mendalam
Memuliakan
menggembirakan.
Dalam penerapan P M semua pihak yang terlibat saling
menghargai dan menghormati dengan
mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai
kemanusiaan
Olah Pikir
Berkesadaran
Olah Hati Profil
Pembelajaran Bermakna Mewujudkan Lulusan
Mendalam Olah Rasa
Menggembirakan
(8 Dimensi)
Olah Raga

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH


Pembelajaran Mendalam 3/4

Berkesadaran Bermakna Menggembirakan


Pengalaman belajar peserta didik yang Peserta didik dapat merasakan Pembelajaran yang menggembirakan
diperoleh ketika mereka memiliki manfaat dan relevansi dari hal-hal merupakan suasana belajar yang
kesadaran untuk menjadi pembelajar yang dipelajari untuk kehidupan. positif, menyenangkan, menantang,
yang aktif dan mampu meregulasi Peserta didik mampu mengkonstruksi dan memotivasi. Peserta didik merasa
diri. Peserta didik memahami tujuan pengetahuan baru berdasarkan dihargai atas keterlibatan dan
pembelajaran, termotivasi secara pengetahuan lama dan menerapkan kontribusinya pada proses
intrinsik untuk belajar, serta aktif pengetahuannya dalam kehidupan pembelajaran. Peserta didik terhubung
mengembangkan strategi belajar untuk nyata. secara emosional, sehingga lebih
mencapai tujuan. mudah memahami, mengingat, dan
menerapkan pengetahuan.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 16
Pembelajaran Mendalam 4/4

Olah pikir Olah hati


Merupakan proses pendidikan yang berfokus pada Adalah proses pendidikan untuk mengasah kepekaan
pengasahan akal budi dan kemampuan kognitif, seperti batin, membentuk budi pekerti, serta menanamkan
kemampuan untuk memahami, menganalisa, dan nilai-nilai moral dan spiritual
memecahkan masalah

Olah rasa Olah raga


Sebagai proses pendidikan yang bertujuan untuk Merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan untuk
mengembangkan kepekaan estetika, empati, dan menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik, kekuatan
kemampuan menghargai keindahan serta hubungan tubuh, serta membentuk karakter melalui kegiatan
antarmanusia jasmani

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 17
Pembelajaran Mendalam
Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil
Dimensi lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan
Profil dan ketakwaan terhadap Tuhan YME,
Lulusan kewargaan, kreativitas, penalaran kritis,
kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan
komunikasi
Prinsip Prinsip Pembelajaran merupakan dasar
Pembelajara karakteristik pembelajaran mendalam yaitu
n berkesadaran, bermakna,
menggembirakan

Pengalama Pengalaman belajar sebagai proses yang


n Belajar dialami peserta didik dalam pembelajaran
yaitu memahami, mengaplikasi,
merefl eksi

Kerangka pembelajaran sebagai panduan


Kerangka sistematis dalam menyusun desain
Pembelajara pembelajaran, yaitu praktik pedagogis,
n kemitraan pembelajaran, lingkungan
pembelajaran, dan pemanfaatan digital

Empat Kerangka Pembelajaran diadaptasi dari Four Elements of Learning Design


© copyright 2018 Education in Motion (New Pedagogies for Deep Learning) [Link]
[Link] Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
Bermutu untuk Semua • Hal. 18
Delapan Dimensi Profil 1/2
Lulusan 1 Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan
Tuhan YME dan menghayati serta mengamalkan nilai-nilai
spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

2 Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air serta menghargai
keberagaman budaya, mentaati aturan dan norma sosial
dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian dan
tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk
menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan
keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa
dalam konteks kebhinekaan global.
3 Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan
reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses
informasi untuk menyelesaikan masalah.

4 Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan
orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan
solusi yang unik dan bermanfaat.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 19
Delapan Dimensi Profil 2/2
Lulusan 5 Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan
orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama
melalui pembagian peran dan tanggung jawab.

6 Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas
proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan
kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan
menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang
lain.
7 Kesehatan
Individu yang memiliki fi sik yang prima, bugar, sehat, dan
mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fi sik
untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being).

