TIB-214 PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI I
ROUGH CUT
CAPACITY PLANNING (RCCP)
Program Studi Teknik
Industri - Itenas
Outline
Referensi
Pendahuluan
Rough Cut Capacity Planning (RCCP)
Hirarki Perencanaan Kapasitas
Teknik-Teknik RCCP
Capacity Planning using Overall Factors
Bill of Labor Approach
Resource Profile Approach
Tactics for Matching Capacity to
Demand
Referensi
Fogarty, D. W., Blackstone, J. H., &
Hoffman, T. R., 1991, Production &
Inventory Management, 2nd ed.,
South-Western Publishing Co., Ohio.
Chapter 12
Pendahuluan (1)
Perencanaan Kapasitas (Capacity
Planning)
Proses menentukan tingkat kapasitas yang
diperlukan untuk melakukan jadwal produksi,
dibandingkan terhadap kapasitas yang tersedia
dan tindakan-tindakan penyesuaian yang
diperlukan terhadap tingkat kapasitas atau
jadwal produksi
Elemen-elemen dalam perencanaan kapasitas
yang direncanakan,yaitu tenaga kerja, jam
mesin, fasilitas, luas gudang, dan lain-lain
Pendahuluan (2)
Perencanaan kapasitas merupakan langkah
penting untuk mencapai target produksi
Jika terjadi kekurangan kapasitas, hasilnya
berupa kekurangan pencapaian target produksi,
pengiriman produk ke konsumen terlambat dan
kehilangan kepercayaan sistem manajemen
Jika kapasitas berlebihan, mengakibatkan
utilisasi sumber rendah, operasi pabrik tidak
efisien, biaya tinggi, dan berkurangnya margin
keuntungan
Hirarki Perencanaan
Kapasitas
Capacity Management
Techniques
Long Range
Resource
Demand Production
Requirement
Mangement Planning
Planning
Master Rough Cut
Final Assembly
Production Capacity
Scheduling
Schedule Planning
Medium Range
Material Capacity
Requirements Requirement
Planning Planning
Short Range
Production
Input/ Output
Activity
Control
Control
Rough Cut Capacity
Planning (1)
Rough Cut Capacity Planning (RCCP)
menentukan kebutuhan kapasitas yang
diperlukan untuk melaksanakan MPS
Horizon waktu sama dengan MPS, biasanya 1
- 3 tahun
Interval waktu yang umum digunakan
mingguan dan direvisi mingguan atau
bulanan
RCCP alat untuk memverifikasi MPS
Rough Cut Capacity
Planning (2)
Beban kapasitas biasanya jam manusia atau
jam mesin tiap stasiun kerja
RCCP digunakan untuk menyesuaikan
kapasitas jangka menengah (medium range)
Tindakan yang mungkin dilakukan meliputi
penentuan standar peralatan mesin,
penentuan subkontrak, atau alokasi tenaga
kerja
Teknik-Teknik RCCP
Capacity Planning using Overall
Factors (CPOF)
Bill Of Labor (BOL) Approach
Resource Profile (RP) Approach
Capacity Planning using
Overall Factor CPOF (1)
Data yang diperlukan:
Master production schedule (MPS)
Waktu total yang diperlukan untuk
memproduksi suatu produk
Proporsi waktu penggunaan sumber
Capacity Planning using
Overall Factor CPOF (2)
Jika ada lebih dari satu famili, maka diperlukan
waktu total proses untuk setiap famili
CPOF mengkalikan waktu total tiap famili
terhadap jumlah MPS untuk memperoleh total
waktu yang diperlukan pabrik untuk mencapai
MPS
Total waktu ini kemudian dibagi menjadi waktu
penggunaan masing-masing sumber dengan
mengkalikan total waktu terhadap proporsi
penggunaan sumber
CPOF (3) Contoh Perhitungan
Tabel 1. MPS PT. Aladin 1991 (x 1000)
Reguler Overtime Total
Month Forecast Productio Producti Productio Inventory
n on n
15
Januari 22 15 0 15 8
Februari 8 15 0 15 15
Maret 10 15 0 15 20
April 10 15 0 15 25
Mei 20 15 0 15 20
Juni 14 15 0 15 21
Juli 8 15 0 15 28
Agustus 8 15 1 16 36
September 12 15 4 19 43
Oktober 15 15 4 19 47
November 30 15 4 19 36
Desember 40 15 4 19 15
197 180 197
CPOF (4)
Contoh Perhitungan
PT. Aladin hanya memiliki 1 famili produk lampu.
