0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan23 halaman

Panduan Lengkap Sistem ERP dan Modulnya

Dokumen ini membahas sistem ERP (Enterprise Resource Planning) yang mengintegrasikan semua proses bisnis dalam organisasi ke dalam satu sistem perangkat lunak multimodule. Sistem ERP mencakup berbagai modul seperti keuangan, sumber daya manusia, pengadaan, dan manajemen rantai pasokan, serta mendukung e-commerce dan interaksi dengan mitra dagang. Evolusi sistem ERP telah menjadikannya penting bagi operasi sehari-hari perusahaan, dengan kebutuhan untuk meningkatkan layanan pelanggan dan memanfaatkan teknologi baru seperti cloud computing.

Diunggah oleh

hayyu atika sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan23 halaman

Panduan Lengkap Sistem ERP dan Modulnya

Dokumen ini membahas sistem ERP (Enterprise Resource Planning) yang mengintegrasikan semua proses bisnis dalam organisasi ke dalam satu sistem perangkat lunak multimodule. Sistem ERP mencakup berbagai modul seperti keuangan, sumber daya manusia, pengadaan, dan manajemen rantai pasokan, serta mendukung e-commerce dan interaksi dengan mitra dagang. Evolusi sistem ERP telah menjadikannya penting bagi operasi sehari-hari perusahaan, dengan kebutuhan untuk meningkatkan layanan pelanggan dan memanfaatkan teknologi baru seperti cloud computing.

Diunggah oleh

hayyu atika sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN MANAJEMEN

E n t e r p r i s e R e s o u r c e P l a n n i n g
( E R P ) S y s t e m s
K E LO M P O K 5

I n d a h E r n a S a r i 1 8 2 0 5 3 2 0 0 8
E l s a F i t r i U t a m i 1 8 2 0 5 3 2 0 2 2
Yu n i l a D w i P u t r i 1 8 2 0 5 3 2 0 2 9
M e l i a Yu l i a n t i 1 8 2 0 5 3 2 0 3 6
OVERVIEW ERP SYSTEMS

Secara umum, semua proses bisnis Sistem ERP pertama adalah sistem MRP II yang
organisasi harus dikontrol oleh satu sistem dimodifikasi. Perusahaan perangkat lunak
software yang menggabungkan semua seperti SAP mengembangkan perangkat lunak
proses. Sistem ERP adalah infrastruktur TI MRP II mereka menjadi produk yang kemudian
yang memfasilitasi e-commerce dan e-bisnis. dikenal sebagai sistem ERP. Sistem ERP
Sistem ERP dan e-bisnis saling mendukung umumnya berbasis modul dan mencakup area
bagian-bagian organisasi. Enterprise fungsional berikut:
Resource Planning (ERP) Systems merupakan 1. Financial
sistem perangkat lunak multimodule yang 2. Sumber daya manusia
mengintegrasikan semua proses bisnis dan 3. Pengadaan dan logistik
fungsi seluruh organisasi ke dalam sistem 4. Pengembangan produk dan manufaktur
tunggal. 5. Penjualan dan layanan
2
Sistem ERP menggunakan dua database yang berbeda

DATABASE OPERATIONAL DATA WAREHOUSE


Database operasional berisi data yang Data yang diambil dari data
diperlukan untuk melakukan operasi operational perusahaan yang
sehari-hari dan menghasilkan laporan digunakan untuk pengambilan
manajemen. Database operasional keputusan managemen yang
berisi data yang terus diperbarui saat sifatnya dtidak berubah secara
transaksi diproses. Setiap kali cepat
transaksi baru selesai, bagian dari
data operasional harus diperbarui.