8 Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi
intrapribadi untuk melakukan refl eksi dan antarpribadi
untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik
lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam
berbagai situasi.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 20
Penerapan 3 Prinsip
Pembelajaran Mendalam
Berkesadar • Kenyamanan peserta didik dalam
belajar
an • Fokus, konsentrasi, dan perhatian
• Kesadaran terhadap proses berpikir
• Keterbukaan terhadap perspektif
baru
• Keingintahuan terhadap

Bermakn • pengetahuan dan pengalaman


Kontekstual dan/atau baru
relevan dengan
a kehidupan nyata
• Keterkaitan dengan pengalaman
sebelumnya
• Kebermanfaatan pengalaman belajar
untuk diterapkan dalam konteks baru
• Keterkaitan dengan bidang ilmu lain
• Pembelajar sepanjang hayat
Menggembirak • Lingkungan pembelajaran yang interaktif
• Aktivitas pembelajaran yang menarik
an
• Menginspirasi
• Tantangan yang memotivasi
• Tercapainya keberhasilan belajar (AHA
moment)

Penerapan prinsip pcmbelajaran mendalam dapat terjadi


seсara terpisah ataupun simultan dan tidak harus
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
berurutan Bermutu untuk Semua • Hal. 21
3 Tahapan Pengalaman 1/2

Belajar
Pengalaman belajar dilakukan
secara bertahap untuk
mencapai level PM
• Pengetahuan Esensial
• Pengetahuan Aplikatif
• Pengetahuan Nilai dan
Karakter

Pendalaman

Pengetahuan Regulasi

Diri

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 22
3 Tahap Pengalaman 2/2

Belajar Memahami
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi
pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep
atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan
pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan
aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.

Mengaplikasi
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik
mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara
kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik
melalui pendalaman pengetahuan.

Merefleksi
Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai
proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah
mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri
sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses
belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan,
pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 23
Pengalaman Memaha 1

Belajar mi
Jenis Karakterist Conto
Pengetahuan ik h
• Pengetahuan Esensial • Menghubungkan pengetahuan • Mengeksplorasi pengalaman-
• Pengetahuan Aplikatif baru dengan pengetahuan pengalaman peserta didik
• Pengetahuan Nilai dan sebelumnya terhadap permasalahan sosial
Karakter • Menstimulasi proses berpikir di masyarakat sebelum
peserta didik menyampaikan topik
• Menghubungkan dengan konteks permasalahan sosial pada
nyata dan/atau kehidupan sehari- pembelajaran IPS
hari • Memberikan data
• Memberikan kebebasan kemiskinan di Indonesia serta
eksploratif dan kolaboratif meminta peserta didik untuk
• Menanamkan nilai-nilai moral memahami dan memberikan
dan etika dan nilai positif tanggapan
lainnya
• Mengaitkan pembelajaran
dengan pembentukan karakter
peserta didik

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 25
Pengalaman Memaha 1

Belajar mi
Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan Nilai dan
Esensial Aplikatif Karakter
Pengetahuan dasar yang Pengetahuan yang berfokus pada Pengetahuan yang berkaitan
fundamental dalam suatu bidang penerapan konsep, teori, atau dengan pemahaman tentang
atau disiplin ilmu, yang harus keterampilan dalam situasi nyata. nilai-nilai moral, etika, budaya,
dipahami dan dikuasai untuk Pengetahuan ini digunakan untuk dan kemanusiaan yang berperan
membangun pemahaman yang menyelesaikan masalah, penting dalam membentuk
lebih kompleks dan dapat membuat keputusan, atau kepribadian, sikap, dan perilaku
diterapkan dalam berbagai konteks menciptakan sesuatu yang seseorang
Contoh: Bahasa (Kosa kata, tata Contoh: Bahasa (Memahami cara
berdampak.
bahasa dasar, pengetahuan Contoh: Bahasa (Memahami menggunakan bahasa untuk
wacana, dan empat keterampilan cara menggunakan membangun hubungan baik,
berbahasa) keterampilan menulis untuk menghindari konflik, serta
membuat laporan atau bahan menunjukkan empati dan kepedulian)
presentasi yang efektif)

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 26
Pengalaman Mengaplika 2

Belajar si
Pendalaman Karakterist Conto
Pengetahuan ik h
Memperluas atau mengembangkan • Menghubungkan konsep baru Topik: Persamaan Linear
pemahaman terhadap konsep dengan pengetahuan • Dasar: Peserta didik memahami
dengan menghubungkannya ke sebelumnya. bentuk umum persamaan linear
situasi baru, pengalaman lain, atau • Menerapkan pengetahuan ke dan cara menyelesaikannya.
bidang ilmu yang berbeda. dalam situasi nyata atau bidang • Pendalaman Pengetahuan:
lain. Peserta didik menerapkan
• Mengembangkan persamaan linear dalam
pemahaman dengan masalah keuangan, seperti
eksplorasi lebih lanjut. menghitung keuntungan bisnis
• Berpikir Kritis dan mencari atau menentukan titik impas
solusi inovatif berdasarkan dalam penjualan produk.
pengetahuan yang ada.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 27
Pengalaman Mereflek 3