Lampu tersebut mempunyai waktu proses 0,22 jam
orang/unit lampu seperti terlihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Bill of Labor Lampu LAXX
Lampu
Stasiun kerja LAXX Proporsi
(jam)
Perakitan Lampu 0.10 0.455
Oven 0.01 0.045
Base Forming 0.05 0.227
Plastic Molding 0.02 0.091
Perakitan Socket 0.04 0.182
TOTAL 0.22 1
CPOF (6)
Contoh Perhitungan
Tabel 3. RCCP menggunakan CPOF
Bulan
Pro-
Stasiun
pors Jam
Kerja Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
i Total
Perakita
0.45 1501 150 150 150 150 150 150 160 190 190 190 190 1971
n
5 .5 1.5 1.5 1.5 1.5 1.5 1.5 1.6 1.9 1.9 1.9 1.9 9.7
Lampu
0.04 148. 148. 148. 148. 148. 148. 148. 158. 188. 188. 188. 188. 1950.
Oven
5 5 5 5 5 5 5 5 4 1 1 1 1 3
Base 0.22 749. 749. 749. 749. 749. 749. 749. 799. 948. 948. 948. 948. 9838.
Forming 7 1 1 1 1 1 1 1 0 8 8 8 8 1
Plastic 0.09 300. 300. 300. 300. 300. 300. 300. 320. 380. 380. 380. 380. 3943.
Molding 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 9
Perakita
0.18 600. 600. 600. 600. 600. 600. 600. 640. 760. 760. 760. 760. 7887.
n
2 6 6 6 6 6 6 6 6 7 7 7 7 8
Socket
Kebutuhan
330 330 330 330 330 330 352 418 418 418 418
Kapasitas Total 3300
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
(jam)
CPOF (5)
Contoh Perhitungan
Dengan mengkalikan jumlah produk dari MPS tiap
bulan (Tabel 1) dengan 0,22 diperoleh total
kebutuhan kapasitas (Tabel 3).
Sisa baris pada Tabel 3 diperoleh dengan
mengkalikan total kebutuhan kapasitas dengan
proporsi penggunaan sumber.
Contoh: January
Kebutuhan Kapasitas Total = 0.22 x 15000= 3300
Proporsi untuk Perakitan Lampu = 0.10 / 0.22 = 0.455
Kebutuhan kapasitas Perakitan Lampu = 0.455 x 3300
= 1501.5
Bill Of Labor (BOL)
Approach (1)
Data yang diperlukan:
Master production schedule (MPS)
Waktu total yang diperlukan untuk
memproduksi suatu produk
BOL Approach (2)
Contoh Perhitungan
Tabel 4. RCCP menggunakan BOL Approach
bulan
Stasiun Jam
Kerja Ma Total
Jan Feb Mar Apr Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
y
Perakitan 150 150 150 150 150 150 150 160 190 190 190 190 1970
lampu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Oven 150 150 150 150 150 150 150 160 190 190 190 190 1970
Base
750 750 750 750 750 750 750 780 950 950 950 950 9850
Forming
Plastic
300 300 300 300 300 300 300 320 380 380 380 380 3940
Molding
Perakitan
600 600 600 600 600 600 600 640 760 760 760 760 7880
Socket
Kebutuhan
330 330 330 330 330 330 330 352 418 418 418 418
Kapasitas
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Total
Bill Of Labor (BOL)
Approach (3)
Jumlah kebutuhan kapasitas yang diperlukan
diperoleh dengan mengkalikan waktu tiap
komponen yang tercantum BOL dengan jumlah
lampu yang harus dirakit setiap bulan
Jumlah yang harus dirakit diperoleh dari MPS
Contoh: January
Kebutuhan Kapasitas Perakitan Lampu