3
A n E R P S y s t e m s
1960 -
HISTORY
of ERP Systems
1970
Generasi pertama disebut materials
requirements planning (MRP)
memungkinkan manajer pabrik untuk
mengoordinasikan perencanaan produksi

1980- dan persyaratan bahan baku

an
Perangkat lunak MRP untuk menyediakan
pembelian bahan baku untuk mendukung
kebutuhan manufaktur. Tujuan MRP II adalah
untuk mengintegrasikan unit manufaktur,
teknik, pemasaran, dan keuangan

1972
Lima innovator Systems, Applications, and
Products in Data Processing (SAP). SAP
merancang sistem ERP pertama. SAP
dimaksudkan untuk mengintegrasikan semua
proses bisnis, bukan hanya manufaktur, dan
1978
dikembangkan SAP release 2 atau SAP
R/2®, dilengkapi dengan kebutuhan data
keuangan

1990-
1992
Perangkat lunak ERP tidak menjadi populer
di pasar perangkat lunak perusahaan besar.
Pada tahun 1992, SAP merilis versi
ketiganya SAP, yang disebut SAP R/3®

Akhir
1990an
Ada pertumbuhan yang sangat cepat dalam
penjualan software ERP untuk perusahaan-
perusahaan Fortune 500. Ada tiga faktor
utama berkontribusi pada pertumbuhan ini
TIGA FAKTOR UTAMA

1 Terjadinya ledakan e-commerce dan booming dot-com


yang terjadi pada akhir 1990-an.

Kemajuan signifikan dalam kemampuan pemrosesan PC


2 dan kemampuan untuk jaringan komputer dalam
konfigurasi client-server.

3 Adanya kekhawatiran tentang kompatibilitas Y2K dari


sistem software yang ada di perusahaan

7
U n t u k m e n i n g ka t ka n d a y a j u a l s o ft w a re E R P m e re ka , p e n y e d i a E R P m u l a i
m e m o d i fi ka s i s o ft w a re E R P m e re ka u n t u k m e n y e r t a ka n ke m a m p u a n e -
c o m m e rc e . Ta m b a h a n u t a m a u n t u k s i s t e m E R P a d a l a h ke m a m p u a n u n t u k
m e n d u ku n g e - c o m m e rc e .
N a m u n , e v o l u s i ke E R P I I t e rm a s u k l e b i h d a r i s e ka d a r e - c o m m e rc e . B e r b a g a i
m a c a m m o d u l u n t u k m e n i n g ka t ka n p ro s e s a n t a r a p e r u s a h a a n d a n m i t r a
d a g a n g n y a a d a l a h b a g i a n d a r i s i s t e m E R P I I . M o d u l - m o d u l i n i t e rm a s u k
manajemen hubungan pelanggan (Customer Relationship Management/ CRM)
d a n m o d u l m a n a j e m e n r a n t a i p a s o ka n ( S u p p l y C h a i n M a n a g e m e n t / S C M ) .
E v o l u s i s i s t e m E R P ke d a l a m s i s t e m E R P I I m e n g u b a h f o ku s s i s t e m E R P d a r i
p e r s p e k t i f m a n a j e m e n i n t e rn a l m e n j a d i p e r s p e k t i f i n t e r a k t i f , i n t e rn a l , d a n
e k s t e rn a l d a r i p ro s e s b i s n i s .
KARAKTERISTIK SISTEM ERP SAAT INI

Evolusi sistem ERP II telah menghasilkan sebagian besar perusahaan besar


yang menerapkan sistem ERP yang terhubung ke sistem TI mitra dagang
mereka. EDI, EDI Internet, atau extranet digunakan untuk menghubungkan
sistem ERP perusahaan ke sistem TI pemasok dan pelanggannya. Misalnya,
pemasok dapat memantau tingkat inventaris pelanggan mereka dan secara
elektronik memicu pengiriman ketika barang yang mereka suplai mencapai
tingkat pemesanan ulang yang telah diatur sebelumnya. Contoh lain dari
koneksi mitra dagang sistem ERP ini adalah bahwa pelanggan dapat
mengakses jadwal produksi pemasok untuk menilai kapan pesanannya
dapat diisi