Belajar si
Regulasi Karakterist Conto
Diri ik h
Individu mampu mengendalikan • Memotivasi diri sendiri untuk • Menyampaikan motivasi
pikiran, emosi, dan perilaku dalam terus belajar bagaimana cara belajar sesuai pengalaman
mencapai tujuan tertentu. Dalam belajar yang diperoleh
konteks pendidikan, regulasi diri • Refleksi terhadap pencapaian • Penilaian diri sendiri
sangat penting bagi peserta didik tujuan pembelajaran (evaluasi terhadap pencapaian tujuan
untuk mengelola proses belajar diri) pembelajaran
mereka secara mandiri dan efektif. • Menerapkan strategi berpikir • Peserta didik dapat membuat
• Memiliki kemampuan ringkasan materi yang
metakognisi (meregulasi diri dipahami untuk menguji
dalam pembelajaran) pemahaman mereka sendiri.
• Meregulasi emosi • Peserta didik mampu
dalam pembelajaran mengendalikan emosi negatif
seperti kecemasan, stres, dan
frustasi saat belajar dengan
strategi coping seperti bernapas
dalam-dalam, istirahat sejenak,
atau mencari dukungan sosial,
dan lain-lain.
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
Bermutu untuk Semua • Hal. 28
Contoh Pengalaman PM pada
Ranah Kognitif

Pengalaman Belajar PM Contoh Pengalaman Belajar pada Topik Fotosintesis

Merefleksi Peserta didik mengaitkan fotosintesis dalam konteks yang lebih


luas dan menyadari perannya terhadap isu nyata seperti
ketersediaan pangan, perubahan iklim, dan sebagainya.

Mengaplikasi Peserta didik menerapkan proses fotosintesis dan


keterkaitannya dengan isu ketersediaan tanaman pangan.

Memahami Peserta didik menjelaskan beberapa elemen yang terlibat


dalam fotosintesis, namun tidak dapat mengaitkan antar
proses fotosintesis.
Peserta didik dapat memberikan defi nisi
fotosintesis namun belum dapat menjelaskan
bagaimana atau mengapa fotosintesis terjadi.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 29
Contoh Pengalaman PM pada
Ranah Afektif dan Psikomotorik
Pengalaman Belajar PM Afektif Psikomotorik

Merefleksi Sikap dan perilaku dalam Keterampilan fisik, koordinasi


pembelajaran yang menunjukkan gerakan, atau tindakan nyata
bagaimana peserta didik dalam pembelajaran yang
Mengaplikasi menerima, merespons, melibatkan aktivitas motorik
menghargai, mengorganisasi, dan seperti tindakan fi sik dan praktik
menginternalisasi nilai-nilai dalam langsung.
kehidupan mereka.
Contoh: peserta didik
Memahami
Contoh: Guru memfasilitasi mempraktikkan keterampilan
diskusi tentang isu sosial dan dalam situasi yang menyerupai
meminta peserta didik untuk dunia nyata, seperti simulasi jual
menuliskan refl eksi tentang beli di pasar atau simulasi debat.
sikap mereka.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 30
4 Kerangka Pembelajaran 1/5

1 Praktik Pedagogis 3 Lingkungan Pembelajaran


Strategi mengajar yang dipilih guru untuk Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi
mencapai tujuan belajar dalam mencapai antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya
dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam.
pembelajaran mendalam guru berfokus pada Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai
pengalaman belajar peserta didik yang autentik, tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi,
mengutamakan praktik nyata, mendorong eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat
keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi. mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik
dengan optimal.

2 Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang
4 Pemanfaatan Digital
dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran
komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini penting sebagai katalisator untuk menciptakan
memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif,
menjadi kolaborasi bersama. dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber
belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan
bermakna pada peserta didik.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 31
Kerangka Pembelajaran Praktik 2/5
Pedagogis
Pembelajaran Mendalam dapat Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Pembelajaran
Berbasis Proyek, Pembelajaran Berbasis
dilaksanakan menggunakan berbagai
Masalah, Pembelajaran Kolaboratif,
praktik pedagogis dengan Pembelajaran STEM (Science, Technology,
menerapkan tiga prinsip yaitu Engineering, Mathematic), Pembelajaran
berkesadaran, bermakna, Berdiferensiasi, dan sebagainya.

menggembirakan, contohnya:
Diskusi, peta konsep, advance organiser,
kerja kelompok, dan sebagainya

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 32
Kerangka Pembelajaran Kemitraan 3/5
Pembelajaran
Kemitraan Contoh Kemitraan:
pembelajaran Lingkungan Sekolah: Kepala sekolah, pengawas sekolah,
membentuk hubungan guru, dan peserta didik, dan lainnya
yang kolaboratif untuk Lingkungan Luar Sekolah: MGMP, Mitra Profesional, Dunia
memberikan Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja, Institusi/ lembaga
pengalaman belajar, Pendidikan, Media, dan lainnya
kebaruan informasi/ Masyarakat: Orang tua, Komunitas, Tokoh Masyarakat,
serta umpan balik Organisasi Keagamaan dan/atau Budaya, dan lainnya
kepada peserta didik
melalui pengetahuan
yang kontekstual dan
nyata.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua


