DASAR-
DASAR
HIPNOSIS
DAN
HIPNOTERAPI
Dr. Amira Permata Sari Tarigan, [Link], [Link]
DASAR
HIPNOSIS
1. Pra-induksi atau pre-induction
2. Induksi atau induction
3. Pendalaman atau deepening
DASAR 4. Pengujian tingkat kedalaman atau depth level test,
TAHAPAN 5. Sugesti
HIPNOSIS 6. Terminasi
7. Pasca-hipnosis atau post-hypnotic. Setelah tahap
terakhir (tahap pasca-hipnosis)
1. Pra-induksi
Tahap paling awal dan paling penting dalam rangkaian proses hipnosis. Dalam tahapan ini,
dilakukan pembangunan rapport atau rapport building. Rapport dibangun dengan tujuan untuk
menciptakan kedekatan dan kepercayaan antara sang hipnotis dan suyet.
Mengetahui tingkat sugestivitas suyet
agar dapat menentukan teknik induksi
Tes yang akan dilakukan,
sugestivitas Selain itu tes sugestivitas juga dapat
membantu meningkatkan tingkat
sugestivitas suyet
2. Induksi
Proses penting yang akan menentukan teknik
induksi yang akan diberikan
Metode untuk membawa suyet ke dalam kondisi hipnosis. Induksi terdiri dari berbagai
macam teknik, seperti relaksasi progresif (progressive relaxation), dave elman technique,
shock induction, dan lain-lain. Penggunaan teknik induksi yang tepat bergantung pada
tingkat sugestivitas suyet
Suyet dengan tingkat Teknik Dave Elman dan teknik shock induction biasanya
sugestivitas simple extended dilakukan hipnosis panggung yang
tinggi, extended progressive relaxation membutuhkan induksi dengan cepat
progressive cocok untuk suyet dengan dan singkat,. Tetapi hanya dapat
relaxation merupakan tingkat sugestivitas dilakukan kepada suyet dengan
teknik induksi yang tepat moderat tingkat sugestivitas rendah
3. Deepening
Pendalaman atau deepening dilakukan ketika suyet sudah terinduksi dan memasuki
kondisi hipnosis. Deepening dilakukan untuk membawa suyet ke dalam kondisi hipnosis
yang lebih dalam lagi
Deepening dilakukan secara imajinatif dalam kondisi hipnosis
Menghitung angka (biasanya dari 1 sampai 5)
Teknik deepening
Menuruni tangga atau lift
Membawa ke tempat yang damai/menyenangkan
Dan sebagainya
4. Depth level test
Depth level test atau pengujian tingkat kedalaman dilakukan untuk mengetahui
tingkat kedalaman suyet setelah diberikan induksi dan deepening. Beberapa sugesti
hanya dapat diberikan dalam tingkat kedalaman tertentu sehingga depth level
test diperlukan dalam proses hipnosis
Depth level test, biasanya dilakukan ideo-motor response, yaitu
pemberian respon ya/tidak oleh suyet diganti dengan gerakan
motorik. Ideo-motor response digunakan agar tidak mengganggu kondisi
hipnosis suyet, karena dengan berbicara, suyet memiliki kemungkinan
untuk kembali ke kesadaran yang lebih atas.
4. Depth level test Lanjutan …
Script yang digunakan untuk memasang ideo-motor response adalah:
”Gerakan jari telunjuk di tangan kiri anda untuk jawaban tidak dan gerakan jari telunjuk
di tangan kanan anda untuk jawaban ya.”
NOTE : Untuk mengetahui depth level dari suyet,
contoh script yang dapat digunakan adalah
Karena berada dalam kondisi (setelah memasang ideo-motor response):
hipnosis, gerakan fisik dari
suyet akan sangat halus
sehingga hipnotis/hipnoterapis ”Apakah anda sudah benar-benar berada di tempat
harus mengamati dengan baik tersebut?”
”Dari 0-100, 0 adalah kondisi tertidur lelap
sedangkan 100 adalah kesadaran penuh, apakah
anda sudah berada di bawah 50?”