9
1
ERP menjadi sangat penting untuk operasi
sehari-hari sehingga banyak perusahaan tidak
dapat membiarkan sistem ERP mereka menjadi
ketinggalan jaman.
Pa d a t a h u n - t a h u n
sejak 2004, Kebutuhan untuk meningkatkan layanan
pengeluaran untuk
sistem ERP
2 pelanggan melalui standarisasi dan
menggabungkan proses bisnis membutuhkan
software ERP yang dapat mendukung proses
meningkat atau standar dan gabungan.
menurun
3
Perusahaan global yang beroperasi di
berdasarkan beberapa negara mungkin memiliki sistem
ERP terpisah di berbagai negara.
b e b e r a p a f a k t o r.
Penuaan sistem ERP yang dipasang di tahun-

4 tahun sebelumnya mungkin memerlukan


penggantian untuk memenuhi permintaan
kompetitif yang dihadapi oleh perusahaan
saat ini.
Lanjutan . . .

5
Anggaran TI yang lebih besar menggantikan anggaran yang lebih ramping
karena kondisi ekonomi membaik. Ketika perusahaan meningkatkan
pengeluaran TI secara keseluruhan, pengeluaran untuk sistem ERP juga
meningkat.

6
Banyak perusahaan membutuhkan sistem yang ditingkatkan untuk
meningkatkan kepatuhan dengan Sarbanes-Oxley Act.

7
Banyak perusahaan ingin memanfaatkan teknologi baru seperti sistem ERP
berbasis cloud.

11
FINANCIAL
1 Modul financial berisi apa yang biasanya
dianggap komponen dari sistem akuntansi. Ini
termasuk buku besar dan komponen pelaporan
keuangan
SUMBER DAYA MANUSIA
2 Modul ini dalam sistem ERP menggabungkan
semua proses dan data sumber daya manusia
MODUL ERP dan penggajian
PENGADAAN DAN LOGISTIK
3 Termasuk dalam modul ERP ini adalah semua
proses dan data yang terkait dengan
pembelian dan pergerakan bahan dan barang
jadi.

4
PENGEMBANGAN PRODUK DAN MANUFAKTUR
Perencanaan, penjadwalan, dan manajemen
produksi dimasukkan ke dalam modul ini.
PENJUALAN DAN LAYANAN
5 Semua proses yang terlibat dalam mengambil
dan mengisi pesanan pelanggan dimasukkan
ke dalam modul ini.
ANALITIS
6 Modul analytics dalam sistem ERP
menggabungkan penambangan data dan alat
MODUL ERP analitis yang tepat untuk memberikan
laporan kepada manajemen.

7
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM)
Supply Chain Management atau manajemen
rantai pasokan telah menjadi aspek penting
dari banyak bisnis

8
CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT (CRM)
CRM adalah istilah untuk solusi software yang
membantu bisnis mengelola hubungan
pelanggan dengan cara yang terorganisir
Lanjutan . . .

Supply Chain Management (SCM) Customer Relationship


Management (CRM)
SCM digambarkan sebagai berikut:
• Manajemen Rantai Pasokan meliputi Strategi CRM yang sukses tidak hanya
perencanaan dan pengelolaan
semua kegiatan yang terlibat dalam bergantung pada menginstal dan
sumber dan pengadaan, konversi, mengintegrasikan paket software yang
dan semua kegiatan Manajemen
Logistik. dirancang untuk mendukung proses
• SCM adalah manajemen dan kontrol CRM. Organisasi juga harus melatih
semua bahan, dana, dan informasi
terkait dalam proses logistik, dari karyawan, memodifikasi proses bisnis
perolehan bahan baku hingga agar sesuai dengan kebutuhan
pengirimanproduk jadi ke pengguna
akhir (pelanggan). pelanggan, dan menerapkan sistem TI
• Sistem ERP sekarang termasuk yang relevan seperti modul CRM
modul SCM.
dalam sistem ERP
14
SEGMEN PASAR SISTEM ERP

Tier One Software (Software Tier Satu) biasanya


diterapkan dalam organisasi yang sangat besar dan
Tier One Software sangat mahal.
Tiga sistem ERP yang paling populer di tier one adalah
SAP, Oracle, dan Microsoft Dynamics AX (Axapta).