• Hal. 31
Kerangka Pembelajaran Lingkungan 4/5
Pembelajaran
1 2 Lingkungan pembelajaran yang mendukung

Lingkungan budaya belajar yang dikembangkan agar tercipta iklim


belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan
pembelajaran
untuk pembelajaran yang kondusif, interaktif, dan
menekankan memotivasi peserta didik bereksplorasi, berekspresi, dan
integrasi antara kolaborasi.
budaya belajar, ruang
optimalisasi ruang fisik sebagai proses interaksi langsung
fisik, dan ruang dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif,
virtual untuk meningkatkan kenyamanan, serta mendukung P M seperti
mendukung PM ruang kelas, laboratorium, ruang konseling,
lingkungan sekolah, perpustakaan, lingkungan/alam
sekitar, ruang seni, ruang praktik keterampilan,
ruang ibadah, aula/auditorium, museum, dan lainnya

pemanfaatan ruang virtual untuk interaksi, transfer ilmu,


penilaian pembelajaran tanpa keterbatasan ruang fisik,
seperti desain pembelajaran daring, Pembelajaran
platform Mendalam Menuju Pendidikan
Bermutu untuk Semua • Hal. 29
pembelajaran daring/hybrid, dan penilaian daring, dan
Transformasi Peran Guru dalam
Ekosistem PM

Guru sebagai
Aktivator

Guru sebagai
Kolaborator

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 37
Guru sebagai
Pengemban
g Budaya
Belajar
Peran Guru dalam
Pembelajaran Mendalam

Aktivator Kolaborator Pengembang Budaya


Guru menstimulasi Guru membangun Belajar
peserta didik untuk kolaboratif inkuiri
Guru memberikan kepercayaan
mencapai tujuan dengan peserta didik,
dan peluang mengambil resiko
pembelajaran dan kriteria rekan sejawat, keluarga,
(risk-taking) kepada peserta didik
kesuksesan pembelajaran masyarakat, mitra profesi
untuk mengembangkan
dengan berbagai strategi dan DUDIKA, dalam mitra
kreativitas dan berinovasi, dan
serta memberikan umpan lainnya dala
melibatkan peserta didik dalam
balik untuk menstimulasi mengembangkan dan
mengembangkan pengalaman
setiap level pencapaian berbagi pengalaman
belajar, serta menciptakan
yang lebih tinggi nyata dalam penerapan
lingkungan pembelajaran yang
PM
mendukung PM

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 38
Elemen Pemerinta
h Daerah
Pemerinta
h Pusat

Ekosistem
Satuan
Pendidikan

Teknologi
Digital
Keluarg
a
Medi
Guru a
Masyarak dan
at Siswa Mitra
Profesi
dan
DUDIKA

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 39
Implementasi
Pembelajaran Mendalam
2
Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran dengan
prinsip berkesadaran, bermakna,
1 dan menggembirakan melalui
pengalaman belajar memahami,
Perencana m e n g a p l i k a s i d a n merefleksi
an
Perencanaan P M melalui refl eksi 3
guru terhadap diri sendiri,
Asesmen
karakteristik peserta didik,
materi pelajaran, sumber daya Asesmen tidak hanya berfokus pada
dan mitra pembelajaran penguasaan teori, tetapi juga pada
pemahaman konseptual yang
mendalam, keterampilan berpikir
kritis, serta penerapan dalam
kehidupan nyata

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 40
RPP
Pembelajaran Mendalam
Perencanaan Pembelajaran Mendalam

1 Identifikasi 2 Desain Pembelajaran


[Link] capaian pembelajaran
[Link] kesiapan peserta [Link] topik pembelajaran yang kontekstual dan relevan
didik [Link] lintas disiplin ilmu yang relevan dengan topik
[Link] karakteristik materi
pelajaran d. Menentukan tujuan pembelajaran
e. Menentukan kerangka pembelajaran (praktik pedagogis, kemitraan
c. Menentukan Dimensi Profil Lulusan
pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

4 Asesmen 3 Pengalaman Belajar


[Link] pada awal pembelajaran a. Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna,
dan menggembirakan
[Link] pada proses pembelajaran b. Merancang tahapan pembelajaran dengan langkah-langkah
kegiatan awal, inti dan penutup
[Link] pada akhir pembelajaran
c. Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi,
dan merefleksi

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal.