5. Sugesti
Sugesti yang digunakan disesuaikan dengan tujuan hipnosis.
Entah untuk tujuan hiburan, motivasi, atau terapi.
Tersedia berbagai macam script untuk sugesti yang dapat ditemui
di berbagai buku-buku hipnosis maupun situs internet
Sugesti dilakukan dengan kalimat present tense (masa kini) sehingga kata ”akan” perlu
dihindari dan gunakan kata ”saat ini”
Dan harus meminimalkan penggunaan kata negatif seperti kata ”tidak”
• Sentuhan pribadi dan emosional juga harus disertakan agar sugesti dapat
masuk dengan baik
• Sugesti dapat ditolak oleh suyet jika bertentangan dengan nilai-nilai yang
dianut oleh suyet, sehingga kemungkinan terjadinya penyalahgunaan
hipnosis sangat kecil
6. Terminasi Mengakhiri proses hipnosis
Sugesti diberikan dan proses hipnosis dirasa akan diakhiri, maka terminasi
dapat dilakukan. Umumnya, dalam terminasi diberikan sugesti positif seperti
bangun dengan tubuh yang sehat dan sebagainya
”Baiklah, mari kita kembali berhitung dari satu sampai
lima. Ketika hitungan sudah sampai di angka lima,
anda bisa kembali membuka mata dengan perasaan
Script yang dapat yang sangat segar dan sehat. Mari kita hitung
digunakan untuk sekarang. Satu… anda mulai kembali naik ke
kesadaran perlahan-lahan. Dua… anda mulai mampu
melakukan terminasi
menggerakan jari-jari tangan dan kaki anda kembali.
adalah sebagai berikut: Tiga… anda sudah siap untuk membuka mata.
Empat… anda membuka mata perlahan-lahan. Dan
lima… kini anda membuka mata anda dan bangun
dalam kondisi yang luar biasa sehat, luar biasa segar.”
7. Post-hypnotic
Tahapan terakhir dari proses hipnosis yang
berada setelah terminasi
Beberapa saat setelah suyet membuka matanya, sebenarnya ia masih berada dalam
kondisi trance dan akan segera kembali ke kesadaran beta. Keadaan ini dapat
dimanfaatkan untuk memberikan sugesti positif kepada suyet.
”Bagaimana rasanya?”.
Akan bertanya : Kemudian suyet akan menjawab, ”Enak, rileks,
segar banget.”
DASAR
HIPNOTERA
PI
Selama sesi hipnoterapi, orang-orang dipandu melalui proses untuk menginduksi
keadaan seperti trance yang membantu mereka memfokuskan pikiran mereka, lebih siap
menanggapi saran, dan menjadi sangat santai. Hipnoterapi memanfaatkan kesadaran
yang meningkat dari keadaan hipnosis untuk membantu Anda fokus pada masalah lebih
dalam
Relaksasi
DASAR-
Suggestion
DASAR
HIPNOTER Coping Skills
API
Exploration of Past Experience
1. Relaksasi
Akan dipandu oleh
hipnoterapis untuk
memvisualisasikan diri
dalam keadaan damai dan
rileks, bahkan saat
menghadapi
perilaku bermasalah atau
objek ketakutan.
2. Suggestion
Ahli hipnoterapi dapat memberikan
saran lembut untuk perubahan perilaku
yang dapat membantu mengatasi
masalah.
Misalnya, mungkin diajarkan untuk
melihat diri sebagai penasihat yang
mendukung selama reaksi fobia,
sehingga belajar untuk mempercayai
diri sendiri dan kemampuan untuk
melewati situasi tersebut.
3. Coping skills
Mungkin diajari
keterampilan mengatasi
perilaku kognitif tertentu,
seperti imajinasi
terbimbing dan STOP!
teknik, yang dapat Anda
gunakan saat menghadapi
ketakutan atau kecemasan.
4. Exploration of past
experiences
Mungkin didorong untuk
berbicara tentang pertama kali
mengalami perilaku atau
masalah yang akan coba
diatasi dan bagaimana
perasaan saat itu
THANK
YOU