Ada banyak sistem perangkat lunak ERP di tingkat dua


pasar. Beberapa sistem ERP populer adalah Microsoft
Tier Two Software Dynamics GP (Great Plains), Microsoft Dynamics NAV
(Navision), Epicor ERP®,Sage 300®,Sage 500 ERP®,
Netsuite, dan Infor®.

Semua vendor ERP telah mengembangkan produk ERP


untuk cloud computing. Sebagai contoh, SAP
Cloud-Based ERP menawarkan cloud-sistem ERP berbasis kecil dan
menengah seperti (UKM) yang disebut SAP Business
ByDesign

15
IMPLEMENTASI SISTEM ERP
Manajemen organisasi harus mempertimbangkan masing-masing masalah ini sebelum atau selama
implementasi ERP.

Menyewa Konsultan Modul Best of Breed versus ERP

1 Organisasi
implementasi

dengan
sering

semua
ERP

atau
mempertimbangkan
untuk
perusahaan konsultan untuk membantu
menyewa

sebagian dari
4 Sementara sistem ERP biasanya dimaksudkan
untuk disesuaikan dengan semua proses bisnis
organisasi, beberapa ahli percaya bahwa sistem
ERP tidak selalu menawarkan solusi terbaik
implementasi. untuk semua proses.
Sistem ERP Best-Fit Business Process Reengineering

2 Ada faktor tambahan yang unik untuk


sistem ERP yang harus dipertimbangkan.
Salah satu faktor tersebut adalah area
5 Business Process Reengineering (BPR) atau
proses bisnis rekayasa ulang adalah
perubahan proses bisnis yang terencana
spesialisasi sistem. dan terorganisir untuk membuatnya agar
lebih efisien
Modul mana yang akan diterapkan Kustomisasi Sistem ERP
3 Sistem ERP memiliki modul yang tersedia
untuk semua proses dan fungsi khas suatu
organisasi. Namun, setiap modul tambahan
6 Dalam praktiknya, banyak organisasi ingin
melakukan penyesuaian. Namun,
kustomisasi harus dibatasi, dan organisasi
yang dipilih organisasi untuk dibeli dan harus sepenuhnya memahami biaya
diimplementasikan menambah biaya, waktu tambahan dan masalah yang melekat pada
implementasi, dan kesulitan implementasi. kustomisasi.
16
IMPLEMENTASI SISTEM ERP

Biaya Perangkat Keras dan Perangkat


Lunak Pelatihan Karyawan
7 Implementasi sistem ERP biasanya
memerlukan pembelian hardware komputer
10 Pelatihan diperlukan karena pekerja sering
kali harus belajar serangkaian proses baru.
baru, software sistem, peralatan jaringan, Seperti halnya konversi data, itu mahal dan
dan software keamanan. wakmemakan waktu untuk melatih
karyawan.
Pengujian Sistem ERP Metode Konversi ke Sistem ERP

8 Perhatikan kompleksitas potensial dari


implementasi sistem ERP. Ini dapat
11 Setelah konversi data, pelatihan, instalasi
software, dan tugas terkait, pergeseran ke
melibatkan pengintegrasian modul ERP, sistem ERP baru harus dilakukan. Ada
sistem warisan, dan modul breed terbaik. beberapa metode untuk membuat switch-
over ini. Pendekatan yang biasa dilakukan
Konversi Data adalah implementasi big bang,

9 Implementasi sistem ERP akan melibatkan


konversi data dari sistem lama. Seringkali,
data harus dibersihkan dan kesalahan harus
locationwise, dan modular

diperbaiki sebelum konversi.

17
Sifat interaktif modul memungkinkan proses

1 untuk berinteraksi satu sama lain. Misalnya,


proses pemesanan dan penerimaan dapat
secara otomatis mengaktifkan proses
pembayaran.

2
Sifat pemrosesan yang real-time mengurangi
waktu pemrosesan total dan
BENEFIT of memungkinkan umpan balik yang lebih baik
untuk manajemen
ERP System Sifat "praktik terbaik" dari proses dalam sistem ERP

3 — sistem ERP telah berevolusi dari pengalaman


bertahun-tahun software dengan
perusahaan, dan software mencerminkan praktik
berbagai

yang sudah dicoba dan benar.