Peserta Didik (optional): Identifikasi kesiapan peserta didik sebelum belajar, seperti pengetahuan awal, minat, latar belakang, dan kebutuhan
belajar, serta aspek lainnya
Materi Pelajaran (optional): Tuliskan analisis materi pelajaran seperti jenis pengetahuan yang akan dicapai, relevansi dengan
kehidupan nyata peserta didik, tingkat kesulitan, struktur materi, serta integrasi nilai dan karakter, dan lainnya

Identifikasi Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah dimensi profil lulusan yang akan dicapai dalam pembelajaran

Capaian Pembelajaran (optional ): Tuliskan capaian pembelajaran sesuai fase

Lintas Disiplin Ilmu (Optional) : Tuliskan disiplin ilmu dan/atau mata pelajaran yang relevan

Tujuan Pembelajaran : Merupakan pernyataan yang merumuskan kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik setelah
menyelesaikan suatu proses pembelajaran. Tujuan ini mencakup aspek utama, yaitu subjek belajar, pengetahuan keterampilan atau sikap
yang harus dikuasai dengan kata kerja operasional yang terukur, kondisi atau konteks peserta didik mendemonstrasikan
kompetensinya, serta tingkat pencapaian yang menjadi indikator keberhasilan. Jika lebih dari satu pertemuan maka tuliskan tujuan
pembelajaran setiap pertemuannya
Topik Pembelajaran: Tuliskan topik pembelajaran yang relevan dengan capaian dan tujuan pembelajaran
Desa
in Praktik Pedagogis: Model/Strategi/Metode yang ditentukan oleh guru untuk mencapai tujuan belajar dalam
mencapai dimensi profil lulusan. Contoh: pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek,
Pembelaj pembelajaran inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya
aran
Kemitraan Pembelajaran (Optional): Mitra kerjasama untuk berkolaborasi dan berperan dalam pembelajaran (lingkungan sekolah,
lingkungan luar sekolah, masyarakat). Misalnya guru bidang studi lain, peserta didik lain, orang tua, komunitas, tokoh masyarakat, dunia
usaha dan dunia industri kerja, institusi, atau mitra profesional
Lingkungan Pembelajaran: Lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya
belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Contoh: lingkungan sekolah, Learning Management System (LMS), dukungan
guru untuk meningkatkan keaktifan peserta didik
Pemanfaatan Digital ( Optional): Pemanfaatan teknologi digital menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan
kontekstual. Contoh: perpustakaan digital, forum diskusi daring, dan penilaian daring
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
Bermutu untuk Semua • Hal. 43
Langkah-Langkah Pembelajaran

AWAL (Optional) (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, menggembirakan)

Pembuka dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik sebelum memasuki inti pembelajaran. Kegiatan
dalam tahap ini meliputi orientasi yang bermakna, apersepsi yang kontekstual, dan motivasi yang menggembirakan

INTI (optional)

Pada tahap ini, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi. Guru menerapkan prinsip
pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar tidak harus
dilaksanakan dalam satu kali pertemuan

Memahami (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal


Pengala berkesadaran, bermakna, menggembirakan) 1.
man 2.
Bela
jar Mengaplikasi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal
berkesadaran, bermakna, menggembirakan) 1.
2.

Merefl eksi (tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal


berkesadaran, bermakna, menggembirakan) 1.
2. Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
Bermutu untuk Semua • Hal. 44
PENUTUP ( optional) (Tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan)

Tahap akhir dalam proses pembelajaran yang bertujuan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman
belajar yang telah dilakukan, menyimpulkan pembelajaran, dan siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.

Asesmen pada Awal Pembelajaran: Asesmen dalam pembelajaran mendalam disesuaikan dengan assessment as
learning, assessment fior learning, dan assessment ofi learning. Tentukan metode atau
Asesm
Asesmen pada Proses Pembelajaran: cara yang digunakan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian
en kompetensi peserta didik. Contoh: Tes tertulis, Tes lisan, Penilaian Kinerja,
Pembelaj Asesmen pada Akhir Pembelajaran: Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Peer Assessment, Selfi
aran Assessment, penilaian berbasis kelas, dan sebagainya
instrume
n
verifikasi
KSP
Contoh Perencanaan Pembelajaran 1/6

Mendalam
1 Identifikasi Peserta Didik 3 Dimensi Profil
Peserta didik memiliki pengetahuan dasar yang Lulusan
bervariasi mengenai isu-isu lingkungan, perlu memiliki DPL1 DPL2 DPL3
Keimanan dan Kewargaa Penalaran
kesadaran perannya terhadap keseimbangan ekosistem, Ketakwaan n Kritis
menunjukkan minat tinggi dalam kegiatan berbasis terhadap Tuhan
proyek. YME
DPL5 DPL6
DPL4 Kolaborasi Kemandiria
2 Identifikasi Materi Pelajaran Kreativitas
DPL8
n

Materi ekosistem dapat mencakup pengetahuan DPL7 Komunika


Kesehatan si
faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif.
Materi ini dirancang relevan dengan kehidupan nyata,
seperti memahami dampak aktivitas manusia terhadap 4 Capaian Pembelajaran
ekosistem sungai, serta aplikatif melalui kegiatan
Peserta didik menyelidiki bagaimana hubungan
seperti proyek pengelolaan sampah.
saling ketergantungan antar komponen biotik-
abiotik dapat memengaruhi kestabilan suatu
ekosistem di lingkungan sekitarnya.

