0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Struktur dan Contoh Teks Naratif

Teks narasi adalah jenis teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara kronologis dan bersifat imajinatif, bertujuan untuk menghibur pembaca dari berbagai usia. Struktur umum teks narasi meliputi orientasi, komplikasi, resolusi, dan re-orientasi, dengan fitur bahasa seperti penggunaan past tense dan karakter spesifik. Contoh teks narasi termasuk fabel 'Kelinci dan Kura-kura' serta legenda 'Malin Kundang', yang menyampaikan moral penting tentang potensi dan penghargaan terhadap orang tua.

Diunggah oleh

Rivan Dwi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan12 halaman

Struktur dan Contoh Teks Naratif

Teks narasi adalah jenis teks yang menceritakan rangkaian peristiwa secara kronologis dan bersifat imajinatif, bertujuan untuk menghibur pembaca dari berbagai usia. Struktur umum teks narasi meliputi orientasi, komplikasi, resolusi, dan re-orientasi, dengan fitur bahasa seperti penggunaan past tense dan karakter spesifik. Contoh teks narasi termasuk fabel 'Kelinci dan Kura-kura' serta legenda 'Malin Kundang', yang menyampaikan moral penting tentang potensi dan penghargaan terhadap orang tua.

Diunggah oleh

Rivan Dwi.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Narrative text

teks narasi
• Narrative text is a type of text that tells a series of events
in a
chronological system or are interconnected. Narrative text is
generally
imaginative, aka not real or in the form of the imagination of
the author.
Narrative text adalah salah satu jenis teks yang menceritakan rangkaian peristiwa dengan sistem kronologis atau saling
terhubung. Narrative text umumnya bersifat imajinatif, alias tidak nyata atau berupa hasil imajinasi dari penulisnya.
Purpose of Narrative Text
tujuan Narrative teks

• The social function of narrative text is to entertain


the audience or [Link], this type of text
is suitable for young children, teenagers and adults.
Fungsi sosial dari narrative text adalah untuk menghibur audiens atau pembaca. Maka dari itu, jenis teks yang satu ini cocok
untuk anak kecil maupun remaja dan dewasa.
Generic Structure of Narrative Text
(Struktur Teks Naratif)

[Link]
Orientation or commonly referred to as the introduction, contains
about who, when, where a story is set.
• Orientation atau biasa disebut dengan pendahuluan, berisi tentang siapa, kapan, di mana suatu cerita ditetapkan.

[Link]
Complication tells the beginning of a problem that causes a peak
of the problem or what is commonly called a climax. This part
usually involves the main character of the story.
• Complication menceritakan awal masalah yang menyebabkan puncak masalah atau yang biasa disebut dengan klimaks. Bagian ini biasanya melibatkan karakter utama dari cerita tersebut.
3. Resolution
This part is the end of the story or the solution of the problem that
occurred. Problems can be solved can be better or even worse which will
later make the story end happily or vice versa.
• Bagian ini adalah akhir dari cerita atau berupa solusi dari masalah yang terjadi. Masalah dapat diselesaikan dapat menjadi lebih baik
atau malah lebih buruk yang nantinya akan membuat cerita berakhir dengan bahagia atau sebaliknya.

[Link]-orientation
The part is the conclusion of a story that is optional. Re-
orientation can contain moral lessons, suggestions or teachings
from the author.
• Bagian adalah penutup dari suatu cerita yang bersifat opsional. Re-orientation bisa berisi tentang pelajaran moral, saran atau pengajaran dari
penulis.
Language Feature of Narrative Text
unsur kebahasaan dari Teks Naratif

– Past tense (killed, drunk)


– Adverb of time (Once upun a time, one day)
– Time conjunction (when, then, suddenly)
-Bentuk lampau (terbunuh, mabuk)
- Adverb of time (Sekali upun a time, one day)
– Konjungsi waktu (kapan, lalu, tiba-tiba)

– Specific character. The character of the story is specific, not


general.
– Action verbs. A verb that shows an action.
– Direct speech. It is to make the story lively.
-The direct speech uses present tense.
-Karakter spesifik. Karakter ceritanya spesifik, bukan umum.
- Kata kerja tindakan. Kata kerja yang menunjukkan suatu tindakan.

- Pidato langsung. Ini untuk membuat cerita menjadi hidup.


-Pidato langsung menggunakan present tense.
Example of Narrative / contoh
narasi
The Rabbit and the Turtle
One day a rabbit was boasting about how fast he
could run. He was laughing at the turtle for being
so slow.
Suatu hari seekor kelinci membual tentang seberapa cepat dia bisa berlari. Dia menertawakan kura-kura karena sangat
lambat.

Much to the rabbit’s surprise, the turtle challenged him to a race.


The rabbit thought this was a good joke and accepted the
challenge. The fox was to be the umpire of the race. As the race
began, the rabbit raced way ahead of the turtle, just like everyone
thought.
Yang mengejutkan kelinci, kura-kura menantangnya untuk berlomba. Kelinci berpikir ini adalah lelucon yang bagus dan menerima
tantangan itu. Rubah akan menjadi wasit ras. Saat perlombaan dimulai, kelinci itu berlari jauh di depan kura-kura, seperti yang
dipikirkan semua orang.
The rabbit got to the halfway point and could not see the
turtle anywhere. He was hot and tired and decided to
stop and take a short nap. All this time the turtle kept
walking step by step by step. He never quit no matter
how hot or tired he got. He just kept going.
Kelinci sampai di titik tengah dan tidak bisa melihat kura-kura di mana pun. Dia panas dan lelah dan memutuskan untuk berhenti dan
tidur siang sebentar. Selama ini kura-kura terus berjalan selangkah demi selangkah. Dia tidak pernah berhenti tidak peduli seberapa
panas atau lelahnya dia. Dia terus berjalan.