4
Basis data tunggal meningkatkan pembagian
informasi antara area fungsional bisnis dan
antar proses.
Ada kemampuan untuk menganalisis sejumlah

5 besar data dalam satu database. Alat analisis


yang memungkinkan analisis terperinci dari
data di- corporasikan ke dalam sistem ERP.

Kemampuan untuk meningkatkan e-commerce

BENEFIT of 6 dan e-bisnis — sistem ERP saat ini


menggabungkan modul untuk sepenuhnya
menggabungkan e-commerce dan e-bisnis.

ERP System Sistem ERP memiliki kemampuan untuk

7 berinteraksi secara real-time dengan mitra


dagang. Sistem ERP dibangun untuk
berinteraksi dengan sistem TI mitra dagang
seperti pelanggan dan pemasok.

8
Sistem ERP bersifat skalabel, yang artinya
mereka dapat tumbuh bersama bisnis.
Ringkasan lima dimensi dari manfaat ERP oleh Shang dan
Seddon yang diperoleh dari studi yang mereka lakukan

Operasional Infrastruktur IT Organisasi


 Penguranganbiaya dan waktu siklus  Membangun fleksibilitas bisnis untuk perubahan
 Peningkatan produktivitas, kualitas, dan layanan pelanggan. saat ini dan masa depan
Manajerial  Pengurangan biaya TI
 Peningkatan kinerja, pengambilan keputusan, dan manajemen  Meningkatkan kemampuan infrastruktur TI
sumber daya
Strategis Organisasi
 Dukungan untuk pertumbuhan bisnis dan aliansi bisnis  Mengubah pola kerja dan fokus kerja
 Membangun kepemimpinan biaya dan inovasi bisnis  Memfasilitasi pembelajaran organisasi
 Menghasilkan diferensiasi produk  Pemberdayaan
 Membangun keterkaitan eksternal  Membangun visi bersama
 Menghasilkan atau mempertahankan daya saing  Meningkatkan semangat kerja karyawan dan
 Mengaktifkan e-commerce dan meningkatkan integrasi Web kepuasan
20
RISK OF ERP SYSTEM
Risiko yang melekat dalam sistem ERP dapat dikategorikan ke dalam dua bidang risiko utama:

RISIKO IMPLEMENTASI RISIKO OPERASI


Maksud dari ERP adalah untuk Tingkat risikonya mungkin lebih besar,
mengimplementasikan sistem di karena sistem ERP perusahaannya
seluruh perusahaan dan untuk besar dan prosesnya terintegrasi.
memasukkan semua proses bisnis ke Misalnya, risiko sistem TI adalah
dalam sistem ERP, ruang lingkup, ketersediaan. Kegagalan sistem TI
ukuran, dan kompleksitas meningkat dapat menghentikan atau
secara luar biasa. Hal ini menyebabkan mengganggu operasi.
penerapan sistem ERP menjadi sangat
mahal, memakan waktu, dan
berpotensi mengganggu operasi saat
21
SISTEM ERP DAN SARBANES OXLEY ACT

1
Membuat dan mengelola daftar tugas yang tidak
kompatibel. Tugas yang tidak sesuai ini sering disebut
Sejak berlakunya Undang-Undang
kemampuan yang saling bertentangan
Sarbanes – Oxley dari 2002, sistem

2
Karena ID pengguna dan kata sandi diberikan kepada
ERP telah ditingkatkan untuk karyawan, pastikan mereka diberikan akses dan wewenang
hanya ke bagian-bagian sistem yang diperlukan
memasukkan fungsi-fungsi yang

3
Karena promosi atau perubahan pekerjaan lainnya, seorang
membantu manajemen dalam karyawan mungkin memiliki akses atau otorisasi yang
berbeda.
mematuhi bagian-bagian Undang-
Konfigurasikan sistem ERP untuk melacak dan melaporkan

4
undang. Untuk menggunakan setiap kejadian di mana seorang karyawan memulai atau
merekam suatu peristiwa dengan kemampuan yang saling
fungsi sistem ERP ini secara efektif,
bertentangan
ada beberapa langkah penting yang Pemantauan ini laporan berkala atau nyata-laporan waktu

harus dilakukan perusahaan:


5 memungkinkan palungan yang tepat untuk menentukan
apakah profil pengguna harus diubah untuk mencegah
kemampuan yang saling bertentangan di masa depan.