5 Topik Pembelajaran
Peran Manusia dalam Menjaga
Ekosistem
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
Bermutu untuk Semua • Hal. 46
Contoh Perencanaan Pembelajaran 2/6

Mendalam
6 Tujuan 9 Lingkungan Pembelajaran
Pembelajaran 1. Ruang Fisik: lingkungan di sekitar Sungai Ciliwung
1. Memahami
Peserta pentingnya keanekaragaman hayati
didik mampu: 2. Ruang Virtual: platform daring untuk diskusi dengan
dalam ekosistem teman
2. Mengidentifikasi dampak aktivitas manusia 3. Budaya Belajar: kolaboratif, berpartisipasi aktif,
terhadap keseimbangan ekosistem dan rasa ingin tahu
3. Melaksanakan proyek kreatif berbasis solusi
1 Pemanfaatan Digital
lingkungan untuk mencegah pencemaran pada 0 1. Perencanaan: LMS
ekosistem
2. Pelaksanaan: pertemuan daring, video, perpustakaan
7 Praktik Pedagogis daring
3. Asesmen: asesmen daring
1. Pembelajaran Berbasis Proyek
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan,
wawancara, dan presentasi

8 Mitra Pembelajaran
1. Komunitas Peduli Ciliwung (KPC)
2. Pengelola Bank Sampah Sungai
Ciliwung
3. Masyarakat Sekitar Sungai Ciliwung Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
Bermutu untuk Semua • Hal. 47
Contoh Perencanaan Pembelajaran 3/6

Mendalam
1 Langkah-Langkah
1
Pembelajaran
Awal (Berkesan,
Bermakna)
1 Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan sapaan ramah untuk menciptakan
suasana positif
2 Guru menerapkan teknik permainan pemusatan
konsentrasi
3 Guru memulai dengan video singkat perbedaan kondisi sungai yang bersih
dan tercemar
4 Guru memberikan pertanyaan pemantik “Bagaimana kondisi makhluk hidup pada kedua sungai tersebut?ˮ untuk menstimulasi empati
peserta didik
5 Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan pada websites tentang Sungai Ciliwung
yang Tercemar
6 Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk menumbuhkan kesadaran pencemaran sungai akibat sampah
sehingga berdampak pada kondisi makhluk hidup di sungai

“Apa penyebab terjadinya pencemaran sungai?ˮ

“Apakah sungai yang tercemar mempengaruhi kondisi makhluk hidup di sana?ˮ

7 Memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan peran
peserta didik "Apa yang bisa kita lakukan untuk melestarikan sungai kita?"

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 48
Contoh Perencanaan Pembelajaran 4/6

Mendalam
1 Langkah-Langkah
1
Pembelajaran
Inti (bermakna,
menggembirakan)
Memaha Mengaplika
mi si
1 Berdiskusi, membaca artikel, eksplorasi sumber informasi pada 1 Peserta didik melakukan kunjungan lapangan ke Sungai
buku, e-book, artikel, dan websites melalui internet tentang Ciliwung untuk mengidentifikasi masalah kelangsungan
keanekaragaman hayati dan ekosistem sungai ekosistem sungai
2
a. Apa definisi ekosistem? Peserta didik melakukan interview dengan masyarakat di
b. Apa saja macam-macam ekosistem? sekitar sungai ciliwung
c. Apa definisi keanekaragaman hayati? 3
Peserta didik menyimak penjelasan dari Komunitas Peduli
d. Mengapa keanekaragaman hayati penting bagi
Ciliwung dan Pengelola Bank Sampah
kelangsungan ekosistem?
4
e. Apakah aktivitas manusia mempengaruhi kelangsungan Guru dan narasumber menumbuhkan kesadaran kepada
ekosistem sungai? Peserta didik tercemarnya sungai akibat sampah yang tidak
5 dikelola dengan baik
2 Membuat peta konsep tentang ekosistem, keanekaragaman
hayati, dan kelangsungan ekosistem sungai
Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui zoom dan guru
6 pendamping untuk merancang proyek pengelolaan sampah

Peserta didik mengembangkan proyek pengelolaan sampah di


sekolah contohnya: membuat tempat sampah berdasarkan
jenisnya, ecobrick, 3R, bank sampah, dan sebagainya (dilakukan
diferensiasi produk/ide)

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 49
Contoh Perencanaan Pembelajaran 5/6