However, the rabbit slept longer than he had thought and woke up.
He could not see the turtle anywhere! He went at full-speed to the
finish line but found the turtle there waiting for him.
Namun, kelinci itu tidur lebih lama dari yang dia kira dan bangun. Dia tidak bisa melihat kura-kura di mana pun! Dia pergi dengan
kecepatan penuh ke garis finis tetapi menemukan kura-kura di sana menunggunya
Moral Value of Fable The Rabbit and
the Turtle nilai moral dogeng kelinci dan penyu

• A weak opponent if underestimated can turn into an


invincible opponent. Never underestimate anyone.
People who look ordinary, may actually have greater
potential than us.
Lawan yang lemah kalau diremehan bisa berubah menjadi lawan yang tak bisa terkalahkan. Jangan pernah
underestimate kepada siapapun. Orang yang tampangnya biasa saja, mungkin ternyata menyimpan
potensi yang lebih besar dari pada kita.
The Legend Of MalinKundang
Long time ago, in a small village near the beach in West Sumatera, lived a
woman and her son.
Dahulu kala, di sebuah desa kecil di dekat pantai di Sumatera Barat, hiduplah seorang wanita dan putranya, Malin Kundang.

MalinKundang’s father had passed away when he was a baby, and he had to
live hard with his mother.
Ayah Malin Kundang telah meninggal dunia ketika ia masih bayi, dan ia harus hidup susah bersama ibunya.

MalinKundang was a healthy, dilligent, and strong child. He usually went to


the sea to catch fish, and brought it to his mother, or sold it in the town.
Malin Kundang adalah anak yang sehat, rajin, dan kuat. Dia biasanya pergi ke laut untuk menangkap ikan, dan membawanya ke ibunya, atau
menjualnya ke kota.

One day, when MalinKundang was sailing as usual, he saw a merchant’s ship which
was being raided by a small band of pirates.
Suatu hari, ketika Malin Kundang sedang berlayar seperti biasa, dia melihat sebuah kapal pedagang yang sedang digerebek oleh sekelompok kecil
persepertiga
With his brave and power, MalinKundang defeated the pirates.
Dengan keberanian dan kekuatannya, Malin Kundang berhasil mengalahkan para perompak.

The merchant was so happy and asked MalinKundang to sail with him.
MalinKundang agreed.
Pedagang itu sangat senang dan meminta Malin Kundang untuk berlayar bersamanya. Malin Kundang setuju.

Many years later, MalinKundang became a wealthty merchant, with a huge ship,
loads of trading goods, many ship crews, and a beautiful wife.
Bertahun-tahun kemudian, Malin Kundang menjadi saudagar kaya, dengan kapal besar, banyak barang dagangan, banyak awak kapal, dan istri yang
cantik.

In his journey, his ship landed on a beach. The villagersreconigzed him, and the
news ran fast in the town: MalinKundang became a rich man and now he is here.
Dalam perjalanannya, kapalnya mendarat di sebuah pantai. Penduduk desa mengenalinya, dan berita menyebar
dengan cepat di kota: Malin Kundang menjadi orang kaya dan sekarang dia ada sini.
His mother, in deepfulsadnees after years of loneliness, ran to the beach to meet
her beloved son again.
Ibunya, dalam kesedihan mendalam setelah bertahun-tahun kesepian, berlari ke pantai untuk bertemu lagi dengan
putra kesayangannya.
At last MalinKundang said to her “Enough, old woman! I have never had a mother
like you, a dirty and ugly peasant!” Then he ordered his crews to set sail.
Akhirnya Malin Kundang berkata kepadanya, “Cukup, wanita tua! Saya tidak pernah memiliki ibu seperti Anda, seorang petani yang kotor dan
jelek!” Kemudian dia memerintahkan anak buahnya untuk berlayar.

Enraged, she cursed MalinKundang that he would turn into a stone if he didn’t
apologize.
Marah, dia mengutuk Malin Kundang bahwa dia akan berubah menjadi batu jika dia tidak meminta maaf.

MalinKundang just laughed and set [Link] the quiet sea, suddenly a thunderstorm
came.
MalinKundang hanya tertawa dan [Link] laut yang tenang, tiba-tiba badai datang.

His huge ship was wrecked and it was too late for MalinKundang to apologized.
Kapal besarnya karam dan sudah terlambat bagi Malin Kundang untuk meminta maaf.

He was thrown by the wave out of his ship, fell on a small island, and suddenly
turned into stone.
Dia terlempar oleh ombak dari kapalnya, jatuh di sebuah pulau kecil, dan tiba-tiba berubah menjadi batu.
Conclusion / Kesimpulan

• So it can be concluded that narrative text is a text that


contains about a story (fiction / non fiction / fairy tale /
folklore / fairy tale / myth / epic) and a plot consisting of
a story climax (complication) then followed by a
resolution.
• Jadi dapat disimpulkan bahwa narrative text adalah teks yang berisi tentang kisah (fiksi / non fiksi / dongeng / cerita rakyat / dongeng /
mitos / epik) dan plot yang terdiri dari klimaks cerita (komplikasi) kemudian diikuti oleh resolusi.

Anda mungkin juga menyukai