= 0.10 x 15000 = 1500
Bill Of Labor (BOL)
Approach (4)
Jika ada n produk, maka:
n
=aik bkj
Kapasitas yang diperlukan
k 1
, i,j
dengan:
aik = waktu yang diperlukan produk k di
stasiun kerja i
bkj = jumlah produk k yang akan
diproduksi pada periode j
Bill Of Labor (BOL)
Approach (5)
Bill of labor Master schedule RCCP
Product Month Month
P1 P2 M1 M2 M1 M2
Workcenter Product Workcenter
WC1 a11 a12 P1 b11 b12 WC1 c11 c12
WC2 a21 a22 P2 b21 b22 WC2 c21 c22
n
c
11
a11 b11 a12 b21
c a b
ij ik kj c
12
a11 b12 a12 b22
k 1
c 21
a21 b11 a22 b21
Bill of labor Master schedule c 22
a21 b12 a 22 b22
RCCP
Product Month Month
P1 P2 M1 M2 M1 M2
Workcenter Product Workcenter
WC1 0.3 0.2 P1 100 200 WC1 90 140
WC2 1 0.7 P2 300 400 WC2 310 480
Resource Profile (RP)
Approach (1)
Baik pendekatan BOL maupun CPOF tidak
mempertimbangkan lead time.
Kedua pendekatan tersebut mengasumsikan
bahwa seluruh komponen dibuat bersamaan
dengan perakitan.
Metode perhitungan mirip BOL +
mempertimbangkan lead-time offset
RP approach merupakan teknik RCCP yang
paling rinci tetapi tidak serinci perencanaan
kebutuhan kapasitas (capacity requirement
planning).
RP Approach (2)
Contoh Perhitungan
PT. Aladin mempunyai lead time = 3 bulan. Bulan
pertama bagian alas lampu dibuat. Bulan kedua
alas diproses dalam oven, pembuatan soket dan
renda untuk kemudian dirakit pada bulan ketiga.
Resource Profile untuk Lampu
LAXX
Sisa bulan sebelum due
Stasiun Kerja date
2 1 0
Perakitan Lampu 0 0 0.1
Oven 0 0.01 0
Base Forming 0.05 0 0
Plastic Molding 0 0.02 0
Perakitan Socket 0 0.04 0
RA Approach (3)
Contoh Perhitungan
Tabel 5. RCCP menggunakan RA Approach
Bulan
Stasiun
Kerja Jam
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Total
Perakitan 150 150 150 150 150 150 150 160 190 190 190 190 1970
lampu 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Oven 150 150 150 150 150 150 160 190 190 190 190 0 1820
Base
750 750 750 750 750 800 950 950 950 950 0 0 8350
Forming
Plastic
300 300 300 300 300 300 320 380 380 380 380 0 3640
Molding
Perakitan
600 600 600 600 600 600 640 760 760 760 760 0 7280
Socket
Kebutuhan
330 330 330 330 330 335 357 388 418 418 323 190
Kapasitas
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Total
RP Approach (4)
Contoh Perhitungan
Jika resource profile telah dibuat, RCCP
diperoleh dengan mengkalikan profil sumber
dengan MPS.
Contoh: July
Perakitan Lampu = 0.1 x 15000 (MPS July) =
1500
Oven = 0.01 x 16000 (MPS August) = 160
Base forming = 0.05 x 19000 (MPS
September)
= 950
Resource Profile (RP)
Approach (5)
Perhitungan RP approach menggunakan
2 produk, 2 stasiun kerja, 3 bulan
rentang perencanaan dan 3 bulan lead
time.
Profil sumber untuk produk 1 pada
stasiun kerja 1 dibagi menjadi 3, yaitu
waktu stasiun kerja 1 pada saat due
date, 1 bulan sebelum due date, dan 2
bulan due date.
