TERAPI KOMPLEMENTER
PADA KETIDAKNYAMANAN
PADA MASA MENOPAUSE
TETI HERAWATY
NIM : 2415201265
KELAS B
DEFINISI TERAPI KOMPLEMENTER
PADA MASA MENOPAUSE
Terapi Komplementer merupakan bidang ilmu Kesehatan yang berperan dalam menangani berbagai
penyakit dengan teknik tradisional, yang juga dikenal sebagai pengobatan alternatif. Terapi
komplementer pada masa menopause merupakan terapi yang digunakan untuk meningkatkan
kesehatan selama masa menopause dengan tehnik sederhana dan pengobatan untuk gejala- gejala
tertentu yang dapat dilakukan sendiri dirumah. Terapi komplementer telah diakui dan dapat diakui
sebagai pendamping terapi dan dapat diakui sebagai pendamping terapi konvesial medis.
TUJUAN TERAPI
KOMPLEMENTER
Untuk mengurangi stress, meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, menghindari
atau meminimalkan efek samping,gejala-gejala atau mengontrol serta menyembuhkan
penyakit. Pengobatan dengan menggunakan terapi komplementer mempunyai manfaat
selain dapat meningkatkan kesehatan secara lebih menyeluruh juga lebih murah.
Terapi komplementer terutama akan dirasakan lebih murah bila klien dengan penyakit
kronis yang harus rutin mengeluarkan dana.
ASUHAN IDEAL DALAM
PRAKTIK MENOPAUSE
Menghadapi berbagai keluhan pada masa menopause , banyak wanita
yang memilih mengatasi secara non farmakologi (terapi komplementer).
Hal tersebut dikarenakan terapi komplementer dinilai lebih alami serta
lebih aman karena minimnya efek samping yang ditimbulkan dibandingkan
dengan terapi hormonal atau farmakologi.
1. AROMATERAPHY
Minyak Atsiri merupakan zat beraroma yang terdapat dalam tanaman.
Minyak ini didapatkan dari hasil pengolahan dan berasal dari berbagai
bagian tanaman seperti daun, bunga, batang, kulit, buah, biji, ataupun
akar. Minyak atsiri merupakan minyak yang sudah melewati proses
ekstraksi sehingga menjadi sangat terkonsentrasi. Cara penggunaannya
beragam bisa di hirup secara langsung maupun menggunakan diffuser .
Selain itu, aromaterapi juga berdampak positif pada detak jantung, tekanan
darah, respon terhadap stres dan juga pernapasan.
1. AROMATERAPHY
Berdasarkan beberapa hasil riset, minyak atsiri berikut disarankan untuk
dapat membantu mengatasi gejala menopause
• Pinus (pine oil) dapat mengurangi keropos pada tulang dan mencegah
osteoporosis.
• Lavender dapat mengurangi serangan rasa panas (dengan menurunkan
tingkat stres), menyembuhkan sakit kepala, meningkatkan rasa rileks dan
tidur yang berkualitas.
• Mawar dapat meningkatkan mood dan mengurangi serangan rasa panas
dengan menyeimbangkan hormon
• Geranium mempunyai manfaat yang sama dengan minyak mawar
termasuk menyeimbangkan hormon, memperbaiki siklus haid pada masa
perimenopause dan meningkatkan mood
2. AKUPRESURE
Akupresur berasal dari kata accuse dan pressure, yang berarti jarum dan
menekan. Akupresur dapat digunakan untuk mengurangi ataupun
mengobati berbagai jenis penyakit dan nyeri serta mengurangi ketegangan
dan kelelahan. Proses pengobatan dengan teknik akupresur menitik
beratkan pada titik- titik saraf tubuh. Akpresur memberikan rangsangan
dengan menggunakan jari pada titik- titik meridian tubuh yang bertujuan
untuk mempengaruhi organ tubuh tertentu dengan merangsang aliran
energi tubuh. Penelitian juga mengatakan bahwa menerapkan tekanan
pada dua titik akupuntur di kaki akan membantu mengurangi kecemasan
dan insomnia selama menopause.
3. LOVING YOGA
Berkurangnya hormon estrogen menyebabkan menurunnya fungsi organ
tubuh, khususnya organ reproduksi. Salah satu terapi komplementer yang
dapat mengurangi keluhan pada perimenopause adalah yoga. Aktifitas fisik
ini dapat menyeimbangkan perubahan hormonal, mengurangi keluhan fisik
dan psikis, memperkuat tulang dan mencegah kerapuhan tulang,
mencegah penyakit jantung, meningkatkan daya tahan tubuh, serta
meningkatkan fungsi seksual. Gerakan loving yoga fokus pada kegel, dan
gerakan otot panggul, seperti gerakan plank, upward dog, happy baby,
reclining big toe, leg up the wall dan bridge.
CONTOH GERAKAN LOVING
YOGA
Plank Bridge Happy
Baby
Downward
Leg Up Dog
4. MANFAAT SUSU KEDELAI
Salah satu terapi gizi saat menopause adalah mengkonsumsi makan yang
kaya akan fitoestrogen dimana dapat meningkatkan kembali produksi
hormon estrogen dalam tubuh. Makanan yang kaya akan fitoestrogen
tersebut diantaranya adalah makanan olahan dari kedelai baik berbentuk
tahu, tempe, tauco, susu kedelai dan kecap. Susu kedelai dibuat dengan
mengambil sari dari biji kedelai sehingga tidak membuang unsur- unsur
penting dalam kedelai. Sekarang ini susu kedelai sangat dikenal masyarakat
karena pembuatan susu kedelai relatif mudah, harganya pun dijual lebih
murah dibandingkan dengan susu sapi. Gejala pada masa menopause bisa
diatasi dengan isoflavon. Isoflavon adalah jenis zat yang berguna untuk anti
oksidan, anti kanker, anti mikroba dan anti inflamasi. Beberapa penelitian di
German wanita menopause yang rutin mengkonsumsi susu kedelai dapat
mengurangi keluhan hot flushes pada malam hari.