Mendalam
1 Langkah-Langkah
1
Pembelajaran
Inti (bermakna, Penutup
menggembirakan) (berkesadaran)
1 Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran

Merefleksi (berkesadaran,
Peserta didik melakukan uji coba proyek dan atau 2 Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
1
bermakna)
mempresentasikan hasil proyeknya selanjutnya dan strategi belajar yang akan digunakan (contoh:
topik yang akan dipelajari, mitra yang akan diundang,
2 Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman, guru, dan eksperimen yang akan dilakukan, sumber/media pembelajaran
salah satu narasumber dari Komunitas Peduli Ciliwung dan yang digunakan)
Pengelola Bank Sampah 3
3 Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai
Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap pencapaian proyeknya
proyek yang telah dilakukan
4
Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap
pencapaian tujuan pembelajaran
5
Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 50
Contoh Perencanaan Pembelajaran 6/6

Mendalam
12 Asesmen
Pembelajaran

Asesmen pada Awal


Pembelajaran

Asesmen pada Proses


Pembelajaran

Asesmen pada Akhir


Pembelajaran

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 51
Pelaksanaan Pembelajaran
Mendalam
1. Penyampaian materi sesuai tahapan berpikir peserta didik untuk mendukung
pencapaian kedalaman pemahaman konsep peserta didik
2. Model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat digunakan dengan prinsip
pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
3. Penerapan pembelajaran bermakna dengan pemanfaatan lingkungan sekitar, seperti
pemanfaatan lingkungan sekolah, lingkungan alam sekitar, lingkungan sosial, dan
sebagainya
4. Prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dapat berada
dalam beberapa kegiatan pembelajaran tidak harus berurutan dan/atau simultan
5. Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dilaksanakan dengan
langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan kondisi pembelajaran,
serta inovasi guru
6. Sintak/Langkah-langkah pembelajaran pada model-model atau strategi pembelajaran
yang ada dapat
diadaptasi sesuai pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi
7. Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi dilakukan dalam
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
beberapa langkah pembelajaran yang pelaksanaannya disesuaikan dengan konteks
Bermutu untuk Semua • Hal. 52
Pelaksanaan Pembelajaran
Mendalam
8. Pengalaman belajar melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga adalah
pengembangan diri yang holistik dan integratif yang mencakup aspek intelektual, sosio-
emosional, spiritual, dan fisik. Sehingga pembelajaran menghasilkan pribadi yang memiliki
kompetensi utuh dan seimbang sesuai fitrahnya
9. Topik pembelajaran dikaitkan dengan lintas ilmu (multi/inter disiplin) atau terkait dengan
bidang ilmu atau mata pelajaran yang dipelajari peserta didik
10. Penerapan pembelajaran mendalam disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata
pelajaran
11. Kemitraan yang melibatkan berbagai pihak baik lingkungan sekolah, luar sekolah, dan
masyarakat untuk mendukung pembelajaran mendalam
12. Lingkungan pembelajaran diciptakan merupakan integrasi ruang fisik, ruang virtual dan
budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam
13. Pemanfaatan teknologi digital akan menguatkan pembelajaran mendalam pada perencanaan,
pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran
14. Asesmen menggunakan assessmcnt as learning, assessmcnt for learning, assessment of learning.
Pada P M menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
Bermutu untuk Semua • Hal. 53
Contoh Pelaksanaan PM pada 1/2
Mata Pelajaran

Agama Pendidikan Matematika


Pembelajaran agama yang berfokus
pada pengembangan spiritual,
Pancasila Pembelajaran yang mengembangkan
pola pikir logis, pemecahan masalah,
Pembelajaran yang membentuk
karakter, akhlak dan atau moral dan keterampilan analitis dan
peserta didik menjadi warga negara
melalui penanaman keyakinan dan komputatif, contoh: Pembelajaran
yang baik, bertanggung jawab,
nilai agama, serta penerapannya Berbasis Masalah yang memberikan
memiliki kesadaran terhadap hak
dalam kehidupan peluang peserta didik untuk
serta kewajibannya dalam kehidupan
sehari-hari. Contoh: Experiential memecahkan masalah nyata seperti
berbangsa dan bernegara, dan
Learning yang mengajarkan nilai-nilai komposisi dan nilai kalori makanan
mampu berpartisipasi dalam
agama melalui pengalaman kehidupan bergizi dengan menggunakan
kehidupan bermasyarakat, contoh:
sehari-sehari seperti peserta didik konsep proporsi, persentase dan
Studi Kasus yang memberikan
diberikan isu atau realita kenakalan pengukuran untuk makanan sehat
peserta didik untuk menyelesaikan
remaja, kemudian diminta untuk dan bergizi.
permasalahan pada isu sosial, politik,
mencermati dan mengajukan solusi
atau hukum dengan mencari solusi
berdasarkan nilai-nilai agama.
berdasarkan prinsip demokrasi dan
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
Pancasila. Bermutu untuk Semua • Hal. 54
Contoh Pelaksanaan PM pada 2/2
Mata Pelajaran