22
Add Image Add Image Add Image

Add Image Add Image

THANK YOU!
Any Questions?

Add Image

Common questions

Didukung oleh AI

Organizations should prioritize understanding the additional costs and inherent issues associated with ERP system customization. Management should clearly identify whether customization aligns with strategic goals and genuinely improves processes. It is crucial to weigh these factors against adhering to out-of-the-box ERP functionalities to ensure the organization does not encounter unnecessary complexities or incur excessive costs .

Contemporary ERP systems have evolved to include extensive connectivity features with trading partner systems through the use of Electronic Data Interchange (EDI), Internet EDI, or extranet. This connectivity allows suppliers to monitor customer inventory levels and trigger shipments electronically when predefined reorder levels are reached. Additionally, customers can access supplier production schedules, enabling them to evaluate when their orders will be fulfilled .

Organizations might face several challenges when implementing ERP systems due to their extensive scope and complexity. These challenges include high costs, time-consuming processes, and potential disruptions to existing operations. Implementing a system across an entire enterprise requires aligning all business processes with the ERP modules, adding layers of difficulty and the need for strategic planning to mitigate risks .

ERP systems have been adapted to aid compliance with the Sarbanes-Oxley Act by providing functions that track and report user access and activities. The systems help manage incompatible tasks, control user permissions, and ensure that only necessary system parts are accessed. These compliance functionalities allow management to monitor conflicts and adjust user profiles to prevent future issues .

Cloud-based ERP systems have significantly changed the landscape for small and medium-sized businesses by offering scalable solutions adaptable to growth needs. These systems lower initial investment barriers as they eliminate the requirement for extensive in-house infrastructure. Additionally, they provide improved access to advanced software capabilities, facilitating operational efficiency and competitive parity with larger enterprises .

ERP systems provide several benefits that help businesses maintain a competitive edge, including operational improvements like cost and cycle time reductions, and enhanced productivity and customer service. Strategically, ERP supports business growth and alliances, cost leadership, business innovation, product differentiation, and external linkages, all contributing to sustained competitiveness and e-commerce enablement. Additionally, ERP systems facilitate IT infrastructure enhancement, organizational empowerment, and increased employee satisfaction .

Strategic benefits from ERP system implementation include supporting business growth, facilitating business alliances, achieving cost leadership, fostering business innovation, and enabling product differentiation. ERP systems also create external linkages and improve competitiveness by supporting e-commerce and enhancing web integration capabilities, thus aligning organizational strategies with market demands .

Business Process Reengineering (BPR) is closely related to ERP system implementation as it involves the planned and organized change of business processes to increase efficiency. BPR requires redefining and optimizing processes before integrating them with an ERP system, ensuring that the system aligns with improved operational methods and delivers maximum benefits from technological investments .

Current ERP systems contribute to improved decision-making by integrating comprehensive data analytics tools within their structure. These tools allow for the detailed analysis of large datasets, providing management with insights into performance and supporting resource management. Real-time data interaction and process standardization further enhance the accuracy and timeliness of decision-making, leading to improved managerial outcomes .

The integration of e-commerce capabilities played a crucial role in the transition from traditional ERP systems to ERP II. This evolution was driven by the need to incorporate modules that support not only e-commerce but also enhance processes between companies and their trading partners, such as Customer Relationship Management (CRM) and Supply Chain Management (SCM). ERP II systems shifted their focus from solely internal management to also include interactive processes that are both internal and external .

Anda mungkin juga menyukai