Resource Profile (RP)
Approach (6)
Time to Resource Profile Master schedule RCCP
Due Date Month Month
2 1 0 M1 M2 M3 Work M1 M2 M3
Product Product Center
a112 a111 a110 b11 b12 b13 c11 c12 c13
p1 p1 WC1
p2 a212 a212 a210 p2 b21 b22 b23 WC2 c21 c22 c23
Work Center 1
2 1 0
p1 a122 a121 a120
c 11
a110 b11 a111 b12 a112 b13 a 210 b21 a 211 b22 a 212 b23
p2 a222 a221 a220 c 11
a110 b12 a111 b13 a 210 b22 a 211 b23
Work Center 2 c 11
a110 b13 a 210 b23
c 21
a120 b11 a121 b12 a112 b13 a 220 b21 a 221 b22 a 222 b23
c 22
a120 b12 a121 b13 a 220 b22 a 221 b23
c 23
a120 b13 a 220 b23
Resource Profile (RP)
Approach (7)
Untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan stasiun kerja 1
untuk produk 1 pada bulan 1
mengkalikan jumlah permintaan bulan 1 dengan waktu
yang diperlukan stasiun kerja 1 pada bulan batas
penyerahan,
mengkalikan jumlah permintaan bulan 2 dengan waktu
yang diperlukan stasiun kerja 1 satu bulan sebelum batas
penyerahan
mengkalikan jumlah permintaan bulan 3 dengan waktu
yang diperlukan stasiun kerja 1 dua bulan sebelum batas
penyerahan.
Proses diatas diulang untuk produk 2. Langkah berikutnya
yaitu menjumlahkan kedua produk untuk memperoleh jumlah
waktu yang dibutuhkan stasiun kerja 1 selama 1 bulan.
Contoh (1)
Bill of Labor and Resource Profile for a Whatsit
Resources Profile
BOL Week until due
date
WC Time WC 1 0
1 20 1 20 0
2 30 2 0 30
Master Production Schedule
Week
1 2 3 4
Whatsit 100 200 250 100
Contoh (2)
RCCP menggunakan Bill of Labor Approach
WC 1 2 3 4 TOTAL
1 2000 4000 5000 2000 13000
2 3000 6000 7500 3000 19500
RCCP menggunakan Resource Profile Approach
WC 1 2 3 4 TOTAL
1 4000 5000 2000 0 11000
2 3000 6000 7500 3000 19500
Utk WC 1 week 1 (20*
Week
1 2 3 4
Whatsit 100 200 250 100
WC 1 2 3 4 TOTAL
1 4000 5000 2000 0 11000
2 3000 6000 7500 3000 19500
Untuk WC 1 (waktu 20):
•Periode 1 (20) waktu WC1 * (200) jumlah produksi periode 2
•Periode 2 20 * 250
•Periode 3 20 * 100
Untuk WC 2 (waktu 30):
•Periode 1 (30) waktu WC2 * (100) jumlah produksi periode 1
•Periode 2 30 * 200
•Periode 3 30 * 250
•Periode 4 30 * 100
Tactics for Matching
Capacity to Demand
Over Time
Subcontracting
Alternate routing
Adding personnel
Revising MPS
Latihan
Periode
PT. ABC membuat 2 buah Produ
1 2 3 4 5 6
produk furnitur dengan MPS k
(unit) dari kedua produk tsb
F-1 120 100 120 120 150 900
adalah: 0 0 0 0 0
Waktu proses (jam) F-2 100 800 800 800 100 1100
F-1 0 F-2 0
dari masing-masing
SK-1 0.01 0.02
stasiun kerja adalah:
SK-2 0.005 0.005
SK-3 0.02 0.03
SK-4 0.04 0.05
Hitunglah rough cut capacity planning(RCCP) dengan:
- Overall factors
- Bill of labor (BOL)
- Resource profile (RP) jika F-1 untuk SK-3 dan SK-4 harus
dikerjakan 1 dan 2 periode sebelumnya dan F-2 untuk SK-2,
SK-3 dan SK-4 harus dikerjakan 1,2, dan 3 periode sebelumnya