Bahasa IPA Ilmu Sosial


Pembelajaran yang mengembangkan Pembelajaran yang berfokus pada Pembelajaran yang menekankan
keterampilan komunikasi, pemahaman tentang alam semesta, pada kehidupan sosial, interaksi
pemahaman teks, berpikir kritis, fenomena alam, dan prinsip ilmiah manusia, dan dinamika masyarakat
ekspresi gagasan, dan pemahaman untuk mengembangkan pengetahuan, untuk membentuk wawasan
budaya, contoh: Pembelajaran keterampilan berpikir ilmiah, bekerja kebangsaan serta keterampilan
Berbasis Inkuiri yang memberikan ilmiah, serta sikap peduli terhadap berpikir kritis, contoh: Pembelajaran
kesempatan peserta didik lingkungan, contoh: Pembelajaran Kontekstual dengan
mengeksplorasi bahasa dengan Berbasis Proyek dengan memberikan membandingkan
mengumpulkan, mengolah dan pengalaman kepada peserta didik nilai-nilai dan permasalahan pasar
mengevaluasi informasi terkait untuk membuat proyek energi modern dan pasar tradisional pada
permasalahan sosial di masyarakat terbarukan untuk mengatasi sudut pandang sosial dan ekonomi
untuk mendapatkan pengetahuan permasalahan lingkungan. dan memberikan solusi permasalahan
baru. tersebut.

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 55
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran 1/2

Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model
Pembelajaran Inkuiri Memahami (Berkesadaran, Bermakna)

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 57
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran 1/2

Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model
Pembelajaran Inkuiri
Memahami Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
(Berkesadaran, Bermakna)

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 58
Contoh Pelaksanaan Pembelajaran 2/2

Mendalam
Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran,
Merefleksi dan adaptasi
(Berkesadaran, Model
Bermakna)
Pembelajaran Inkuiri
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 59
Prinsip Asesmen
Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik yang mencakup tiga
fungsi asesmen sebagai berikut:

Asesmen sebagai Pembelajaran Asesmen untuk Pembelajaran Asesmen dalam Pembelajaran


(Assessment as Learning) (Assessment for Learning) (Assessment of Learning)

Asesmen untuk refleksi proses Asesmen untuk perbaikan proses Asesmen untuk mengukur
pembelajaran dan refleksi diri pembelajaran berfungsi sebagai capaian pembelajaran peserta
peserta didik umpan balik membantu peserta didik pada akhir pembelajaran
didik memahami progres belajar
mereka, serta refleksi guru
Contoh: mengajar Contoh:
Jurnal reflektif, selfi- Tes lisan, tes tertulis,
assessment, peer assessment, Contoh: laporan, penilaian proyek,
checklist kemajuan belajar, Peta konsep, umpan balik portofolio, dan lainnya
dan lainnya formatif, observasi,
pertanyaan diagnostik, dan
lainnya

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan


Bermutu untuk Semua • Hal. 60
PM dalam Taksonomi Pembelajaran Ranah Kognitif
Pembelajaran
Mendalam
Menuju Pendidikan
Memuliakan Bermutu
Setiap Individu. untuk
Menghargai Semua
keunikan, potensi, dan pengalaman belajar peserta
didik dengan menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung pertumbuhan.

Transformasi Pembelajaran. Mewujudkan pendidikan yang berkesadaran, bermakna, dan


menggembirakan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik secara optimal.

Pendekatan Holistik. Mengembangkan peserta didik secara utuh melalui olah pikir, olah hati,
olah rasa, dan
olah raga agar siap menghadapi tantangan kehidupan.

Kolaborasi Ekosistem Pendidikan. Keberhasilan pembelajaran mendalam memerlukan sinergi


antara guru, peserta didik, orang tua, masyarakat, dan mitra pendidikan.

Pendidikan Masa Depan. Memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan


pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel, serta menyiapkan generasi unggul yang
berkarakter. Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan
Bermutu untuk Semua • Hal. 62
Kementerian Pendidikan Dasar dan
Menengah Republik Indonesia

Terima
Kasih

Kontak Kami:
kurikulum@kemdikbud.g
[Link]
CLOSING STATEMENT

Serupa para pengukir, yang memiliki pengetahuan mendalam tentang keadaan kayu,
jenisnya, keindahan ukiran, dan cara mengukirnya; seperti itulah guru seharusnya
memiliki pengetahuan mendalam tentang seni mendidik.

Bedanya, guru mengukir manusia yang memiliki hidup lahir dan batin.

Ki Hadjar Dewantara

Anda mungkin juga menyukai